
Jam olahraga, hari ini pelajaran olahraga bola voli, semua murid menyimak setiap penjelasan yang Pak guru olahraga berikan, lihatnya sih gampang dipraktekkan, pas Winda coba sendiri, ternyata terasa sakit banget di tangan dan gak segampang teorinya.
Winda kembali duduk di pinggir lapangan, memijit-mijit lengannya, memutar pergelangan tangannya beberapa kali, ia sadar kalau dirinya tidak terlalu pandai dalam pelajaran olahraga terutama praktek lapangan, dapat nilai pas-pasan saja sudah bagus, bersyukur banget.
" Sakit kah ? " tanya Nansi.
" Bola voli nya keras betul, sampai sakit tanganku " kata Winda.
Baru saja mulai mengobrol, tiba-tiba terdengar suara teriakan.
AWAAASSS
Saat Nansi dan Winda menoleh, menyadari ada bola melesat ke arah mereka berdua, untungnya sigap segera bergerak menghindari bola voli tersebut. Tiba-tiba Winda merasakan sedikit kram di perutnya, apa karena gerak tiba-tiba ? Ada salah gerak ?
" MAL, lihat-lihat dong ... !!! " teriak Nansi.
" Maaf gak sengaja, kalian gak kenapa-napa kan ? " tanya Nirmala menghampiri keduanya.
" Gak apa-apa, apanya ? Sakit nih aku ... !!! Ketindis badannya Nansi " kata Vera yang kebetulan berada di samping Nansi.
" Refleks Ver, maaf ... !!! Kalau gak, ya kena bola dong aku " kata Nansi membela diri.
" Sudah lah ... gak sengaja juga " Winda melerai keduanya.
Saat pelajaran olahraga sudah usai, ada yang langsung kembali ke kelas, ada yang masih duduk santai di pinggir lapangan dan sebagian lainnya pergi ke kantin, termasuk juga Winda dan Nansi.
Nansi terus mengamati Winda yang sedang asyik minum minuman yang bersoda, dirinya rada heran karena akhir-akhir ini ia sering melihat Winda minum minuman bersoda, karena biasanya minum teh kemasan atau gak minuman serbuk cokelat.
" Win, sejak kapan kamu suka minuman soda ? " tanya Nansi.
" Gak terlalu suka sih sebenarnya, tapi lagi pengen saja. Mau coba ? " Winda menawarkan pada Nansi.
" Enggak deh ( menggeleng ) kamu saja " kata Nansi
Nansi terus mengamati Winda yang menenggak habis minuman soda tersebut, dirinya merasa ada yang janggal dengan kebiasaan baru Winda ini, namun segera berfikir positif. Mungkin saja, hanya lagi suka minuman soda, itu saja ... !!!
" Balik ke kelas yuk ... !!! " ajak Winda.
Mereka berdua pun berjalan menuju kelas mereka, saat dalam perjalanan, Winda merasakan sakit lagi pada perutnya, mengusap beberapa kali, rasa sakitnya bukannya berkurang justru semakin menjadi.
" Kenapa Win ? " Nansi menyadari ada yang salah pada Winda.
" Perutku sakit " kata Winda.
" Salah makan atau apa ? Jangan-jangan karena kebanyakan minum soda nih, makanya sakit perut ? " kata Nansi.
" Enggak kok, tiba-tiba terasa sakit dan makin jadi sakitnya " kata Winda mulai meremas perutnya.
__ADS_1
" Jangan-jangan dapet ... ??? " kata Nansi.
Keduanya saling berpandangan dan segera bergegas pergi ke toilet terdekat untuk memeriksa. Winda segera masuk saat ada toilet kosong. Segera memeriksa dan benar saja terdapat noda bercak kemerahan yang menempel.
" Gimana Win ? " teriak Nansi dari luar pintu.
" Iya, aku dapet ( mengintip dari pintu yang dibuka sedikit ). Bisa minta tolong ? Ambil kan bungkusan plastik dalam tasku, sekalian baju seragamku, aku mau ganti sekalian " kata Winda.
" Ok. Tunggu ya " kata Nansi.
Nansi segera pergi meninggalkan toilet dan tak berapa lama kemudian dirinya kembali dengan barang pesanan yang diminta Winda, setelah beberapa saat kemudian, Winda keluar dengan sudah berganti baju seragam, tangannya terus berada di perutnya karena merasakan sakit.
" Kamu selalu bawa cadangan ya ? " tanya Nansi.
" Hem, untuk jaga-jaga saja. Tapi sayangnya, lupa sediakan obatnya, aku selalu minum obat untuk mengurangi rasa nyerinya " kata Winda.
" Coba minta ke UKS, siapa tau ada " usul Nansi.
Mereka berdua menuju ruang UKS, namun dalam perjalanan, Nansi harus meninggalkan Winda, karena mendadak di panggil Pak guru agama. Saat memasuki ruang UKS, sial banget guru yang jaga sedang tidak berada di tempat, saat mau berbalik keluar, datang lah Niko masuk ruangan UKS. Keduanya sama-sama terkejut karena hampir bertabrakan.
