
Hari ini Winda mendapatkan tugas, yang dikerjakan berkelompok beranggotakan 4 orang, yang dipilih secara acak.
Kebetulan banget Winda dan Nansi menjadi satu kelompok, ditambah dengan Lovely dan Tanti.
Awal mengerjakan tugas, semua mengerjakan dengan fokus pada bagian masing-masing. Namun di pertengahan tugas, Lovely mulai menundukkan kepalanya sekali, entah apa yang diperhatikan.
Awalnya Winda cuek tidak memperhatikannya, tetapi lama-lama kok makin sering Lovely tunduk dan mulai tertawa kecil, tak berhenti tersenyum.
{ Wahh... ada yang gak beres ini...??? } gumam Winda dalam hati.
Winda menyenggol Nansi, memberikan kode untuk memperhatikan Lovely, ada apa dengan dirinya. Nansi mengerti apa yang dimaksud Winda.
Nansi meregangkan badannya dengan berdiri sesaat, sambil melihat ke arah Lovely, mencari tahu apa yang sedang dilakukannya.
" Kirim pesan ke pacarmu ya ? " Nansi angkat bicara.
" Ahh... enggak kok...!!! " Lovely menyangkal.
" Jangan bohong...!!! Kamu dari tadi pegang hp terus sambil senyum-senyum sendiri " kata Nansi.
" Berisik...!!! " Lovely sedikit kesal.
" Selesaikan dulu bagianmu Lovely " Tanti angkat bicara.
" Ini juga sambil kerjakan kok " kata Lovely.
" Aku gak larang, tapi ini di sekolah. Harusnya pacarmu mengerti kalau kamu sedang belajar" kata Winda.
" Dengar tuhh...!!! Pacaran terus...!!! " kata Nansi.
" Yang penting kan, tugas bagianku selesai " Lovely membantah.
" Gimana mau selesai, kalau jari dan pandanganmu di hp terus " sindir Tanti.
" Dengar ya...!!! Harus selesai sebelum waktunya habis. AWAS memang kalau gak selesai ! " Nansi memberi peringatan.
" Iya... iya...!!! " jawab Lovely.
Benar-benar manjur, setelah itu Lovely kembali fokus mengerjakan tugasnya dan akhirnya dapat selesai tepat pada waktunya.
" Kumpulkan tugasnya dan antar ke meja ruangan Ibu. Selamat siang "
" Selamat siang Bu...!!! " menjawab serentak.
Buku mulai dikumpul dan disusun sesuai dengan kelompok masing-masing.
Lovely kembali fokus dengan hp nya, Winda benar-benar heran melihat tingkah Lovely sampai segitunya.
" Lovely benar-benar dimabuk asmara " kata Winda.
" Dimabuk asmara...!!! Bahasamu terlalu dramatis " ledek Nansi.
" Memang iya. Coba lihat Lovely, kembali fokus ke layar hp " kata Winda mengarahkan pandangan pada Lovely.
" Biarkan saja, yang penting tugas selesai tepat waktu " kata Tanti.
" Benar juga yang kamu bilang Tanti. Tugas selesai tepat waktu " kata Winda.
" Aku akan kembali ke mejaku " Tanti berpamitan.
" Ya baiklah " jawab Winda.
Winda kembali mengarahkan pandangan kepada Lovely.
" Dunia beneran milik berdua, yang lain bagai rumput ilalang " kata Winda mendadak puitis.
" Lovely...!!! Hei...!!! Lovely...!!! " Nansi memanggil.
" Iya... apa ??? " Lovely menjawab dengan santai.
" Mau sampai kapan, kamu duduk di sini ? " Nansi memperingatkan.
" Aku sudah bilang Vera, aku duduk dengannya " jawab Lovely.
" Kamu pindah duduk ceritanya ? " tanya Nansi.
" Iya " jawab Lovely.
__ADS_1
" Tumben...??? " kata Nansi meragukan.
" Memangnya kenapa ? Lagipula bangku ini juga kosong, apa salahnya duduk sebangku dengan Vera " kata Lovely sambil terus menatap layar hp.
" Iya juga sih " kata Winda.
