Pelangi Untuk Arya

Pelangi Untuk Arya
Pembicaraan Random


__ADS_3

Tidak seperti rencana pesta pernikahan biasanya, kali ini tidak ada fitting gaun pengantin untuk Pelangi dan Arya. Mereka hanya melakukan pengukuran tubuh untuk pembuatan gaun pengantin itu. Arya benar benar tidak ingin Pelangi pergi kemanapun menjelang pesta pernikahan mereka. Boleh pergi, namun harus bersama dia.


Terlihat posesif kan. Tapi begitu lah kenyataan nya. Semua orang tahu jika Arya pasti trauma berat dengan kejadian itu. Hingga tidak ada siapapun yang bisa menentang keinginan nya. Semua orang tahu, jika untuk merencanakan pesta pernikahan ini saja Arya sudah benar benar menahan hati.


Antara trauma dan ingin membahagiakan istrinya. Miris sekali kan. Ternyata kehilangan itu membuat dia benar benar lemah dan menjadi orang yang penakut.


"Mas jam berapa pulang kerja hari ini?" tanya Pelangi saat Arya hendak pergi bekerja pagi ini.


"Aku usahakan cepat ya. Mungkin sebelum jam lima sudah pulang" jawab Arya


"Beneran" tanya Pelangi.


"Iya sayang. Kenapa, mau titip sesuatu?" tanya Arya seraya menarik pinggang Pelangi dan merangkulnya dengan mesra.


"Enggak, cuma suka sepi dan kangen kalau gak lihat mas Arya" jawab Pelang begitu manja.


Arya langsung tertawa kecil mendengarnya. Dia mencium dahi Pelangi dengan gemas. Mengusap wajah Pelangi yang semakin hari semakin terlihat cantik di matanya.


"Kalau gak, kamu ikut aja yuk ke perusahaan" ajak Arya.


Pelangi terdiam sejenak, nampak berfikir beberapa saat. Namun beberapa detik kemudian dia langsung tersenyum dan mengangguk senang.


"Nanti boleh ngobrol sama Mia ya" pinta Pelangi


"Iya" jawab Arya.


"Yeay! Sebentar Pelangi ganti baju dulu" pamitnya yang langsung berlari masuk kedalam rumah. Membuat Arya sedikit terkesiap melihat Pelangi yang berlarian seperti itu.


"Pelangi, jangan lari lari!!!" seru Arya


"Enggak mas!!!" teriak Pelangi dari dalam kamar nya.


Arya hanya menggeleng pelan dan menghela nafas panjang. Terkadang Pelangi masih sering sekali lupa jika dia sedang mengandung. Bahkan beberapa hari yang lalu, bisa bisa nya dia ingin memanjat pohon hanya untuk mengambil kucing tetangga yang tidak bisa turun dari atas.


Memang selalu membuat Arya jantungan saja.


Tapi ya begitulah Pelanginya. Jika tidak mengacaukan perhatian Arya dari yang lain, bukan Pelangi namanya. Dan sepertinya, sekarang dia mendapatkan pasangan yang sefrekuensi. Bukan hanya dia yang selalu membuat orang kesal, namun juga Pelangi yang selalu membuat nya kesal.


Tapi.... Arya bahagia. Bahagia sekali. Karena tanpa tawa dan senyum Pelangi, rasanya hidup Arya benar benar kelam dan terlalu sepi.


Arya tersenyum tipis dan duduk di kursi teras rumah mereka. Sebentar kata Pelangi pasti sampai setengah jam juga nantinya. Jadi Arya lebih memilih untuk memeriksa emailnya dulu pagi ini.


Tidak apa apa menunggu, karena Pelangi saja tahan menunggu nya hingga tiga bulan dengan segala macam tingkah Arya yang membuat sakit hati. Dan seharusnya Arya juga tahan kan menunggu Pelangi hanya dalam waktu setengah jam.


Dan benar saja, Arya memang menunggu Pelangi sudah hampir lima belas menit lama nya. Hingga tidak lama kemudian.....


