Pelangi Diwarna Abu-abu

Pelangi Diwarna Abu-abu
Bab 27 Bertemu Reza


__ADS_3

Saat pulang sekolah tiba, entah kenapa wajah Nansi terlihat senang sekali, senyum-senyum sendiri sambil menatap layar hp.


{ Hemm... dari sang pacar pasti ini } batin Winda.


" Nansi aku mau mampir sebentar di kantin, kamu mau ikut gak ? " tanya Winda.


" Enggak deh. Aku mau langsung pulang saja" Nansi langsung menolak.


" Langsung pulang ataauu pacaran dulu...!!!" goda Winda.


" Ssttt... jangan berisik " Nansi tersenyum lebar.


" Iya lah... Sampai ketemu besok " kata Winda.


" Bye... Winda " Nansi berpamitan.


Nansi segera bergegas pergi meninggalkan ruang kelas dengan semangat. Tiba-tiba terlintas pemikiran Winda ingin melihat bagaimana rupa pacar Nansi. Tanpa pikir panjang lagi, Winda mengikuti Nansi dari jarak yang aman.


Winda terus mengikuti Nansi dengan menjaga jarak, sesekali Winda harus sembunyi sebentar agar tak ketahuan. Pandangan Winda terus tertuju pada Nansi, sampai tidak memperhatikan murid-murid lain disekitarnya.


Ketika Nansi berhenti memperhatikan sekitar, secepat kilat Winda langsung bersembunyi, duduk jongkok di dekat sebuah motor yang terparkir di pinggir jalan.


" Wiwin...!!! Kamu ngapain...? " suara tepat di telinga Winda.


" ASTAGHFIRULLAHALADIM...!!! " Winda sampai jatuh duduk di tanah.


Sementara orang yang ada di hadapannya hanya tertawa.


" REZA...!!! NGAGETIN LAH...!!! Jangan ketawa...!!! Bantuin berdiri dong, malah dilihatin " Winda menjadi kesal.


" Iya... iya...!!! ( mengulurkan tangan ). Lagian kamu ngapain, pakai sembunyi-sembunyi segala ? jadi mata-mata atau detektif ? " kata Reza.


" DIAM...!!! BERISIK...!!! " kata Winda.


Winda melihat ke sekitar, pandangan mata tidak menemukan Nansi di mana pun, dirinya kehilangan jejak.


" Ada yang kamu cari ? " tanya Reza.


" Ish...!!! kamu sih Za...!!! " Winda memukul lengan Reza.


" Eh... aku kenapa ? " Reza bingung sendiri.


" Kamu sih, pakai ngagetin segala, hilangkan..." Winda tambah kesal.


" Apa yang hilang ? Ohh... kamu lagi mata-matai seseorang ya ? Siapa ? Cowok ya ? " kata Reza.


" BERISIK AHH...!!! " kata Winda.


" Pasti cowok ini, iyakan...!!! " goda Reza.


" Bukan. Jangan sok tau deh...!!! Haaiiss... gagal sudah kesempatan hari ini dan semua ini gara-gara kamu Za...!!! " Winda menyalahkan Reza.


" Iya deh... aku minta maaf. Lagian kamu rada aneh duduk jongkok pas di samping motorku sih...!!! " kata Reza.


" Hem...? Motormu ? INI...??? " Winda sambil menunjuk.


" He'eh ( mengangguk ) keren kan ? " Reza pamer.


" Iya sih cukup keren. Tapi Za, yang aneh itu justru kamu...!!! " kata Winda.


" AKU...? ANEH...?? Salah lah Win, aku ini GANTENG " kata Reza.


" IYA LAH KAMU GANTENG. Kamu tau kenapa kamu ANEH ? " kata Winda.


" Apa...??? " tanya Reza.


" Jalan pulang dari sekolahmu itu, tidak melewati depan sekolahku. Gimana ceritanya kamu bisa nyasar lewat sini ? Kompas petamu rusak ? " kata Winda.


