
Dalam layar hp tertera memanggil Rey Hansamu, panggilan mulai masuk dan hp terjatuh menghantam lantai, masuk ke bawah kursi. Lama melakukan panggilan namun tak kunjung diangkat, hp pun mati dengan sendirinya.
Sayangnya satu jam kemudian, Rey baru menyadari ada panggilan tak terjawab dari Winda dan tanpa pikir panjang melakukan telepon balik. Panggilan pertama masuk tapi tak dijawab, begitu juga dengan panggilan kedua sama juga tak ada jawaban dan begitu masuk panggilan ketiga baru diangkat, tapi kenapa suara orang lain ???
Berbicara beberapa saat, Rey mematikan panggilan teleponnya, segera bergegas pergi menuju alamat cafe yang disebutkan tadi. Saat mengambil hp Winda tersebut, Rey tidak berfikir macam-macam, mungkin tidak sengaja jatuh dan tidak menyadarinya.
Sempat berfikir untuk mengembalikannya tapi, gak tau alamat rumahnya, kalau diantarkan ke warung orang tuanya ??? Ntar Winda dapat masalah ???. Bimbang. Akhirnya Rey justru pergi ke kosan Niko.
" Hei Rey...!!! Masuk...!!! " Niko membukakan pintu.
" Nik, kamu tau rumah Winda kan ? " tanya Rey.
" Iya, kenapa ? " tanya Niko.
Rey mengeluarkan hp milik Winda dan memberikannya pada Niko. Rey pun menceritakan kejadian, kenapa sampai bisa hp Winda berada di tangannya.
" Mungkin gak sengaja terjatuh " kata Rey.
Gak sengaja terjatuh, memang kemungkinan yang paling masuk akal tapi Niko merasakan sebaliknya. Niko berfikir pasti terjadi sesuatu, masa iya melakukan panggilan telepon, tidak mengirim pesan dan sekarang kehilangan hp nya. Tiba-tiba mereka khawatir.
" Jangan-jangan terjadi sesuatu sama Winda ?" Niko mulai berfikiran negatif.
" Kalau kamu khawatir, antar saja ke rumahnya. Kamu kan, tau rumah Winda, makanya aku kasih kan ke kamu " kata Rey.
" Perasaanku beneran gak enak " kata Niko.
Disaat rasa khawatir Niko, hp Winda berbunyi ada panggilan masuk, tertera dilayar nama Nansi, keduanya saling memandang, bagaimana baiknya. Akhirnya Niko mengangkat panggilan tersebut.
Percakapan dalam telepon, Niko dan Nansi.
Nansi : Hallo Win. Gimana ? Mereka gak ngapa-ngapain kamu kan ? Kamu gak kenapa-napa kan ? ( bertanya tanpa jeda ).
Niko : Apa maksudnya Nansi ?
Nansi : Loch kok ???
Niko : Ini aku Niko.
Nansi : Winda nya mana Kak ?
Niko : Beritahu aku dulu. Apa maksud kalimatmu barusan ? Gimana apanya ? Mereka siapa ? Dan ada apa ?
Nansi pun menjelaskan kepergian Winda bersama Amel serta kedua temannya untuk berbicara di sebuah cafe yang dulu sering mereka datangi. Nansi menelpon karena ingin tau, bagaimana keadaan Winda, dirinya merasa khawatir, takut ada apa-apa terjadi pada Winda.
Nansi : Begitu ceritanya Kak.
Niko : Kamu tau nama cafenya ?
Nansi : Enggak Kak. Trus kenapa, Kak Niko yang angkat teleponnya ? Emangnya Winda kemana ? Dia sama Kak Niko kan ?.
Niko :. Enggak, cuma hp nya yang sama aku.
Nansi : Kok bisa ???
Kini giliran Niko yang menjelaskan kronologi, hp Winda bisa sampai berada di tangannya. Terkejut, Nansi pun berfikiran sama dengan Niko, pasti terjadi apa-apa dengan Winda bisa sampai kehilangan hp nya.
