Pelangi Diwarna Abu-abu

Pelangi Diwarna Abu-abu
Bab 20 Mengembalikan Slayer


__ADS_3

Karena hari ini hanya bersih-bersih dan tidak ada pelajaran, maka banyak murid yang sudah pada memutuskan untuk pulang, hanya tinggal beberapa murid dan para guru.


" Hari ini dijemput Win ? " tanya Nansi.


" Enggak. Pulang naik ojek. Kenapa ? Kamu mau pulang kah ? " kata Winda.


" Banyak yang sudah pada pulang. Apa salahnya ikutan pulang " kata Nansi sambil tersenyum.


" Kok...??? Kayak... ada... yang aneh ya...???" Winda menatap curiga, tapi Nansi malah tersenyum lebar.


" Iiihhh... malah senyum lebar. Ada apa ? " tanya Winda.


" Aku duluan ya. Bye Winda...!!! " Nansi langsung cabut lari.


" WOOOIII... Nansi...!!! ( berteriak ) Itu anak kenapa sih ? " Winda heran.


Winda hanya menatap kepergian Nansi, tanpa berniat menyusulnya, hp Winda bergetar tanda ada pesan.


Winda menatap layar hp tertera nama pengirimnya dari Nansi • Sorry ya, pacarku sudah menunggu di gerbang •


" Hemmm, pantesan, mau pacaran ternyata" kata Winda.


Tatapan mata Winda tiba-tiba tertuju pada kain yang ikut keluar saat Winda mengambil hp nya.


" Ya Allah. Kelupaan, belum dikembalikan " kata Winda.


Winda segera memasukkan kembali slayer tersebut ke dalam tasnya dan bergegas pergi mencari pemiliknya.


Sesampainya di dapur Boga, Winda melihat ke sekeliling mencari tapi yang dicari nya tidak kelihatan.


" Cari siapa ? " berbicara di dekat telinga Winda.


" Astaghfirullah. Kak Rey...!!! " Winda benar-benar terkejut.


" Cari siapa ? " Rey mengulangi pertanyaannya.


" Cari kak Niko. Tapi kok, gak kelihatan ya " kata Winda.


" Ada perlukah ? " tanya Rey.


" Iya kak. Mau mengembalikan barangnya kak Niko " jawab Winda.


" Tadi sih... di dekat pohon jambu. Coba kamu cari ke sana, kali aja masih di sana " kata Rey.


" Pohon jambu...??? " Winda sedikit bingung.


" Pohon jambu, masa lupa " kata Rey mengingatkan.


" Ohhh... pohon jambu yang itu ( paham yang dimaksud ). Aku ke sana dulu ya kak, terima kasih infonya " Winda berpamitan.


Ketika sudah mau sampai di tempat tujuan, Winda menghentikan langkahnya, memasang telinga baik-baik mencoba mendengarkan suara tapi... sunyi tidak terdengar suara orang berbicara.


Winda berlahan menuju tempat tujuan, berhenti kembali mencoba mengintip dari balik tembok. Takut kalau-kalau kejadian pertama kali terulang kembali.


{ Ehh... sedang meroxxx } batin Winda.


Winda memutuskan untuk diam sejenak, karena benda di tangan Niko masih cukup panjang, kalau dirinya muncul sekarang, pasti akan buru-buru dibuangnya.


Winda diam dan menunggu. Yang tidak Winda sadari adalah ada seseorang juga yang memperhatikan dirinya dari belakang. Winda terlalu fokus pada Niko sampai tidak peka pada sekelilingnya.


" Lihat apa sih...??? " berbisik pada telinga Winda.


" Lihat kak Ni..." jawab Winda sambil berbalik.


Saat Winda menoleh dirinya begitu terkejut, wajah Noel begitu dekat dengan wajahnya. Karena begitu terkejutnya Winda hilang keseimbangan karena gerakan spontannya.


Saat akan jatuh, secara refleks tangan Winda maraih kerah baju Noel, sementara Noel yang tidak sigap dengan keadaan, pada akhirnya mereka berdua terjatuh bersamaan.


BRUUUKKK


Mendengar suara terjatuh spontan Niko menoleh dan menyaksikan setengah badan Winda dan Noel yang berbaring di lantai.


