Pelangi Untuk Arya

Pelangi Untuk Arya
Pernikahan


__ADS_3

Gedung mewah yang sudah di dekorasi dengan tema yang elegan sudah nampak penuh. Banyak orang orang dengan pakaian yang nampak mewah dan glamor datang bergantian ke acara itu.


Jejeran papan bunga dan karangan bunga berjejer rapi di sekitar gedung. Dan tepat di depan gedung tersebut sebuah papan figura besar yang tercetak jelas foto sepasang pengantin yang nampak tersenyum dengan lebar.


Bentangan karpet merah juga sudah tertata rapi mulai dari luar gedung hingga ke dalam gedung. Karpet merah yang akan menjadi jalan tempat orang orang masuk kedalam acara sebuah pesta pernikahan.


Pesta pernikahan Arya Wiguna bersama dengan Pelangi Nur Afsha.


Ya, hari berganti dan berlalu begitu cepat. Detik demi detik yang terlalu tanpa terasa mengubah takdir dari setiap orang setiap harinya.


Dan hari ini, adalah hari yang tak pernah terbayangkan oleh Arya. Dia akan berada di titik ini.


Hal yang pernah dia harapkan namun karena hal ini juga dia terhempas jatuh.


Hari pesta pernikahan.


Dulu... Arya pernah merencanakan sebuah pesta mewah untuk gadis yang dia cintai. Arya pernah merencanakan hari bahagia ini bersama dengan gadis pujaan nya.


Namun takdir berkata lain, semua harapan dan impian yang di rencanakan itu nyatanya malah hancur berantakan.


Kebahagiaan yang diharapkan malah berganti dengan kesakitan yang benar benar terasa ingin membunuh nya.


Hingga karena kehilangan itu membuat Arya tidak ingin lagi berharap pernikahan yang indah ada di dalam hidupnya. Karena dia yakin, tidak akan ada kebahagiaan lain selain kebahagiaan yang telah pergi.


Tapi itu dulu...


Dulu sekali sebelum Pelangi hadir di dalam hidup Arya.


Sekarang, semua berbeda. Semua terasa begitu indah.


Hal yang tak pernah dia bayangkan kini bisa dia rasakan. Hari bahagia ini bisa Arya rasakan lagi.


Tuhan begitu baik padanya.


Di saat Arya mulai menyerah dan pasrah, namun di situ pula Tuhan menghadirkan Pelangi yang pernah Arya harapkan.


Sekarang...


Dia ada disini, berdiri dan memandang Pelangi itu yang terlihat begitu indah sedang berjalan menuju kearah nya.


Air mata Arya sejak tadi tidak berhenti menetes. Rasa haru yang dia rasakan di dalam hatinya benar benar tidak bisa dia tahan. Air mata kebahagiaan yang sungguh menjadi pertanda jika hatinya saat ini merasa sangat, sangat bahagia.


Hingga air mata itu membuat semua orang yang tahu tentang kisah Arya merasakan hal yang sama. Mereka begitu terharu melihat pemandangan ini.


Nara dan Reynand, bahkan sejak tadi saat melihat Arya mulai menangis, mereka juga ikut menangis. Menangis bahagia karena mereka yang paling tahu bagaimana rasa sakit yang Arya rasakan saat kehilangan itu. Mereka yang paling tahu bagaimana takutnya Arya dalam menyiapkan pesta pernikahan ini. Dan mereka yang paling tahu bagaimana perasaan Arya sekarang.


Sedangkan orang tua Reynand, memandang Arya dengan penuh haru. Apalagi mama Zelina. Dia juga menahan tangis sejak tadi, meski air mata itu nyatanya juga tidak dapat di bendung.


Dia bukan sedih, tapi dia terharu.


Dia ingat Zelina, dia ingat akan putrinya. Jika Zelina masih ada, mungkin sekarang pasti Zelina yang akan datang menuju Arya.


Tapi takdir berkata lain, bukan jodoh yang menjemput putrinya, melainkan maut.


Tapi tidak apa apa. Mama sudah merelakan semuanya. Dan hari ini, dia juga ikut bahagia karena melihat Arya yang juga sudah mendapatkan kebahagiaan nya sendiri.


Ya, dia bahagia. Karena dia tahu bagaimana Arya yang terpuruk karena kehilangan putrinya dahulu.

__ADS_1


Semua orang bahagia sekaligus terharu. Apalagi saat mereka melihat Pelangi yang berjalan begitu anggun dan sangat cantik di tengah tengah karpet merah yang melintasi mereka.


