Pelangi Diwarna Abu-abu

Pelangi Diwarna Abu-abu
Bab 39 Jangan sampai terlihat


__ADS_3

Winda, Nansi, Vera dan Lovely, mereka berempat berjalan bersama-sama menuju pintu gerbang sambil bercerita, saat sudah di pintu gerbang, mata Winda mengenali sebuah motor yang tidak asing, motor tersebut terparkir beberapa meter dari pintu gerbang.


{ Seperti motornya Reza ? } batin Winda.


Lovely memeriksa layar hp dan setelah itu menoleh kanan kiri, melihat ke sekeliling, seperti mencari sesuatu.


" Cari siapa ? " tanya Vera.


" Kayaknya, aku ada jemputan, sudah di sekitar sekolah tapi, mana ya ? " Lovely mencari.


" Pacar ? " tanya Nansi.


" Belum, masih calon " kata Lovely.


" Anak mana ? " Nansi spontan bertanya.


" Katanya sih SMANSA " jawab Lovely.


{ SMANSA ? WADUH REZA ! GAWAT, jangan sampai dilihat aku dengan Lovely } batin Winda.


Seketika terlintas sebuah ide dalam kepala Winda, agar bisa pergi tanpa menimbulkan kecurigaan, Winda berpura-pura lupa belum mengembalikan buku ke perpustakaan dan jika tidak dikembalikan hari ini, maka dirinya akan kena denda.


Tanpa basa basi lagi Winda, segera pergi meninggalkan teman-temannya, berpura-pura jalan ke arah perpustakaan, sekiranya aman Winda segera bersembunyi, melihat dari jarak aman.


" Itu anak rajin pinjam buku ya ? " Vera berkomentar tentang kepergian Winda.


" Dia suka baca, pernah pinjam buku tentang sejarah, aku baru lihat sampulnya saja, sudah malas duluan tapi kata Winda bukunya bagus, banyak cerita keren " kata Nansi.


" Kalau kamu sih, memang malas baca " sindir Vera.


" Itu dia jemputan ku, duluan ya bye bye " kata Lovely.


" Lovely, kenalin dong " kata Vera.


" OGAH...!!! " Lovely buru-buru menjauh, meninggalkan Vera dan Nansi begitu saja.


Vera dan Nansi hanya bisa saling berpandangan ditinggalkan begitu saja oleh kedua temannya, mereka berdua memutuskan untuk jalan bersama dan tidak berniat mengganggu orang yang sedang kasmaran.


Sementara Winda mengamati dari kejauhan, memastikan agar dirinya tidak terlihat oleh Reza, berharap mereka cepat pergi, namun sayangnya, Reza dan Lovely malah asyik bicara di pinggir jalan.


Winda menunggu dengan gelisah, karena kalau mereka tidak segera pergi, maka Winda juga belum bisa keluar dari gerbang sekolah. Winda masih terus mengamati dari tempat persembunyiannya, entah kenapa untuk sekarang ini Winda tidak ingin Reza tau, kalau dirinya teman sekelas dengan Lovely.


" Kali ini mengintip siapa ? "


Seseorang berbisik di telinga Winda, spontan Winda segera berbalik dengan cepat dan hampir saja dirinya mencium Noel, untungnya bisa di rem. Seketika jantung Winda kembali berdebar-debar melihat wajah Noel yang begitu sangat dekat.


" Eh... Kak Noel, itu... lagi..." Winda kesulitan untuk mengatakannya, jadi dirinya hanya bisa menunjuk ke arah Reza dan Lovely.


" Ngintip orang pacaran ? " kata Noel.

__ADS_1


" Enggak kok " Winda langsung menyangkal.


" Lalu ? " tanya Noel.


Winda menjelaskan pada Noel alasannya bersembunyi, mengamati dari kejauhan, Noel menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Bukan hanya itu saja, Winda juga menjelaskan kalau dirinya mengenal cowok yang bersama Lovely, bagaimana hubungan mereka.


" Ohh... jadi cowok itu namanya Reza, anak SMANSA dan tetanggamu. Hem menarik " kata Noel.


Winda kembali melihat ke arah jalan, wajahnya kecewa karena mereka tak kunjung juga pergi, Noel mengamati dan melihat ada peluang bagus untuk dirinya, tentu saja kesempatan tidak boleh disia-siakan.


" Mau aku bantuin ? " kata Noel menawarkan bantuan.


Belum saja Winda menjawab, Noel segera menarik tangan Winda, membawa berjalan ke arah parkiran sekolah, tanpa melawan Winda mengikuti setiap langkah dengan perasaan yang campur aduk.


Alangkah terkejutnya Winda saat sampai di tempat parkir, melihat Noel mengendarai motor khusus cowok alias motor besar. Antara percaya atau tidak, Winda hanya diam terpaku, karena baru kali ini dirinya melihat motor seperti di area balap secara langsung.


{ Buset bukan orang sembarangan nih Kak Noel } batin Winda.


" Tunggu apa lagi ? Ayo naik ! " perintah Noel.