" Ya gak apa-apa, pengen saja lewat sini. Tapi... aku baru tau loh, ternyata kamu sekolah di sini, kamu SMK mana ? " tanya Reza.


" Nih lihat SMK NEGERI 2, bisa baca kan ? " Winda dengan nada jutek.


" Kirain SMK NEGERI 1 " kata Reza.

__ADS_1


" JANGAN NGELEDEK SEKOLAH KU YA...!!! ( memukul lengan Reza ). Terserah aku dong, aku sekolah di mana. Kenapa jadi dirimu yang keberatan " kata Winda.


" Ya gak nyangka saja. Soalnya SMK NEGERI 2 itu terkenal gudangnya cewek-cewek cantik, jadi ajaib saja kamu bisa masuk " kata Reza.


" WAAHH... kamu beneran meledek aku ya. Tapi... memang iya sih, anak-anak cewek di sekolah ku pada cantik-cantik, soalnya ada jurusan kecantikan, so kita ada salon pribadi di sekolah. Kalau di sekolah mu, mana ada ! " kata Winda membalas perkataan Reza.


" Iya deh sekolah ku gak ada salon pribadi " kata Reza kesal.


" Hemm... jadi... kamu mengincar cewek-cewek dari sekolah ku ya...??? " goda Winda.


" Bukan hanya mengincar, sudah dalam proses tuh...! " jawab Reza dengan nada sombongnya.


" Iya deh... terserah dirimu saja. Aduuhh... setiap bicara sama kamu leherku pegel Za, capek dengak terus. Belikan aku minuman dong Za..." kata Winda serasa tak punya salah.


" MULUT... enak betul, BELIKAN...!!! " kata Reza.


" Iya dong. Kan, kamu yang buat leherku sakit, kamu sih bicara sama aku gak mau duduk " kata Winda menyalahkan Reza.


" Kamu saja yang tidak berdiri " Reza tak mau kalah.


" Tanggung jawab dong Za, kamu kan cowok. Gini deh... kita barter saja, gimana...??? " kata Winda.


" Barter bagaimana ? " Reza terpancing.


" Cewek yang dalam proses kamu itu, aku bisa cari infonya. Kan, aku sekolah di sini, otomatis lebih gampang " kata Winda.


" Kamu ? Gak jamin ? " Reza memandang enteng.


" Kalau gak mau ya sudah. Traktir aku saja " kata Winda.


" Ihhh gak tau malu betul kamu ini, tetap minta traktir " kata Reza.


" Salah sendiri di kasih tawaran, gak mau. Ayo cepat, belikan aku minuman cokelat yang gelas besar ya "kata Winda.


" AKU BELUM BILANG IYA...!!! " kata Reza.


" Mbak pesan minuman cokelat satu yang gelas besar dan yang bayar cowok ini " kata Winda sambil menunjuk Reza.


" Kamu ini Win...!!! " Reza tak bisa mengelak lagi.


" Itu beda dong " jawab Reza.


" Beda dari mana ? Itu sama lah " jawab Winda.


" Nih... aku traktir, senang kan kamu " kata Reza membayar minuman.


" Cewek dalam proses mu itu, siapa namanya ? Jurusan apa ? kelas berapa ? Mungkin saja aku kenal " kata Winda sambil menikmati minuman.


" Tunggu...!!! " jawab Reza.


Reza mengeluarkan hp dari sakunya, mencari foto dan saat menunjukkan foto tersebut, Winda benar-benar terkejut melihatnya.


" Dia...??? " Winda terkejut.


" Iya " Reza menganggukkan kepalanya.


" Ya Allah Za. Seriusan...??? " tanya Winda karena tak percaya.


" Iya, cantik kan ? " Reza tersenyum lebar.


" He'eh, cantik Za " jawab Winda.


" Aku belum tau banyak tentang dia, ini saja aku diam-diam ke sini untuk cari tau tentang dia " kata Reza.


" Ohhh gitu " kata Winda.


