
Winda berjalan menyusuri koridor sekolah dengan terus tersenyum lebar sambil mengamati bunga fondant di tangannya.
" Winda...!!! " Nansi berteriak memanggil.
" Kalian belum pulang ? Tunggu siapa ? " Winda menghampiri Nansi, Vera dan Lovely.
" Tunggu kamu...!!! " jawab Vera.
" Aku...??? Ngapain...??? Kita kan, gak janjian pulang bareng ? " kata Winda.
" Bunga fondant lagi...??? " kata Lovely melihat ke arah tangan Winda.
" Oohh... jadi ini. Ada janji yang kamu maksud ? " sindir Nansi.
" Bukan " jawab Winda.
" Trus, ini apa...? " sindir Nansi.
" Bunga mawar fondant " jawab Winda datar.
" Boleh aku cicipi lagi...? " tanya Vera.
" TIDAK BOLEH...!!! " Winda menolak dengan tegas.
" Bagi...!!! Dikit saja...!!! " Vera memaksa.
" TIDAK BOLEH...!!! " Winda tetap menolak.
" Vera...!!! Bunga itu spesial, mengertilah...!!!" sindir Lovely.
" Benar, bunga ini spesial " Winda mengakuinya.
" Cie... bunga dari kak Noel nih..." ledek Lovely dan Vera.
" Bukan kak Noel, tapi... dari kak Niko " kata Winda.
" KAK NIKO...??? " Nansi, Lovely dan Vera serentak.
" He'eh kak Niko. Katanya ada sisa fondant, dibuatkan untukku " kata Winda sedikit kesan pamer.
" Tadi kak Noel, sekarang kak Niko...??? Mana yang benar...??? " Lovely bingung sendiri.
" Keduanya benar. Cantik ya bunganya...!!! " Winda kali ini pamer.
" Hemm tentu saja cantik " kata Nansi.
" Dari orang spesial sih...!!! " sindir Lovely.
" Benar dari orang spesial " kata Winda.
Lovely, Vera dan Nansi saling berpandangan.
" Kamu suka siapa ? Kak Noel atau kak Niko ?" tanya Nansi.
" SEMBARANGAN...!!! " Winda meninggikan suaranya.
Teriakan suara Winda membuat ketiga temannya menjadi terkejut.
" Kamu ini kenapa...? " tanya Nansi.
" JANGAN BUAT GOSIP. Kak Noel atau kak Niko...? Apa-apaan kamu ini ? " kata Winda.
" Kamu mengakuinya, dari orang spesial " Lovely mengingatkan.
" Dan kamu, tidak mau membaginya " tambah Vera.
" Oohh.... itu. Itu karena aku akan menunjukkan pada orang tua ku di rumah dan aku akan cerita siapa yang membuatnya. Orang tua ku pasti akan tidak percaya, kalau bunga ini buatan laki-laki " kata Winda menjelaskan.
" Itu yang kamu pikirkan...? " tanya Nansi.
" He'eh. Kalian pikir apa...? " kata Winda.
" Eh Winda. Apa di kepalamu ? " Vera menyadari sesuatu.
" Di kepalaku...? ( menyentuh kepalanya ). Astagfirullah... LUPA...!!! " Winda terkejut.
" Kenapa...??? " tanya Lovely.
" Ini... kain penutup kepala dari kak Niko. Kak Niko yang pakaikan sebelum masuk ruangan" Winda melepaskan dari kepalanya.
" Harus pakai ini...? " tanya Vera.
__ADS_1
" He'eh. Mencegah rambut rontok, takutnya kena kuenya. Aku lupa mengembalikannya " kata Winda.
" Ini... seperti sapu tangan " kata Nansi.
" Sapu tangan selebar ini ? Yang benar saja " kata Lovely.
" Ini seperti slayer, tapi... yang lebar " kata Vera.
" Aku bawa pulang saja dulu, dicuci baru dikembalikan ke kak Niko " kata Winda.
