Pelangi Diwarna Abu-abu

Pelangi Diwarna Abu-abu
Bab 14 Terima Catering


__ADS_3

Hari ini sekolah nampak sibuk, sedari pagi terutama anak-anak Tata Boga dan Tata Perhotelan.


" Tumben kelas sebelah sepi gak ada suaranya ? " tanya Winda pada Nansi.


" Kelas sebelah ? " Nansi tidak paham.


" Tata Boga " kata Winda.


" Ohh... mereka, mungkin sibuk di dapur " kata Nansi.


" Praktek ya...!!! " kata Winda.


" Bukan...!!! " bantah Lovely.


" Kalau bukan praktek, lalu apa ? " tanya Winda.


" Sekolah kita dapat catering. Makanya semua anak Boga dilibatkan dan juga anak Perhotelan " Lovely menjelaskan.


" Catering... ??? Sekolah kita terima Catering juga...??? " tanya Winda.


" Begitulah. Anak Boga menyiapkan catering dan anak Perhotelan menjadi pramusajinya " Lovely menjelaskan lagi.


" Wahhh keren ya sekolah kita " kata Winda memuji.


Ketika jam istirahat tiba, Winda begitu penasaran dengan persiapan catering, jadi dia berencana mau mengintip ke dapur Tata Boga.


" Aku mau ke dapur Boga, aku penasaran, mereka masak apa saja, aku mau lihat " kata Winda dengan semangat.


" Kamu sendiri saja, aku malas. Orang masak dilihatin, apa serunya ? biasa saja " Nansi langsung menolak.


" Ya sudah. Aku mau lihat...!!! " Winda bersemangat.


" Baik-baik, diusir guru Boga " Nansi memperingatkan.


Winda tidak mendengarkan peringatan Nansi, dia sudah keburu semangat empat lima untuk melihat anak Boga masak.


Sesampainya di area dapur Boga, banyak anak-anak Boga pada sibuk dengan tugas masing-masing. Winda mengintip, mengamati dari balik pintu dapur. Sampai tidak sadar, ada seseorang berdiri di belakangnya.


" Kamu sedang apa di sini ? "


Seketika Winda berbalik dan ada seorang guru Boga berdiri di belakangnya.


" Eh... I...Bu..." kata Winda terbata.


" Kamu ngapain ? " tanya Ibu Yanti salah satu guru Boga.


" Hanya mau lihat, saya tidak akan mengganggu " kata Winda sambil menundukkan pandangan.


" Kelasmu tidak belajar ? " tanya Ibu Yanti.


" Sudah jam istirahat Bu " jawab Winda.


" Benarkah...??? Sudah jam istirahat...??? " kata Ibu Yanti.


" Iya Bu " jawab Winda.


" Ya sudah, boleh lihat. Tapi... tidak boleh masuk ke dapur. Mengerti...!!! " Ibu Yanti memperingatkan.


" Baik Bu, mengerti. Terima kasih Bu " ucap Winda.


Ibu Yanti segera masuk ke dalam dapur, sementara Winda tetap berada di luar sesuai perintah Ibu Yanti.


Winda bergeser melihat ke dapur sebelah, juga sama pada sibuk masak namun masakannya berbeda. Tercium aroma masakan daging.


{ Hemmm.... harumnya...!!! } gumam Winda dalam hati.


" Yang ujung, juga dapur Boga. Di sana masak apa ya ? " kata Winda.


Winda segera menuju ruangan yang paling ujung, namun sesampainya di sana, Winda kecewa karena pintunya tertutup.


" Yahh... tertutup...!!! ( wajah kecewa ). Tidak bisa lihat deh " kata Winda.


Winda tidak segera pergi, dia masih penasaran di dalam sedang masak apa ? Dari luar ruang juga tidak terlalu kedengaran suara bising, menambah penasaran di hati Winda.


{ Buka... jangan... buka... jangan...} gumam Winda dalam hati.


Winda begitu penasaran, tapi... tadi sudah dapat peringatan, tidak boleh masuk ke dapur.


{ Pergi sajalah kan, tidak boleh masuk dapur } gumam Winda.


Pada akhirnya Winda meninggalkan dapur yang pintunya tertutup, apa boleh buat kan, sudah dilarang masuk. Murid yang baik tidak boleh melanggar peraturan.