Nansi : Kak Niko cari saja nomor kontak kakaknya Winda, coba tanyakan apa Winda sudah pulang apa belum. Pasti ada nomornya di dalam.
__ADS_1
Niko : Benar juga ya.
Nansi : Ya sudah Kak kalau begitu, Kalau ada kabar terbaru, tolong kasih tau aku ya Kak. Aku khawatir soalnya.
Nansi : Ok.
Pembicaraan pun berakhir.
" Sarannya Nansi boleh juga, kita tanya saja kan saja pada kakaknya " kata Rey.
" Tiba-tiba langsung telepon ? Apa gak aneh ?" kata Niko bimbang.
" Kita ceritakan saja yang sebenarnya, mau gimana lagi ? Pasti kakaknya akan mengerti " kata Rey.
Niko pun akhirnya mengikuti saran Nansi dan Rey, beruntung hp Winda tidak pakai sandi apa pun, namun saat membaca nama kontak, tidak menemukan nama Widi, Mas Widi, kakak, atau apa pun itu yang menunjukkan identitas seorang kakak atau keluarga.
" Gak ada " kata Niko.
" Gak ada gimana ? Pasti ada lah. Cari yang teliti " kata Rey.
" Ini sudah aku baca pelan-pelan, tidak ada nama Mas Widi atau pun Mbak Wika. Mungkin dikasih nama yang berbeda " kata Niko.
" Mbak Wika ??? Siapa itu ??? " tanya Rey.
" Kakak perempuannya Wiwin " kata Niko, mata terus membaca kontak dengan pelan-pelan, siapa tau terlewatkan.
" Ohhh... kakak, cantik gak ??? " kata Rey.
Seketika Niko membuat wajah jutek, menunjukkan rasa tidak suka, sedang situasi begini, sempat-sempatnya bertanya demikian. Pandangan mata Niko kembali menatap layar hp, membaca nama kontak dengan teliti.
" Ketemu ! Ini nomornya Mas Widi " kata Niko.
" Si Jangkung ( membaca nama ) ASTAGA...!!! Winda memberi nama kontak yang aneh untuk kakaknya sendiri ( merasa heran ). Jangan-jangan nama kontak kita, juga diberi nama yang aneh-aneh lagi " kata Rey mulai curiga.
" Tidak juga, untuk namamu tetap Rey Hansamu. Nih..." Niko menunjukkan nama kontaknya.
" Kalau namamu ditulis apa ya ? Penasaran ?? Coba lihat...!!! " Rey hendak mengambil hp Winda, tapi segera menarik mundur tak mengizinkan Rey memeriksanya.
Seketika Rey membuka wajah manyun, sementara Niko bersikap biasa tanpa merasa bersalah. Niko segera melakukan panggilan telepon ke Si Jangkung ( Widi ), setelah beberapa kali mencoba menelpon akhirnya diangkat juga.
Pembicaraan dalam telepon, Niko dan Widi.
Widi : Assalamualaikum. Kenapa dek ? Mas lagi di jalan ini, telepon nanti saja ya ?
Niko : Jangan dimatikan dulu Mas ( buru-buru memotong pembicaraan ).
Widi : Siapa ini ? Mana adikku ? Kenapa hp nya bisa di kamu ?
Niko : Ini Niko Mas, yang pernah antar Winda ke rumah. Jadi Mas... ( Niko pun menceritakan kepada Widi kronologi hp Winda bisa ada padanya ). Begitu ceritanya Mas, jadi aku mau tanya, Winda sudah di rumah apa belum ?
Widi : Sebentar lagi aku sampai rumah. Nanti aku kabari lagi.
Niko : OK.
Panggilan telepon sudah diakhiri, kini Niko hanya tinggal menunggu kabar dari Widi, sambil berdoa dalam hati, semoga Winda sudah ada di rumah dan dalam keadaan baik-baik saja. Menunggu beberapa saat, segera menjawab saat ada panggilan telepon masuk.
