
Seusai pelajaran terakhir selesai, ketika lonceng berbunyi, seketika di sambut suka cita oleh para murid, tentu saja pulang sekolah adalah waktu yang ditunggu-tunggu setelah belajar dari pagi. Nansi dan Winda pergi ke kantin sekolah untuk membeli minuman terlebih dahulu.
Saat sudah selesai dari kantin, ketika keluar Nansi dan Winda dihadang oleh Karin dan Jessi, sepertinya mereka berdua sudah dengan sengaja menunggu Nansi dan Winda.
" Ada apa ? " Nansi bertanya dengan wajah juteknya.
" Duchh Nansi, biasa saja dong ? Ini kantin sekolah, bukan kantin pribadi kalian, emangnya aku gak boleh datang ke kantin ? " kata Karin.
" Atau temanmu yang disebelah keberatan ?" sambung Jessi melirik Winda.
" Kalian...??? " Nansi hendak marah, namun buru-buru dicegah oleh Winda, Winda menarik tangan Nansi dan menggelengkan kepalanya.
Nansi menganggukkan kepalanya, tanda mengerti, namun hal tersebut justru membuat Karin merasa jengkel, menganggap Winda sok baik-baik, pura-pura mengalah. Karin tersenyum lebar, saat melihat minuman ditangan Winda, terlintas ide yang sangat brilian, Karin melirik Jessi memberi kode dan Jessi paham dengan apa yang diinginkan Karin.
Karin sengaja berjalan mendekati Winda, pura-pura terjatuh tepat di samping Winda, sementara Jessi dengan sengaja menyentuh minuman di tangan Winda, hingga membuat minuman tersebut jatuh, tumpah, tepat mengenai Karin.
Kejadian tersebut benar-benar sangat cepat dan membuat Winda benar-benar sangat kaget, sampai-sampai tidak bereaksi apa-apa. Mata Winda hanya bisa melebar sangking terkejutnya.
AAAAAAAA
Karin berteriak dengan sangat kencang, hingga membuat para murid di sekitarnya langsung menoleh ke arahnya.
" WINDA...!!! KAMU SENGAJA YA...!!! " teriak Karin.
" Karin, kamu gak apa-apa kan ? " Jessi menolong Karin.
Seketika banyak murid-murid yang berkumpul, melihat apa yang sedang terjadi, dengan tatapan beraneka ragam, Winda masih terdiam, dirinya benar-benar masih syok dengan yang terjadi. Sadar, mulai sadar, Winda duduk jongkok hendak membantu Karin, namun tangannya ditepis dengan kasar oleh Karin.
" GAK USAH...!!! GAK USAH PURA-PURA...!!! KAMU SENGAJA KAN...??? " Karin meninggikan suaranya.
" Kamu tega banget sih Win ? Kamu punya masalah apa sama Karin ? " imbuh Jessi ikut memarahi Winda.
" Kalau kamu gak suka sama aku, bisa ngomong baik-baik, kenapa harus mempermalukan aku begini ? " kata Karin.
" Sorry Karin, aku..." ucap Winda.
" Hallaah...!!! Sorry sorry...!!! Kalau gak suka bilang saja, pakai alasan, MAU BILANG GAK SENGAJA...??? " Kata Jessi.
" Hee...!!! Kan, kamu tadi yang nyenggol Winda, makanya minumannya jatuh dan tumpah, kena Karin " bantah Nansi.
" Kapan...??? Aku tadi itu, mau nolongin Karin, trus Winda sengaja tumpahkan minumannya itu " kata Jessi.
" Aku lihat tadi ya, kamu..." kata Nansi.
__ADS_1
" Aku punya salah apa sih ke kamu Win ? Kalau memang aku punya salah, aku minta maaf " kata Karin berubah kalem.
Winda semakin bingung, saat Karin tiba-tiba menangis dihadapannya, para murid yang berkumpul melihat, mulai berbisik-bisik membicarakan Winda, suara-suara sumbang mulai semakin jelas terdengar.
" JAHATNYA "
" GAK SANGKA "
" TERNYATA DIA BEGITU "
" MENGECEWAKAN "
" Ayo, Karin. Aku bantu membersihkan bajumu di toilet " ajak Jessi membantu Karin.
" Karin, aku..." ucap Winda.
" Gak usah minta maaf, biar aku saja yang bantu Karin " kata Jessi.
Winda hanya terdiam, menatap kepergian Karin dan Jessi. Dirinya masih benar-benar syok, masih bingung dengan kejadian ini, Winda tertunduk melihat gelas plastik kosong di lantai. Apa yang terjadi ? Bagaimana bisa ?
