Pelangi Untuk Arya

Pelangi Untuk Arya
Ternyata Cinta


__ADS_3

Satu minggu berlalu, dan sampai saat ini Arya belum juga menemukan keberadaan Pelangi. Sudah satu kota dia jelajahi, semua tempat yang mememungkinkan ada Pelangi disana. Namun nihil, nyatanya Pelangi memang sudah tidak lagi berada dikota itu.


Arya benar benar frustasi, panik dan takut. Dia benar benar ingin mencari keberadaan gadis itu. Dia ingin Pelangi kembali. Dia ingin Pelangi ada bersamanya. Menerima Arya kembali dan menemani sisa hidupnya.


Arya tidak suka seperti ini. Arya tidak suka kehilangan. Arya benci, dan Arya takut.


Sekarang, bukan lagi bayangan Zelina yang menghantuinya setiap malam. Melainkan ada senyum dan tangisan Pelangi yang membuat Arya hampir gila.


Bagaimana tidak, jika dulu Zelina hanya menemani Arya disaat saat tertentu, namun ketika bersama Pelangi, gadis itu selalu ada disaat Arya membuka mata dan akan menutup mata.


Dia yang mengantar dan menyambut Arya setiap pulang kerja. Dia yang selalu melayani semua kebutuhan Arya. Senyum nya, sikapnya dan tingkah nya yang random mampu membuat Arya merindu sekarang. Dan Arya akui, jika Pelangi sudah berhasil masuk kedalam hatinya. Bersanding dengan nama Zelina.


Dan akhirnya pembuktian mawar dan tulip itu adalah nyata.


Jika tulip adalah lambang cinta yang abadi, maka mawar adalah lambang cinta yang sebenarnya. Lalu bagaimana mungkin Arya menghindari dua bunga itu ketika sudah masuk kedalam kehidupan nya? Dan bagaimana bisa Arya hidup tanpa mereka jika mereka sudah tumbuh didalam hati Arya. Jelas, jika mereka pergi dan tercabut, maka hati Arya yang akan kembali terluka dan berdarah.


Seperti yang Arya rasakan saat ini.


Saat ini Arya sedang duduk dimeja makan. Secangkir kopi yang sudah mulai dingin sudah tersisa setengah. Tidak ada lagi teh hijau dan sarapan yang biasa dia nikmati selama tiga bulan kemarin. Sekarang, hanya ada kopi pahit yang menemani kesendirian Arya.


Pandangan matanya memandang nanar setangkai bunga mawar yang telah layu. Bunga mawar yang dia beli di pinggir jalan saat pulang dari mencari Pelangi tempo lalu.


Penampilan Arya kusut dan suram. Rambut nya berantakan, lingkar matanya menghitam, dan tubuhnya juga yang sedikit kurus. Sangat menyedihkan.


Dia benar benar merasa frustasi dan kehilangan.


Dan sekarang, Arya sudah tidak tahu lagi kemana dia harus mencari gadis itu. Gadis yang masih menjadi istrinya walau hanya sebatas istri sirih.


Arya sudah lelah, tapi dia belum ingin menyerah. Tekadnya sudah bulat untuk bisa bertemu dengan Pelangi dan meminta maaf. Sungguh Arya tidak bisa hidup tanpa gadis itu.


Sekarang, hanya tinggal menunggu info dari orang orang Reynand yang membantu Arya mencari Pelangi.


Ting tong


Arya mengerjapkan matanya saat bel dirumah nya berbunyi.


Dengan cepat dia langsung beranjak dari kursi dan berjalan menuju ke pintu luar, berharap ada kabar dari orang orang itu tentang Pelangi.


Dan belum lagi Arya membuka pintu, ternyata pintu rumah nya sudah dibuka lebih dulu. Ternyata Nara yang datang, bersama Reynand.


"Kau itu sudah seperti orang gila Yo. Cobalah untuk mengurus dirimu sendiri. Apa kau sudah begitu ketergantungan dengan Pelangi?" tanya Reynand.


Nara langsung menyikut lengan Reynand dengan kesal. Suaminya ini seperti nya memang sedang lupa diri. Bahkan dulu dia lebih parah dari pada Arya.


"Apa sudah ada kabar?" tanya Arya. Dia mengabaikan perkataan Reynand barusan.


"Sudah" jawab Nara

__ADS_1


Arya yang ingin duduk disofa langsung mematung dan mengundurkan niatnya. Dia langsung memandang Nara dan Reynand bergantian.


"Dimana?" tanya Arya dengan cepat.


"Duduklah dulu" ajak Nara


"Bisakah katakan saja, aku sudah tidak bisa lagi menahan nya Nara" sahut Arya


"Ck, duduk dulu" Reynand menarik lengan Arya dan mendudukkan lelaki itu disofa.


Arya menghela nafas kesal dan memandang Nara dengan tidak sabar.


"Dia ada di Bandung, di kampung halaman mu dulu" ungkap Nara


Arya terdiam, dia memandang Nara dengan heran.


"Kampung halaman ku?" tanya Arya


Nara mengangguk, begitu pula dengan Reynand.


"Ya, anak buahku berhasil melacak keberadaan nya disana. Ternyata kalian berasal dari daerah yang sama. Bahkan satu kota dan satu tempat" jawab Reynand


Arya menggeleng pelan.


Kenapa bisa????


"Yo" panggil Nara. Dia memandang Arya dengan cukup serius.


Dan Arya hanya terdiam, dia tertunduk dengan helaan nafas yang cukup berat.


