Pelangi Untuk Arya

Pelangi Untuk Arya
Dimana Suamiku?


__ADS_3

Hari ini Arya benar benar tidak betah berada di perusahaan. Selesai meeting bersama klien barunya, dia hanya bekerja sedikit untuk menandatangani beberapa berkas penting. Setelah urusannya selesai, Arya sudah akan pergi dari ruang kerjanya.


Tentu saja kelakuan Arya itu membuat Nina yang sedang mengerjakan pekerjaannya sedikit bingung melihat Arya yang sudah keluar dari ruangan dengan membawa tas beserta ponsel yang dia pegang.


"Loh, pak. Bapak mau kemana?" Tanya Nina. Dia juga langsung beranjak dari kursi, memandang Arya dengan bingung.


Arya menoleh, dia menumpukan tangannya di meja Nina.


"Hari ini saya mau bolos dulu, jangan bilang Nara ya. Kamu handle dulu perusahaan." Ujar Arya, suaranya sedikit berbisik membuat mata Nina memicing melihat pria ini.


"Bapak mau ngapain sih?" Tanya Nina.


"Mau buat kejutan untuk istri saya. Ayolah, nanti saya kasih kamu bonus." Rayu Arya.


Nina mendengus, dia menghela nafas dan kembali duduk di kursi.


"Bonus dua kali lipat plus cuti satu hari di hari Sabtu nanti." Ucap Nina.


"Wah.. kamu melunjak juga ya." Sahut Arya seraya menggeleng geleng kan kepalanya.


"Yasudah kalau bapak gak boleh, saya bakal bilang sama Bu Nara kalau pak Arya bolos. Padahal baru dapat proyek bagus, tapi pak Arya malah santai." Ancam Nina dengan senyum smirk nya.


Arya mendengus kesal.


"Iya iya, kamu ini memang keterlaluan. Lagi pula untuk apa coba kamu cuti, biasanya juga tidak pernah." Sungut Arya.


"Saya mau liburan lah pak. Mau cari suami, bapak gak lihat umur saya udah tua begini. Mubazir banget karena bapak." Nina terlihat cemberut saat mengatakan itu, dan tentu saja itu membuat Arya terbahak.


"Kenapa karena saya sih. Kamu sendiri yang dari dulu gak mau cari suami." Sahut Arya.


"Ya karena saya nungguin bapak, saya jadi perawan tua. Eh malah bapak dapatnya daun muda. Emang gak adil." Nina benar benar kesal. Dia melengoskan wajahnya dari Arya. Meski masih saja merasakan sakit hati, namun sekarang dia sudah bisa untuk merelakan hatinya dan membiarkan Arya bersama dengan Pelangi.


"Jangan begitu dong, kan rezeki saya dapat daun muda. Saya doain deh supaya kamu juga dapat daun muda, brondong." Sahut Arya. Entah apa maksud nya mengatakan seperti itu, di kalimat awal dia seperti menghina Nina dan di kalimat kedua malah mendoakan nya. Memang menyebalkan bos gondrongnya ini.

__ADS_1


"Siapa juga brondong yang mau sama saya. Umur saya juga udah 30 tahun." Nina mendengus kesal. Namun Arya malah tertawa dan menggeleng.


"Gak kelihatan tua kok, kamu masih nampak muda. Masih seperti umur 25." Puji Arya.


"Jangan gombalin saya dong pak. Nanti saya jatuh cinta lagi sama bapak gimana." Sahut Nina.


"Gombalin dari mana. Saya itu muji kamu, supaya kamu tetap optimis. Sudah lah, saya mau pergi dulu. Titip perusahaan, dan jangan bilang apapun sama Nara." Perintah Arya. Setelah mengatakan itu dia langsung pergi. Meninggalkan Nina yang belum sempat menjawab apapun.


"Memang bos nyebelin. Dapetin yang kayak dia aja susah, apalagi yang brondong. Dikira ini di dalam novel kali ya." Gerutu Nina seorang diri.


