
" Syaratnya, temani aku menonton " kata Noel.
" Hanya itu ? " tanya Winda.
" Hem, hanya itu " jawab Noel.
Winda terdiam sejenak, barang yang ia cari sudah berada dihadapannya dan untuk mengambilnya, tinggal mengikuti syarat yang diberikan Noel. Gak berat juga syaratnya.
" Ok. Kapan ? " tanya Winda.
" Waktunya, nanti aku kabari. Kita deal ya " kata Noel.
" Hem " Winda mengangguk.
***
Pada hari yang Noel tentukan, Winda benar-benar dibuat bingung, gagal paham. Katanya mau nonton ??? Tapi ??? Ini kok malah ??? Terus berkendara jauh melewati beberapa pemukiman, sangat jauh dari pusat kota, bahkan bisa dibilang pemukiman rada pelosok.
Dan sekarang ini mereka berdua, sudah berada di sebuah rumah yang cukup besar dan luas. Bangunan rumah yang tergolong mewah, dari pintu gerbang, ada pos satpam pribadi, halaman luas, terdapat taman depan yang tertata dengan cantik.
" Kak, ini ??? " Winda sedikit ragu.
" Ayo masuk...!!! " Noel menarik Winda.
Winda terus menoleh kanan kiri, memperhatikan sekitar saat mulai memasuki rumah, pandangan mata terus mengamati. Waahhh.... perabotannya gak main-main. Kalangan atas memang beda jauh dengan rakyat jelata. Bisa diibaratkan batu kali dengan batu marmer, sama-sama batu alam tapi beda level.
" Yang aku minta sudah disiapkan ? " Noel berbicara pada seseorang, mungkin pengurus rumah.
Setelah mendapatkan jawaban, Noel menggandeng Winda menaiki tangga menuju lantai atas dan tanpa ragu mengajak memasuki sebuah ruangan. Di dalam ruangan terdapat layar TV yang cukup besar, lengkap dengan makanan dan minuman di atas meja.
" Kita...??? " Winda masih rada bingung.
" Kita nonton di sini, kamu mau nonton film apa ? tinggal pilih saja " kata Noel sambil menunjukkan beberapa kaset film.
" Ini aja nih film Panda, biar diputar beberapa kali di TV gak pernah bosan, lucu banget dan keren " kata Winda.
Awal menonton duduk berdampingan, beberapa saat kemudian kepala Noel mulai menyandar di pundak Winda, karena tatapan mata Winda terus fokus ke layar TV, dirinya tak mempermasalahkannya dan terakhir malah jadi tiduran di pangkuan Winda.
Awalnya mereka fokus menonton filmnya, tapi di pertengahan film, mulai lah Noel membalikkan wajahnya menghadap badan Winda, mulai menggosok-gosokkan kepalanya, seolah-olah mencari perhatian. Hemmm... tanda-tanda. Mulai menarik tangan Winda, meletakkan di atas kepala dan menggerakkan secara perlahan.
Winda yang paham keinginan Noel, mulai lah mengusap-usap kepala Noel, merasakan rambut Noel yang sangat lembut dan memiliki helaian rambut yang cukup besar-besar. Winda melirik sesaat, kemudian tersenyum. Siapa nonton siapa ini ???
Mendapati Noel yang dengan cepat sudah nampak tertidur pulas, karena takut mengganggu, Winda mengecilkan volume TV, Winda kembali fokus menonton filmnya, dengan tangan yang terus mengusap kepala Noel. Saat hp Winda berdering, dengan cepat Winda menjawab panggilan telepon tersebut. Tertera di layar nama Reza.
Percakapan lewat telepon.
Winda : Assalamualaikum. Kenapa Za ?
Reza : Waalaikumsalam. Kamu dimana ? Aku cari di rumah gak ada.
Winda : Lagi jalan sama teman. Ada apa nyariin, tumben ?
__ADS_1
Reza : Malam jalan yuk !
