
Saat lonceng berbunyi tanda masuk, Winda segera pergi menuju ruang kelasnya, meninggalkan Niko dan Noel berdua saja.
" Baik lah kita juga harus pergi " ucap Niko.
" Niko ( memanggil ) Aku suka dia " kata Noel dengan tegas.
Niko tidak bereaksi, karena dirinya sudah mengetahui sebelumnya, jadi saat Noel memberitahu, dia tidak kaget lagi.
" Aku tau kamu juga, mari bersaing...!!! " ucap Noel menatap serius ke arah Niko.
" OK, biar kan dia yang memilih " kata Niko balas menatap serius Noel.
" DEAL " Noel mengarahkan kepalan tangan ke Niko.
" DEAL " Niko pun membalas kepalan tangan Noel.
{ Kita lihat saja, aku yang akan menang } itulah yang ada dibenak Niko dan Noel saat ini.
*
Sementara itu setelah meletakkan tas di dalam kelas, Winda segera pergi menuju ke lapangan untuk melaksanakan senam pagi bersama-sama.
" Tumben Win, datangnya telat ? " tanya Nansi yang sudah lebih dulu ada di lapangan.
" Enggak tuh, aku datang seperti biasanya kok" kata Winda.
" Tapi, tadi di kelas, kamu gak ada " kata Nansi.
" Emm, ke kantin sarapan " kata Winda.
" Tumben, sarapan di kantin sekolah ? " kata Nansi.
" Pengen saja " kata Winda.
" Eh... lihat lihat itu Kak Noel, gantengnya...!!!" kata Vera.
" Lihat ke arah sini dong Kak, please..." sambung Lovely.
" Reza, bagaimana Lovely ? " ledek Winda.
" Reza kan, masih PDKT, eh... tunggu ( tersadar sesuatu ) dari mana kamu tau, kalau cowok itu namanya Reza ? " tanya Lovely.
{ Mampus keceplosan } batin Winda.
" Reza ? Anak SMANSA, itu namanya Reza ?" kata Vera.
" Emmm baca di baju seragamnya, kan, ada itu namanya tertera " Winda berbohong.
" Kapan kamu ketemu Win ? " tanya Vera.
" Lupa ya ? rumah Winda kan, dekat dengan SMANSA, pasti lah sering ketemu anak-anak SMANSA " kata Nansi.
" Ooo iya benar " Vera manggut-manggut.
" Tenang Lovely, aku gak mungkin saingan sama kamu, kalah telak aku. Lihat, rambutmu saja sudah mirip boneka berbi " kata Winda mengalihkan pembicaraan.
" Reza, bagus juga namanya " kata Vera.
" Mau saingan ? AYO...!!! " tantang Lovely dengan wajah sinis.
" Aku gak ikutan loh... " kata Nansi.
__ADS_1
Selang beberapa saat terdengar aba-aba dari guru untuk menata barisan agar rapi, tanda senam pagi akan segera dimulai.
Saat para murid melaksanakan senam pagi bersama, Niko justru duduk termenung di dalam kelas sambil memandangi slayer dan gantungan hp yang di tangannya.
" Aku selalu mengingatmu Win " gumam Niko.
Flash back on
Niko duduk di samping tangga, banyak orang berlalu lalang, namun tidak ada satu orang pun menghiraukan dirinya, seperti biasa suasana pasar selalu ramai. Di suasana yang ramai ini, Niko merasa sepi, sunyi sendirian dan hanya rasa sakit yang dia rasakan.
Dari beberapa orang yang berlalu lalang, lewat seorang gadis mungil melewati Niko dengan tatapan anehnya, Niko tidak menghiraukannya, namun beberapa saat kemudian, gadis mungil itu datang kembali dengan sekantong plastik berisi aneka kue, sebotol air minum dan langsung duduk di depan Niko.
Gadis mungil tersebut melipat sebuah slayer memanjang, terlihat jelas baru dibelinya, karena dia keluarkan dari bungkus plastiknya.
" Ulurkan tangan Kakak " begitulah gadis mungil itu mulai berbicara.
" Kamu ngapain ? " Niko dengan nada juteknya.
" Tangan Kakak terluka, habis berantem ya ? Sini dibalut dulu " sambil menarik paksa tangan Niko.
Entah kenapa Niko terdiam sambil memandangi wajah gadis mungil yang ada di hadapannya ini, membalut luka di tangannya dengan tidak rapi, mengikatnya juga asal main ikat saja.
" Nah sudah selesai, sebenarnya aku mau beli plester tapi aku bingung di pasar ini, belinya di mana ? kalau ke apotik kejauhan, ya sudah beli kain ini saja. Ini Kak aku ada beli kue, ayo ambil...!!! makan...!!! jangan dilihatin saja " berbicara panjang lebar.
Niko hanya diam menatap gadis tersebut, lalu gadis itu mengambil sebuah kue bolu kukus dan meletakkan di tangan Niko.
" Ini bolu kukus, kue kesukaan aku, kalau Kakak gak suka, di dalam plastik masih ada kue yang lainnya, Kakak makan yang Kakak suka, nihh semuanya buat Kakak "
" Kalau semua untukku, lalu untukmu apa ?" tanya Niko.
" Aku bisa minta belikan lagi "
" Kenapa kamu baik, mau menolongku ? " Niko kembali bertanya.
Gadis kecil itu beralih duduk di samping Niko, mengeluarkan sebuah gantungan hp berbentuk bunga matahari, lalu memberikannya pada Niko.