Saat Winda berjalan meninggalkan dapur, dirinya berpapasan dengan Rey, kakak kelas Boga.


" Winda...!!! Ngapain di sini ? " tanya Rey.


" Hallo kak ( menundukkan kepalanya ). Habis lihat jurusannya kakak masak, katanya terima catering ya kak ? " tanya Winda.


" Begitulah...!!! " kata Rey.

__ADS_1


" Catering, acara apa kak ? " tanya Winda.


" Acara pernikahan " kata Rey.


" Wahh...!!! Keren...!!! Pasti masak banyak " kata Winda.


" Sudah pasti. Apalagi kue pengantinnya, cantik lochh..." kata Rey.


" Sungguh...!!! Buat kue pengantin juga ? Boleh lihat kak ? " Winda begitu semangat.


" Boleh. Tapi... harus pakai baju khusus sebelum masuk " kata Rey.


" Baju khusus...??? " Supaya apa kak ? " tanya Winda.


" Mau lihat gak...??? " kata Rey.


" Mau kak...!!! " Winda semangat.


" Ayo ikut aku, kita ganti baju dulu " Rey menarik tangan Winda.


Ternyata baju khusus yang dimaksud Rey adalah baju seragam praktek anak Tata Boga. Baju ala-ala CHEF, lengkap dengan topi kepala.


Rey tertawa terbahak-bahak melihat Winda keluar dengan pakaian yang kebesaran di badannya. Tentu saja besar, karena baju yang dikenakan Winda adalah milik Rey yang memiliki postur badan cukup tinggi.


" Kakak Rey, sengaja ya ? Ini kan bajunya kakak, tentu saja kebesaran di badanku " kata Winda.


" Tapi bagus loh...!!! Cocok...!!! " kata Rey.


" Cocok apanya...??? " tanya Winda.


" Cocok juga pakai seragam Boga " kata Rey.


" Meledekku ya kak ? " kata Winda malu-malu.


" Tidak kok, mau lihat tidak...? " kata Rey.


" TENTU SAJA MAU...!!! " kata Winda.


" Ya sudah, AYO...!!! " ajak Rey.


Rey mengajak Winda menuju dapur yang pintunya tertutup tadi.


" Di dalam sini kak ? " tanya Winda.


" Iya " jawab Rey.


" Jadi... itu sebabnya, pintunya ditutup. Karena di dalam buat kue, iya kak ? " tanya Winda.


Saat memasuki dapur tersebut, mata Winda benar-benar takjub melihat kue pengantin di hadapannya. Kue pengantinnya benar-benar dihias dengan cantik, paling besar di bagian bawah, sedang di tengah dan bagian atas.


Nampak Niko dan Juan sedang fokus menghias kuenya dengan krim, sementara Noel sedang membentuk bunga mawar.


" Cantik kan kuenya...??? " kata Rey.


" Iya kak, cantik " jawab Winda.


" Ini setengah jadi, kalau sudah selesai akan lebih cantik lagi " kata Rey dengan bangga.


" Kalau kamu gak bantu, kapan selesainya " tegur Noel tanpa melihat.


" Iya, bawel. Kamu duduk di sini ya..." kata Rey.


" Tapi kak. Baju mu...??? " kata Winda.


" Cukup pakai penutup kepala saja " kata Rey.


" CEPATLAH, SAMPAI KAPAN KAMU... Eh... Winda...!!! " kata Noel saat menoleh.


Seketika Niko dan Juan melihat ke arah Winda.


" Hai... kak...!!! " Winda melambaikan tangan.


" Winda, kamu...??? " kata Juan melihat ke arah Winda.


" Bagaimana, menurut kalian...??? Dia cocokkan...??? " tanya Rey.


" Hemm... cocok sih, tapi... kebesaran " kata Noel.


" Ini bajunya kak Rey, kakak Rey bilang, kalau mau masuk ruangan ini harus pakai, pakaian khusus, tapi... sepertinya aku dikerjain " kata Winda menatap Rey.


" TIDAK, siapa yang..." Rey mengelak.


" Menurutku cocok " kata Niko.