"Kamu memang harus tanggung jawab Yo. Tapi dengan dua pilihan" kata Nara. Dan kali ini Arya kembali memandang Nara.


"Minta maaf padanya dan nikahi dia secara resmi, tapi dengan syarat kamu harus bisa mencintai dia dengan keyakinan hatimu." ucap Nara begritu serius


"Tapi jika kamu tidak bisa mencintai dia, maka ceraikan dia setelah anak kalian lahir"


deg


Arya langsung tertegun mendengar ucapan Nara yang terakhir.


"Jangan hanya menikahi, tapi kamu masih selalu tenggelam dalam bayang bayang Zelina. Tidak bisa begitu Yo.Tidak akan ada hati yang kuat jika harus terus memendam sakit melihat orang yang dicintai masih tidak bisa lepas dari bayangan masa lalu. Itu lebih jahat dan lebih sakit dari sebuah pengkhianatan. Kamu harus bisa meletakkan nama Pelangi dihati kamu, bukan hanya sekedar tanggung jawab dan pelampiasan saja." ungkap Nara


"Bukan untuk melupakan Zelina. Tidak. Dia tidak akan pernah terganti dan terlupakan. Tapi setidaknya, ada nama Pelangi yang kamu cintai sebagai pendamping hidup kamu sekarang" kata Nara lagi


"Jika kamu tidak bisa, maka lupakan niat kamu untuk menjemput Pelangi. Biar kami yang kesana untuk meminta maaf pada orang tuanya" tambah Nara


Arya memadang Nara dengan pandangan sendu.

__ADS_1


"Memang sulit Nara" ucap Arya


"Memang sulit untuk membuka hati ketika sudah terluka, kamu tahu itu. Tapi kepergian Pelangi rasanya benar benar berbeda. Dan karena kepergian nya ini, aku sadar, jika dia memang sudah ada didalam hatiku bersama dengan Zelina"  kata Arya lagi


Arya memandang Reynand yang terdiam memandang nya.


"Zelina pergi sudah hampir membuatku mati, tapi dengan kepergian Pelangi, rasanya aku sudah tidak tahu harus berbuat apalagi. Rasanya benar benar tidak lagi bernyawa" ucap Arya dengan pandangan yang langsung tertunduk.


Nara dan Reynand memandang Arya dengan pandangan sendu. Mereka yang paling tahu bagaimana sakitnya Arya yang kehilangan Zelina. Dan karena luka itu yang membuat Arya berubah menjadi orang lain. Dan kini, sejak kepergian pelangi, Arya bukan lagi menjadi orang lain, tapi seperti sudah tidak lagi memiliki semangat untuk hidup.


Jika dulu dia masih bisa bekerja, tapi sekarang, sedikitpun perusahaan Polie tidak ada disentuhnya. Jika dulu dia masih bisa merawat diri, maka sekarang, untuk makan pun sudah tidak lagi dia ingat.


Trauma Arya dengan kehilangan begitu besar. Dan itu yang membuat Nara benar benar tidak tega pada Arya.


Tapi membiarkan dia menjadikan Pelangi hanya sebagai pelampiasan saja tidak mungkin, hingga Nara harus menanyakan dulu tentang perasaan Arya yang sebenarnya. Dan sekarang, Nara sudah tahu apa jawaban itu.


"Pelangi masih ada Yo. Kau masih bisa melihatnya, dan kau masih bisa memperbaiki semuanya. Jika kau memang sudah yakin dengan hatimu. Pergilah, dan perjuangkan cintamu" ujar Reynand


Arya memandang Reynand dengan pandangan penuh arti.


"Zelina, dia juga ingin melihat mu bahagia" kata Reynand lagi


"Aku tidak mengkhianatinya bukan?" tanya Arya, matanya terlihat berkaca kaca.


Nara dan Reynand langsung tersenyum dan menggeleng


"Tidak, dia sudah menemukan kebahagiaan disana. Dan sekarang, giliran mu yang bahagia disini. Dai juga pasti bahagia Yo" jawab Reynand.


Arya mengangguk pelan.


"Jika begitu aku pergi dulu" ucap Arya yang langsung beranjak dari sofa, begitu pula dengan Nara dan Reynand.


"Pergilah, kami akan menyusul besok pagi" ujar Reynand


Arya mengangguk, bahkan dengan cepat dia langsung berlari kelantai atas untuk mengganti pakaian serta mengambil barang barang nya.


Nara langsung mengusap air matanya yang sejak tadi dia tahan.


"Tenanglah, dia pasti bahagia" ucap Reynand seraya mengusap bahu Nara dengan lembut.


"Tapi aku takut Pelangi dan orang tuanya yang tidak ingin menerima permintaan maaf Arya Rey" jawab Nara


"Biarkan dia berjuang dulu sayang" kata Reynand


"Aku takut Arya tidak kuat. Jiwanya sudah benar benar rapuh. Trauma nya juga sudah begitu besar. Kamu lihat sendiri kan bagaimana dia yang sekarang" ucap Nara lagi, dia benar benar sedih membayangkan hal yang akan terjadi.


"Kita berdoa untuk kebaikan nya. Lagipula kesalahan Arya tidak terlalu fatal. Dia hanya terlambat menyadari. Dan semoga Pelangi benar benar mencintai Arya, agar dia mau memberikan kesempatan kedua" jawab Reynand

__ADS_1


Nara menghela nafas dan mengangguk pelan. Kenapa kehidupan Arya benar benar rumit seperti ini. Melihatnya saja sudah membuat hati merasa sakit. Bagaimana jika berada diposisi Arya???


Pasti tidak akan sanggup!


__ADS_2