" Kamu kenal Win ? " tanya Reza.


" Iya aku kenal. Itu orangnya kan ? " Winda sambil menunjuk ke seorang cewek yang sama seperti dalam foto.


" Iya itu dia. Gimana ya...? Sapa ? Tidak ? Sapa ? Tidak ? Sapa ? " Reza dalam dilema.


Winda hanya memperhatikan saja.

__ADS_1


" Kalau disapa, ngomong apa coba ? Aduuhh... bagaimana ya...??? " Reza dilanda gugup.


" Katanya dalam proses ? Proses apa ini ? " ledek Winda.


" Proses habis kenalan lah " jawab Reza.


" Iiihhh... kirain, ternyata baru tahap awal " ledek Winda.


" Diam...!!! Berisik...!!! " kata Reza.


" Lovely...!!! " Winda berteriak memanggil Lovely.


" APA YANG...??? " Reza terkejut dengan tindakan Winda.


" Ssttt...!!! Diam dan lihat hasilnya " Winda memerintah Reza.


Winda menghampiri Lovely tak jauh dari tempat Reza berdiri.


" Ada apa ? " tanya Lovely.


" Kirain, kamu sudah pulang " Winda basa-basi.


" Tadi aku ada urusan sebentar. Bukannya tadi kamu pulang duluan dengan Nansi, kenapa masih di sini ? " tanya Lovely.


" Nansi sudah pulang duluan. Aku singgah sebentar beli minuman " jawab Winda.


" Ohhh cuma itu ? " tanya Lovely.


" Bukan. Itu nah... ada yang cariin kamu " Winda sambil menunjuk ke arah Reza.


" Dia kan...??? " kata Lovely.


" Dari tadi tanyain tentang kamu, dia sudah nunggu lama loh. Sengaja datang cariin kamu. Iihh... keren lah dirimu, bisa dapat kenalan anak SMANSA " kata Winda.


" Dari mana kamu tau dia anak SMANSA ? " tanya Lovely.


" Baca tulisan di baju seragamnya " Winda berbohong.


" Dia kan, pakai jaket ? " kata Lovely.


( Ihhss iya ya... g*bl*k, gak perhatikan ) batin Winda.


" Tadi... waktu tanya... gak pakai jaket kok. Sudah sana temuin dia, kasihan loh sudah nunggu dari tadi " kata Winda.


" Masa sih ? " Lovely tak percaya.


" Emmm... Lovely jangan bilang kita sekelas ya " kata Winda.


" Kenapa ? " tanya Lovely.


" Takutnya dia naksir aku, aku ntar gak enak hati ke kamu " kata Winda narsis.


" KePDan kamu...!!! " kata Lovely malah tersenyum.


" Bercanda. Duluan ya, bye...bye..." Winda berpamitan.


Winda segera pergi menuju jalan raya, sempat berbalik sebentar, mengangkat gelas minuman, memberikan isyarat pada Reza. Sementara Reza sudah tersenyum lebar karena kesenangan.


" Aman deh...!!! Minumanku gak jadi gratisan " kata Winda.


Winda terus berjalan tanpa menoleh ke belakang lagi. Beberapa meter di depan terlihat dua orang laki-laki yang memakai seragam SMANSA lagi.


" Hemmm... anak SMANSA nyasar...!!! " Winda bergumam lirih.


Beruntung dua laki-laki tersebut tidak mendengarkan perkataan Winda, walaupun ada salah satu yang sempat bertemu pandangan untuk sesaat, Winda hanya tersenyum kecil sebagai tanda sopan santun.


.


.


.


( bersambung )

__ADS_1


Tidak ada maksud sedikit pun untuk menjelekkan suatu sekolah ya teman-teman, karena pada dasarnya sekolah itu tergantung kita minatnya mau dimana. Ada kan istilah baik untukku belum tentu baik untukmu.


Terima kasih sudah mampir membaca, mohon dukungannya dengan like dan komen teman-teman 🙏🤗.


__ADS_2