Pelangi Untuk Arya

Pelangi Untuk Arya
Kekesalan Arya


__ADS_3

Kekesalan Arya bertambah, bukan hanya karena melihat Rangga yang datang kerumah orang tua Pelangi. Namun sekarang, dia kesal karena melihat ayah dan bunda Pelangi yang benar benar memperlakukan Rangga seperti anak mereka sendiri.


Benar benar menjengkelkan. Padahal Arya menantunya, tapi kenapa Rangga yang bukan siapa siapa juga di perlakukan seperti ini. Bahkan tanpa segan dan malu lelaki muda itu begitu leluasa dirumah ini.


Seperti sekarang, mereka sedang makan siang bersama. Bunda baru saja selesai memasak. Setelah membahas tentang keberadaan Jojo dan sedikit info tentang taman bunga yang sudah lama tidak Arya lihat, sekarang mereka sudah berkumpul diruang makan.


"Wah... kalau ramai seperti ini ayah jadi selera makan" ucap ayah dengan wajah yang begitu bahagia.


"Memangnya selama ini ayah gak selera makan?" tanya Pelangi yang kini sedang mengambilkan nasi untuk Arya.


Rangga memandang nya dengan pandangan getir.


"Enggak, apalagi kemarin kalian lagi bermasalah. Kalau sekarang, kita sudah berkumpul semua, dan ayah senang jika seperti ini" jawab Ayah


"Semoga kita bisa selalu berkumpul selalu yah" sahut bunda pula. Dia juga mengambilkan makanan untuk ayah.


"Enak banget ada yang ngelayani, Rangga jadi kayak obat nyamuk ini Bun" ucap Rangga dengan tawa kecilnya.


"Makanya cari istri." sahut Arya. Wajahnya datar, tapi semua orang tahu jika dia terlihat kesal.


"Udah mau cari kemarin pak, tapi sayang di ambil orang" jawab Rangga


"Kamu kurang ganteng" ucap Arya dengan seenak nya.


"Kurang ganteng apa, kita sebelas dua belas pak. Bahkan saya lebih muda. Ya kan yah?" ucap Rangga. Bahkan dengan berani dia langsung menoleh pada ayah.

__ADS_1


Ayah nampak tertawa dan mengangguk.


"Iya sih. Kamu memang lebih muda. Tapi sepertinya yang tua lebih di sukai Pelangi" jawab Ayah


Arya langsung mendengus senyum bangga.


"Tua tua begini wajah saya masih awet muda" sahut Arya


Rangga langsung mencebikkan bibirnya sekilas.


"Bun... kayak nya ayah udah punya anak lelaki baru deh" kali ini Rangga beralih pada bunda.


Bunda dan Pelangi langsung tertawa. Apalagi melihat wajah sedih Rangga. Mereka cukup tahu jika Rangga dan Arya memang tidak akan pernah cocok sampai kapanpun.


"Iya... tapi kan kamu tetap anak lelaki kami juga" jawab bunda


"Gak boleh puji lelaki lain selain suami. Lagian kakak dari mana. Saudara bukan, anak bunda bukan, dekat juga tidak" gerutu Arya


Pelangi cemberut dengan mulutnya yang penuh. Sedangkan Ayah malah tertawa dengan mulutnya yang bahkan masih mengunyah.


"Bun... kayaknya kita harus segera Carikan Rangga pasangan" ujar Ayah


Bunda langsung mengangguk dengan cepat.


"Kayaknya iya yah, bunda gak mau ini ayam bakar pindah kewajah masing masing" sindir bunda

__ADS_1


Arya dan Rangga saling pandang dengan lekat.


"Benar tuh bun. Kalau memang anak bunda, bunda memang harus Carikan dia istri, supaya gak mendatangi istri orang terus" sahut Arya begitu sinis.


Rangga mendengus.


"Saya gak mendatangi istri orang. Saya cuma mau lihat adik saya saja. Bapak aja yang sensi banget. Takut tersaingi?" tanya Rangga


Arya langsung melebarkan matanya memandang Rangga. Baru kali ini dalam sejarah hidupnya dia benar benar kesal dengan seseorang, selain Reynand tentunya.


"Tersaingi dengan kamu, bahkan seujung kuku pun kamu tidak bisa menyaingi saya" sahut Arya


Ayah dan bunda makan sembari menonton kelakuan Arya dan Rangga, yang sepertinya tidak sadar jika mereka sedang makan sekarang.


Pelangi menghela nafas jengah. Dia menampar lengan Arya sekilas, hingga membuat Arya langsung menoleh kearahnya.


"Makan ih, kenapa malah jadi berdebat?" tanya Pelangi


"Bukan berdebat, hanya memberi tahu dia" jawab Arya.


"Bilang saja cemburu" ucap Rangga dengan wajah yang benar benar menyebalkan. Jika saja tidak ingat berada bersama ayah dan bunda, ingin sekali Arya menghajar wajah sombong pemuda ini.


"Sudahlah, kalian tidak mau makan sampai terus berdebat. Ayam bakar bunda sudah mau habis ini" sahut Ayah.


Rangga dan Arya langsung menoleh kearah meja makan dengan cepat. Memandang ayam bakar yang memang tinggal sedikit.

__ADS_1


Tangan mereka dengan cepat langsung ingin meraih ayam itu, namun seruan Pelangi membuat tangan mereka tergantung.


"Jangan!!! itu punya Pelangi. Kalian cari sendiri sana. Dilarang berebutan jika tidak saling akur disini!!" seru Pelangi


__ADS_2