" Tunggu Kak, kalau aku keluar naik motor Kak Noel, itu sama saja, aku tetap kelihatan juga sama mereka " kata Winda.


Noel terdiam sesaat untuk berfikir, setelah itu dia membuka tas ranselnya dan mengeluarkan sesuatu berwarna hitam.


" Nah, kamu pakai ini " sambung Noel.


" Jaket ? " kata Winda.


" Jaketnya Kak Noel besar juga ya, tanganku gak kelihatan " Winda menarik lengan jaket ke atas.


Noel tersenyum melihat Winda mengenakan jaketnya, terlihat sangat lucu dan menggemaskan.


" Turunkan tudung jaketnya, dengan begini wajahmu gak kelihatan sepenuhnya " kata Noel.


Noel segera naik ke atas motor, begitu juga dengan Winda, Winda kembali menurunkan tudung jaket yang ia kenakan supaya benar-benar menutupi sebagian wajahnya.


" Pegangan ya ( mengingatkan ), aku bawa motornya laju " kata Noel saat memakai helm.


Peringatan yang Noel ucapkan bukan sekedar kata, secara refleks Winda langsung memeluk Noel, saat motor mulai melaju, Winda terus menundukkan kepalanya saat melewati pintu gerbang, jaga-jaga jangan sampai tudung kepalanya terlepas karena angin.


Noel terus melajukan kendaraannya, karena terus menunduk Winda sampai tidak menyadari kalau melewati Vera dan Nansi. Winda baru tersadar saat mengangkat kepalanya dan melihat jalan yang asing baginya, karena belum pernah lewat sebelumnya.


" Kak... kita sudah jauh dari sekolah " Winda setengah berteriak agar Noel dengar.


" Aku tau...!!! Kita jalan dulu " jawab Noel.


" Kemana ? " tanya Winda.


" Ke atas gunung " jawab Noel.

__ADS_1


" Hah...??? " Winda tidak jelas mendengarnya.


" Pegangan yang kuat " kata Noel.


Noel benar-benar memacu kendaraannya dengan cepat, seketika Winda mengeratkan pelukannya dan menempelkan kepalanya di punggung Noel. Dirinya benar-benar takut jatuh, ternyata ada orang yang lebih laju bawa motor dibandingkan kakak nya.


Di balik helm yang Noel kenakan, dirinya tersenyum lebar, saat merasakan pelukan Winda semakin erat, hal tersebut justru membuat Noel semakin memacu kecepatan kendaraannya.


Entah berapa lama mereka berkendara, Winda merasa lega saat motor berhenti dan mesin dimatikan, dengan cepat Winda segera turun dari motor.


" Akhirnya, kakiku kembali berpijak di tanah lagi, aku kira hanya Mas Widi yang laju bawa motor, ternyata Kak Noel lebih parah " kata Winda sambil membuka tudung jaketnya.


" Apa kamu takut ? " tanya Noel.


" Aku masih sayang nyawa lah Kak " jawab Winda.


" Baiklah, aku minta maaf ( menarik tangan Winda ), coba lihat di belakang ( memutar badan Winda ), cantik kan...!!! " kata Noel.


" Waahhh... ( terpanah ) pemandangan kota, dari sini rumahnya kelihatan kecil-kecil " Winda takjub dengan pemandangan di hadapannya.


Noel melingkarkan tangan di pinggang Winda, memeluk Winda dari belakang dan meletakkan dagu di bahu Winda.


" Kak...!!! " Winda sedikit tidak nyaman dengan posisi tersebut.


Entah Noel tidak dengar atau tidak menghiraukannya, Noel justru mencium pundak Winda beberapa kali, yang membuat bulu kuduk Winda berdiri. Winda sedikit menggeliatkan badannya karena merasakan geli yang tak dapat dijelaskan.


Jantung Winda kembali berdebar-debar tak karuan, beruntungnya Noel segera menghentikan tindakan tersebut.


" Bau mu, membuatku tidak tahan " kata Noel.


" Hah ? Bau ? Bau apa ? Kan, aku pakai jaket mu Kak ? " kata Winda mengambil kesempatan untuk lepas dari pelukan Noel.


" Bau badanmu, kamu pakai parfum apa ? " tanya Noel.


" Tidak ada, hanya pakai handbody dan deodorant " kata Winda.


" Masa sih ? Tapi badanmu bau harum, sungguh " Noel mendekatkan wajahnya lagi ke Winda.


Refleks Winda sedikit mundur dan bersamaan dengan itu, nampak dari kejauhan ada sebuah motor datang. Dari celana yang dikenakan, sepertinya sama, anak sekolah juga, semakin mendekat dan berhenti memarkirkan motornya tepat di sebelah motor Noel.


Winda mengamati dari bawah sampai atas, sambil bertanya-tanya siapa dia ???


Noel menghembuskan napas dengan kasar, nampak jelas kalau Noel merasa terganggu dengan kedatangannya. Pengendara motor tersebut turun dari motor dan saat membuka helm, pandangan mata Winda benar-benar sangat terkejut.


" Kak...??? " ucap Winda.


.


.

__ADS_1


.


( bersambung )


__ADS_2