" Itu kak Niko lewat...!!! " Lovely berbohong.
" MANA...??? " spontan Winda berbalik.
Ketiga temannya tertawa, berhasil mengerjai Winda.
" LOVELY...!!! " kata Winda menyipitkan matanya.
" Itu kak Niko...!!! " seru Vera sambil menunjuk.
" Gak akan tertipu " Winda menolak percaya.
" Beneran Win, itu kak Niko " kata Lovely.
" Tidak untuk kedua kalinya " Winda menegaskan.
" Itu beneran kak Niko di dalam mobil " kata Nansi.
Saat mendengar kalimat di dalam mobil, spontan Winda berbalik dan benar saja ada kak Niko di dalam mobil.
Winda tersenyum lebar dan melambaikan tangannya. Ketiga temannya, Lovely, Vera dan Nansi ikut kegirangan, saat Niko membalas melambaikan tangan sambil tersenyum.
Bukan hanya Niko saja, namun Rey, Juan dan Noel juga melambaikan tangannya ke arah mereka.
" Ya ampun itu kak Juan dan kak Rey juga ada di dalam mobil. Dia melambai pada kita " kata Vera.
" Aku tidak percaya. Barusan kak Niko tersenyum " kata Lovely.
" Jangan bilang, kamu baru pertama lihat " kata Nansi.
" Aku ingat sekarang. Kain itu...??? " Lovely menunjuk kain di tangan Winda.
" Kain ini...??? " Winda tidak mengerti.
" Ada apa, dengan tangan kanan kak Niko ?" Winda masih tidak mengerti.
" Tangan kanan kak Niko, biasanya dililit kain. Coba kalian ingat-ingat, saat pertama kali lihat kak Niko, iyakan...??? " Lovely mengingatkan.
" Emm... benarkah...??? aku tidak terlalu perhatikan " kata Vera.
" Aku juga..." kata Nansi.
" Iya sih ( mengingat-ingat ). Sepertinya begitu" kata Winda.
" Tapi... tadi kak Niko tidak pakai kan...??? " kata Lovely.
" Itu... karena kain ini dilepaskan dari tangannya " kata Winda baru mengingatnya.
" Coba sini, aku mau lihat...!!! " Lovely mengambil dari tangan Winda dan mengamati dengan seksama.
" Tidak salah lagi. Ini yang biasa kak Niko pakai " kata Lovely.
" Benarkah...??? " tanya Winda.
" Iya, dari motif dan coraknya sih sama " kata Lovely.
" Coba sini, aku lihat..." gantian Vera melihatnya.
Vera mengamati untuk sesaat.
" Aaaa.... iya, aku ingat sekarang. Saat MOS hari pertama, kak Niko memakainya di tangan kanan " kata Vera.
" Iya benar, aku ingat " sambung Nansi.
" Benerkan...!!! Kak Niko sepertinya sayang dengan kain ini " kata Lovely memberikan kembali pada Winda.
" Tapi... pada waktu MOS, pas tanda tangan, kak Niko gak pakai kok. Aku ingat banget, karena kak Niko memberiku jambu biji. Kak Niko mengulurkan tangan kanannya, gak pakai apa-apa tuch " kata Winda.
" Seriusan...??? " tanya Lovely.
" Iya. Gak pakai apa-apa di tangannya, polos gitu aja " kata Winda menyakinkan teman-temannya.
__ADS_1
" Mungkin cuma dugaan kita saja " kata Vera.
" Mungkin juga sih, kita saja yang mikir kejauhan " kata Nansi.
" Enggak aku yakin, kak Niko sering pakai kain ini " Lovely masih teguh dengan kenyakinannya.
" Kebetulan aja kali...!!! " kata Winda.
" Tunggu...!!! ( menatap Winda ). Tadi kamu bilang, kak Niko memberimu jambu, jambu apa ? " Lovely ingin tau.
" Jambi biji yang dipetik di belakang sekolah " kata Winda.