" Kak Noel... berat...!!! " rintih Winda.


Dengan cepat Noel bergeser ke samping, berdiri dan merapikan penampilannya begitu juga dengan Winda.


" Kamu sih... main tarik, jadi jatuh kan ! " kata Noel.


" Kak Noel yang ngagetin...!!! " bantah Winda.


" Kalian ngapain...??? " kata Niko.


Spontan Winda dan Noel berbalik ke arah Niko.

__ADS_1


" Eh... kak Niko ( malu banget ). Ini nih... kak Noel, datang-datang ngagetin " kata Winda menyalahkan Noel.


" Kamu yang ngapain...? Diam berdiri di situ " kata Noel.


" Eee.... itu... aku...." Winda tak bisa menjawab jujur.


" Nah... katahuan kan, ngintip kakak kelas " goda Noel.


" Eee...eng...gak kok, hanya... nunggu kak Niko selesai ( tak mengucapkan ) aja " Winda beralasan.


Dengan cepat Niko menjatuhkan benda di tangannya dan menginjak dengan kaki supaya padam. Winda tersenyum ke arah Niko, dirinya tau pasti dalam hati Niko malu banget, ketahuan meroxxx oleh juniornya.


" Ohh... jadi takut ganggu ya ? " tanya Noel.


Winda tidak menjawab, hanya menganggukkan kepalanya.


" Kenapa balik lagi Noel ? " tanya Niko.


" Catatanku terjatuh. Nah... itu dia..." kata Noel mengarah pada secarik kertas tak jauh dari tempat Niko tadi duduk.


" Untung ketemu, gawat kalau sampai hilang" sambung Noel.


" Penting ya ? " tanya Niko.


" Banget. Pergi dulu, sudah ditunggu Ibu Yanti. Bye Winda " kata Noel segera pergi meninggalkan mereka berdua.


" Mencariku ? Ada apa ? " Niko memulai pembicaraan.


" Oh iya, hampir lupa " kata Winda membuka tasnya, mencari slayer yang akan dikembalikan.


" Mau mengembalikan ini kak, kemarin kelupaan di lepas " Winda memberikan pada Niko.


" Oh... ini...!!! " jawab Niko sambil menerima.


" Sudah bersih, sudah aku cuci " kata Winda.


" Makasih ya " kata Niko.


" Terbalik kak, seharusnya aku yang bilang terima kasih ke kak Niko, kan kakak yang menjamin ke aku " kata Winda.


" Terima kasih karena sudah dicucikan " kata Niko.


" Oh... itu... iya kak sama-sama " kata Winda malu-malu.


" Mau aku bantu mengikatnya kak ? " Winda menawarkan bantuan saat melihat Niko sedikit kesulitan mengikatnya.


" Boleh...!!! " kata Niko menyodorkan tangan kanannya.


Winda segera mengikat slayer di tangan Niko dengan hati-hati.


" Kak Niko... boleh tanya ? " tanya Winda sedikit ragu-ragu.


" Tanya apa ? " kata Niko.


"Kenapa kak Niko, melilitkan slayer di tangan ? Padahal kan tangan kak Niko gak kenapa-napa ? Gak kelihatan ada bekas luka juga ? " tanya Winda.


" Kelihatan aneh kah ? " Niko balik bertanya.


" Enggak sih. Hanya pengen tau saja " kata Winda.


" Gak ada alasan khusus, hanya pengen saja" jawab Niko.


" Ohhh gitu. Berarti slayernya yang penting ya kak ? Soalnya teman-teman ku bilang, kakak selalu memakainya, bahkan mereka sampai hafal corak dan motifnya " kata Winda.


Seketika Niko terdiam, mendengar perkataan Winda.


" Maaf kak...( berkata lirih ). Aku terlalu pengen tau ya ? Gak usah jawab, hal pribadi kan " kata Winda setelah menyadari sikap Niko.


" Kamu ingin tau ? " tanya Niko.


" Kalau kak Niko tak keberatan " jawab Winda.


" Mendekat sini, aku bisikkan " kata Niko memberi isyarat, Winda patuh mendekatkan diri kepada Niko.


" Ra-ha-sia " bisik Niko di telinga Winda.


" Iiihhh... kak Niko...!!! " spontan Winda memukul dada Niko.


