
Saat jam istirahat tiba, murid-murid segera berhamburan keluar kelas meregangkan badannya untuk sejenak.
Winda dan Nansi segera menuju kantin untuk membeli minuman dingin, setelah itu mereka kembali ke dalam kelas. Nansi tidak makan di kantin, karena membawa bekal dari rumah.
" Kamu suka bawa bekal dari rumah ya Nansi ?" tanya Winda.
" Tidak juga, hanya kalau ingin saja. Kamu belum laparkah ? Ke kantin cuma beli minuman ? " tanya Nansi.
" Aku bawa cemilan di tasku, kemarin Ibuku dikasih sama orang pasar. Mau lihat...??? " kata Winda.
Winda membuka lebar-lebar isi tasnya yang penuh dengan aneka jajanan, Nansi tersenyum heran melihatnya.
" Jajanannya banyak banget, seperti anak SD " kata Nansi.
" Namanya juga dikasih orang " kata Winda.
" Ibumu, kerja di pasar ? Jualan ? " tanya Nansi.
" He'eh ( menganggukkan kepalanya ). Jualan makanan, lebih tepatnya jualan bakso " kata Winda.
" Seriusan...??? " Nansi tidak percaya.
" Iya...!!! " Winda menganggukkan kepalanya.
" Wahh...!!! Enak ya, bisa makan bakso tiap hari " Nansi merasa iri.
" Kamu suka bakso ??? " tanya Winda.
" Suka. Suka banget. Setidaknya ke pasar, aku selalu jajan bakso, gak pernah ketinggalan " kata Nansi.
" Kalau begitu, kamu harus cobain bakso buatan orang tuaku, tetapi bayar ya, tidak gratis" kata Winda.
" Masa... bayar ? Gak dikasih gratis ? " goda Nansi.
" Kalau di pasar ya harus bayar dong. Kalau mau gratis, tunggu sampai lebaran, datang ke rumahku. Makan geratis sepuasnya " kata Winda menjelaskan.
" Beneran...??? " tanya Nansi tidak percaya.
" Tentu saja, tapi sayangnya lebaran masih lama. Jangan kan lebaran, bulan puasa saja masih jauh banget " kata Winda tersenyum.
" Iya juga ya...!!! " kata Nansi.
Nansi membuka kotak bekalnya, terlihat nasi putih dan ikan kecil-kecil seperti ikan teri tetapi lebih kecil lagi.
" Nansi...!!! itu... ikan apa...? " tanya Winda.
" Ikan Nike " jawab Nansi.
" Ikan Nike...??? Kok beda dari yang aku tau " kata Winda.
" Beda bagaimana ? " tanya Nansi.
" Setauku ikan Nike itu putih dan belang-belang hitam tapi... ini warnanya mendekati hitam " kata Winda.
" Ohh... itu karena ini beda jenis, tapi namanya masih sama ikan nike juga " kata Nansi menjelaskan.
" Gorengnya berapa lama Nansi, bisa sampai kering begini ? " tanya Winda penasaran.
" Nike ini dikeringkan dulu sampai benar-benar kering, baru dimasak " kata Nansi.
" Ooo... ingat aku ( mengingat sesuatu ). Aku pernah lihat juga di pasar, aku pikir itu ikan teri yang ukurannya kecil " kata Winda.
" Jangan bilang, kalau kamu belum pernah makan ikan nike ? " ledek Nansi.
" Pernah lah kan, kalau pas musim ikan nike. Aku selalu makan nike yang basah, kalau yang dikeringkan belum pernah " kata Winda.
" Lain kali cobalah, enak kok rasanya gak terlalu beda dengan ikan nike yang basah " kata Nansi.
" Boleh... aku coba punyamu... ? " tanya Winda.
" Yakin mau makan bekalku ? " Nansi malah terkejut.
" Boleh gak ...??? " Winda bertanya lagi.
" Tentu saja boleh " jawab Nansi.
Winda mengambil dengan 2 jarinya.
" Bismillah " ucap Winda sebelum memasukkan ke dalam mulutnya.
__ADS_1
Winda mengunyah secara berlahan, menikmati setiap gigitan di dalam mulutnya. Terdengar bunyi kres... kres...kres... setiap Winda menggerakkan rahangnya.
" Ternyata enak juga ya. Lebih enak ini malahan daripada yang basah " kata Winda.
" Mungkin karena digoreng garing, makanya lebih enak " kata Nansi.
" Mungkin juga sih. Tapi... bumbunya juga enak, hanya saja terlalu pedas buatku " kata Winda segera membuka minumannya.
" Sepertinya kamu tidak kuat pedas ya ? " kata Nansi.
" Berapa kilo cabai kamu pakai Nansi ? Cuma sedikit tapi pedas betul " kata Winda.
" Mungkin karena cabe rawit yang aku pakai, makanya pedas sekali, tapi ini kurang pedas bagiku " kata Nansi.
" Begini kurang pedas...??? " Winda benar-benar heran.
" Iya, bagiku ini standar " jawab Nansi santai makan.
" Lidahmu terbuat dari apa Nansi...??? " kata Winda.
" Mungkin, karena kamu makannya tidak pakai nasi, makannya kamu kepedasan " kata Nansi.
" Benar juga. Kalau begitu, aku coba lagi pakai nasi " kata Winda.
Tanpa meminta izin, Winda langsung makan bekal Nansi. Kali ini Winda mencobanya, makan ikan nike dengan nasi.
Winda segera memasukkan ke dalam mulutnya, seketika mata Winda melebar, sambil tersenyum. Nansi ikut tersenyum melihat tingkah Winda.