Pelangi nampak begitu berseri, sangat cantik dan bersinar dengan gaun pengantin panjang bewarna merah muda. Gaun pengantin yang di taburi dengan jutaan mutiara Swarovski yang membuat nya semakin berkilau.


Riasan di rambut dan di wajahnya yang semakin membuat dia bagai seorang putri yang sangat cantik.


Di belakang Pelangi berjalan Bridesmaids yang mengiringi langkah nya. Bahkan sedari tadi jutaan kelopak bunga mawar juga berjatuhan menghiasi setiap langkah Pelangi menuju ke tempat Arya.


Pelangi tersenyum begitu anggun, bahagia sekali hatinya bisa ada di tahap ini bersama dengan orang yang dia cintai.


Setelah perjuangan mencintai dalam diam selama bertahun tahun, mencoba merebut hati Arya selama tiga bulan lamanya, namun sekarang, perjuangan nya tidak sia sia. Akhirnya dia bisa menjadi PELANGI UNTUK ARYA. Pelangi yang akan menghiasi hidup Arya untuk selamanya.


Mata Pelangi langsung berkaca kaca saat dia sudah berada di jarak yang cukup dekat dengan Arya. Ya, matanya berkaca kaca saat melihat ternyata Arya yang menangis haru melihat kedatangan nya.


Lelaki itu menangis dan di saksikan oleh ratusan pasang mata yang melihat mereka hari ini.


Namun... Mana perduli Arya. Dia benar benar tidak bisa menahan perasaan nya. Biarlah semua orang berkata dia lemah, biar semua orang berkata dia cengeng. Arya tidak perduli. Saat ini, Arya benar benar bahagia.


Arya tersenyum memandang Pelangi. Dia mengusap air matanya dengan cepat. Dan dengan cepat pula tangan nya terjulur kearah Pelangi. Menyambut istrinya yang benar benar cantik hari ini. Sangat cantik dan tidak bisa dia jelaskan bagaimana indah Pelanginya.


"Pelangi" gumam Arya. Air matanya semakin mengalir deras saat melihat Pelangi dari dekat. Bahkan tanpa malu dia langsung memeluk Pelangi dengan erat, sangat erat. Arya benar benar meluahkan perasaan nya pada Pelangi.


"Jangan menangis" pinta Pelangi seraya dia yang mengusap punggung Arya dengan lembut.


"Terimakasih sudah hadir didalam hidupku" ucap Arya tanpa mengindahkan perkataan Pelangi


"Pelangi akan selalu ada untuk mas Arya" jawab Pelangi


"Jangan pernah pergi" pinta Arya lagi


"Tidak akan" jawab Arya


Pelangi tersenyum haru dengan air mata yang juga menetes.


"Pelangi juga bahagia mas, dan akan selalu ada untuk membuat mas Arya bahagia" jawab Pelangi.


"Aku mencintaimu" ucap Arya


"Pelangi juga cinta mas Arya" jawab Pelangi


Arya melepaskan pelukannya dari Pelangi. Menangkup wajah cantik itu dengan mesra. Hingga tidak lama kemudian dia langsung mencium bibir Pelangi di hadapan semua orang. Membuat suasana yang tadinya haru kini berubah menjadi riuh.


"Oh my God. Tutup mata kalian" ujar Nara pada kedua anak nya.


Suara gemuruh tepuk tangan dan hujan kelopak bunga mawar dari atas kepala Arya dan Pelangi semakin menambah suasana semakin romantis. Apalagi dengan iringan musik romantis yang sejak tadi tidak berhenti mengalun merdu. Benar benar membuat suasana pesta pernikahan itu terasa sampai ke hati semua orang yang hadir disana.


Arya melepaskan ciuman nya. Dia mengusap bibir Pelangi dengan lembut.


"Kamu cantik sekali" ucap Arya


"Pelangi cantik untuk mas Arya, tapi mas Arya yang cengeng sekali" kata Pelangi


Arya tertawa kecil dan kembali mengusap air matanya.


"Aku tidak bisa menahan bahagia sayang. Rasanya benar benar tidak menyangka aku bisa bersama kamu disini" jawab Arya. Dia membawa Pelangi untuk berjalan kearah pelaminan mereka berada. Mahligai cinta mereka yang akan di saksikan oleh seluruh ratusan pasang mata.


"Bukankah Pelangi sudah berjanji, Pelangi akan selalu buat mas Arya bahagia" kata Pelangi dengan senyum nya yang begitu manis.

