
Hari ini kegiatan les dialihkan di kosan Niko, alasannya karena Niko mendadak sakit demam, pas awalnya akan ditunda tapi karena Winda hendak datang berkunjung menjenguk Niko, ya sekalian aja belajar sebentar, gak ada salahnya kan ?
" Nah Kak, buat Kak Rey " Winda menyerahkan bungkusan plastik yang sengaja disiapkan dari pasar.
Dengan cepat membuka isi bungkusan tersebut dan langsung mengambil mangkok, sendok, garpu dari dapur. Tanpa basa basi segera menikmati makanan yang Winda bawa, pas banget belum makan. Rey menikmati dengan lahap, sementara Winda hanya tersenyum, tertawa kecil melihatnya.
" Kamu beli dimana Win ? Baksonya enak ! " kata Rey sambil mengunyah makanan.
" Sudah tentu dong, enak, racikannya siapa dulu ??? Orang tuaku dong...!!! " kata Winda.
" Ortumu ?? Ini ??? " tanya Rey sambil menunjuk makanannya.
Winda menganggukkan kepalanya, mengiyakan pertanyaan dari Rey, Rey tersenyum dan kembali menikmati makanannya. Rey sempat terkejut mendengar profesi orang tua Winda yang sebagai pedagang makanan.
" Aku ke kamar dulu ya Kak, lihat Kak Niko, tadi aku bawakan dia bubur, semoga aja mau makan " kata Winda.
" Buatan sendiri ? " tanya Rey.
" Sudah pasti, beli. Ribet lah kalau buat bubur sendiri " kata Winda.
Winda segera masuk kamar, sambil membawa bubur yang sudah dia tuang ke dalam mangkok. Terlihat Niko sedang tidur, Winda berjalan mendekat dengan hati-hati, jangan sampai menimbulkan suara sedikit pun.
Winda menempelkan telapak tangannya, memeriksa suhu badan Niko melalui kening, terasa panas, demamnya cukup tinggi. Winda mengeluarkan kompres tempel anak-anak, membuka dan segera menempelkan pada kening Niko. Jangan berharap romantisan, kompres pakai air hangat dan handuk, itu bukan gaya Winda, pada dasarnya ada yang praktis, kenapa pilih yang ribet, iya gak sih ?
Rey tertawa melihat kening Niko yang tertempel kompres anak-anak, terlihat sangat lucu, benar-benar tidak menyangka Winda sempat kepikiran untuk beli kompres tempel seperti itu.
" Apanya yang lucu Kak ? " Winda berkata lirih.
" Gak ada. Tutup saja buburnya di meja situ, nantinya bangun biar dia makan. Ayo keluar belajar, biar kan Niko istirahat tidur " kata Rey.
Di ruang tamu, Winda segera mengeluarkan buku dan mereka berdua fokus belajar. Tidak terlalu banyak menjelaskan, karena kali ini Rey memberi soal latihan, untuk mengetahui sejauh mana Winda paham dengan materi pembelajarannya.
Soal latihan semakin sering diberikan oleh Rey, sebagai bentuk persiapan ulangan semester, yang akan dilaksanakan pada bulan depan. Winda sudah bertekad pokoknya, nilainya harus naik satu tingkat, sebab ada keinginan, hadiah yang Winda incar dari kedua orang tuanya, jika sampai nilainya naik.
Saat sedang ngobrol santai biasa, Rey akan sangat jail, banyak bercanda, tapi kalau sudah masuk mengajari les, berubah jadi serius, menjelaskan dengan sungguh-sungguh dan seperti melihatnya kepribadian yang berbeda, padahal orang yang sama.
Hari sudah tambah sore, tanpa dirasa sudah mulai masuk senja, sebentar lagi azan magrib akan berkumandang. Dari awal datang Winda sudah izin akan pulang sedikit malam.
Winda membereskan semua buku-bukunya, menyimpan dalam tas dan segera berpamitan untuk pergi ke masjid terdekat di sekitarnya kosan tersebut untuk menunaikan sholat magrib.
Winda dan Rey menjaga dan merawat Niko secara bergantian, hanya sampai sekitar jam sembilan, Winda memutuskan untuk pulang, tidak baik bagi dirinya kalau sampai bermalam, ditambah lagi gak ada teman ceweknya.
***
__ADS_1
Pada keesokan harinya, pagi-pagi sekali Winda sudah antri membeli bubur untuk sarapan dan setelah itu dirinya segera pergi ke kosan Niko.
" Mas Aril tunggu dulu ya, aku gak lama kok " kata Winda.
Winda segera mengetuk pintu, tersenyum melihat bubur ditangannya, sengaja membeli dua bungkus, siapa tau masih ada Kak Rey, jadi bisa sekalian juga sarapan. Namun saat pintu terbuka, bukan Rey atau pun Niko yang keluar, tapi seorang cewek.
Winda sedikit heran, melihat kanan kiri, memastikan lagi kalau dirinya sudah mengetuk pintu yang benar, tapi benar tuh ? Gak salah. Dilihat dari penampilannya, sepertinya usianya beberapa tahun lebih tua dari pada Winda.
" Cari siapa ? " tanya cewek tersebut.
" Maaf Kak. Saya antar pesanan bubur atas nama Niko, ini benar kosan Niko ? " Winda malah pura-pura antar pesanan makanan dong, bukannya tanya dia siapanya Niko.
" Iya benar, tapi aku gak merasa pesan " kata cewek tersebut.
" Yang beli tadi atas nama Rey dan disuruh antar ke alamat ini, atas nama Niko, begitu pesannya, mohon diterima Kak, sudah dibayar dan ini tambahannya ada titipan obat juga " kata Winda.