" Winda, ada perlu apa ? Perlu sesuatu ? " tanya Niko.
" Eh, Kak Niko. Iya Kak " kata Winda.
" Perlu obat atau apa ? Biar aku carikan " kata Niko.
Winda kembali meremas perutnya yang tiba-tiba kembali sakit, Winda mencoba menahannya agar gak terlalu kelihatan, tapi sayangnya Niko sudah terlanjur menyadari kalau ada yang salah pada Winda.
" Kamu sakit perut ? " tanya Niko.
Winda menganggukkan kepalanya, Niko bergegas menuju lemari obat, hendak mencari obat untuk sakit perut.
" Kamu salah makan atau apa ? Kok bisa sakit perut ? " tanya Niko dengan pandangan mata tertuju pada lemari obat.
" Bukan sakit perut itu Kak, tapi ... karena yang lainnya " Winda berkata dengan sangat pelan karena benar-benar merasa malu.
" Oohh ... karena itu ( langsung paham ). Tunggu ya, aku carikan dulu " kata Niko segera mencari obat yang dimaksud.
Setelah mendapatkan obat yang dicari, segera memberikan pada Winda lengkap dengan segelas air putih, Winda mengamati dulu sebelum menerima obat tersebut, karena Winda tidak yakin kalau Niko paham dengan rasa sakit yang dirinya alami sekarang ini.
" Ini minum ( memberikan pada Winda ). Nyeri karena datang bulan kan ? " kata Niko.
Winda hanya mengangguk, menerima obat tersebut dan segera meminumnya. Dalam hati Winda ada perasaan kagum plus pertanyaan, bagaimana bisa paham ? Hebat banget tau obatnya. Padahal kan, ini urusan pribadi cewek ? Cowok mana ngerasain ?.
" Heran ? Karena aku bisa tau ? " Niko dapat menebak isi pikiran Winda saat ini.
" He'eh " kata Winda mengangguk.
__ADS_1
" Sebuah kebetulan saja sih awalnya tapi berguna juga. Apa kamu selalu mengalaminya ? Setiap bulannya ? " tanya Niko.
" Hem ( mengangguk ) Biasanya aku selalu stock obat, tapi sepertinya aku lupa masukkan ke dalam tas, atau mungkin sudah habis ya ? belum beli ? " Winda merasa ragu sendiri.
" Kalau sakit betul, baring saja, istirahat dulu di sini " kata Niko.
" Gak usah lah Kak, ntar dikatain berlebihan lagi " Winda menolak.
" Ya gak apa-apa. Nyeri tiap orang kan, beda-beda. Malahan aku pernah dengar ada yang sampai pingsan karena tidak tahan dengan rasa sakitnya. Jadi, pasti sakit banget kan ? " kata Niko.
Niko menjelaskan, berbicara dengan gamblang tapi Winda yang mendengarnya justru merasa malu sendiri, Niko yang seorang cowok saja paham betul, kenapa Winda yang cewek yang mengalami tapi malah minim pengetahuan gini.
" Enggak lah Kak, biasanya kalau sudah minum obat nanti juga gak sakit lagi. Kak Niko sendiri mau ngapain ? " Winda mengalihkan topik pembicaraan.
" Cuma mau mengambil plester luka saja, untuk stock di dapur, biasa lah untuk jaga-jaga " kata Niko.
Winda mengangguk paham, tiba-tiba suasana menjadi terasa canggung, kala Niko menggenggam kedua tangan Winda dan mengusapnya secara perlahan. Semakin terasa bikin deg degan, kala Niko memandang dengan wajah yang tersenyum dan kemudian mencium tangan Winda. Seketika pipi Winda merona karena malu.
" Cewek itu kuat ya ? Mengalami rasa sakit yang sama terus berulang-ulang setiap bulannya dan tanpa mengeluh " kata Niko.
" Ya ... karena sudah kodratnya cewek kan ? Mengeluh juga gak ada gunanya, sekarang enak sudah ada obatnya, bayangkan zaman dulu. Aku harus kembali ke kelas, pelajaran berikutnya sudah mau dimulai " kata Winda secara berlahan melepaskan tangannya.
Namun tiba-tiba.
CUUPPP
Niko mendaratkan ciuman tepat di bibir Winda.
" Aku kangen " kata Niko lirih.
Niko tersenyum, tidak puas hanya sekali, Niko pun mengulanginya, tidak terima kalau hanya sebentar, Niko melakukannya dengan ... ???
Jika kamu berada dengan orang yang menyukaimu maka perasaan nyaman yang kamu rasakan. Apalagi jika orang tersebut memperlakukan dirimu dengan sangat baik, bersyukur banget hidupmu.
Ada perasaan lega dalam hati Winda, merasa bersyukur, karena kejadian hari ini sekaligus menghilangkan kekhawatiran yang selama ini selalu mengusik pikirannya.
Ada hikmah dibalik setiap kejadian, seperti itulah.
.
.
.
( bersambung )
Terima kasih sudah mampir membaca 🙏🤗.
__ADS_1