
Saat sampai di rumah, Winda melihat pintu rumah terbuka dan motor yang biasa Bapaknya pakai terparkir di tempat biasa.
{ Pas banget, Bapak ada di rumah } batin Winda.
" Assalamualaikum..." Winda mengucapkan salam saat masuk rumah.
Winda segera bergegas mencari Bapaknya, dirinya sudah tidak sabar menunjukkan bunga fondant pemberian Niko.
" Pak...!!! Bapak...!!! " Winda memanggil.
Winda bergegas ke dapur.
" Assalamualaikum Pak...!!! " Winda menyapa Bapaknya.
" Waalaikumsalam. Mas mu mana ? " kata Bapak.
" Gak tau, aku loh baru pulang Pak " kata Winda.
" Loh...??? Bukannya di jemput Mas mu ? " tanya Bapak.
" Enggak tuh...!!! Mas gak ngabari kok " kata Winda.
" Maeng pamitan arep jemput, nyangdi Mas mu ( Tadi pamitan mau jemput kamu, kemana Mas mu ) ? " kata Bapak sedikit bingung.
" Paling main sama temannya. Kayak gak hafal Mas Widi saja. Oh ya Pak, lihat deh...!!! Cantik kan...??? " kata Winda sambil menundukkan bunga mawar fondant.
" Kembang ( bunga ) ? " kata Bapak.
" He'eh. Dilihat baik-baik Pak " kata Winda kepada Bapaknya.
" Iki kembang nduk ( ini bunga nak ) ? " kata Bapak.
" Injeh Pak niki kembang ( Iya Pak ini bunga ). Tapi dilihat dulu baik-baik, coba perhatikan lagi " Winda sedikit memaksa.
Bapak memperhatikan baik-baik bunga pemberian Winda dan saat menyentuhnya.
" Kok...??? Rada lain nduk ? Kembang plastik ( bunga plastik ), sudah pasti bukan. Kembang asli kok...??? rada lembek...? " kata Bapak heran.
" Mirip bunga asli ya pak ? " tanya Winda.
" Iyo, tak kiro kembang asli ( Iya, tak kira bunga asli ) " kata Bapak.
" Sanes Pak, niki sangkeng fondant ( Bukan Pak, ini dari fondant ) " kata Winda.
" Fondant ? Opo kuwi ( apa itu ) ? " tanya Bapak.
" Fondant adalah sebuah bahan yang digunakan untuk menghias kue, teksturnya lembut dan lentur " Winda menjelaskan.
" Iso di maem ( bisa di makan ) ? " tanya Bapak.
" Saget Pak ( bisa pak ), coba saja " kata Winda.
Bapak melepaskan satu kelopak bunga dan mencoba mencicipinya.
" Gimana Pak ? Rasanya manis kan ? " Winda tidak sabar mendengar jawaban dari sang Bapak.
" Legi ( manis ) " kata Bapak.
" Bapak tau, ini yang buat jurusan Tata Boga dan yang buat bunga ini adalah anak laki-laki" kata Winda.
" Lanang ( laki-laki ) " Bapak terkejut.
" Injeh Pak, cah lanang ( iya Pak, anak laki-laki ) " Winda menegaskan lagi.
" Cah lanang, mlebu masak ( anak laki-laki, masuk masak ) ? " Bapak masih tidak percaya.
" Iya Pak. Sekolahku dapat catering untuk acara pernikahan dan buat kue pengantin juga. Nah senior kelas tiga buat kuenya, sekaligus menghias. Ini sisa hiasan kuenya " Winda menjelaskan.
" Sekolahmu terima catering juga ? " tanya Bapak.
" Iya Pak. Yang masak, ya anak-anak jurusan Tata Boga didampingi para guru tentunya. Keren kan, Pak...??? " kata Winda.
" Tenane ( yang benar ) " Bapak masih ragu.
" Ya benar Pak. Masa Wiwin bohong sama Bapak. Lagian nih ya Pak, sejak kapan aku bisa buat bunga ginian dan kalau beli. Mau beli dimana ? Tau tempatnya saja gak " kata Winda.
__ADS_1
" Cah lanang gawe kembang ( anak laki-laki buat bunga ) ? " Bapak masih heran.
" Pesanan kuenya begitu, ya dibuat sesuai pesanan dong Pak " kata Winda.
" Isone ya ( bisa ya ) " Bapak mengamati bunga.
" Cantik ya Pak, mirip asli " kata Winda.
" Iyo, ra nyongko, cah lanang sing gawe ( iya, gak sangka, anak laki-laki yang buat ) " kata Bapak.
" Jadi Pak, jurusan Tata Boga keren. Malah diminati anak laki-laki daripada perempuan " kata Winda.
" Acara pesta pernikahan, dimana acaranya nduk ? " tanya Bapak.
" Kalau itu aku gak tau. Yang dilibatkan cuma jurusan Tata Boga dan Perhotelan, dua jurusan lainnya gak dipakai " kata Winda.
" Oohh... soalnya nanti malam Bapak dan Ibu mu ada undangan pesta nikahan juga, di gedung " kata Bapak.
" Di gedung ? Wahh orang kaya dong Pak " kata Winda.
" Yo wong sugeh, mahare wae nganti atusan ( ya orang kaya, maharnya saja sampai ratusan ) " kata Bapak.
" Orang pasar Pak ? " tanya Winda.
" Iya, orang pasar " kata Bapak.
" Wuuiihh keren " kata Winda.
" Nih kembange entekne ko semuten ( nih bunganya habiskan nanti di semutin ) " kata Bapak.
" Bapak gak makan lagi ? " tanya Winda.
