
Hari itu Pelangi menghabiskan waktunya ditaman bunga Ze in florist bersama Rangga dan juga Mia. Kedua teman dekatnya ini bisa membuat Pelangi sedikit melupakan kegundahan nya tentang Arya. Bahkan jika sedang bersama mereka Pelangi bisa tertawa dan juga tersenyum seperti biasa. Dan sejak dulu, memang begitulah Pelangi bersama mereka.
Bersyukurnya Pelangi ketika berada didalam setiap kesulitan, Rangga dan Mia selalu ada untuk dia. Tidak ada hal yang paling membahagiakan dan bisa menghibur hatinya saat ini selain mereka berdua.
Bahkan Pelangi bisa melukis dengan tenang meski terkadang Rangga dan Mia selalu menggodanya, atau dia yang menggoda Rangga.
Cukup lama Pelangi berada disana, dari pagi hingga kini hari sudah menjelang sore lagi.
"Kak... dari tadi disini mulu. Gak takut dipecat sama bos???" tanya Pelangi pada Rangga, seraya dia yang mencuci tangannya dengan air mineral yang Rangga bawa.
"Gak ada kerjaan lagi, udah keliling pagi tadi ya udah" jawab Rangga dengan santainya.
"Makan gaji buta dong itu namanya" sahut Pelangi
"Biar aja deh, sesekali. Lagian selagi kalian disini. Bosen harus gabung sama bapak bapak itu mulu" jawab Rangga.
"Ya salah sendiri mau kerja sama bapak bapak. Mana yang punya juga bapak bapak lagi" ucap Mia pula. Pelangi dan Rangga langsung terbahak mendengar nya.
"Iya kan, bisa jadi wajah aku juga ikutan tua deh kayaknya kalau kelamaan kerja disini" jawab Rangga
"Emang udah tua kan" ejek Pelangi, membuat Rangga mendengus
"Kamu juga suka nya sama yang tua tua" sahutnya dengan ketus.
"Iya, Pelangi kan emang suka nya sama om om" ledek Mia pula.
Pelangi langsung mencebikkan bibirnya dan memandang jengah pada Mia
"Biar aja, yang penting gak sama kakek kakek" jawab nya terdengar kesal hingga membuat Mia yang kini gantian tertawa.
"Pelangi memang aneh. Ada yang muda, yang tampan, dan yang segar kayak aku gini, dari dulu selalu ditolak. Kurang apa coba????" gumam Rangga dengan wajah pura pura sedihnya, meski sebenarnya hatinya memang sedih sekali.
Mia dan Pelangi langsung tertawa melihat wajah memelas itu.
"Kurang duit kak" sahut Mia dengan lucu.
"Enak aja, tabungan aku udah cukup banyak, hasil pesugihan selama tiga tahun jauh dari kalian" sahut Rangga
"Gila emang, pantes aja makin sial hidupnya" ledek Mia
Pelangi terbahak dan menggelengkan kepala nya memandang Rangga yang kesal.
"Gak kurang apa apa kok. Cuma kalau aku nerima kakak, siapa dong yang jadi sad boy nya dicerita ini" ledek Pelangi dengan tawa kecilnya
Rangga langsung mengacak gemas kepala Pelangi membuat Mia dan Pelangi semakin terbahak melihat Rangga yang nampak semakin kesal.
"Emang jahat banget kamu sama aku. Lihat aja, aku bakalan gentayangin kamu kemanapun kamu pergi" ucap Rangga
"Dih udah kayak hantu aja" jawab Pelangi
Rangga dan Mia tertawa kembali, hingga tiba tiba....
"Hei kamu!!"
__ADS_1
Suara berat seseorang membuat mereka semua terkesiap kaget. Apalagi Pelangi yang memang mengenali suara ini. Dan benar saja, ketika menoleh keasal suara, mereka bertiga langsung terbelalak kaget saat melihat Arya yang ada disana dengan seorang petugas PPL yang lain.
Pelangi langsung mematung, begitu pula dengan Rangga dan Mia. Mereka bahkan langsung berdiri dan memandang Arya yang kini memandang tajam pada mereka. Apalagi pada Pelangi dan Rangga.
Dan sungguh pandangan mata itu membuat Pelangi benar benar ciut.
Apa Arya akan marah???
Apa Arya akan menariknya pulang dari sini??
Atau apa dia akan memaki Pelangi didepan Mia dan Rangga.
Dan... apa jangan jangan Arya akan mengusirnya lagi dan tidak membiarkan Pelangi berada dirumah itu.
Tidak tidak ... jangan sampai itu terjadi. Pelangi tidak mau. Dan dia benar benar takut sekarang.
"Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Arya pada Rangga
"Saya ... saya hanya bergabung dengan kedua teman saya pak" jawab Rangga terlihat canggung. Semoga saja dia tidak dipecat karena telah berani mendekati istri bos besar ini.
Jika iya, maka habislah sudah. Tapi... sepertinya memancing kemarahan Arya boleh juga. Kita lihat, seberapa besar Arya menganggap Pelangi sebagai istrinya. Tidak apa dipecat, dia masih bisa mencari pekerjaan lain.
