
Malam yang benar benar tidak pernah terbayangkan oleh Arya. Yang tadinya dia benar benar panik dengan kepergian dan kehilangan Pelangi, tapi sekarang dia malah di buat terkejut dengan kejutan yang di siapkan oleh orang orang terdekatnya.
Kejutan ulang tahun. Ulang tahun yang bahkan sudah Arya lupakan sejak beberapa tahun yang lalu. Ya, dia tidak pernah mau tahu lagi tentang ulang tahun nya. Karena menurut Arya, tidak ada yang spesial dalam hidup Arya setelah kepergian Zelina.
Tapi sekarang, semua berubah. Semua terasa lebih indah. Dan semua berbeda sejak ada Pelangi.
Malam ini, dimalam yang gelap dan berbintang, Arya bisa merasakan kebahagiaan yang tiada terhingga. Kebahagiaan yang belum pernah dia rasakan selama ini.
Senyum dari semua orang yang ternyata sudah berkumpul disana. Dan tentunya ada Pelangi yang nampak cantik dan sangat memukau. Arya benar benar tidak menyangka jika dia bisa mendapatkan kejutan seromantis ini. Meskipun hanya sebentar saat saat romantis tadi.
Ada Reynand dan Nara, Bimantara dan Gendis, Reyza dan Naina, juga ada orang tua Pelangi yang juga datang. Semua lengkap. Hanya orang tua Reynand yang tidak bisa hadir karena mereka yang sedang berlibur ke luar negeri.
Anak anak berlarian di sekitar pantai yang kini sudah di penuhi dengan lampu lampu resort yang membuat pantai malam itu terasa seperti siang hari.
Beberapa meja juga sudah tersedia disana untuk mereka duduk dan bercengkrama. Para pelayan juga sudah sibuk menyiapkan barbeque untuk santapan makan malam mereka.
Sungguh, suasana yang sudah sangat lama tidak Arya rasakan. Berkumpul dan bercengkrama dengan hangat.
"Kalian benar benar membuat saya hampir gila tuan tuan" ucap Arya sembari memandang Reynand, Reyza dan Bimantara yang duduk dihadapan nya. Mereka duduk disebuah meja bunda yang memang di sediakan disana. Dan tentunya dengan pasangan masing masing juga.
"Kami hanya datang menerima undangan Yo." sahut Reyza
"Aku juga di undang. Tentu akan datang. Makan gratis" kata Bimantara pula
"Ini ide Pelangi, aku dan Reynand hanya merealisasikan nya saja" sahut Nara pula
Reynand langsung mengangguk cepat.
"Hmm... Dia ingin membuat kejutan untukmu. Dan tentu untuk kita semua" jawab Reynand.
"Kejutan apa?" kini Arya beralih pada Pelangi yang duduk disebelahnya.
"Kejutan dong, jenis kelamin anak kita. Mau tahu gak?" tanya Pelangi
"Kamu udah periksa ke dokter?" tanya Arya
"Udah, pagi tadi sama nona Nara" jawab Pelangi
"Kok gak ajak aku sih, kan aku suami kamu. Bukan Nara" protes Arya. Para tuan muda itu langsung terkekeh melihat wajah kesal Arya.
"Ya kalau gak gitu bukan kejutan namanya mas. Gimana sih" sahut Pelangi
"Tahu nih, ayo cepat. Kami udah gak sabar. Gak sabar makan dan gak sabar mau menikmati malam" sahut Bimantara
"Heh... Ingat umurmu sudah tua" ucap Reynand
"Setidaknya saya ingin menikmati malam romantis ini dengan sedikit berdansa. Umur boleh tua, tapi jiwa harus tetap muda. Benarkan sayang" kata Bimantara pada Gendis, istrinya.
"Benar... Jangan kalah sama pengantin baru" jawab Gendis pula.
"Wah... Kami yang lebih tua jadi tersindir" ucap Reyza, membuat semua orang yang ada disana menjadi tertawa.
"Tenang tuan Askara, tuan Adiputra juga tidak kalah tua. Jadi anda masih punya teman" sahut Bimantara
"Aku memang tua, tapi wajah ku yang paling muda disini " ucap Reynand tidak ingin kalah.
"Heh.... wajah angkuh itu yang selalu di banggakan" kata Bimantara dengan nada yang mencibir.
"Berisik sekali. Sebenarnya ini pesta siapa, kenapa jadi kalian yang berdebat" sahut Arya
Nara, Pelangi, Gendis dan Naina hanya bisa tertawa melihat suami mereka yang jika sudah berkumpul pasti akan seperti ini. Selalu berdebat dan meributkan hal yang tidak penting.
"Pesta kita semua lah. Kami juga ingin berpesta. Bukan kau saja. Ayo kita mulai acaranya" ajak Reynand yang langsung beranjak dan berjalan menuju tempat dimana sudah ada seperti dekorasi kecil yang di penuhi oleh balon balon bewarna merah dan hitam.
