
Setelah makan Haris menyuruh pak nino untuk berhenti di minimarket. Ia yang sudah tau rencana licik sepupunya berniat untuk menyiapkan segala keperluan keluarganya untuk seminggu ke depan.
"Sayang belilah semua keperluan kita untuk seminggu ke depan."
"Kenapa mas? Bukannya nanti di keraton sudah ada semua."
"Sayang aku akan menjelaskannya nanti, kita ke minimarket sementara pak nino dan doni bertugas mencari sayuran dan lauk pauk di pasar modern."
"Oke bos apa saja yang harus kami beli?"
"Terserah don, yang penting cukup untuk makan kita seminggu, sekalian beras sama minyak ya don."
"Beres bos."
"Kak don."
"Tolong belikan buah-buahan juga ya,jangan lupa bumbu dapurnya yang lengkap, pak nino pasti tau ."
"Oke bu bos."
"Bawa dua orang don, sisanya suruh mengikutiku."
"Kalian dengar." kata doni pada anak buahnya.
"Siap pak doni."
"Bagus lakukan sesuai perintah bos."
Saat sudah berada di dalam mini market cista mulai mengambil beberapa kebutuhan untuk keluarga kecilnya serta untuk anak buah sang suami .
"Mas, aku ingin mie instan boleh."
"Jangan banyak-banyak ya."
__ADS_1
"Ya mas, lagian kalau kita masaknya sesuai aturan pasti ngga masalah mas."
"Oke,tapi tetap jangan banyak-banyak."
"Ya sudah, kamu nemenin hito pilih jajanan sana mas."
"Oke mama cantik."
Satu jam berlalu kini mereka sudah melanjutkan perjalanan. Namun siapa sangka sepuluh menit sebelum sampai keraton, mereka di hadang oleh dua mobil.
"Turun." Perintah salah satu orang pada pak nino.
"Gimana ini mas haris."
"Turuti saja pak nino, itu lebih baik untuk kita semua. Pak nino bisa pindah ke bangku belakang."
"Baik mas haris."
Setelah pak nino pindah ke bangku belakang orang itupun menggantikan pak nino menyetir mobil menuju rumah yang akan menjadi tempat penyekapan haris dan keluarganya.
"Kemana mas surya menyuruhmu membawa kami?"
"Ke sebuah rumah di dekat parangtritis pak haris."
"Baiklah,aku akan menurut tapi tolong jangan membuat salah satu di antara kami terluka."
"Itu yang di perintahkan kakak anda kepada kami. Beliau ingin kami menjaga anda sekeluarga dengan baik. Beliau hanya ingin anda tidak menghadiri acara tersebut."
"Baiklah."
Tanpa Surya ketahui haris sudah memghubungi pak dhenya dan menyampaikan penolakannya. Ia secara baik menolak menjadi raja karena ia hanya ingin fokus pada keluarga dan usahanya. Ia juga menyarankan agar surya saja yang dipilih menjadi raja.
"Waaahhh rumahnya bagus sekali mas surya." Kata haris saat memasuki sebuah rumah berlantai dua yang menuritnya sangat mewah.
__ADS_1
"Ini rumahmu ris, di sebelahnya rumah adikmu, yang satunya lagi rumahku. Itu keuntungan hotel kita selama beberapa tahun. Karena kamu dan adikmu menolak uang jadi aku bikinkan rumah." Jawab surya yang sudah sejak tadi menunggu kedatangan haris.
"Makasih ya mas."
"Surat-suratnya akan ku berikan saat kamu akan kembali ke bandung."
"Oke mas."
"Ayo kita masuk."
"Semua sehat kan mas?"
"Sehat ris. Ris mas minta maaf menahanmu di sini."
"Aku mengerti mas, lagian aku juga ngga minat jadi raja, tenang saja. Kami akan menikmati liburan disini ."
"Tetap saja aku minta maaf ris."
"Santai saja mas. Tapi aku minta setelah mas nanti menjadi raja jadilah raja bijaksana, jangan mengedepankan emosi."
"Ya ris, makasih ya. Aku senang karena kita tetap bisa saling menyayangi dan mengerti seperti ini."
"Santai mas."
"Cista masuklah ke kamar kalian di lantai dua yang pintunya warna biru, kasihan tuh calli."
"Oh ya , sayang ke kamarlah dulu dan istirahat."
"Ya mas. Mas surya kami ke kamar dulu."
"Ya, istirahatlah. Hito kamarnya juga di atas sudah ada papan namanya di pintu."
"Makasih om. Ayah bolehkah om dino menemaniku?"
__ADS_1
"Boleh sayang. Don temani hito dulu."
"Oke bos."