Winda melihat sekeliling, murid-murid berbisik-bisik sambil menatap dirinya, lalu Winda melihat Nansi. Tanpa bicara apa-apa lagi, Nansi menarik Winda pergi menjauh dari kantin, secepat mungkin.
*
" MAMP*S si Winda sekarang, pasti sekarang ini bakalan banyak yang ngatain dia " kata Karin.
" Itu sudah pasti, tadi itu benar-benar keren " puji Jessi.
" KARIN...!!! " Karin bangga diri.
" Tapi, kamu nekad banget, sampai rela basah-basahan gini " kata Jessi.
" Gak apa-apa yang penting berhasil, habis kejadian ini Winda akan sangat malu, lihat saja besok berani datang ke sekolah apa gak" kata Karin.
" Kalau aku jadi Winda, bakalan pindah sekolah " kata Jessi.
" Kalau itu terjadi, lebih bagus lagi. Makin besar kesempatanku untuk mendapatkan Kak Noel " kata Karin.
" Hemmm iya deh, kamu cocok, serasi berpasangan dengan Kak Noel " kata Jessi.
Karin tersenyum lebar saat mendengar perkataan Jessi. Tunggu saja, saat-saat itu akan segera tiba ! Tinggal menunggu sebentar lagi, akan segera menjadi kenyataan. Hanya tinggal menunggu, benar hanya tinggal menunggu selangkah lagi.
*
__ADS_1
Nansi terus menarik Winda menjauh, terus berjalan ke depan, Nansi berhenti saat sadar, mereka berdua sudah ada di belakang, lagi-lagi mereka ke pohon jambu. Nansi melepaskan tangan Winda, duduk di lantai, bersandar ke tembok.
" Kita duduk dulu di sini lah " kata Nansi.
" Nansi...!!! Kamu merasa, ada yang salah gak sih ? " tanya Winda.
" Haduchh...!!! Baru sadar mbak ? Mereka itu sengaja melakukannya, pasti rencana mereka itu...!!! " kata Nansi.
" Bukan itu, tadi aku belum minta maaf ke Karin " kata Winda.
" OH... TUHAN, WINDA...!!! ( meninggikan suaranya ). Mereka itu sengaja, masa kamu gak paham-paham sih ? Sengaja melakukannya, membuat drama, membuat kejadian seolah-olah kamu yang salah, PAHAM GAK SIH ? " Nansi jadi kesal sendiri.
" Gak mungkin ahh....!!! " Tadi itu kan kecelakaan saja " kata Winda.
" IH... DIBILANGIN JUGA. Gak percaya. TAU AHH...!!! " Nansi tambah kesal dengan tanggapan Winda.
Winda ikutan duduk di samping Nansi, menghela napas panjang, berfikir, dirinya masih tidak mengerti, kalau tadi itu sengaja ? Masa iya, Karin mau ? sampai segitu nekad disiram segala ? Itu terlalu sedikit ekstrim ? Berlebihan ?
Itu tadi kecelakaan ? Itu lah yang ada di kepala Winda. Tapi ??? Kenapa tadi reaksi Karin, tiba-tiba berubah ??? Ada apa ? Awalnya marah, berubah kalem, meminta maaf dan menangis ? Winda terus berfikir, apa iya ini sengaja ? Winda mulai mengingat-ingat urutan kejadiannya, agar lebih paham lagi, apa yang sebenarnya terjadi.
" Kamu berfikir apa ? " tanya Nansi.
" Mengingat kejadian tadi " kata Winda.
" Winda, kamu lupa ? Siapa yang yang menyebarkan gosip ? ( mengingatkan ). Mereka berdua. Tujuan mereka, membuat namamu jelek dan dengan kejadian barusan, bertambah buruk lah citra mu " kata Nansi.
" Masa sih ? " Winda masih ragu.
" Winda...!!! Aku mengenal mereka, sebelum kamu. Aku tau betul bagaimana kelakuan mereka, mereka itu bukan tipe orang yang mau minta maaf begitu saja, terutama Karin. Pasti dia ada maksud tertentu " kata Nansi.
" Kepala aku jadi sakit...!!! " kata Winda.
Setelah beberapa saat kemudian, mereka berdua memutuskan untuk pulang, saat berjalan menuju gerbang, mereka berpapasan dengan Noel. Winda tersenyum, namun saat dirinya hendak menyapa, Noel justru bersikap cuek, seolah-olah tidak melihat Winda dan berlalu begitu saja.
{ Mungkin Kak Noel, memang gak lihat aku } batin Winda.
.
.
.
( bersambung )
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir membaca 🙏🤗