Zeze dan Vanno, bersama dengan anak Bima dan Reyza nampak berkumpul disana. Orang tua Pelangi juga duduk disana memandangi anak anak itu bermain. Mereka terlihat bergembira sekali.
"Semoga anak kalian banyak ya, ayah pasti senang sekali jika mempunyai cucu sebanyak ini" ucap Ayah saat Pelangi dan Arya sudah mendekat kearah mereka.
"Nanti ayah pusing kalau kebanyakan cucu" sahut Pelangi
"Enggak dong. Lihat mereka, lucu lucu, tampan dan cantik." puji ayah pada anak anak tuan muda itu.
"Ya beda dong yah, mereka dari bibit unggul semua. Beda sama Pelangi" bisik Pelangi di telinga ayah.
__ADS_1
Ayah langsung tertawa kecil mendengar itu.
"Iya juga ya, orang tua nya aja hebat hebat begitu. Pantesan aja anak nya berkualitas begini" gumam Ayah pula
"Tenang yah, cucu ayah nanti juga gak kalah tampan sama anak anak tuan muda itu" ucap Arya yang langsung merangkul pundak ayah. Ternyata dia mendengar perkataan Pelangi dan ayah tadi.
Ayah dan Pelangi langsung tertawa dan mengangguk pelan.
"Yang penting sehat dan pintar" ucap Pelangi
"Aunty, uncle!!! Ayo cepat!!! Zeze udah gak sabar mau lihat adik bayi nya apa!!" seru Zeze yang langsung berlari mendekat ke arah Arya dan Pelangi. Diikuti oleh Arshaka, anak Bima yang memang senang sekali berada didekat Zeze.
"Oke.... Sekarang kita lihat ya. Uncle juga sudah tidak sabar" jawab Arya yang langsung membawa Zeze dan Pelangi mendekat kesebuah kotak yang sudah berada di tengah tengah mereka.
"Apa jenis kelamin anak mereka sayang, kamu tidak mau memberitahuku sejak tadi?" tanya Reynand pada Nara. Dia benar benar penasaran.
"Kita lihat bersama sama oke" ujar Nara
Reynand mendengus kesal dan kembali memandang ke depan. Dimana Arya sudah bersiap siap untuk membuka kotak pink besar itu.
"Dari warna kotaknya saja aku sudah bisa menebak" ucap Bimantara.
"Perempuan" sahut Reyza.
"Iya" jawab Bima
"Belum tahu, kita lihat saja dulu" kata Naina pula.
"Cepatlah buka!!!" seru Reynand dan Bimantara yang sudah terlihat tidak sabar.
"Buka ... Buka... Buka!!!" seru anak anak mereka pula.
Ayah dan bunda Pelangi juga sudah tidak sabar menantikan jenis kelamin cucu pertama mereka. Rasanya benar benar penasaran.
Arya tersenyum memandang Pelangi. Jantungnya juga berdebar tidak karuan. Padahal apapun hasilnya Arya pasti senang saja, apalagi ini adalah anak pertama mereka.
Dengan helaan nafas yang panjang Arya membuka kotak pink besar itu dan......
Duarrrr
Sebuah kertas panjang langsung terbawa dengan balon biru yang terbang keatas.
Ada tulisan nya disana.
Baby twins boy!!!!!
"Waaaahhh baby twinsss!!!!" teriak mereka semua.
Arya langsung terperangah tidak percaya melihat ini. Matanya langsung berair dan memandang Pelangi dengan begitu bahagia.
"Yeay... Adik laki laki!!!!!" teriak Zevanno yang begitu bahagia.
"Waw.... Dan sepertinya, Zeze masih menjadi pemenang dalam keluarga kita" gumam Reynand yang juga ikut tersenyum setelah mengetahui jenis kelamin anak Arya. Bahkan dia juga mendapatkan dua seperti mereka.
Ayah dan bunda langsung saling memeluk sangking bahagia nya.
Begitu pula dengan Arya yang langsung memeluk Pelangi dengan gemas.
"Baby twins, kita dapat dua sayang!!!" ucap Arya dengan begitu gembira. Bahkan dia sampai memutar tubuh Pelangi dengan gemas karena begitu bahagianya.
"Iya mas .. Kita dapat dua" jawab Pelangi yang juga serasa ingin menangis melihat kebahagiaan suami dan orang tuanya.
Anak kembar, tidak menjadi heran untuk Pelangi dan orang tuanya, karena Pelangi memang mempunyai gen kembar.
Tapi untuk Arya, ini benar benar luar biasa. Sebentar lagi, rumah nya pasti akan ramai. Ramai dengan anak anak yang akan menghiasi hidupnya.
Ah... betapa bahagianya dia.
"Huaaaa....!!!!.Zeze mau adik perempuan uncle!!!!" tiba tiba suara tangisan Zeze membuat Arya dan yang lain terkesiap.
Arya langsung melepaskan pelukan nya dari Pelangi dan mengusap air mata yang tak sengaja keluar di sudut matanya karena dia yang bahagia.
