
Pada malam harinya Widi sengaja mengajak Amel untuk jalan keluar membicarakan masalah tadi siang.
" Gimana ceritanya, kamu bisa ribut dengan Winda ? " tanya Widi.
" Gini Yank. Aku gak sengaja ketemu Winda, basa-basi lah aku sapa dia. Ehhh... dia malah jawab dengan ketus " kata Amel.
" Trus ? " kata Widi menyuruh melanjutkan.
" Trus aku minta maaf lah ke Winda, gara-gara kejadian kemarin itu, masalah yang kamu jemput aku duluan itu " kata Amel.
" Ngapain kamu minta maaf ? " tanya Widi.
" Ya... aku gak enak hati saja. Waktu kamu cerita saja, aku sudah kepikiran dan pas banget ketemu Winda, ya sudah aku samperin" kata Amel.
" Kamu ini Mel. Kan, tau Winda itu wataknya gimana ? " kata Widi.
" Iya aku tau. Tapi... gak tau kenapa, aku lihat Winda langsung berdiri hampiri dia, nyapa trus minta maaf " Amel mengulangi ceritanya.
" Dan hasilnya...??? " kata Widi.
" Winda malah marah-marah ke aku dan ngata-ngatain yang... menurut aku itu gak pantas diucapkan " kata Amel.
" Winda ngomong apa saja ? " tanya Widi.
" Dia ngatain aku, menjadikan dirimu ojek pribadi gratisan, dia juga bilang aku banyak menerima dan menuntut tapi... aku tidak memberi apapun ke kamu " kata Amel.
" Winda bilang begitu ? " tanya Widi.
" Iya Yank. Makanya teman di sebelahku gak tahan dengarnya, trus dia belain aku, akhirnya bertengkar temanku dengan Winda. Ya... namanya teman, dengar temannya dikata-katain otomatis gak terima dong " kata Amel.
" Kamu curhat ke temanmu itu ? " tanya Widi.
" Bisa dibilang curhat juga ah. Aku cerita dikit ke temanku itu, aku minta solusi, bagaimana baiknya aku ke Winda. Ya... temanku kasih saran, minta maaf ke Winda. Kan, aku tadi sudah bilang, aku gak enak hati sama Winda " kata Amel.
" Lain kali, jangan libatkan orang lain dalam hubungan kita. Temanmu sarannya baik, tapi dia gak kenal Winda, dia itu gak paham wataknya Winda seperti apa ? Niatnya bagus belain kamu sebagai temannya, tapi lihat... hasilnya... !!! Malah tambah bikin masalah baru kan ??? " kata Widi.
" Ya... aku gak tau, kalau jadi begini " kata Amel.
" Ya makanya jangan diulangi lagi " kata Widi.
Amel sedikit kesal karena disalahkan sang pacar.
" Tapi Yank, justru bukan itu yang buat aku kesal " kata Amel.
" Trus apa ? " tanya Widi.
" Sebelum dia ngatain aku. Dia sempat ngomong, kalau kamu antar jemput dia itu gak gratis, ada uang tambahannya, jadi... kalau kamu gak melakukan tugasnya, ya... uang itu buat Winda. Aneh kan...??? Padahal jelas-jelas kamu itu kakaknya, masa iya jemput adik sendiri, ada bayarannya " kata Amel.
" Winda bilang begitu ? " tanya Widi.
" Iya Yank. Malahan dia nyebutin nominalnya. Harus ganti dua puluh ribu setiap dia pulang naik ojek. Parah gak tuh ? Masa sama kakak sendiri hitung-hitungan kayak gitu. Ya gak mungkin kan, kamu antar jemput adek sendiri trus minta bayaran ke orang tua mu. Iyakan ?" kata Amel.
" Ya gak lah " jawab Widi.
" Ya makanya, itu gak mungkin. Sama saudara sendiri perhitungan sampai segitunya, kan aneh " kata Amel.
Widi terdiam mendengar cerita dari Amel, karena yang diceritakan memang sesuai dengan yang disampaikan Winda sebelumnya.
( Untung Amel gak percaya cerita Winda, Gawat ini kalau sampai Amel percaya ) gumam Widi dalam hati.
" Yank... Yank...!!! " panggil Amel.
" Eh... iya...!!! Ada apa ? " Widi tersadar dari lamunannya.
" Kok melamun ? kenapa ? " tanya Amel.
" Gak melamun, hanya berfikir sedikit " kata Widi.
" Oh kirain ada apa " kata Amel.
" Besok-besok gak usah curhat atau minta solusi ke temanmu itu, ya..!!! " kata Widi.
" Kamu marah ? " tanya Amel.
__ADS_1
" Enggak. Enggak marah. Pokoknya jangan diulangi lagi, takutnya kejadian seperti tadi siang terulang lagi. Pahamkan...!!! " kata Widi.
" Tapi kan, temanku hanya membantuku " kata Amel.
" Iya tau, temanmu membantumu. Bagus minumannya jatuh tumpah ke lantai. Lahh kalau disiramkan ke kamu ? Bagaimana ? Winda kalau sudah marah, gak perduli barang di sekitarnya, dia bisa lempar " kata Widi.
" Tentang minuman, temanku gak sengaja melakukannya. Dia hanya menahan tangan Winda trus minumannya jatuh. Temanku sudah minta maaf, tapi... ya gitulah Winda gak terima, malah bentak kami " kata Amel.
" Ya makanya aku bilang, temanmu itu gak kenal Winda, dia gak paham wataknya Winda " Widi mengulangi perkataannya.
" Iya Yank. Maaf, gak aku ulangi lagi " jawab Amel.