"Hei... kok malah memalun sih. Nanti kesambet setan lewat baru tahu rasa" tepukan di bahu Arya membuat dia sedikit terkesiap. Arya menoleh dan memandang Pelangi yang sudah rapi. Namun mata Arya langsung terpana melihat penampilan Pelangi pagi ini. Sangat cantik sekali. Dia mengenakan dress merah sebatas lutut, rambut yang tergerai dengan riasan di wajahnya yang terlihat segar.


"Cantik banget sih" puji Arya yang langsung berdiri dan mengusap wajah Pelangi dengan lembut.

__ADS_1


"Cantik dong, biar gak kalah sama bu Nina" jawab Pelangi.


Arya langsung terkekeh mendengar jawaban Pelangi itu. Lagi lagi Nina yang di bawa bawa. Kasihan sekali perawan tua itu.


"Jauh cantikan kamu lah. Kenapa juga di bandingin sama Nina" ucap Arya. Dia mengecup sekilas dahi Pelangi dan kemudian berjalan untuk menutup pintu rumah mereka.


"Ya habisnya bu Nina yang selalu sama mas setiap hari. Pelangi cuma kebagian jatah malam aja" sahut Pelangi, terdengar kesal.


Arya kembali terkekeh dan merangkul pinggang Pelangi untuk masuk kedalam mobil.


"Kalau aku siang dirumah, gimana kita mau dapat uang. Kan aku sekarang kerja untuk kamu juga. Untuk anak anak kita nanti" jawab Arya sembari dia yang membukakan pintu mobil untuk Pelangi.


Pelangi mengerucutkan bibirnya sekilas dan langsung masuk ke dalam mobil. Sedangkan Arya dengan cepat berjalan dan masuk kedalam mobil. Duduk di kursi kemudi dan mulai menjalankan mobilnya.


"Jangan cemberut gitu. Kan udah cantik. Kenapa kalau pagi gak pernah begini? Dasteran mulu?" tanya Arya


Pelangi langsung menoleh ke arah Arya dan memandangnya dengan kesal.


"Gimana gak dasteran, itu juga untung Pelangi sempat pakai baju lagi. Mas gak biarin Pelangi kemana mana. Di dekap terus udah kayak lem sama perangko." jawab Pelangi dan terdengar jelas seperti gerutuan di telingan Arya. Membuat Arya langsung terkekeh geli mendengar itu.


"Ya habisnya kamu gemesin banget. Tapi aku lebih suka lihat kamu gak pakek baju sih" ucap Arya


plak


Satu tamparan langsung mendarat di lengan Arya, namun itu malah semakin membuat Arya tertawa geli.


"Dasar mesum. Otak mas itu kayak nya cuma yang begituan aja isinya ya. Masuk angin tahu kalau gak pakai baju. Enggak lihat ini perut udah melenduk, masih juga di isi tiap malam" sahut Pelangi


"Modus banget" ucap Pelangi yang langsung memalingkan wajahnya


"Modus ku, tapi kan kamu suka juga" kata Arya lagi.


"Ya suka sih, kan enak" jawab Pelangi. Mereka berdua langsung terbahak bahak di dalam mobil. Membahas hal hal random yang benar benar tidak bisa didengar oleh orang lain.


"Nanti kita coba gaya lain ya" ucap Arya


"Mau gaya apa? Pelangi lagi hamil gini. Kalau gak lagi hamil, mau gaya apapun ya hayuk aja" jawab Pelangi tanpa malu. Sungguh demi apapun Arya benar benar tidak bisa berhenti tertawa.


"Nanti aku konsul ke dokter Sandra deh. Tanya gaya apa yang enak buat ibu hamil" sahut Arya


"Lah kok enak buat Pelangi aja???" tanya Pelangi.


