Pelangi Untuk Arya

Pelangi Untuk Arya
Tentang Arya


__ADS_3

Suasana siang menjelang sore itu terasa cukup hening setelah Pelangi menceritakan kenapa dia dan Arya bisa menikah. Tidak ada yang ditutupi oleh Pelangi, semua dia ceritakan dengan detail. Mulai dia yang bekerja lembur malam itu dan ingin dilecehkan oleh teman ob nya. Dan juga Arya yang tidak tahu kenapa bisa meminum obat perangsang hingga membuat dia memaksa Pelangi untuk melakukan hubungan itu.


Semua dijelaskan oleh Pelangi.


Nara nampak terdiam dengan helaan nafas yang begitu berat. Dan tidak tahu kenapa Nara seperti itu. Apa dia kecewa dan tidak suka jika Pelangi menjadi istrinya Arya? Tapi kan bukan salah Pelangi juga. Dia hanya berniat meminta tolong waktu itu, tapi kenyataan nya dia juga harus kehilangan mahkotanya.


"Apa Arya memperlakukan mu dengan baik selama kalian menikah?" tanya Nara akhirnya.


Pelangi terdiam dan tertunduk, namun sedetik kemudian dia tersenyum getir dan mengangguk pelan. Arya memang baik padanya kan, dia membebaskan Pelangi dan memberi Pelangi uang untuk kebutuhan nya. Meski setiap hari Pelangi harus menahan hatinya karena sifat dingin Arya.


"Dia tidak berbuat kasar padamu?" tanya Nara lagi.


Pelangi menggeleng.


"Tidak nona. Pak Arya tidak pernah berbuat kasar pada saya. Hanya saja..... dia seperti belum bisa menerimma saya sebagai istrinya" jawab Pelangi dengan wajahnya yang sedih. Namun senyum tipis masih selalu tetap tersemat diwajah sendunya.


Lagi lagi dapat Pelangi lihat jika Nara kembali menghela nafasnya dengan pelan.


"Apa nona masih saudara dengan pak Arya? Nona terlihat begitu dekat dengan dia?" tanya Pelangi.


Tapi ketika melihat wajah Nara yang memandang nya dengan pandangan tidak terbaca membuat Pelangi langsung tertunduk takut. Walau bagaimana pun Nara dan Arya adalah orang besar. Sedangkan dia.... dia hanya anak dari seorang petani dan juga pemilik warung makan sederhana. Sangat berbeda jauh.


"Maaf jika saya lancang bertanya nona" ucap Pelangi dengan pelan.


Namun Nara menggeleng pelan dan tersenyum tipis memandang Pelangi yang nampak begitu sederhana namun cantik. Dia memandang Pelangi dengan sendu. Pelangi dan Zelina, memang berbeda, tapi mereka sama sama cantik dengan aura tersendiri.


"Saya dan Arya bukan saudara kandung. Tapi kami saling memiliki" ucap Nara.


Pelangi kembali memandang Nara dengan bingung.


"Sejak kecil kami selalu berdua sejak orang tua kami meninggal. Sudah lebih dari saudara. Dan Arya sudah seperti kakak untuk saya" ungkap Nara kembali.


"Jadi pak Arya sudah tidak memiliki orang tua lagi?" tanya Pelangi


Nara mengangguk pelan


"Sejak kecil, sejak dia baru tamat sekolah dasar. Kamu tidak tahu ini?" tanya Nara lagi.


Pelangi menggeleng pelan dengan wajah sedihnya. Bagaimana dia mau tahu, jika Arya saja seperti enggan untuk berbicara dengan nya.


"Saya cukup terkejut jika kamu dan dia sudah menikah. Dan saya juga kecewa karena dia tidak ada memberitahukan hal ini pada saya. Padahal sejak dulu, apapun pasti dia ceritakan" ungkap Nara. Dia terlihat sedih, dan Pelangi tidak ingin Nara marah pada Arya. Bisa bisa dia yang dimarahi Arya nanti karena telah mengadu.


"Nona... apa pak Arya sudah memiliki kekasih?" tanya Pelangi


Nara langsung terdiam mendengar itu. Dan itu semakin membuat perasaan Pelangi merasa tidak menentu.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya Nara.

__ADS_1


Pelangi menghela nafas nya dengan berat. Apa sebaiknya dia ceritakan saja semua nya. Siapa tahu dia bisa mendapatkan solusi dari Nara. Bukankah mereka dekat.


"Pelangi...." panggil Nara, membuat Pelangi sedikit terkesiap.


"Pak Arya meminta dalam waktu sebulan akan menceraikan saya nona" ucap Pelangi


deg


Nara terdiam kembali.


"Tapi saya meminta waktu tiga bulan. Awalnya dia menolak, tapi saya yang memaksanya. Bagaimana mungkin pernikahan hanya satu bulan. Saya tidak ingin membuat ayah dan bunda saya kecewa. Dan mungkin, karena pak Arya berfikir jika pernikahan kami hanya sebentar, maka dari itu dia tidak memberitahu nona" ungkap Pelangi.


Mendengar itu, Nara memandang Pelangi dengan lekat.