" Tumben saja mau duduk barisan rada depan. Biasanya kamu bakalan pilih bangku belakang pojok " ledek Nansi.
" Sesekali rubah suasana baru " Lovely dengan santai.
" Lovely, kalau bicara dengan orang, pandanganmu jangan ke arah lain. Itu tidak menghargai namanya..Dari tadi diajak ngobrol tapi pandanganmu ke hp terus " Winda menasehati.
" Aku sedang sibuk...!!! " kata Lovely.
" Huuff... benar-benar percuma bicara " kata Winda.
" Sepertinya dapat pacar baru, makanya sibuk dengan hp nya " kata Nansi menduga.
" Kamu kan dulu satu SMP dengan Lovely, pasti tau kebiasaannya " kata Winda entah memuji atau sebaliknya.
" Gak juga. Hanya saja Lovely selalu gitu kalau dapat pacar baru. Pandangan tunduk, fokus hp dan sudah gak perduli di sekitarnya ada apa " kata Nansi.
" Sebenarnya yang salah adalah pacarnya " kata Winda.
" Kok bisa...??? " tanya Nansi.
" Ini kan jam nya sekolah, harusnya pacarnya sudah tau tapi... dia tetap mengirim pesan pada Lovely. Apa tidak aneh ? " kata Winda.
" Tidak semua orang, berfikiran sama denganmu Winda. Ada juga yang masa bodoh. Contohnya Lovely " kata Nansi.
" AKU KENAPA...??? " Lovely angkat bicara.
" Kamu dengar...!!! " kata Winda.
" Tentu saja dengar. Telingaku ini masih berfungsi dengan baik, kalian membicarakan aku kan...??? " kata Lovely.
" Baguslah kalau kamu dengar, setidaknya aku tidak harus pura-pura di depan mu " kata Winda.
" Apa maksudmu...??? " Lovely meninggikan suaranya.
" Jangan sibuk ngurusin aku, bilang saja kamu iri padaku " kata Lovely.
" Iri...??? Aku...??? Aku iri padamu...??? Jangan GR...!!! TIDAK SAMA SEKALI. Jika memang pacarmu itu baik, dia tidak akan mengganggumu di jam sekolah. Perkataanku ini benar kan, Nansi...??? " kata Winda.
" Apa yang dikatakan Winda benar, harusnya pacarmu mengerti ini masih jam nya sekolah" Nansi sepaham dengan Winda.
" Heh...!!! Dasar...!!! Sudah ketularan ternyata. Jangan sok nasehati aku, aku tau yang aku lakukan " kata Lovely.
" Tapi yang kamu lakukan tadi kurang tepat. Untung saja tugas bisa selesai tepat waktu. Bagaimana jika tadi, kami tidak menegurmu ? Maka tugas tidak akan selesai tepat waktu dan... jika hal itu terjadi... bukan hanya kamu, tapi... kita semua... kena imbas dari perbuatanmu " kata Winda.
Lovely terdiam mendengar ucapan Winda.
" Jika kamu bukan temanku, maka akan kami biarkan. Tapi... karena kamu teman kami, kita harus saling mengingatkan. Bukankah harusnya begitu...??? " kata Winda.
" Sejak kapan...??? Kita berteman...??? " kata Lovely.
" Lovely...!!! " bentak Nansi.
Winda memberi isyarat kepada Nansi agar tetap tenang.
" Sejak kamu masuk sekolah ini dan memilih jurusan Tata Busana. Sejak saat itu kita berteman, walaupun bukan teman baik, tapikan... ada istilah teman sekelas. Hal dasar begitu saja... masa tidak tau " kata Winda.
" Winda...!!! " kata Lovely.
Lovely berdiri dan mendekati Winda.
" Kamu ini ya...!!! " kata Lovely mencubit kedua pipi Winda.
" Em...em...emmm " Winda meronta.
" Kecil, mungil tapi kalau ngomong cerewet betul. Makan cabai rawit berapa biji hari ini, hah...!!! " kata Lovely.
" Aduuhhh.... sa... kit...!!! " Winda mengusap pipinya.
