
Saat pelajaran sudah akan dimulai, Winda baru menyadari kalau Lovely tidak ada di kelas, Winda pun berbalik menanyakan kepada Vera, kemana Lovely pergi. Vera hanya menjawab, Lovely berada di ruang praktek Kecantikan, Winda pun sedikit bertanya-tanya dalam hati, di ruang praktek Kecantikan ? ngapain ?.
Winda tidak bertanya lebih lanjut dikarenakan guru yang mengajar sudah memasuki ruang kelas, melupakan sesaat tentang keberadaan Lovely dan menyiapkan buku pelajaran.
Selama pelajaran Winda fokus menyimak setiap penjelasan yang guru terangkan di depan. Sampai pelajaran usai, Lovely juga tak kunjung kembali ke dalam kelas.
" Lovely ngapain ya ? sampai pelajaran selesai, belum balik-balik juga " kata Winda.
" Gak tau. Katanya sih tadi, di minta jadi model anak kecantikan, cuma ngomong gitu " kata Vera menjelaskan.
Winda tersenyum karena terlintas ide untuk melihat anak Kecantikan praktek, selama ini pun Winda belum pernah masuk ruang praktek Kecantikan, pasti seru lihat anak Kecantikan praktek.
" Lihat mereka praktek yuk ? " ajak Winda antusias.
" Ayuk...!!! " jawab Vera.
" Hem, mulai penasaran, ikut dong...!!! " Nansi ikutan.
Mereka bertiga pun segera berjalan menuju ruang praktek anak Kecantikan, sesampainya di depan ruang praktek, sudah banyak murid-murid lain pada berkumpul.
" Iihhss ramenya...!!! " Vera melihat murid-murid berkumpul di depan pintu ruang praktek Tata Kecantikan.
" Tumben, banyak yang penasaran pengen lihat ? " kata Nansi.
" Apa, karena yang praktek anak Kecantikan ya ? makanya rame, pengen pada lihat " kata Winda.
" Gini caranya, kita gak bisa lihat dong " Vera sedikit kecewa.
" Apa boleh buat, kita tunggu di sini saja " kata Winda.
Beberapa saat menunggu, tiba-tiba para murid yang berkumpul di depan pintu ruang praktek, berteriak histeris, entah apa yang mereka lihat.
AAAAAAA
GANTENGNYA
Hanya dua kata itu saja yang dapat di dengar jelas oleh Winda, sisanya gak jelas seperti suara tawon terbang.
" Astaga, mereka lihat siapa sih ? histeris betul " kata Winda.
" Kamu, maju sana Ver, cari tau " Nansi memberi perintah.
" Penasaran aku, lihat ahh...!!! " Vera berdiri dan mulai memaksa masuk diantara murid-murid yang lainnya.
" Gak ikutan Win ? Biasanya kamu semangat" kata Nansi.
" Gak ahh, malas berjubel gitu " kata Winda gak minat.
Teriakan para murid yang menonton di depan pintu, bertambah histeris saat seorang cowok keluar dari ruangan praktek Tata Kecantikan dengan rambut berwarna merah kecoklatan.
Mata Winda seketika melebar saat mengenali cowok tersebut adalah Rey, beberapa detik kemudian Winda justru tertawa terbahak-bahak.
HAHAHAHAHAHAHA
Suara tawa Winda begitu kencang, hingga membuat murid di sekitarnya mengarahkan pandangan ke Winda.
" Winda " panggil Nansi.
HAHAHAHAHAHAHA
Winda tak mendengar panggilan Nansi, Rey yang mendengar suara tawa Winda, ia berjalan menghampiri ke arah Winda yang membuat Nansi menjadi gugup.
" Win... ( memanggil ) Win... ( menyenggol ) Winda...!!! " Nansi menarik lengan baju Winda.
__ADS_1
Namun Winda terlambat, saat menyadari, Rey sudah berdiri dihadapannya dengan tatapan mata yang tidak suka, Winda belum sempat mengatakan apa pun, Rey langsung mencubit pipi Winda dengan setengah kekuatan tangannya.
" A...a...a...am...pun Kak " rintih Winda.
" Berani kamu, ngetawain aku, Hahhh...!!! " Rey terus menarik pipi Winda.
" Aauuww... saakitt...!!! " Winda meronta.
" Berani ketawa lagi ...??? " Rey melepaskan tangannya dari pipi.
" Aadduuhhh, pipiku..." Winda mengusap pipinya.
Winda melihat ke arah Rey, namun tak bisa menyembunyikan tawa al hasil Winda kembali tertawa namun suara kecil sambil tersenyum.
" APA YANG LUCU ? Sampai kamu tertawa begitu Haa.... ?? " kata Rey.
" Rambut Kakak bagus, mengingatkan aku pada rambut jagung " kata Winda kembali tertawa.
" WHAT...??? " Rey melotot karena terkejut mendengar perkataan Winda yang menyandingkan dirinya dengan jagung.
" Apalagi kalau Kakak pakai baju warna kuning atau hijau, bakalan mirip banget dengan jagung " kata Winda tertawa kembali.
" WINDA...!!! ( menekan suara ). Beraninya kamu ( mencubit pipi kembali ). Kurang garam betul mulutmu ya ( terus menarik pipi ) HEMMM....!!! " Rey benar-benar gemes.
" Em...em...em..." Winda hanya bisa meronta.
Kejadian tersebut disaksikan oleh murid-murid lainnya, ada yang menikmati dan ada pula yang menatap iri, terutama para cewek-cewek.