" Emangnya ada...? " tanya Lovely.
" Ada. Dibagian belakang, tempat itu jarang dilewati murid-murid " Winda menjelaskan.
" Kamu ngapain sampai ke belakang-belakang ? " tanya Vera.
" Gak ada, cuma lihat-lihat saja. Waktu itu aku males minta tanda tangan, habis disuruh aneh-aneh. Nah... pas lihat jambu biji aku menghampiri mau petik, disitulah pertama kali ketemu kak Niko, kak Rey, kak Noel dan kak Juan " Winda menjelaskan.
" Oh... yang kamu cerita, tanda tangan waktu MOS itu ya ? " Nansi mengingatkan.
" He'eh. Tanpa aku minta mereka memberiku tanda tangan dan bonusnya kak Niko memetikkan buah jambu untukku " kata Winda.
" Wahh...!!!! Ceritamu benar-benar bikin iri " kata Vera.
" Iri apa...? " kata Winda.
" Kamu tau...!!! " kata Lovely.
" Gak tau " jawab Winda.
" Belum cerita ( bentak Lovely ). Banyak cewek-cewek yang mendekati kak Niko tapi berakhir dicuekin. Kak Niko itu selalu membuat penasaran, penuh teka-teki dan punya pesonanya tersendiri " kata Lovely menjelaskan panjang lebar.
" Masa sih...??? Perasaan kak Niko ramah deh...!!! " kata Winda.
" Sudah aku beritahu, kak Niko itu diibaratkan ketua premannya di sekolah ini tapi Winda gak percaya " kata Nansi.
" Iya sih. Aku juga pernah dengar. Katanya anak cowok jurusan lainnya gak ada yang berani cari masalah dengan kak Niko. Aku rasa itu bukan sekedar rumor belaka " tambah Vera.
" Makanya tadi aku bilang itu selalu membuat penasaran, penuh teka-teki dan disitulah letak pesonanya tersendiri dari seorang Niko " kata Lovely.
" Kak Niko ( membenarkan ). Harus sopan sama senior " kata Winda.
" Iyalah kak Niko " kata Lovely.
" Kalian itu mudah termakan rumor, gosip, katanya, padahal belum tentu kebenarannya. Coba kalian dekati, kak Niko baik kok " kata Winda.
" Terkenal baik hanya pada junior jurusannya saja, kalau dari jurusan lain rata-rata dicuekin" kata Lovely.
" Wah... infomu banyak juga Lovely, sudah seperti wartawan gosip. Pasti kamu banyak bersosialisasi dengan jurusan lainnya " kata Vera.
" Kamu menyindirku ya...!!! " Lovely sedikit tersinggung.
" Sudahlah jangan dibahas lagi. Terserah kalian mau bilang apa, silahkan, monggo tak ada larangan. Yang penting Bunga mawar fondant ini harus aku perlihatkan pada orang tua ku, terutama Bapakku " kata Winda.
" Sepertinya penting...? " tanya Vera.
" Bukti pendapat ortumu salah ? " tanya Nansi.
" BINGGO...!!! Tepat banget, sebagai bukti Tata Boga itu jurusan yang keren dan tidak boleh dianggap remeh. Kan, sayang karya secantik ini dipandang sebelah mata " kata Winda.
" Hemm... suka-suka kamu sajalah Win..." kata Vera.
" Ayo pulang...!!! Kelamaan ngobrol " kata Lovely.
" Kamu beneran suka ? " tanya Nansi.
" Iya suka. Bunganya cantik. Oh iya... penutupan kepala harus aku simpan di dalam tas takutnya jatuh, bisa gawat kalau sampai hilang. Tolong pegang dulu bunganya " kata Winda.
Winda melipat penutup kepala dan segera memasukkan ke dalam tas punggungnya.
.
.
.
( bersambung )
Jadi kangen masa sekolah dulu 😅
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir membaca, jangan lupa like dan komen teman-teman 🙏🤗