" Em...e...nak ba..nget " Winda berbicara dalam keadaan mulut penuh.
Winda mengunyah dan segera menelannya.
" Bener, kalau pakai nasi, jadi tidak terlalu pedas. Nansi boleh... minta... satu suap lagi...?" Winda tersenyum malu-malu.
" Boleh...!!! " jawab Nansi tersenyum.
" Ini terakhir, aku gak minta lagi " kata Winda.
Nansi tersenyum lebar melihat Winda begitu menikmati bekal yang dibawanya, padahal hanya lauk ikan nike.
" Kenapa Nansi ? " Winda sadar diperhatikan.
" Tidak ada. Kamu suka ? Ikan nikenya ? " tanya Nansi.
" Lain kali, aku akan bawa lebih banyak. Supaya kamu puas makannya " kata Nansi.
" Benarkah ? " tanya Winda.
" Iya " jawab Nansi.
" Ini... kamu yang masak Nansi ? " tanya Winda.
" Begitulah " jawab Nansi sambil makan.
" Kalau begitu, kamu pintar masak Nansi. Kenapa kamu tidak ambil jurusan Tata Boga saja, pasti tambah keren " kata Winda.
" Tidak boleh sama orang tua. Disuruh ambil jurusan Tata Busana saja " kata Nansi.
" Berarti kita sama. Awalnya aku mau ambil Tata Boga tapi Bapakku marah. Begini Bapakku bilang Tidak boleh, sekolah mahal-mahal cuma masak, kalau mau masak, sana ke dapur, masak dengan Ibumu. " Winda menirukan gaya bicara Bapaknya.
" Kurang lebih pemikiran Bapak kita sama " kata Nansi.
Mungkin pola pikir kali ya... ??? " Winda menduga-duga.
" Bisa jadi " kata Nansi.
" Memasak identik dengan perempuan, tetapi di jurusan Tata Boga, malah banyak anak laki-lakinya. Benar-benar kebalik ya ? " kata Winda.
" Mungkin karena itu peminat jurusan Tata Boga kurang " kata Nansi.
" Bisa jadi. Kalau orang luar tau jurusan Tata Boga banyak laki-laki yang ganteng, pasti bakalan banyak fans cewek-cewek " kata Winda.
" Tau dari mana ? Tata Boga banyak cowok ganteng ? " tanya Nansi.
" Kak Niko dan teman-temannya ganteng. Sudah ganteng, baik, jago masak pula " kata Winda.
" Kak Niko dan teman-temannya ? Yang mana itu ? " tanya Nansi.
" Kak Niko jurusan Tata Boga tahun ke tiga " kata Winda.
__ADS_1
" Oohh... kak Niko yang itu... " Nansi sudah paham.
" Yang itu...??? Bagaimana...??? " Winda malah bingung.
" Kamu gak tau ? " kata Nansi.
" Tau apa ? " Winda benar-benar bingung.
" Kak Niko itu diibaratkan ketua premannya di sekolah kita ini " Nansi berbicara pelan.
" Masa sih...??? " Winda tak percaya.
" Dikasih tau...! Anak-anak jurusan lain, mana ada yang berani cari masalah dengan kak Niko" kata Nansi.
" Perasaan pas aku ketemu, kak Niko baik tuh. Malahan tanpa aku minta, kak Niko dan teman-temannya memberiku tanda tangan. Makanya di dalam buku hanya ada tanda tangan kak Niko, kak Noel, kak Rey dan kak Juan " Winda menjelaskan.
" Kapan...??? " tanya Nansi.
" Waktu MOS kemarin " jawab Winda.
" Wahh... bahkan kamu kenalan dan tau nama-namanya " kata Nansi.
" Namanya ketemu senior trus mereka memperkenalkan diri, ya aku juga dong memperkenalkan diriku " kata Winda.
" Keren juga...!!! " kata Nansi.
" Apanya...??? " Winda tidak paham maksud perkataan Nansi.
" Tidak ada. Mau lagi gak ikan nikenya ? " Nansi mengalihkan pembicaraan.
" Mau...!!! " jawab Winda cepat.
" Nih, habiskan saja gak apa-apa " kata Nansi.
" Beneran aku habiskan loh...??? " Winda memperjelas.
" Iya. Habiskan saja " kata Nansi.
" Beneran, gak nyesel...??? " Winda mengulangi lagi.
" Iya. Bawel...!!! " jawab Nansi.
Tanpa bicara lagi Winda segera menghabiskannya.
{ Anak ini benar-benar unik. Winda berbeda dengan yang lainnya, bahkan dia tidak sungkan makan denganku } gumam Nansi dalam hati.
Entah ada magnet apa dalam diri Winda, sehingga membuat Nansi selalu merasa suka berada di dekat Winda.
" Nih... aku kembalikan kotak bekalnya " kata Winda.
" Gak ada sisa satu butir pun " kata Nansi.
" Makan itu harus dihabiskan, tidak boleh tersisa " kata Winda.
Tiba-tiba Winda bersendawa kecil.
" Alhamdulillah kenyang " kata Winda.
Nansi hanya tersenyum melihat tingkah Winda.
" Aku mau cuci tangan dulu " Winda berpamitan keluar kelas.
.
.
.
( bersambung )
Yang penasaran bagaimana sih bentuk ikan nike ???
Ini ikan nike yang basah.
**Ini ikan nike yang sudah kering.
__ADS_1
Sebenarnya jenis ikan nike itu banyak ya teman-teman dan author gak paham juga 😅
Terima kasih sudah mampir membaca dan mohon dukungannya teman-teman 🙏🤗**