"Kamu tidak tahu ini masih jam kerja" ucap Arya
"Tahu pak. Hanya saja pekerjaan saya memang sudah selesai dan tidak ada lagi yang harus saya kerjakan. Jadi saya memilih menghabiskan waktu bersama kedua gadis cantik ini" ucap Rangga
Mia dan Pelangi langsung memandang Rangga dengan mata yang melebar. Bukan nya membantu untuk membela, malah menambahi. Keterlaluan.
"Masih pak, saya sedang mengumpulkan uang untuk melamar salah satu dari mereka" jawab Rangga
deg
Pelangi langsung memejamkan matanya mendengar perkataan Rangga.
"Apa salah satu dari mereka adalah kekasih kamu?" tanya petugas PPL yang datang bersama Arya
"Benar pak" bohong Rangga.
Dan sungguh, dia memang mencari mati. Bagaimana jika Arya salah paham???
"Yang mana?" tanya petugas PPL itu. Arya hanya diam, namun kini matanya malah melirik Pelangi yang nampak tertunduk takut.
"Menurut bapak yang mana?" tanya Rangga pula.
"Yang memegang kuas ya, cocok sih sama kamu" jawab petugas PPL itu yang memandang Pelangi dengan senyum simpulnya.
Rangga langsung tertawa kecil dan menggeleng. Sedangkan Pelangi juga langsung tersenyum getir dan menggelengkan kepalanya pada pria itu. Dan entah kenapa dia bisa merasa jika kini pandangan mata Arya itu memandang dia dengan pandangan tidak menentu.
"Sudah, jangan bicara kamu. Pergi sana awasi mereka. Bibit baru sudah tiba. Kamu bisa menghitung bibit disana dari pada disini terus" ujar Arya yang langsung mengusir Rangga.
Rangga yang masih ingin menanggapi pertanyaan teman nya langsung terdiam bingung.
"Loh pak, itukan sudah tugas pak Akmal, saya bukan dibagian itu" ucap Rangga begitu heran.
__ADS_1
"Jangan protes, si Akmal terlalu lama bekerja. Cepat sana, kenapa malah masih disini. Mau saya pecat" ancam Arya
Rangga menghela nafas dan mengangguk pasrah. Namun sebelum pergi, dia kembali memandang kearah Pelangi dan Mia yang masih diam dengan wajah takut mereka.
"Aku pergi dulu. Kalian hati hati pulang nya" ujar Rangga pada mereka.
Mia dan Pelangi mengangguk pelan
"Romantis sekali" ledek teman Rangga
"Ya, belajar untuk punya istri dua" jawab Rangga seenaknya, membuat Arya langsung memandang nya dengan pandangan tajam. Rangga langsung tertawa getir dan menggaruk pelipisnya sejenak.
"Maaf pak, kalau begitu saya permisi dulu" ucap Rangga yang langsung berlalu dan pergi dari sana. Meninggalkan mereka yang kini kembali canggung.
"Kalian juga pulang. Hari sudah sore tapi masih saja disini. Bersihkan semua ini dan jangan membuat sampah" ucap Arya terdengar begitu garang
"Baik pak" jawab Pelangi dan Mia bersamaan. Mereka takut takut memandang Arya.
"Lain kali jika ingin berpacaran jangan disini. Cari tempat lain" ucap Arya dengan begitu ketus, memandang Pelangi dengan pandangan yang begitu kesal.
Pelangi memandang Arya dengan senyum canggung dan menggeleng pelan, namun pandangan mata Arya benar benar serasa mengancam. Dan itu membuat Pelangi merinding takut.
Setelah mengatakan itu dan melemparkan tatapan tajam nya pada Pelangi, Arya langsung pergi meninggalkan Pelangi dan Mia berdua.
Mereka saling pandang dengan helaan nafas yang cukup lega.
"Gila ya, gemetar kaki aku Pel" gumam Mia yang langsung jatuh terduduk diatas rumput.
"Lagian kenapa juga itu kak Rangga pakek ngomong gitu. Kalau pak Arya salah paham bisa habis aku" ucap Pelangi
"Iya, memang gila sih dia. Tapi kayaknya pak Arya memang gak suka deh lihat kak Rangga deketin kamu" sahut Mia
"Dia memang gak suka, tapi bukan berarti cemburu" jawab Pelangi yang kini mulai membereskan peralatan melukisnya.
"Gak suka sama cemburu apa bedanya Pelangi???" tanya Mia yang juga membereskan bekas makanan mereka.
"Ya bedalah, cemburu itu tanda cinta. Kalau gak suka itu kan karena banyak alasan lain, kayak mungkin aja dia merasa gak dihargai atau dia merasa dipermainkan" jawab Pelangi
Mia mendengus memandang Pelangi
"Dia itu sebenarnya udah tertarik, cuma masih buta aja mata hatinya karena belum bisa move on" ucap Mia
Dan kali ini Pelangi yang mendenguis.
Cemburu???
Tertarik???
Hah... lelucon macam apa itu???
Menggelikkan
Arya dan semua sikapnya, sudah menunjukkan jika dia memang belum bisa merelakan Pelangi masuk kedalam hidupnya.
__ADS_1