Winda : Duch, gimana ya ? Kayaknya susah deh Za.
Reza : Ayolah temani aku ( nada manja )
Winda : Dengan pacarmu sana ! ngapain ajak aku.
Reza : Bantuin aku cari hadiah buat Lovely. Mau ya...!!! Please...!!! Please please please.
Winda : ( melirik Noel sesaat ) Hem, baiklah. Insyaallah. Tapi gak gratis ya.
Reza : OK. Nanti malam aku jemput. Assalamualaikum.
Winda : Waalaikumsalam.
Winda segera mematikan panggilan teleponnya, bersamaan dengan Noel yang menggeliatkan tubuhnya, membuka mata. Winda sedikit merasa bersalah sudah mengganggu tidur Noel.
" Maaf Kak, suaraku ganggu ya " kata Winda.
Bukannya menjawab, Noel justru bangun dari tidurnya, duduk menatap ke arah Winda dan sesaat kemudian mengecup bibir Winda. Winda hanya terdiam karena begitu terkejut mendapatkan hal tersebut secara tiba-tiba.
" Beraninya kamu. Sedang denganku tapi malah asyik teleponan dengan cowok lain, tadi itu Reza kan ? " kata Noel.
" Bukannya tadi Kakak tidur ? Maaf dech sudah ganggu. Iya, tadi Reza, biasa minta bantuan " kata Winda.
" Lupakan Reza dan yang lainnya. Hari ini kamu milikku, hanya ada aku dan kamu. Jalan-jalan ke pantai yuk " kata Noel.
Noel berdiri mengambil sebuah bingkisan dari dalam lemari, memberikan pada Winda dan saat dibuka, benar-benar membuat Winda terkejut bukan main. Isi di dalamnya terdapat baju ganti lengkap dengan ********** sekalian, lihat sekilas saja Winda sudah malu banget.
" Aku sendiri yang memilihnya, pakai sekarang lalu kita jalan-jalan di pantai. Tuh kamar mandi di sana " kata Noel menunjuk ke arah yang dimaksud.
Sesaat kemudian Winda keluar dari kamar mandi dengan malu-malu, pasalnya baru kali ini dirinya pakai baju maxi dress dengan potongan leher yang sedikit terbuka, ditambah hanya menutupi sebagian pundak Winda.
Noel menatap Winda dengan tersenyum lebar, pilihannya benar-benar cocok dan pas di badan Winda. Winda ikutan tersenyum kala melihat Noel yang juga, sudah berganti pakaian dengan warna yang senada. Jadi ini alasannya !!! Couple.
Noel mendekati Winda, menatap sisi kanan, menatap sisi kiri, meletakkan dua jari di dagunya, menyipitkan pandangan mata dan menarik ikat rambut Winda lalu membuangnya secara asal lempar.
" Ehh...!!! Kak....!!! " Winda terkejut.
Noel menarik Winda ke depan cermin, entah dapat sisir dari mana ? Noel dengan perlahan mulai menyisir rambut Winda dan kemudian memasangkan jepit rambut di kanan kiri kepalanya.
" Nah... sudah selesai. Hemmm pilihanku gak salah ya, semuanya cantik " kata Noel.
Mereka berdua pun segera berjalan-jalan di pantai yang terletak beberapa meter di belakang bangunan rumah. Pantainya cukup bersih, deburan ombak hari ini cukup tenang, pasirnya putih bercampur potongan batu karang dan banyak cangkang kerang berbagai ukuran.
Saat ke pantai, melihat cangkang kerang bertebaran, mata begitu senang dan tangan terasa gatal kalau tidak memungutnya. Sambil berjalan, melihat ada yang cantik lalu pungut, awalnya satu, mungut lagi satu, lihat lagi pungut lagi dan tau-tau sudah penuh tangan.
" Kamu mau pungut semua ? " Noel menunjukkan tangannya yang juga sudah penuh cangkang kerang.