" Iya... kamu benar, ini jam nya sekolah. Tapi... aku cukup, salut padamu " kata Lovely.
" Karena aku menegurmu...? " kata Winda.
__ADS_1
" Karena kamu berani, mengatakan yang sebenarnya padaku. Kamu benar, jika tadi tugas tidak selesai, maka kelompok kita akan kena imbasnya dan tugas akan semakin lama dikerjakan " kata Lovely.
" Kamu ini tipe di omelin dulu baru sadar ya...?" kata Winda.
" Meledekku...??? " kata Lovely.
" Lovely seperti itu, gak bakalan mempan kalau hanya sindiran, jadi harusnya langsung tepat sasaran, baru dia paham " kata Nansi.
" Helleh... kamu sendiri sama, pakai ngatain orang lain " balas Lovely.
" Kalian teman dari SMP, sepertinya hubungan kalian kurang baik, apa aku benar ? " kata Winda.
" Kami jarang bicara, itu saja " kata Lovely.
" Oohh... pantas. Aku minta maaf ya Lovely, kalau ucapanku tadi sedikit kasar, maaf ya " kata Winda.
" Iya aku maafin. Tenang saja aku bukan pendendam. Lagipula yang kamu bilang ada benarnya juga. Jika memang pacarku baik, harusnya dia tidak mengirim pesan di jam sekolah " kata Lovely.
" Mungkin... pacarmu kangen dirimu..." kata Winda lirih.
" Bagaimana kamu tau...??? " tanya Lovely.
" Asal menebak saja. Soalnya kakakku gitu, kalau lagi kirim pesan dengan pacarnya, orang di sampingnya dianggap rumput ilalang" kata Winda.
" Kenapa, kamu jadi curhat...??? " kata Nansi.
" Ahhh... maaf...!!! " kata Winda.
" Sepertinya...??? Kamu sedikit tidak suka dengan orang pacaran ? " Lovely menebak.
Winda terdiam tidak menjawabnya.
" Aaa...!!! Jadi itu masalahnya " kata Lovely.
" Bukan tidak suka, hanya saja... se-di-kit... tidak nyaman " kata Winda.
" Tidak nyaman bagaimana ? " tanya Nansi.
" Seperti Lovely barusan. Begitu sibuk kirim pesan dengan pacarnya sampai tidak perduli dengan keadaan sekitar, serasa dunia milik berdua. Selalu mengutamakan pacarnya, dikit-dikit pacarnya, apa-apa pacarnya, rela melakukan apapun untuk pacarnya tapi sebaliknya selalu lupa sama orang di sekitarnya, sama temannya bahkan keluarganya. Padahal kalau putus yang menjadi tempat curhat kan, temannya, keluarganya, iyakan ??? " Winda bicara panjang lebar.
" Wahhh...!!! beneran curhat nih...!!! " kata Lovely.
" Aku rasa iya...!!! " kata Nansi sepaham.
" Pantesan dia sensi..." kata Lovely.
" Bisa ditebak, Winda belum pernah pacaran " kata Nansi.
" Jangan meledekku...!!! Memangnya kamu punya Nansi...??? " tanya Winda.
" Aku...??? Tentu saja ada " kata Nansi.
" Benarkah...??? " Winda tidak percaya.
" Iya, ada " kata Nansi mengulangi.
" Beneran ada ya ...??? " tanya Winda lagi.
" Kalau gitu, kenalkan pacarmu pada kita, baru bisa percaya " tantang Lovely.
" Ngapain. Pacarku sibuk ya, dia sudah kerja " kata Nansi.
" Ooo... sibuk...!!! " Winda dan Lovely kompak.
.
.
.
( bersambung )
**Kalau sudah menyangkut tentang urusan pacar siapapun akan laju secepat kilat, bukan nyumpahin ya tapi kayak iya iya saja jodoh.
Pas seneng temannya dipinggirkan dulu, pas ada masalah baru dicariin. Maaf ya jadi curhat 😅.
Berikan kritik dan saran agar tulisan author kedepannya lebih bagus lagi. Terima kasih sudah mampir membaca 🙏🤗**
__ADS_1