" Kamu ini...!!! " Rey kehabisan kata, tidak bisa berkomentar dengan kelakuan Winda terhadapnya.
" Biar mirip jagung, Kak Rey tetap ganteng kok. Tuch lihat ( menunjuk ) para fans nunggu" kata Winda.
" Hemm...!!! " Rey memandang sinis pada Winda karena dirinya benar-benar masih kesal.
Seketika para murid mulai heboh kembali, berebut ingin foto duluan dengan Rey, setelah beberapa waktu berlalu, akhirnya para fans Rey sudah membubarkan diri.
" Kamu ( menunjuk Winda ) aku maafkan " kata Rey.
" Kenapa Kak Rey pilih warna itu, jadi seperti rambut jagung kan " kata Winda malah mengulangi lagi.
" Pengennya warna merah, malah jadi seperti ini " kata Rey.
" Kak Rey, foto bareng yuk...!!! " ajak Winda.
Winda mengeluarkan hp nya, tak lupa dirinya juga mengajak Vera dan Nansi untuk foto bareng. Tanpa aba-aba mereka berempat segera mengambil posisi yang bagus untuk mengambil foto. Tentu saja yang mengambil foto adalah Rey, yang memiliki tangan cukup panjang diantara mereka berempat.
" OK, terima kasih Kak " ucap Winda.
" Tunggu aku lihat dulu, pilih yang bagus " kata Rey.
Di saat Rey fokus melihat hp untuk memilih foto yang bagus, Vera dan Nansi sibuk menyenggol Winda memberi kode, agar nanti, foto dengan Kak Rey dikirimkan ke nomor mereka berdua. Winda pun menganggukkan kepalanya tanda akan melakukan yang membuat kedua temannya tersenyum lebar.
" Ini ( mengembalikan hp ) sudah aku pilih yang bagus " kata Rey.
" Terima kasih Kak " kata Winda.
" Ok. Aku pergi dulu. Bye... adik kelas " Rey berpamitan.
" Bye Kak Rey...!!! " serentak menjawab.
Rey berbalik dan pergi berjalan menjauh, meninggalkan tempat tersebut, Winda tersenyum, benar-benar tidak bisa menahan tawa melihat penampilan baru seniornya itu.
" Kirim sekarang dong fotonya " pinta Vera.
__ADS_1
" Tunggu, ini juga baru mau di kirim " kata Winda.
Winda mulai fokus pada layar hp nya dan dirinya baru menyadari sesuatu, kalau barusan Rey memasukkan nomor kontaknya dan mengirim foto mereka ke nomor sendiri, mata Winda terbuka lebar saat membaca nama kontak • Rey Hansamu •
" Cepat Win...!!! " Vera tidak sabar.
" Tunggu, ini juga lagi proses " jawab Winda.
Tiba-tiba Nansi teringat tujuan awal ke ruang praktek Kecantikan adalah untuk melihat Lovely, seketika Vera langsung berdiri, melihat ke dalam ruangan praktek Tata Kecantikan, apakah masih ada orang apa tidak.
" Gimana Ver ? " tanya Winda menyusul.
" Masih ada beberapa di dalam. Nah itu Lovely " Vera menunjuk ke arah yang dimaksud.
Seketika pandangan mata melihat ke arah Lovely, rambut Lovely yang hitam, kini telah berubah menjadi warna pirang kuning keemasan.
" Hai ( menghampiri ) bagaimana ? " tanya Lovely.
Pandangan mata Winda terus mengarah pada Lovely yang sudah merubah penampilan rambutnya, perubahan yang benar-benar berani, Lovely kelihatan sangat berbeda, seperti melihat orang lain, padahal jelas-jelas itu orang yang sama.
" Beraninya kamu pilih warna kuning keemasan ? " tanya Nansi.
" Kenapa ? Kan, bagus ? " kata Lovely dengan PD.
" Lovely, kelihatan beda " kata Winda terus fokus ke Lovely.
" Tadi aku sempat dengar ada keributan, keributan apa sih ? " tanya Lovely.
" Gak ada, hanya para fans Kak Rey minta foto" jawab Winda.
" Ohhh gitu, tapi memang sih Kak Rey jadi tambah ganteng " kata Lovely.
" Tapi malah ada yang ngatain rambut jagung" sindir Vera.
" Siapa ? Berani betul dia...!!! " kata Lovely meninggikan suaranya.
Seketika Nansi dan Vera menunjuk ke arah Winda. Vera dan Nansi pun menceritakan secara bergantian saat Rey memberi pelajaran pada Winda, bagaimana perkataan Rey yang diucapkan, sementara Winda tanpa rasa bersalah sedikit pun tetap menertawakan penampilan baru Rey tersebut.
Diakhir cerita mereka berdua justru pamer, berhasil foto dengan Rey, yang membuat iri Lovely.
" Ihhss kalian gak ngajak-ngajak " kata Lovely.
" Bagaimana mau ajak ? kamu kan, masih di dalam tadi " kata Vera.
" Lovely, foto dulu, buat kenang-kenangan kalau kamu pernah pirang " kata Winda mulai menyalakan kamera hp nya.
" OK, yang cantik ya " kata Lovely langsung tersenyum.
Tanpa aba-aba lagi Lovely memposisikan badan sesuai gaya yang di inginkan nya dan terakhir mereka foto bareng.
.
.
.
( bersambung )
Bukti kalau beneran boleh pirang ya.
__ADS_1
Tata Kecantikan beneran ada anak cowoknya.