" Semuanya cantik. Sayang kalau gak diambil" kata Winda.
__ADS_1
Noel mengeluarkan hp, menelpon seseorang dan tak lama kemudian datang orang dengan membawa ember kecil di tangannya. Menyuruh Winda meletakkan cangkang kerang di dalamnya, setelah di masukkan semuanya, ternyata terlihat sedikit, belum mencapai setengahnya.
Melihat masih banyak ruang kosong di dalam ember, Winda kembali berjalan dengan pandangan mata ke arah pasir, mencari cangkang kerang lagi.
Setelah beberapa saat, mereka berdua duduk di pasir, menatap ke arah laut, rambut Winda terus berkibar terkena hembusan angin, tangannya mulai terasa lengket, tapi dirinya senang menatap isi embernya yang setengah penuh.
" Pantainya sepi ya Kak ? " Winda baru sadar kalau hanya ada mereka berdua.
" Pantai pribadi " kata Noel.
" Hah ??? Maksudnya ? " tanya Winda.
" Aku tidak tau pasti batasnya sampai mana, tapi ini merupakan kawasan milik keluarga. Hanya dikunjungi sesekali " kata Noel.
" Ohhh... milik keluarga " kata Winda.
{ Keluarga Kak Noel beneran kaya raya banget, pengusaha sukses apa sih ? Jadi penasaran ? } batin Winda.
Pandangan mata Winda kembali berbinar, kala melihat sebuah kerang cantik, tanpa pikir panjang, dirinya segera berdiri, berlari mendekati, sebelum terseret ombak lebih jauh lagi. Winda tersenyum senang saat berhasil mendapatkannya.
Melihat adegan tersebut, terlintas ide jail dalam kepala Noel, pas banget kaki Winda sedikit terendam di air laut. Berjalan mendekat, segera mengangkat Winda dan menjatuhkan badan secara bersamaan masuk ke dalam air.
BYUUURRR
Winda segera mengangkat kepalanya keluar dari dalam air dengan terbatuk-batuk, tidak sengaja menelan sedikit air laut, sementara Noel tertawa girang, begitu menikmati.
Winda mengamati tangannya yang kosong, tiba-tiba jadi kesal karena kerang cantiknya hilang. Menatap tajam ke arah Noel, Noel yang paham dengan tatapan Winda tersebut, dengan pelan melangkah menjauh.
" Gara-gara Kak Noel nih...!!! Jadi hilang kan " Winda mengejar Noel.
Pada akhirnya mereka saling membalas menyiramkan air, basah kuyup terkena air laut, keduanya baru keluar dari air saat menyadari tangan mereka mulai keriput dan mulai terasa hawa dingin di tubuh.
" Balik yuk, Kak...!!! Mulai dingin " ajak Winda.
Keduanya segera kembali ke rumah, bersih-bersih badan, mandi keramas menghilangkan rasa lengket air laut. Setelah selesai Winda keluar dengan memakai baju handuk kimono dan handuk melilit rambutnya. Melihat kanan kiri tapi yang dicarinya tidak ada.
" Kak...!!! Bajuku gak ada " tanya Winda saat Noel selesai mandi.
" Ohh... itu, bajumu sudah diambil pengurus rumah, gak sengaja keambil, mungkin dicuci sekarang. Kamu pakai baju ini saja " kata Noel.
Lagi-lagi Noel mengeluarkan sepasang baju dari dalam lemari, tanpa berfikir aneh-aneh, tak ada pilihan lain, Winda pun kembali memakai baju pemberian Noel untuk kedua kalinya.
Sebelum berganti baju, terlebih dahulu Noel mengeringkan rambut Winda dengan alat pengering rambut dan mereka pun bergantian melakukannya. Winda kembali tersenyum, entah kenapa hari ini Winda merasa, kalau Noel sangat lah manja, suka sekali kepalanya diusap-usap oleh Winda.
.
.
.
( bersambung )
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir membaca 🙏🤗