Pembicaraan dalam telepon, Niko dan Widi.
__ADS_1
Niko : Bagaimana Mas ? Winda ada di rumah ? ( sudah tidak sabar ).
Widi : Dia gak ada di rumah, sudah aku cek kamarnya, tas dan seragamnya juga gak ada, berarti dia belum pulang ke rumah. Kira-kira kemana Winda pergi ya ?.
Niko : Coba Mas Widi tanyakan pada Amel, mungkin saja dia tau.
Widi : Amel ???
Niko : Iya Mas, Amel mantannya Mas. Karena kata Nansi, teman sekelasnya Winda, katanya sih, mereka mau bicara di cafe yang dulu sering mereka kunjungi, mungkin cafe yang sama dengan tempat temanku ambil hpnya Winda tadi. Gak ada salahnya, coba tanya kan, Mas ???
Widi : Ngapain lagi Amel nemuin Winda ? ( bergumam ). Begini saja untuk sementara hp nya Winda kamu simpan saja dulu, aku akan coba cari Winda lagi. Thanks infonya.
Niko : Mau aku bantu Mas ?
Widi : Terima kasih, gak usah. Palingan sekarang ini Winda lagi cari-cari hp nya, makanya dia belum pulang, kamu simpan dulu dan berikan saat kalian di sekolah saja. Ya sudah aku tutup teleponnya.
Panggilan telepon pun diakhir, Niko menyandarkan punggungnya di sofa, menarik napas panjang, dirinya menjadi tambah khawatir, mau ikut mencari tapi mencari kemana ??? Bingung juga kan ???
" Saat kamu ambil hp Winda, pegawai cafe nya bilang apa saja ? " tanya Niko pada Rey.
" Gak ada. Hanya bilang hp ini ditemukan di bawah kolong kursi, lalu disimpan, jagain kalau ada yang kembali mencari hp jatuh. Aku saja mau ambil hp ini, pakai pembuktian kalau aku benar-benar kenal Winda " kata Rey.
" Aku benar-benar khawatir Rey, takut terjadi apa-apa sama Wiwin " Niko tambah gelisah.
" Mau balik ke cafe dan tanya-tanya ? Bagaimana ? " Rey memberi usul.
Mereka berdua pun memutuskan untuk pergi kembali ke cafe, di mana hp Winda ditemukan, lebih baik mencari tau, karena berdiam diri justru membuat pikiran Niko bertambah khawatir.
Ketika sampai di cafe tempat tujuan, mereka berdua baru saja hendak masuk dan secara kebetulan melihat Juan keluar dari cafe. Mereka bertiga pun akhirnya berbincang-bincang sebentar.
" Aku kenal dengan pemilik cafe ini, hanya sesekali aku datang ke sini. Ada apa ? " tanya Juan.
" Apa ada kamera pengawas di cafe ini ? " tanya Niko.
" Entahlah " kata Juan.
" Kita beruntung, ada kamera pengawas ( menunjuk ). Lebih bagus lagi kalau kita mendapatkan izin untuk melihatnya " kata Rey.
Niko dan Rey spontan menatap lurus ke arah Juan yang membuat dirinya menjadi bingung dan bertanya-tanya ada apa, Juan terkejut saat mendengar penjelasan dari kedua temannya.
Mereka bertiga lebih terkejut lagi, saat menyaksikan rekaman dari kamera pengawas dan ditambah kesaksian dari pegawai cafe, lebih membuat tambah khawatir lagi.
Bagaimana tidak ? Pegawai bilang dijemput kakaknya, sementara dalam rekaman, itu bukan wajah Widi. Lalu dia siapa ???
Mereka bertiga saling menatap, berfikir, mencoba mencerna, apa yang sebenarnya terjadi ??? Mungkinkah ??? Semoga tidak...!!!
Yang bisa menjawab hanya Amel dan kedua temannya.
.
.
.
( bersambung )
Terima kasih sudah mampir membaca 🙏🤗.
__ADS_1