__ADS_1


"Dan aku pun akan selalu membuat kamu bahagia" balas Arya.


Pelangi mengangguk. Dan kini mereka telah berdiri menghadap kearah ratusan orang yang ada disana.


Arya bahkan sampai tertegun melihat banyak nya lautan manusia yang ada di dalam sini.


"Kenapa banyak sekali orang?" tanya Arya begitu heran. Pelangi bahkan sampai menahan tawa mendengar itu.


"Sejak tadi kemana saja hmm?" tanya Pelangi. Mereka berbicara hanya seperti gumaman saja.


Arya tersenyum masam, sungguh sejak dia keluar dan menunggu Pelangi tadi, Arya sama sekali tidak mengindahkan orang orang yang ada disini, bahkan dia tidak lagi menghiraukan orang orang. Arya hanya berusaha untuk meyakinkan hati nya bahwa dia memang ada disini sekarang. Dia hanya sibuk untuk meyakinkan diri, bahwa ini adalah pesta nya, pesta pernikahan yang sangat Arya takuti sejak dulu. Hingga kini, Arya tidak tahu jika tamu undangan yang sudah hadir akan sebanyak ini.


"Aku masih tidak menyangka jika aku bisa berdiri disini bersama kamu" ungkap Arya


"Dan kita akan selalu berdiri bersama sama di dunia ini mas. Apapun yang terjadi" jawab Pelangi


Arya langsung menoleh ke arah Pelangi dan memandang wajah cantik itu dengan lekat.


Semuanya Arya pandangi, mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki. Bahkan Arya tersenyum saat melihat gaun pengantin Pelangi yang bewarna merah muda ini. Sangat cantik dan sangat manis. Kenapa bukan gaun putih seperti yang sering dia lihat???


Dan jika Pelangi mengenakan gaun putih, apa Arya tidak akan mengingat Zelina ???


Ah... Ze...


Ternyata kamu hanya sebatas cerita dan kenangan. Tapi nyatanya yang berdiri bersama Arya sekarang adalah Pelangi


Arya meraih tangan Pelangi, menggenggam nya dengan lembut. Merasakan kehangatan yang kini membalut kehidupan nya.


Takdir Arya yang harus dia terima dan dia jaga.


Pelangi yang akan menghiasi kehidupan Arya di dunia ini.


Ze... Semoga kamu bahagia disana. Dan restui lah kebahagiaan Arya bersama Pelangi saat ini.


Genggaman tangan Pelangi yang terasa membalas genggaman tangan nya, membuat Arya mengerjapkan mata. Dia menoleh kearah Pelangi dan tersenyum pada istrinya ini.


"Aku mencintaimu" bisik Arya


"Pelangi tahu" jawab Pelangi.


Mereka kembali menoleh kedepan, memandang semua orang dan mulai menyambut para tamu yang mulai beranjak dan akan mengucapkan selamat pada mereka.


Namun pandangan mata Arya malah tertuju pada mama Zelina yang duduk di belakang Nara. Pandangan mata yang tidak bisa berbohong, jika ada rasa sedih di tengah rasa haru yang wanita paruh baya itu rasakan sekarang.


Arya tertegun, saat pandangan mata mama Zelina juga terarah padanya. Dan Arya langsung mengulas senyum saat mama Zelina tersenyum dan mengangguk pelan pada Arya.


Tuhan...


Bahagiakan lah orang orang yang pernah berbuat baik padanya. Bahagiakan lah dan tenangkan lah hati mereka, karena Arya tahu bagaimana rasanya kehilangan.


Seharusnya Arya berdiri disini bersama putri mereka, namun nyatanya Arya malah berdiri dengan orang lain.


Tapi Arya tahu, mereka pasti sudah merelakan semuanya. Bahkan saat Arya dan Pelangi datang untuk meminta restu kemarin, orang tua Zelina terlihat sangat bahagia. Karena mau bagaimanapun mereka sudah menerima semua takdir yang telah terjadi.


Ya takdir dari Tuhan yang tak pernah disangka sangka.


Dan untuk apapun yang telah terjadi, Arya harus selalu mengucap syukur. Karena rencana Tuhan jauh lebih baik dari rencana yang manusia miliki.

__ADS_1


Disetiap kehilangan, Tuhan pasti akan menggantikan dengan kebahagiaan yang lain.


Dan manusia, hanya perlu menerima dan bersyukur atas segala sesuatu yang terjadi.


__ADS_2