Pelangi Diwarna Abu-abu

Pelangi Diwarna Abu-abu
Bab 48 Mulai bergosip


__ADS_3

Sementara itu di sisi lainnya, Karin dan Jessi menatap dengan tatapan yang masih penuh dengan amarah dan kebencian terhadap Winda. Mereka berdua masih menyakini kalau Winda sengaja melakukan hal tersebut.


" Lihat mereka berdua ! bod*h sekali, sudah dikhianati oleh Winda, tapi masih saja percaya " kata Karin.


" Apalagi Nansi, sudah sangat jelas kelihatan wajah aslinya, tapi masih menerima " imbuh Jessi.


" Dari awal aku sudah gak suka Nansi dekat dengan Winda " kata Karin.


" Semenjak kenal Winda, Nansi mulai berubah, dia sudah jarang main, kumpul bareng lagi seperti dulu, dia seperti menjaga jarak dengan teman-teman seagamanya " kata Jessi.


" Itu maksudku " kata Karin.


Karin saat ini benar-benar benci dengan Winda, dirinya menemukan peluang agar Winda berubah, dicap menjadi buruk baik di mata teman-teman sekelas dan juga murid lainnya, terutama di hadapan Noel.


Flash back on


Sedari awal masuk ke sekolah SMK NEGERI 2, pertama kali Karin berteman dengan Noel, perasaannya langsung menyukai Kakak kelas tersebut, jatuh cinta pada pandangan pertama, kira-kira seperti itu.


Setiap melihat Noel, jantung Karin selalu berdebar-debar tak karuan, pandangan mata selalu melihat ke arah Noel. Setiap hari selalu berdandan, menjaga penampilan agar tetap tampil cantik, selalu mencari cara agar bisa dekat dengan Noel, mendapat perhatian Noel dan harap-harap perasaannya terbalaskan.


Setelah semua usaha yang Karin lakukan, semua terasa sia-sia belaka, saat melihat kedekatan Noel dan Winda, bagi Karin terasa sangat tidak adil, dirinya berusaha sangat keras tapi belum membuahkan hasil, sementara Winda, tidak melakukan apa-apa, justru mendapatkan perhatian Noel.


Dari mendapat bunga fondant, ditemani mencari buku di perpustakaan dan dapat berjalan berduaan dengan Noel, hal tersebut benar-benar membuat Karin merasa sangat kesal.


Flash back off


Sekarang ini tanpa disangka-sangka Karin seperti diberi jalan untuk menjatuhkan Winda, membuat namanya buruk dan dengan begitu Noel akan membenci Winda.


Karin berniat akan menyebarkan rumor buruk tentang Winda kepada murid-murid lainnya, benar-benar rencana yang sangat sempurna, menjatuhkan sampai jatuh ke dasarnya.


{ Lihat saja, nama mu akan benar-benar hancur } batin Karin dengan wajah sinis.


Karin benar-benar memanfaatkan peluang ini, dirinya tanpa menunggu, langsung mulai menyebarkan gosip buruk tentang Winda, hanya dalam hitungan menit saja, sudah banyak murid-murid yang mengetahui cerita Winda, yang sengaja membuat namanya disanjung guru dengan menjatuhkan teman-temannya.


Saat Karin dan Jessi sedang asyik bercerita tentang keburukan Winda, kepada murid lainnya, Lovely tidak sengaja lewat dan otomatis mendengar semua percakapan mereka. Karena ingin tau, maksud dan tujuan mereka menyebarkan cerita tersebut, akhirnya Lovely pun ikut bergabung dengan mereka.


" Menurut kalian seperti itu ? " tanya Lovely.


" Tentu saja, apalagi coba ? " kata Karin.

__ADS_1


" Nansi itu kurang dekat apa dengan Winda ? kena juga kan dia ? " imbuh Jessi.


" Kalau kita, mungkin bisa dimaklumi, tapi Nansi...??? Dia itu sengaja, tidak mungkin kalau tidak " kata Karin.


Lovely terdiam, memikirkan perkataan Jessi dan Karin, yang mereka katakan ada benarnya juga, Nansi cukup dekat dengan Winda, tapi dia juga kena, terasa sangat aneh, namun di sisi lain, Lovely juga masih ragu, apa iya Winda begitu ?


Karin dan Jessi menambahkan cerita lagi, jangan tertipu dengan tampang Winda, bisa saja tampang malaikat namun berhati iblis, mulutnya manis namun hatinya busuk, selalu baik di depan tapi kalau di lengah langsung menikam, Winda berteman hanya untuk kepentingan pribadi, tidak ada yang murni ditambah lagi posisi yang berbeda keyakinan.


Cerita yang diceritakan lagi, secara sambung menyambung, dari satu murid ke murid lainnya, menjadi berkembang melebar, banyak tambahan kata cerita yang tidak sesuai cerita awalnya dan hal itu lah yang diharapkan oleh Karin.


*


Saat jam pelajaran usai Winda, Vera dan Nansi, berjalan bersama menuju gerbang sekolah sambil bercerita, entah kenapa sepanjang jalan Nansi merasa ada yang salah, tatapan setiap murid yang ia lewati selalu menatap dengan mencurigakan dan berbicara berbisik-bisik.


Nansi mulai memperhatikan beberapa murid secara bergantian, apakah itu hanya perasaannya saja ? atau memang ada yang salah ? Tapi sepertinya memang ada yang tidak benar ? Tapi apa ya ?


Karena Nansi sibuk memperhatikan orang lain, dirinya sampai tidak fokus dengan pembicaraan mereka bertiga, bahkan Vera sampai meninggikan suaranya hanya untuk memanggil Nansi.


