
Selesai pelajaran, Nansi segera mencari Winda, berjalan ke sana kemari, asal jalan ke segala arah, melihat sekeliling, terus memperhatikan sekitar sesekali menatap layar hp, namun yang ditunggu tak kunjung menghubunginya balik, Nansi semakin khawatir, kemana Winda ?
" Itu anak...!!! " Nansi segera berlari, saat melihat Winda berjalan dengan Niko.
Nansi menghadang tepat di depan mereka berdua, berkacak pinggang, menyipitkan mata, bibir manyun, pokoknya terlihat kesal banget. Unik bin ajaib, Winda gak merasa buat salah dong.
" Kenapa Nansi ? " tanya Winda datar.
" KAMU INI YA...!!! " seketika Nansi menjewer telinga Winda.
" A...a...aduh...sa...kit...!!! " rintih Winda.
" Nansi, Lepas...!!! Telinga Winda merah tuh " Niko khawatir dong.
Nansi melepaskan tangannya dengan kasar, dirinya masih sangat kesal, sudah khawatir dari tadi, yang dikhawatirkan malah gak tau diri, percuma khawatir yang bukan-bukan, orangnya malah asyik berduaan.
Winda menggosok-gosok telinganya yang sakit, Niko yang khawatir juga melihat telinga Winda yang memerah, pasti sakit ? Nansi jadi tambah kesal, melihat kelakuan mereka berdua. Benar-benar DECHH...!!!
" Bicarakan baik-baik, jangan dijewer lagi, nanti Winda nangis lagi ( memperingatkan Nansi ). Win, aku tunggu di parkiran, aku antar pulang " kata Niko.
" Iya Kak " jawab Winda.
Setelah kepergian Niko, Nansi sudah tak tahan dan langsung memukul lengan Winda, dirinya benar-benar gregetan dengan kelakuan temannya satu ini. Bukannya marah, Winda malah tersenyum dong, dirinya tau kalau Nansi begitu, karena merasa khawatir padanya, bukan marah yang sungguhan.
" Kamu ini ya, benar-benar ...!!! Pesanku gak dibalas, ditelepon juga gak diangkat ! Bawa hp gak sih ? " kata Nansi.
" Bawa " kata Winda menunjukkan hp nya.
" TRUS KENAPA GAK DIBALAS ? " Nansi ngegas dong.
" Sengaja, maaf...!!! " ucap Winda tersenyum.
Nansi menghembuskan napas kasar, menggelengkan kepalanya, benar-benar membuat orang khawatir saja.
" Tadi kamu kemana ? Kenapa bolos ? " tanya Nansi mulai kalem.
" Ketiduran di gudang, dengan Kak Niko " jawab Winda.
" WHATT...??? " Nansi meninggikan suara karena kaget.
" Jangan mikir aneh-aneh ? Tadi itu aku cuma pengen menyendiri aja, trus Kak Niko datang, kita ketiduran, pas bangun sudah telat, ya sudah bolos saja sekalian " Winda cerita dengan entengnya.
" Syukur lah, kamu baik-baik saja, jangan diulangi ya ? Aku benar-benar khawatir " kata Nansi.
__ADS_1
" Hem ( mengangguk ) maaf ya...!!! " ucap Winda.
" Iya. Ayo ke kelas, ambil tas mu dulu " ajak Nansi.
Mereka berdua pergi ke dalam kelas mengambil tas punggung Winda, lalu keduanya berjalan menuju parkiran motor, di sana Niko sudah menunggu, sudah siap duduk di atas motor, entah dari mana, sudah ada helm tambahan dong.
" Pergi lah, aku gak apa-apa " kata Nansi.
" Bye Nansi...!!! " Winda berpamitan.
Niko segera melaju di jalan raya, terus berkendara menyusuri jalanan, tapi kok ??? Ada yang salah ??? Ini buka arah jalan menuju rumah Winda ??? Ini mau kemana ???
Walau demikian Winda enggan untuk bertanya tujuan mereka, Winda juga malas cepat pulang ke rumah, toh gak ada siapa-siapa dan gak ngapa-ngapain juga di rumah. Memasuki sebuah gang, awalnya jalannya lebar, semakin ke dalam semakin mengecil dan tak lama berhenti di depan sebuah bangunan panjang, seperti kos-kosan atau rumah petak ya ?
" Ini di mana Kak ? " tanya Winda saat turun dari motor.
" Kosan ku " jawab Niko.
" HAH ??? " Winda terkejut.
" Ayo masuk ( menarik tangan Winda ). Santai, aman kok " kata Niko.
Eh...eh...eh...!!!
Beneran di ajak masuk ke dalam kosan dong ? Ini kan kosan cowok ? Bisa di cap gak bener ini ? Winda sempat berhenti di depan pintu sejenak, dirinya merasa ragu, gak enak hati, masa cewek main ke kosan cowok ? Apa coba pikiran orang lain ?
Niko pergi menuju kamarnya, tak berapa lama, dirinya keluar dengan sudah berganti pakaian biasa, Niko memberikan sebuah kaos kepada Winda, otomatis bertanya dong, untuk apa ?