...


Sedangkan Arya sudah berlari keluar gedung. Dia tersenyum menyapa seluruh karyawan yang kebetulan sedang ada di luar ruangan. Arya yang ramah dan baik hati sudah kembali, tentu saja perusahaan Polie sudah kembali bewarna sekarang. Tidak ada lagi wajah dingin dan datar yang selalu Arya berikan. Jika dulu untuk tersenyum saja susah, tapi sekarang dia sudah begitu ramah. Itu tentu saja membuat karyawan Arya benar benar betah dan semakin bersemangat untuk bekerja. Meski mereka tahu Arya sudah menikah, namun tidak ada yang bisa menghilangkan rasa kagum mereka pada bos gondrong ini.


Diluar lobi gedung, Arya menoleh kesana dan kemari. Mencari dimana keberadaan supir menyebalkan nya itu.


"Duh.. kemana lagi si Ferdi." Gumam Arya.


"Memang minta di potong gaji nih anak." Umpat Arya yang sudah terlihat kesal. Namun belum lama menunggu, Ferdi sudah datang. Mobil sport pemberian Bimantara yang di pakai Arya hari ini jelas membuat penampilan nya semakin kece.


"Lama banget sih, dari mana kamu?" Arya langsung menyerang Ferdi saat supir tampan itu berlari keluar dan membukakan pintu untuknya.


Ferdi tertawa kecil, namun matanya sesekali melirik kedalam gedung.


"Maaf pak, saya ngopi didepan." Jawab Ferdi.


"Cari janda pirang?" Tanya Arya, sedikit ketus.


Ferdi meringis sembari menutup pintu mobil Arya. Memang ada ada saja bosnya ini. Apa dia fikir Ferdi seorang lelaki murahan yang seleranya janda, pirang pula?


Astaga...


Benar benar menyebalkan.

__ADS_1


Ferdi masuk kedalam mobil dan mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Sesekali dia memandang Arya yang sibuk dengan ponselnya.


"Kita kemana pak?" Tanya Ferdi.


"Salon Green team." Jawab Arya.


Ferdi mengangguk pelan, dan mulai fokus pada kemudi.


Memikirkan tentang Arya yang ternyata hobi juga ke salon. Mungkin dia mau krimbat. Batin Ferdi.


...


Sementara beberapa jam setelahnya.


Dirumah Pelangi...


Dia baru saja selesai membuat desert untuk makan malam nanti. Puding jagung dengan tambahan susu dan keju, harum aroma puding itu terasa menguar dan begitu lekat. Membuat seisi rumah benar benar terbuai.


Hari sudah lewat jam makan siang, Pelangi sudah selesai dengan kegiatannya dan sekarang dia merasa lelah.


Kehamilan yang sudah cukup besar membuat Pelangi semakin susah untuk bergerak kesana dan kemari. Apalagi dia hamil anak kembar. Cukup membuat dia kesusahan. Namun untungnya Pelangi sehat sehat saja selama menjalani kehamilan ini. Tidak ada hal yang membuat dia dan Arya cemas. Hanya sesekali mual disaat mencium aroma yang tidak sedap saja.


Pelangi memutuskan untuk mandi terlebih dahulu. Dia mandi sembari bernyanyi nyanyi kecil untuk membuang rasa kantuk yang sudah mendera.


Hingga hampir satu jam kemudian, dia sudah selesai mandi dan berpakaian. Namun saat akan merebahkan tubuh di atas tempat tidur. Pintu kamarnya di ketuk.


Pelangi menghela nafas berat dan beranjak dari tempat tidur. Entah siapa yang mengganggu istirahat siangnya. Apa Bu Nining? Tapi...ada apa?


Di saat membuka pintu, Pelangi langsung membelalakkan matanya memandang siapa yang datang.


"Kejutan!!" Ucap orang itu dengan senyum yang secerah mentari.


"Dimana suamiku!!!!" Teriak Pelangi begitu kuat.

__ADS_1


__ADS_2