" Tuh kan... kalian juga setuju. Seragam Boga cocok untukmu Winda. Kamu pindah saja " kata Rey.


" Jangan memprovokasi ( ke arah Rey ). Kamu ngapain di sini ? " tanya Juan pada Winda.


" Aku dengar sekolah dapat catering. Aku penasaran masak apa saja, jadi aku kemari lihat-lihat. Tadi aku sudah ke dapur ini, tapi pintunya tertutup, untung saja ketemu kakak Rey, bisa masuk deh " kata Winda menjelaskan.

__ADS_1


" Hanya penasaran dengan orang masak rupanya... " kata Noel.


" Kak Noel, buat bunganya dari adonan apa ini ? Ini bisa dimakan ? " tanya Winda penasaran.


" Ini namanya fondant, tentu saja bisa dimakan " kata Noel.


" Boleh cicipi...??? Emm... maaf kak, pesanan orang " Winda tersadar dengan ucapannya.


" Tentu saja boleh. Ulurkan tanganmu " perintah Noel.


Noel memberikan Winda satu kelopak bunga.


{ Benar-benar mirip kelopak bunga mawar ya ? } gumam Winda sambil mengamati.


" Hemm... manis...!!! " ucap Winda saat mencicipinya.


" Tentu saja manis " kata Noel.


" Wahh...!!! ( berganti ke arah kue ). Kuenya besar juga ya, tiga tingkat. Pasti lama ngerjainnya " kata Winda.


" Lumayan...!!! Mau mencicipi butter cream ?" kata Juan.


" Butter cream...??? Yang putih, kakak pegang itu ? " tanya Winda sambil menunjuk.


" Iya, ini namanya butter cream " kata Juan.


" MAU...!!! " Winda langsung semangat mendekat.


Winda mendekati Juan dan mencicipi butter cream nya.


" Manis...!!! Lembut banget...!!! " kata Winda tersenyum lebar.


" Tentu saja. Karena kami yang membuatnya " kata Juan bangga.


" Wahh... benar-benar keren. Biar pun laki-laki bisa buat kue cantik seperti ini, perempuan sepertiku bakalan minder " kata Winda memuji.


" Menurutmu begitu ? " tanya Niko.


" Tentu saja kak. Kalian keren...!!! " Winda mengacungkan kedua jempolnya.


Tiba-tiba terdengar bunyi bel, tanda waktu istirahat sudah usai.


" Sudah bel, aku harus kembali ke kelas " Winda sedikit kecewa.


" Kalau kamu penasaran. Selesai pelajaran, datanglah ke sini. Bagaimana ? " kata Rey.


" Sungguh...??? Boleh kak...??? " tanya Winda semangat.


" Iya boleh " kata Niko.


" Terima kasih, kak. Aku harus kembali ke kelas " Winda berpamitan.


" WINDA...!!! Ini untukmu " kata Noel memberikan sekuntum bunga mawar dari fondant, Winda tersenyum lebar saat menerimanya.


" Terima kasih kak Noel. Oh iya " kata Winda teringat harus melepaskan baju seragam Rey.


" Ini kak Rey, terima kasih. Selamat bekerja. SEMANGAT " sambung Winda menyemangati.


Winda segera keluar dari dapur tersebut.


" Anak itu... benar-benar imut...!!! " gumam Noel.


" Kenapa memberinya bunga ? " kata Rey menggoda.


" Hanya ingin saja, sepertinya dia suka " kata Noel.


{ Bunga ya...??? } gumam Niko dalam hati.


" AYO SEMANGAT...!!! Kuenya harus selesai...!!! " kata Juan.


Mereka pun kembali fokus pada pekerjaan masing-masing.


.


.


.


( bersambung )



Baju seragam Tata Boga seperti ini.



Baju seragam Tata Perhotelan seperti ini.


**Kisah menerima catering ini beneran pernah terjadi ya teman-teman dan kuenya waktu itu dibuat tiga tingkat tetapi setelah catering selesai saya baru tau ternyata yang paling bawah hanya spons saja yang dilapisi dengan butter cream.

__ADS_1


Mohon dukungannya teman-teman silahkan tinggalkan like dan komen di bawah ya, terima kasih sudah mampir membaca 🙏🤗**.


__ADS_2