" Ohh... makasih ya "
Cewek tersebut segera mengambil dari tangan Winda dan setelah mengucapkan terima kasih, langsung menutup pintu rapat-rapat tanpa menunggu balasan dari Winda. Winda sedikit terkejut, sebab pintu langsung tertutup tepat dihadapan dan berjarak yang cukup dekat.
Siapa ya cewek itu ? Kok bermalam di kosan Niko ? Kakaknya ? Kerabatnya ?. Winda pun hanya bertanya-tanya dalam hati, penasaran sudah pasti, tapi Winda gak berfikir negatif, bisa saja kerabatnya datang untuk mengurus Niko yang sedang sakit.
Winda segera berbalik dan pergi, kembali melanjutkan perjalanan menuju sekolah. Sesampainya di sekolah dirinya langsung bergegas mencari Rey, sebab dari pagi hp nya gak aktif, gak bisa dihubungi, Winda penasaran ingin menanyakan keadaan Niko, sudah baikan apa belum ?
" Enggak, tengah malam aku pulang " jawab Rey.
" Kerabatnya Kak Niko datang ya ? Tadi pagi, waktu aku antar bubur, ada cewek yang buka kan pintu " kata Winda.
" Kerabat ??? Gak ada tuh ??? Siapa ?? " Rey malah bingung.
Winda pun menjelaskan ciri-ciri cewek tersebut dan yang membuat tambah heran adalah Niko itu tidak memiliki Kakak atau pun adik perempuan, ditambah lagi belum pernah ada keluarga atau pun kerabat yang datang sampai bermalam, disebabkan kesibukan mereka.
Lah...??? Trus cewek tadi siapa ???. Rey mengeluarkan hp nya, menunjukkan sebuah foto dan seketika Winda mengenali cewek tersebut. Cewek itu lah yang dilihatnya tadi di kosan Niko.
Ekspresi Rey seketika berubah menjadi kesal, yang membuat Winda semakin penasaran dan bertanya-tanya, apa hubungan mereka ? Bukan saudara ? bukan juga kerabat ? lalu siapa ???
Kata Pacar, seketika terlintas dalam kepala Winda. Iya sudah pasti dia pacar Niko, datang bermalam karena merawat Niko yang sakit, tapi kalau pacar ??? Kenapa tidak dari siang hari datangnya ??? Kenapa malam hari, baru datang bermalam ???
" Trus tadi, kamu bilang apa ke dia ? " tanya Rey.
" Spontan, aku berpura-pura antar pesanan yang Kak Rey beli buat Kak Niko dan aku juga titip obat ke dia " Winda tersenyum kecil.
" Harusnya kamu ngaku, kalau kamu pacarnya Niko " kata Rey.
__ADS_1
" Iiihhh... gak mungkin lah, ngaku-ngaku namanya itu !!! PD betul bilang pacarnya Kak Niko, bukannya justru cewek itu yang pacarnya Kak Niko " kata Winda.
" SEMBARANGAN. Itu gak mungkin, yang disukai Niko itu... " Rey segera berpaling, untung berhasil mengerem tidak keceplosan.
" Bukan siapa-siapa " sambung Rey mengalihkan pembicaraan.
" Sampai lupa. Keadaan Kak Niko bagaimana ? sudah baik kan ? " tanya Winda.
" Sudah baik kan demamnya sudah turun, berkat kompres tempel yang kamu bawa, ternyata efektif juga untuk Niko " kata Rey.
" Bagus deh, kalau sudah baik kan. Aku akan ke kelasku. Bye Kak Rey " Winda berpamitan.
Sepanjang jalan menuju kelas, Winda mulai berfikir, apa hubungan cewek itu dengan Niko ? Kenapa tadi Kak Rey, bisa punya fotonya ? Pasti mereka juga saling kenal kan ? Pasti sudah kenal lama, tapi kenapa Rey rada gak suka gitu ? Ada rahasia apa ??
Begini ini kalau dengar cerita cuma setengah-setengah, malah timbul pertanyaan, jadi penasaran ingin tau kan ??? Winda mengingat kembali pada cewek tersebut, penampilan baru bangun saja kelihatan cantik banget, apa lagi kalau sudah mandi, dandan, apa gak tambah cantik lagi ???
Entah kenapa tiba-tiba Winda merasakan nyutt di hati, tiba-tiba timbul rasa tidak suka, Winda menggelengkan kepalanya, membuang jauh-jauh pikiran negatif dan segera menepuk-nepuk pipinya sendiri agar kembali sadar.
" Selamat pagi, Winda " Noel menyapa.
" Selamat pagi Kak Noel " Winda menyapa balik.
" Katanya belajar dengan Rey ? bagaimana paham ? " tanya Noel.
" Ya lumayan, mulai mengerti, belajar dengan Kak Rey enak juga ternyata. Emmm Kak Noel baru kelihatan masuk, beberapa hari kemarin, sakit kah ? Kok gak ada kabar ? " tanya Winda.
" Biasalah ada urusan sedikit. Sadar juga ya, aku gak masuk " goda Noel.
" Ya sadar lah. Tanya Kak Rey, kan. Emmm ke kelas dulu Kak, sudah mau bel masuk " kata Winda berpamitan.
" Winda. Istirahat pertama, temui aku di perpustakaan, bisa ? " tanya Noel.
" Ok " Winda menganggukkan kepalanya.
.
.
.
( bersambung )
Terima kasih sudah mampir membaca 🙏🤗.
__ADS_1