" Buatku ? " tanya Niko.
" Iya, buat Kakak. Bunga matahari selalu mengikuti kemana pun arah matahari berada. Aku belum punya hp sendiri tapi aku sangat suka gantungan ini, sekarang aku berikan ke Kakak supaya Kakak bersinar seperti matahari "
Gadis tersebut tersenyum sambil menatap Niko, setelah itu gadis tersebut berdiri dan pergi meninggalkan Niko. Beberapa langkah berjalan gadis tersebut berbalik sebentar melambaikan tangan sambil tersenyum ke arah Niko, berbalik jalan menjauh dan tak berbalik lagi.
Niko hanya diam menatap kepergian gadis tersebut, sampai benar-benar menghilangkan tak terlihat lagi oleh kerumunan orang yang berlalu lalang.
Niko memandangi kantong plastik yang berisikan aneka kue, ada donat, kue lapis, onde-onde dan bolu kukus.
{ Gadis yang imut } batin Niko.
Gadis mungil yang imut itu adalah Winda Rahayu, mau membantu walau pun tidak mengenal, mau berbagi makanan kesukaannya, simpati dan empati yang diberikan benar-benar tulus menyentuh hati Niko.
Flash back off
*
Sekarang ini, Niko duduk termenung, dibuyarkan lamunannya oleh kedatangan Rey secara mengendap-endap, Niko hanya diam melihat tingkah temannya itu, seketika Rey terkejut sendiri saat melihat Niko ada di dalam kelas.
" ASTAGA... NIKO...!!! " Rey mengelus dada.
" Kamu kenapa ? " tanya Niko.
" Aku malas ikut senam pagi, ternyata ada temannya " Rey duduk di dekat Niko.
__ADS_1
Rey mengamati wajah temannya yang nampak muram tidak bersemangat sambil memegang hp, tentu saja Rey langsung peka karena apa ?.
" Winda lagi ? " Rey memulai pembicaraan.
" Hem " Niko menganggukkan kepalanya.
" Kenapa lagi ? " tanya Rey mencari tau.
" Noel menyukai Winda" kata Niko lirih.
" Kan, aku sudah bilang " Rey tentu saja tidak heran.
Niko menceritakan pada Rey kalau Noel berterus terang bilang menyukai Winda dan mengajak untuk bersaing dan Niko menyetujuinya. Sekarang mereka berdua sudah resmi menjadi saingan untuk mendapatkan Winda.
Rey menyimak setiap perkataan Niko, menganggukkan kepala seolah-olah memahami yang sedang Niko rasakan saat ini, namun ada sesuatu yang mengganjal dipikiran Rey saat ini.
" Tapi, aku masih sedikit heran ? sejak kapan selera Noel berubah ? Winda sama sekali tidak masuk dalam kriteria pacarnya Noel ? iyakan ? " kata Rey yang disambut dengan lemparan buku oleh Niko.
Buukkk
Terdengar suara buku menimpa kepala Rey, namun tidak ada suara merintih dari mulut Rey, hanya tangan yang mengusap-usap kepalanya.
" Apa kamu bilang barusan tadi ? " Niko melebarkan bola matanya.
" Aku tidak asal bicara, kamu sendiri bisa menilai, selera Noel itu seperti apa ? tiba-tiba beralih menyukai Winda ? Apa tidak mencurigakan ? " kata Rey.
" Wiwin memang spesial " gumam Niko lirih.
" Wiwin ? " Rey nampak heran.
" Panggilan Winda di rumah " kata Niko.
" Dari mana kamu tau ? " tanya Rey.
" Dari Ibu " kata Niko tersenyum.
" Ibu ? Ibu nya Winda ? " tanya Rey.
Niko hanya menganggukkan kepalanya seraya tersenyum lebar, Rey menepuk pundak Niko. Seketika Rey langsung menggoda, melontarkan candaan, yang sudah ketemu mertua, eh... calon mertua maksudnya. Mendengar hal tersebut Niko hanya tersenyum malu-malu, walau dalam hati merasa senang juga sih. Alangkah bagusnya kalau bisa menjadi kenyataan.
" Semangat ya bro, jangan sampai lengah, sekali kamu lengah, siap-siap diambil Noel " kata Rey menyemangati.
" Kamu menyemangati siapa ? " ucap Niko.
" Menyemangati dirimu, tapi kalau Winda suka padaku, tentu saja aku tidak keberatan " kata Rey meledek.
Sekali lagi Niko melemparkan sebuah buku ke arah Rey, namun kali ini Rey sudah sigap, sehingga dapat menghindari buku tersebut.
" Tidak untuk kedua kalinya " Rey nada sombongnya.
Niko mengambil napas panjang, dirinya benar-benar tak menyangka jika Noel beneran menyukai Winda, tapi sejak kapan ? Niko mulai berfikir, menerka-nerka, kapan perasaan Noel mulai tumbuh.
Namun yang dikatakan Rey juga ada benarnya, Winda sangat berbeda dengan para pacar Noel sebelumnya, sangat berbeda jauh, dari segi fisik, penampilan, dari semua sisi pokoknya.
Lalu apa ? yang membuat Noel tertarik pada Winda ? Pertanyaan, pertanyaan dan pertanyaan, hanya itu lah sekarang, terus berputar di dalam kepala Niko saat ini.
{ Ohh... TUHAN berikan hambamu ini jalan } batin Niko berdoa dalam hati.
.
.
__ADS_1
.
( bersambung )