"Iya, soalnya kalau kamu enak, aku juga enak. Apalagi waktu dengar suara merdu kamu itu. Ah... buat aku makin gila" jawab Arya


Pelangi langsung tersenyum malu mendengar itu. Bahkan wajahnya malah nampak merona sekarang.


"Mas ih... jujur banget ngomong nya. Salah sendiri kenapa sampai buat Pelangi lupa diri" ucap Pelangi.


Arya kembali terkekeh dan menggeleng pelan.

__ADS_1


"Soalnya aku juga suka lupa diri. Apalagi kalau udah lihat kamu gak pakek baju" jawab Arya


plak


Sekali lagi tamparan di lengan Arya dari Pelangi yang gemas.


"Jangan sering sering lah. Kasihan tahu sama anak kita. Kan masih muda kehamilan Pelangi. Entar kalau anak kita udah lahir baru deh bisa main sepuasnya" ujar Pelangi


"Iya iya, itu juga aku udah nahan nahan" jawab Arya


"Nahan nahan aja kayak gitu, gimana kalau gak nahan nya mas" sahut Pelangi


"Ya paling kamu gak bisa jalan" jawab Arya seenaknya.


"Sembarangan!" seru Pelangi


Arya terbahak dan mengusap pucuk kepala Pelangi dengan gemas. Benar benar pembicaraan yang random.


"Becanda sayang" ucap Arya. Pelangi mendengus jengah dan langsung memalingkan wajahnya kearah jalanan di depan mereka.


Dan tidak terasa, sudah lelah tertawa dan mengobrol hal hal random itu, akhirnya mereka tiba di perusahaan Polie. Semua karyawan yang masih berada disekitar lobi dan belum masuk keruangan mereka nampak memandang kedatangan Arya dan Pelangi dengan heran, namun ada juga yang kagum.


Sebagian orang sudah ada yang tahu jika Arya sudah menikah dan akan menggelar resepsi, namun sebagian lagi masih belum ada yang tahu hingga mereka memandang dengan pandangan yang penasaran.


Siapa yang tahu jika istri Arya adalah mantan seorang office girl yang pernah bekerja disini. Tidak ada yang tahu, selain Nina.


Apalagi saat melihat penampilan Pelangi sekarang, tidak akan ada yang menyangka jika perbedaan strata sosial mereka cukup tinggi.


"Hati hati" ujar Arya saat membawa Pelangi masuk kedalam lobi perusahaan.


"Selamat pagi pak Arya" sapa semua karyawan yang ada disana.


"Selamat pagi, kenapa kalian belum masuk?" tanya Arya. Tangan nya menggandeng tangan Pelangi dengan mesra.


"Sebentar lagi pak" jawab mereka


Arya hanya mengangguk dan langsung membawa Pelangi menuju keruangan nya. Menyisakan pandangan heran orang orang. Dan tentunya ketika melihat perut Pelangi yang memang sudah membuncit seperti itu.


"Itu istri pak Arya ya?" gumam salah seorang dari mereka


"Iya, cantik kan. Gak kalah sama mantan pak Arya yang udah meninggal dulu. Masih ingat kan" sahut karyawan yang lain.


"Iya, setelah sekian lama akhirnya pak Arya jatuh cinta lagi, dan gak dingin lagi kayak kemarin" ucap karyawan itu.


"Tapi aku kira dulu pak Arya bakalan sama bu Nina lo" kata karyawan yang lain pula.


"Mana mau pak Arya sama bu Nina. Cuma menang style aja. Tapi umurnya kan sudah tua, mana galak lagi kayak nenek lampir. Lihat dong istri pak Arya yang sekarang. Masih muda banget" jawab temannya.


"Iya benar, udah pasti pak Arya milih daun muda" jawab mereka semua

__ADS_1


"Ngapain kalian gosip disini ha!!!" tiba tiba seruan seseorang membuat para karyawan yang sedang berkumpul disana langsung terlonjak kaget. Mata mereka langsung melebar saat melihat siapa yang datang.


"Bu Nina" gumam mereka semua begitu terkejut.


__ADS_2