" Nahh gitu dong. Masalah Winda, kamu tenang saja ( menepuk pundak Amel ). Biar aku yang selesaikan dengan Winda, mau bagaimanapun aku dan Winda itu tetap saudara. Jadi... pasti kami baikan lagi, hanya.. perlu waktu saja untuk menyelesaikannya " kata Widi.
" Baiklah " kata Amel.
" Emmm Mel..." kata Widi.
" Apa ? " jawab Amel.
" Aku izin mau ke belakang, tinggal dulu ya " Widi tersenyum.
" Iiihhh... kamu ini Yank. Sudah sana " kata Amel.
Widi segera bergegas pergi ke belakang alias toilet. Setelah dirasa aman, Amel dengan cepat menelpon temannya.
Percakapan di telepon.
" Gimana pacarmu ? "
" Santai saja, dia gak marah " jawab Amel.
" Trus dia ngomong apa saja ? "
" Pacarku percaya dong dengan kata-kata ku, tapi..." kata Amel.
" Tapi apa ? "
" Tapi... dia juga gak marah sama adiknya. Dia bilang akan menyelesaikan berdua, biar bagaimanapun mereka tetap saudara. Pacarku gak belain aku ataupun adikn. aku dan dia minta jangan diulangi lagi " kata Amel.
" Ya... lain kali, gak usah berurusan dengan adiknya " kata Amel.
" Ya gak bisa gitu dong. Adiknya itu selalu gak terima kamu jadi pacar kakaknya. Kelihatan jelas loh "
" Ya... aku tau. Mau bagaimanapun lagi, memang dari awal dia gak suka aku dekatin kakaknya " kata Amel.
" Trus kamu, terima saja gitu perlakuan adiknya ? "
" Setidaknya pacarku masih percaya padaku. Bukan kah itu merupakan keuntungan ? " kata Amel.
" Benar juga sih "
" Sudah dulu ya, takutnya pacarku cepat balik. Aku tutup ya, bye..." kata Amel mematikan panggilan telepon.
Sementara itu saat Widi keluar dari toilet, tidak sengaja menabrak seorang cewek hingga jatuh.
" Aduuhh...!!!" mengeluh kesakitan.
" Kamu gak apa-apa ? " tanya Widi.
" Gak apa-apa...!!! PAKAI TANYA LAGI...!!! Sakit nih pantatku. Jalan gak lihat-lihat " galak banget.
" Lah...kan kamu yang nabrak. Kenapa aku jadi yang salah " kata Widi jadi bingung.
" Bantuin berdiri, jangan diam saja...!!! " bentak cewek tersebut.
" Iya, sini aku bantu...!!! " Widi mengulurkan tangannya.
" Gitu dong, jadi cowok yang gentle. Kan, kamu yang salah " cewek tersebut terus mengomel walau sudah dibantu.
Saat cewek tersebut berdiri, tiba-tiba tidak bisa berdiri tegak.
" Eh..eh..ehhh...!!! " Widi spontan memeluk cewek tersebut.
__ADS_1
Tatapan keduanya saling bertemu dengan jarak yang sangat dekat.
" LEPAS...!!! Ngapain peluk-peluk " melepaskan diri.
Widi melepaskan pelukannya dan cewek tersebut kembali terjatuh karena tidak berdiri dengan baik.
" Aduuhh...!!! Sakit...!!! "
Cewek tersebut kembali mengeluh kesakitan, sementara Widi hanya menatap dengan bingung.
" Yah... haknya patah " cewek tersebut menyadari sepatu hils nya sudah patah.
Tanpa pikir panjang Widi duduk jongkok, mematahkan hak sepatu satunya, tindakan tersebut justru membuat cewek tersebut tambah marah.
" APA YANG KAMU LAKUKAN...!!! Jadi patah dua-duanya kan...!!! "
" Dengan begini, kamu bisa jalan " jawab Widi.
" Eeee ...." tidak bisa menjawab.
" Sama-sama. Hati-hati ya jangan nabrak orang lagi " kata Widi.
Widi segera bangkit dan pergi meninggalkan cewek tersebut tanpa membantunya berdiri kembali.
" Dasar cewek aneh...!!! " gumam Widi lirih.
" DASAR COWOK ANEH...!!! ( berteriak ). Aduhh... sepatuku...!!! " sambil memandangi hak sepatu yang sudah terlepas.
Beberapa saat kemudian Widi sudah kembali ke tempat Amel.
" Kok lama ? " tanya Amel.
" Iya nih. Tadi ketemu cewek aneh " kata Widi.
" Cewek aneh ? siapa ? " tanya Amel.
" Gak tau. Gak kenal. Dia yang nabrak malah dia yang marah-marah " kata Widi.
" Yank... itu apa ? " Amel menyadari ada noda di baju Widi.
" Apa ? " Widi balik bertanya.
" Lipstik...!!! " Amel melebarkan matanya.
" Pasti karena ditabrak cewek aneh tadi itu, dandanannya memang rada menor gitu sih " kata Widi.
" Bener...??? " Amel curiga.
" Ngapain aku bohong " kata Widi.
" Yank...!!! " kata Amel.
" Astaga Mel...!!! Gak percaya ? Jangan mikir yang aneh-aneh " kata Widi.
" Yang benar...??? " Amel menyipitkan mata.
" Benar, ditabrak tadi dekat toilet. Nodanya bisa hilang gak ya " kata Widi.
Widi mengambil selembar tisu mencoba menghapus noda tersebut, namun usahanya sia-sia belaka karena noda tersebut mulai mengering.
Sementara Amel hanya menatap dengan tatapan sedikit curiga, tidak percaya dengan perkataan Widi.
{ Siapa cewek itu ? Berani betul dia godain pacarku } gumam Amel dalam hati.
.
.
.
( bersambung )
Bagaimana pendapat teman-teman tentang Amel ??? Berikan komentar dibawah ya.
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir membaca 🙏🤗