Niko tertawa kecil sudah berhasil mengerjai juniornya, sementara Winda sedikit berwajah masam habis kena tipu seniornya.


" Lagian serius bener, hanya masalah slayer saja. Gak ada yang spesial, biasa saja " kata Niko.


" Tapi teman-teman mengiranya begitu kak " kata Winda.

__ADS_1


" Masa sih...??? " tanya Niko.


" He'eh. Malahan nih ya, mereka sudah perhatikan dari hari pertama masuk MOS, makanya mereka sampai hafal motif dan coraknya " kata Winda.


" Wahh... bahaya nih...!!! " kata Niko.


" Bahaya...??? Bahaya kenapa kak ? " Winda tidak paham.


" Jelas bahaya. Teman-teman mu memperhatikan sampai hal-hal kecil, jangan bilang kalau mereka..." kata Niko.


" Tepat sekali...!!! ( membenarkan ). Mereka fansnya kak Niko " kata Winda tersenyum.


" Aku harap teman-teman mu, tidak menyebalkan seperti yang lainnya " kata Niko berterus terang.


" Hem...? menyebalkan...?? Maksudnya kak ??? " tanya Winda.


" Ya... begitulah. Kamu tau kan, orang kalau menyukai yang... berlebihan, jatuhnya bagaimana ??? " Niko enggan menjelaskan.


" Entahlah kak...!!! Orang kan beda-beda. Semoga aku juga gak termasuk yang menyebalkan bagi kakak. Tadi kan aku sudah tanya-tanya " kata Winda.


" Kalau kamu justru sebaliknya " kata Niko pelan.


" Hem... apa kak ? aku gak dengar " Winda benar-benar tidak dengar.


" Ahh... gak kok, gak apa-apa. Mau jambu gak ? Aku petik kan " kata Niki mengalihkan pembicaraan.


" Pengen sih, tapi... sepertinya gak ada yang masak deh kak, masih ijo-ijo semua tuh " kata Winda melihat ke pohon jambu.


" Kalau dari bawah sih iya, panjat saja dulu, siapa tau ada " kata Niko.


" Boleh deh..." kata Winda.


Niko segera memanjat pohon jambu, memperhatikan seksama, siapa tau sudah ada yang bisa dimakan.


Tak berapa lama kemudian Niko turun dengan sebuah jambu biji yang berukuran kecil ditangannya.


" Cuma dapat satu, ukurannya kecil banget " kata Niko.


" Ya gak apa-apa. Biar kecil itu juga jambu kak" kata Winda.


" Nihh untuk mu " Niko memberikan pada Winda.


Seketika Winda tersenyum saat menerimanya.


" Kenapa tersenyum ? " tanya Niko.


" Ke ingat waktu MOS kak. Gak sengaja ketemu di tempat ini gara-gara jambu biji " kata Winda.


" Iya juga ya. Waktu itu, kamu sudah semangat menghampiri pohon jambu, langsung terhenti saat lihat kami " kata Niko.


" Ya iyalah langsung diam, bagaimana tidak, kalau lihat kakak kelas secara tiba-tiba trus empat orang laki-laki pula. Mau balik kabur, sudah terlanjur saling lihat, malu lah..." kata Winda.


" Tapi... itu bukan pertemuan pertama kita " kata Niko.


" Hemm, masa sih ? Oh iya, hari pertama MOS, kak Niko ada di barisan kakak kelas yang di depan itu kan ? " kata Winda.


" Begitulah " jawab Niko.


Niko hanya tersenyum, tidak menjelaskan lebihnya lanjut, padahal bukan itu yang dimaksud.


" Winda...!!! " kata Niko.


" Iya kak " jawab Winda.


" Mau ikut aku, aku tunjukkan sesuatu " kata Niko.


" Apa ? " tanya Winda.


" Ayo ikut, diam saja jangan banyak tanya " kata Niko menarik tangan Winda.


{ Kemana ya...??? } batin Winda.


.


.


.


( bersambung )


Kira-kira mereka pergi kemana ya 🤔🤔


Mohon dukungannya teman-teman dengan like dan komen, yang mau memberi kritik dan saran juga boleh. Terima kasih sudah mampir membaca 🙏🤗.

__ADS_1


__ADS_2