"Zeze mau adik perempuan " rengek Zeze pada Arya.
__ADS_1
Arya langsung menggendong anak perempuan yang menjadi penghibur hatinya dulu.
"Hei... Adik laki laki dan perempuan sama saja Zeze. Mereka juga tetap adik Zeze nanti" ucap Arya sembari dia yang mengusap wajah Zeze dengan gemas.
"Tapi Zeze mau punya adik perempuan uncle. Masak semua kakak kakak Zeze laki laki, mereka itu nyebelin. Zeze gak punya teman" seru Zeze, anak perempuan Nara dan Reynand ini nampak begitu kesal. Dan tentu saja itu membuat Bimantara dan Reyza langsung tertawa lucu. Dan bukan hanya mereka berdua, namun juga yang lain.
"Itulah, sudah saya bilang buat lagi supaya Zeze ada teman nya" ucap Bimantara pada Reynand.
"Tidak akan. Sudah cukup dua. Dan aku tidak mau membuat Nara ku kesakitan lagi" jawab Reynand dengan tegas.
Bima langsung mendengus gerah
"Posesif sekali" gerutu Bimantara
"Bukan posesif Bim. Tapi bagi kami yang pernah hampir kehilangan, tentu tidak akan bisa melihat istri yang kami cintai merasa sakit sedikitpun. Tuan Reynand beruntung sudah dapat sepasang, kau lihat aku. Aku hanya punya satu, dan itu sudah cukup" sahut Reyza pula
"Nah benar itu.. Kau mana merasakan apa yang kami rasakan" kata Reynand pula.
"Itu juga karena kesalahan tuan sendiri kan" ucap Bimantara
"Kau selalu mengungkit itu" gerutu Reynand
Bimantara dan Reyza langsung tertawa melihat wajah kesal Reynand.
Mereka kembali menoleh ke depan dan memandang Arya yang masih menenangkan Zeze. Sudah seperti anak pertamanya saja yang cemburu dengan kehadiran adik baru. Padahal orang tua Zeze sebenarnya adalah Reynand.
"Lihatlah, dia lupa siapa daddynya" ucap Reynand
"Bukankah dari dulu memang begitu" ejek Bima
"Sialan" dengus Reynand
Nara menggeleng dan berjalan mendekat kearah Zeze yang sejak tadi masih terus merengek dalam dekapan Arya.
"Zeze ... Gak boleh gitu dong. Perempuan dan laki laki sama saja kan" ucap Nara
"Tapi Zeze mau adik perempuan mommy" jawab Zeze dengan sesunggukkan yang masih terdengar.
"Sayang... dengar uncle" pinta Arya. Membuat Zeze langsung memandang Arya dengan wajah basah nya.
"Kalau Zeze punya saudara laki laki lagi, nanti yang jagain Zeze bertambah banyak. Zeze punya pasukan yang kuat. Jadi gak akan ada yang bisa jahatin Zeze" ucap Arya.
"Beneran?" tanya Zeze
"Beneran dong. Ada kak Abi, kak Shaka, kak Vanno dan nanti ada dua adik laki laki dari aunty. Lengkap kan" jawab Arya
Zeze nampak terdiam dan tidak lama dia langsung mengangguk pelan.
"Tapi nanti setelah adik bayi lahir. Aunty buat lagi adik perempuan ya" pinta Zeze
Pelangi langsung tersenyum masam mendengar itu.
"Iya, nanti uncle buatkan adik perempuan lagi untuk Zeze" jawab Arya tanpa merasa bersalah. Membuat Pelangi dan Nara langsung saling pandang canggung.
"Janji uncle" pinta Zeze seraya dia yang menjulurkan jari kelingkingnya ke depan wajah Arya.
"Janji, uncle juga pengen punya anak yang banyak supaya rumah ramai. Yang penting, Zeze doain supaya aunty Pel sehat selalu, oke" ujar Arya
"Oke deh" seru Zeze begitu gembira
Pelangi langsung tersenyum haru memandang Arya dan Zeze.
Sungguh, kebahagiaan yang tak pernah terbayangkan malam ini. Semua orang ikut bergembira dengan kejutan ulang tahun untuk Arya.
Malam itu, mereka habiskan dengan kebersamaan dan kehangatan yang penuh dengan senyuman. Senyuman yang sudah lama tidak mereka lihat.
Dan ini adalah kebersamaan mereka yang pertama setelah kemalangan yang menimpa Arya dan keluarga Reynand.
Berharap, tidak akan ada lagi kemalangan yang lain. Mereka akan selalu bahagia dan berkumpul bersama sama.
Malam itu, mereka menghabiskan waktu untuk mengenang masa masa muda. Berdansa di tepi pantai, dan menikmati waktu waktu romantis.
Sedangkan orang tua Pelangi dan semua anak anak mereka sudah masuk kedalam resort untuk beristirahat.
__ADS_1
Dan kini tinggalah mereka yang menikmati malam yang begitu romantis dengan pasangan masing masing.