" Ganti bajumu, biar gak kotor. Kita mau masak, soalnya " kata Niko.
" Masak ? Kita ? " tanya Winda.
" Iya, kita masak. Ganti bajumu di kamar " kata Niko.
" Aku ganti di kamar mandi saja Kak " Winda menolak.
" JANGAN...!!! Di kamar saja " Niko buru-buru melarang.
Niko menarik dan segera mendorong Winda, memaksa masuk kamar, untuk mengganti bajunya. Niko segera menutup pintu kamar, setelah itu segera berlari ke kamar mandi, membereskan kekacauan secepat kilat, menyembunyikan di tempat aman, agar tak terlihat.
Sementara itu di dalam kamar, Winda masih diam terpaku memandangi gagang pintu kamar, membelakangi posisi kamar, siapa yang gak khawatir, ini pertama kalinya Winda memasuki kamar cowok, selain kamar sang Kakak.
Dengan berlahan Winda berbalik dan seketika terpana dengan keadaan kamar yang ada dihadapannya ini, semua barang tersusun dengan rapi, banyak poster-poster tertempel di dinding kamar, meja belajar yang penuh dengan berbagai buku-buku dan sebuah kasur berukuran sedang. Winda tersenyum, tak menyangka kamar cowok tapi serapi ini, sangat jauh berbeda dengan kamar sang Kakak.
__ADS_1
Niko yang sudah selesai dari kamar mandi, begitu terkejut melihat Rey sudah datang, tidak sendirian, dirinya bersama Juan dan Noel.
" Hai Nik, sorry kita langsung masuk. Nih barang pesanan mu " Rey memberi sekantong plastik barang belanjaan titipan Niko.
" Kalian duduk saja dulu, Rey ikut aku sebentar " Niko menarik paksa Rey menuju dapur.
Sesampainya di dapur, dengan suara berbisik-bisik Niko menanyakannya, kenapa Juan dan Noel bisa ikut ? Dengar santai Rey bercerita, dirinya bertemu dengan mereka saat dalam perjalanan kemari dan mereka memutuskan untuk ikutan. Karena merasa gak ada apa-apa, ya gak masalah kan ?
Wajah Niko seketika berubah, ya tentu saja panik dong ??? Bagaimana tidak ? Niko berfikir, bagaimana menjelaskan pada Rey ? Menggaruk kening yang tidak gatal, benar-benar bingung.
" Kenapa sih Nik ? Ada apa ? " tanya Rey menyadari ada yang salah.
Niko berbisik di telinga Rey, memberitahu kalau ada Winda datang dan sekarang berada di dalam kamarnya, sedang ganti baju. Seketika mata Rey terbelalak dong, kaget banget, Niko berani ngajak Winda ke kosan.
" Kamu habis ngapain Winda ? Sampai dia harus ganti baju ?" tanya Rey menggoda temannya.
" Pelankan suaramu. Kan, aku mau ajak masak, aku takut seragamnya kotor " kata Niko menjelaskan.
" Nik, bagi minum dong, aku haus " Juan berjalan menuju dapur.
" Ambil itu, ada dalam kulkas " kata Niko.
Seketika itu juga Niko dan Rey berhenti membahas Winda. Sementara Noel di depan memperhatikan ruang tamu, menyadari ada sepatu tambahan di pojokan rak sepatu dan ada tas yang tak asing tergeletak di samping sofa. Sepatunya lebih kecil, jadi tidak mungkin milik Niko, pasti ada tamu.
Sementara Winda yang berada di dalam kamar, bukannya cepat ganti baju, malah asyik mengagumi kamar Niko, dirinya cepat ganti baju, kala sayup-sayup mendengar percakapan dari luar kamar.
Selesai ganti baju, Winda mengamati dirinya terdahulu di kaca lemari, melihat dirinya yang memakai kaos Niko, terlihat jelas sedikit kebesaran dan membuat Winda tersenyum sendiri, karena terlihat lucu.
" Kak Niko...!!! Aku sudah selesai ganti baju " kata Winda saat keluar dari kamar.
Bukannya Niko yang Winda temui, melainkan Noel yang ada dihadapannya, keduanya saling menatap, sama-sama terkejut satu sama lainnya. Belum juga bereaksi apa-apa, Winda dikejutkan lagi dengan suara Juan.
" Loh...??? Winda, kamu di sini juga ? Eh..??? Kenapa kamu pakai baju Niko ? " Juan bertanya bertubi-tubi dari arah dapur.
Winda hanya terdiam, menatap Noel dan Juan bergantian, lalu kemudian disusul Niko dan juga Rey dari dapur. Winda menutup mata sejenak, berharap ini mimpi, namun saat kembali membuka mata, mereka semua masih ada, berarti ini nyata dong ???
SIAL...??? BAGAIMANA, MENJELASKAN ???
.
.
.
__ADS_1
( bersambung )
Terima kasih sudah mampir membaca 🙏🤗