" Nansi...!!! " teriak Vera.


" Hah ? iya, apa ? " Nansi tersadar karena panggilan Vera.


" Kamu kenapa sih ? dari tadi kayak gak fokus gitu ? mikir apa ? ada yang ketinggalan ? " tanya Vera.


" Gak apa-apa kok " jawab Nansi.


" Yakin ? " Winda memastikan lagi.


" Aku baru ingat, aku ada janji dengan anak Kecantikannya " kata Nansi.


" Nah kan, untung ingat, sana temui dia !" kata Winda.


" Kalian pulang duluan saja, bye..." Nansi berpamitan.


Winda dan Vera tersenyum melambaikan tangan, sementara Nansi segera berbalik dan pergi meninggalkan mereka berdua. Winda dan Vera kembali berjalan keluar sekolah sambil berbincang tentang rencana mereka berdua ke air terjun besok harinya.


Bahkan Vera mengajak Winda untuk memakai baju yang warnanya sama, supaya kompak, tak lupa janjian berangkatnya jam berapa ? bawa helm sendiri ? bawa bekal apa ?. Tentu saja mereka berdua membicarakan dengan semangat, karena ini merupakan perjalanan mereka untuk pertama kalinya.


Apalagi Winda lebih bersemangat lagi, ini merupakan pertama kalinya, dirinya pergi jalan-jalan ke tempat wisata bersama temannya saja, biasanya dirinya selalu pergi didampingi oleh kakak laki-laki atau gak dengan kakak perempuannya, lebih mirip wisata keluarga sih.

__ADS_1


Setelah beberapa meter berjalan, Nansi berbalik melihat ke arah Winda dan Vera, memastikan mereka berdua sudah jauh. Sebenarnya barusan Nansi berbohong ada janji dengan teman jurusan Kecantikan, dirinya benar-benar merasa ada yang salah dengan tatapan para murid itu, Nansi begitu penasaran ada apa ? sehingga dirinya memutuskan untuk mencari tau alasannya.


Nansi mencari murid yang sempat dilihatnya tadi, yang dirasa mencurigakan buat dirinya, tanpa rasa sungkan Nansi bertanya kepada para murid, ada apa ? apa alasannya ?. Bukan hanya satu dua murid yang Nansi tanyai, awalnya mereka menolak untuk memberitahu ada apa ? namun setelah sedikit paksaan dari Nansi, mereka pun bercerita, memberitahu yang mereka dengar tentang Winda.


Saat mendengar pertama kali, Nansi benar-benar kaget dibuatnya, cerita yang mereka ceritakan sudah berkembang melebar kemana-mana, tidak sesuai dengan cerita yang sebenarnya. Nansi benar-benar kesal mendengar cerita buruk tentang Winda, tanpa pikir panjang lagi Nansi melakukan pembelaan.


Cerita yang beredar, Winda berteman itu tidak tulus, dia hanya memanfaatkan semua teman-temannya, hanya untuk kepentingan pribadinya, membuat dirinya unggul dengan menjatuhkan temannya, wajah polosnya itu hanya lah topeng untuk menutupi kemunafikannya, bahkan Winda sengaja mendekati para senior yang dianggap memiliki kuasa untuk mendukung semua niatannya itu.


Nansi lebih kesal lagi saat mengetahui, dari mana mereka mendengar cerita tersebut ? Nansi benar-benar tidak habis pikir, punya dendam apa ? sampai tega menyebarkan cerita separah ini ?


" Winda tidak seperti yang kalian dengar, cerita yang kalian dengar itu, sudah sangat jauh dari cerita yang sebenarnya " kata Nansi melakukan pembelaan.


Ketika Nansi melaksanakan pembelaan terhadap Winda, ada yang mempercayai dan ada juga yang meragukannya. Nansi pun dapat memahami kalau mereka tidak langsung percaya dengan dirinya.


Setelah puas bertanya ke sana kemari, Nansi sedikit bernapas lega, dapat mengetahui rumor apa yang tersebar, tapi sekarang dirinya menjadi khawatir, bagaimana kalau Winda mengetahuinya cerita ini ? bagaimana reaksinya ?


Karin dan Jessi...??? Benar-benar mereka berdua ini, biang keladinya, apa tujuan mereka ? apa untungnya buat mereka ? pasti ada sesuatu ?. Pertanyaan demi pertanyaan, mulai bermunculan dalam kepala Nansi, untuk sekarang ini Nansi masih menduga-duga, kira-kira apa ?


Nansi terus berfikir sambil berjalan, sampai tidak memperhatikan kalau ada seseorang yang menghalangi jalannya, al hasil Nansi tersadar saat sudah menabrak orang yang ada di depannya, saat ia melihat ke depan, itu adalah...???


" Kaka Niko ??? " kata Nansi.


" Kamu lihat Winda ? " tanya Niko.


" Winda, dia sudah pulang Kak " jawab Nansi.


" Oh, ya sudah " kata Niko.


Tanpa bicara lagi Niko langsung pergi begitu saja meninggalkan Nansi, Nansi kembali bertanya-tanya, ada apa ya ? tumben cari Winda ? atau jangan-jangan ? Kak Niko mendengar gosip itu ?


Nansi menghembuskan napas secara kasar, kepalanya secara mendadak dilanda sakit kepala, karena terlalu banyak mencerna informasi yang menimbulkan pertanyaan tanpa jawaban.


" Aduuhhh.... kepalaku...!!! " ucap Nansi.


.


.


.

__ADS_1


( bersambung )


Terima kasih sudah mampir membaca 🙏🤗


__ADS_2