"Apa kamu bahagia dengan pernikahan ini?" tanya Nara


Pelangi tertegun dan menunduk dengan wajah sendunya.


"Apa nona tidak menyukai saya untuk menjadi istri pak Arya?" tanya Pelangi


Nara mendengus senyum dan menggeleng. Dia nampak memandang iba pada Pelangi.


"Pelangi... saya benar benar bahagia jika Arya mendapatkan pasangan, apalagi yang bisa membuat dia bahagia. Karena bagaimana pun, sejak dulu itu adalah keinginan saya dan keluarga. Melihat Arya... tersenyum kembali" ungkap Nara.


Pelangi langsung memandang Nara dengan bingung. Tersenyum lagi??? Apa maksudnya itu.


"Maka dari itu, saya tanya apa kamu bahagia menikah dengan Arya? Apa kamu mau menikah dan merebut hatinya? Jika iya, saya akan merestui kamu. Tapi jika tidak, memang sebaiknya, kamu tidak melanjutkan pernikahan ini terlalu lama. Kamu yang akan tersiksa nanti nya" ujar Nara.


Pelangi mengangguk pelan.


"Dia tidak pernah mau memandang saya nona. Bahkan untuk berbicara pun hanya seperlunya" jawab Pelangi.


"Apa dia tidak pernah menyentuh kamu lagi?" tanya Nara.


Pelangi menggeleng


"Dia menempatkan saya dikamar terpisah" jawab Pelangi.


Dan lagi lagi Nara menghela nafasnya dengan berat.


"Saya sudah mencoba untuk mengambil hatinya, tapi terlalu susah nona. Saya sudah mencoba untuk menjadi istri yang baik, tapi tetap saja tidak dia lihat. Apa saya salah ingin mengambil cinta suami saya sendiri?" tanya Pelangi. Matanya terlihat berkaca kaca sekarang.


"Kamu menyukai nya?" tanya Nara


Pelangi mengangguk


"Sejak tiga tahun yang lalu"

__ADS_1


deg


Nara tertegun.


"Saya bertemu dengan nya ditaman bunga tulip Ze in Florist. Hampir setiap hari dia ada disana. Dan dari situ saya juga sering datang karena saya penasaran. Awalnya saya hanya penasaran kenapa dia bisa berada sering disana, tapi lama kelamaan rasa penasaran itu berubah menjadi rasa kagum dan..... cinta. Ya, dia cinta pertama saya nona, meski tidak saling sapa, hanya sekedar melihat"  ungkap Pelangi. Membuat Nara semakin tidak bisa berkata kata mendengar ini.


"Tapi beberapa bulan terakhir dia sudah jarang datang kesana, membuat saya mencari tahunya. Hingga akhirnya saya tahu jika dia bekerja disalah satu perusahaan besar. Dan saya juga memutuskan untuk melamar menjadi ob disana. Tapi naas, dihari pertama saya bekerja, kejadian tidak terduga itu terjadi hingga membuat kami harus menikah" ungkap Pelangi lagi.


Nara tertunduk dan nampak bersedih. Ini akan sulit. Tapi mungkin dengan kehadiran Pelangi bisa membuat Arya sedikit demi sedikit melupakan kesedihan nya.


"Pelangi.... sekarang pilihan ada ditangan kamu. Sebagai keluarga Arya saya tidak bisa memaksa dan membiarkan kamu terus berharap banyak. Tapi jika kamu mencintai Arya, perjuangan kamu akan terasa berat" ujar Nara. Dan tentu saja itu membuat Pelangi bingung.


"Maksud nona, apa itu karena pak Arya yang sudah memiliki kekasih?" tanya Pelangi.


"Ya.."


Deg


Jantung Pelangi langsung terhempas mendengar itu.


"Tapi kekasih nya sudah meninggal lima tahun yang lalu" ucap Nara lagi.


Dan kali ini Pelangi tertegun. Sudah meninggal? Kekasih Arya sudah meninggal?? Apa itu yang membuat Arya menjadi seperti sekarang???


"Sudah meninggal" gumam Pelangi


Nara mengangguk dengan mata yang berkaca kaca.


"Dia meninggal tepat disaat mereka akan melakukan fitting gaun pengantin. Dua minggu sebelum hari pernikahan" ucap Nara


Dada Pelangi terasa begitu sesak mendengar ini.


"Arya trauma dengan pernikahan dan orang baru. Karena cinta pertamanya pergi disaat mereka sudah akan menikah" kata Nara lagi


"Dia begitu mencintai kekasih nya" gumam Pelangi


Nara tersenyum dan mengangguk. Namun dia juga iba melihat Pelangi sekarang. Tapi jika ingin merebut hati Arya, Pelangi memang harus tahu semuanya.


"Dan kamu tahu taman bunga tulip itu milik siapa?" tanya Nara lagi.


Pelangi kembali memandang Nara dengan lekat.


"Itu adalah mahar pernikahan yang disiapkan Arya untuk kekasih nya.... Zelina"


deg


deg

__ADS_1


deg


Mahar Pernikahan??????


__ADS_2