" Wes entekno, legi neram ( sudah habiskan, manis banget ) " kata Bapak.
" Ya sudah, aku mau ganti baju dulu ke kamar" Winda pamitan.
Saat Winda ke depan bertepatan dengan Widi yang baru masuk.
" Win, Bapak ada di mana ? " tanya Widi.
" Di dapur " jawab Winda.
" Kenapa ? Mas ada buat salah ya ? " Winda menebak.
" Bapak tau, kalau kamu pulang, Mas gak jemput ? " tanya Widi.
" Ya jelas tau. Tadi Bapak tanya, aku jawab sejujurnya lah. Siapa suruh Mas bohong. Takut kan, sekarang " kata Winda.
" Bukan gitu dek, tadi itu..." Widi enggan melanjutkan.
" Gak perlu dijelasin, aku gak mau tau " kata Winda sudah dapat menebak dari gelagatnya.
" Ehh... bunga...? Dari siapa dek ? " Widi melihat bunga di tangan Winda.
" Dari senior ku di sekolah " kata Winda.
" Bunganya kok, sedikit aneh ? " Widi mendekatkan wajahnya.
" Ini bunga dari fondant, bisa dimakan " kata Winda.
" Seriusan ? Boleh coba ? " tanya Widi.
" Eettss...!!! Tidak boleh...!!! " Winda menolak.
" Ayolah dek, katanya boleh dimakan. Aku cobain, dikit saja. Penasaran aku tak rasanya" Widi terus membujuk.
" Baiklah boleh " kata Winda mengalah.
" Nahh gitu dong " Widi girang.
" Nih... satu kelopak bunga saja " Winda memberi satu kelopak bunga fondant.
" Yaahh dek...!!! Pelit amat " Widi protes.
" Kalau gak mau, sini balikin " kata Winda.
__ADS_1
" Iya... iya..." Widi tidak bisa protes lagi.
Widi segera memasukkan ke dalam mulutnya, seketika ekspresi Widi berubah tersenyum cukup lebar.
" Manis ya...!!! " kata Widi.
" Tentu saja, karena ini adalah sebuah bahan untuk menghias kue, pastilah pakai kandungan gula di dalamnya " kata Winda.
" Jurusan Tata Boga, lagi praktek ya ? " tanya Widi.
" Enggak tuh " bantah Winda.
" Lah ini ? " Widi sambil menunjuk bunga fondant.
" Kan sudah bilang tadi, dari senior ku " kata Winda.
" Cowok atau cewek dek ? " tanya Widi.
" Cowok " kata Winda.
" Cowok ? Dia naksir kamu dek ? " tanya Widi.
" Sembarangan. Ngasal aja nih kalau ngomong " bantah Winda.
" Lah trus, apa maksudnya coba ? " kata Widi.
" Ceritanya gini. Di sekolahku terima pesanan catering untuk acara pesta pernikahan dan juga memesan kue pengantin. Jadi... bunga ini adalah sisa hiasan untuk kue pengantin, gitu " kata Winda menjelaskan.
" Trus kenapa dikasihkan ke kamu ? " tanya Widi.
" Karena kebetulan aku yang ada di sana " jawab Winda.
" Kamu kan, bukan jurusan Tata Boga ? Ngapain kamu ikutan hias kue segala ? " tanya Widi.
" Gak ikut hias, cuma lihat saja. Kenapa sih tanya mulu ? Sudah, aku mau ganti baju " kata Winda.
Winda segera pergi dan masuk ke dalam kamarnya. Saat berada di dalam kamar, Winda mengamati bunga fondant yang sudah tidak utuh lagi.
{ Cantiknya, coba saja aku masuk jurusan Tata Boga ? Mungkin... aku bisa juga buat bunga secantik ini } batin Winda.
Winda meletakkan tas punggungnya di atas meja.
" Maaf ya bunga cantik, aku akan memakan mu " kata Winda.
Winda segera melahap sampai habis bunga fondant di tangannya, kini bibirnya tersenyum lebar, rasa manis menyebar di seluruh mulutnya.
Sementara itu di dapur, Bapak sedang menegur Widi karena sudah berbohong.
" Kowe iki, jare jemput adekmu ( kamu ini, katanya jemput adikmu ). Tros, lungo nyangdi ( lalu, pergi kemana ) ? " tanya Bapak.
" Maaf Pak, tadi..." Widi tidak bisa memberi alasan.
" Nyang gone kancamu ( ke tempat temanmu ) ? " Bapak menebak.
Widi hanya diam tak menjawab ataupun membantahnya.
" Nek ra gelem jemput adimu, ngomong ra gelem. Wes ping piro wae, adimu muleh dewe ? ( Kalau gak mau jemput adikmu, ngomong gak mau. Sudah berapa kali adikmu pulang sendiri ? ) " kata Bapak menasehati.
" Iya Pak, maaf. Nanti aku bakalan bicara sama Wiwin " kata Widi.
" Ya sudah, sana. Bicarakan sama adikmu " kata Bapak.
" Baik Pak...!!! " jawab Widi.
Widi berbalik dan pergi meninggalkan dapur.
.
.
.
( bersambung )
**Bapak itu selalu merasa khawatir sama anak perempuannya. Bapakku pernah bilang mending di suruh jaga sapi sekandang daripada jaga anak perempuan satu.
__ADS_1
Waduh anak perempuan di sandingkan dengan sapi dong ??? Sebenarnya itu hanya kiasan saja ya teman-teman. Maksudnya jaga anak perempuan itu penuh tanggung jawab yang sangat besar.
Jangan lupa like dan komen ya teman-teman, terima kasih sudah mampir membaca 🙏🤗**