
Pelangi mengernyitkan dahinya saat turun dari mobil taksi yang dia tumpangi. Panas matahari siang ini benar benar terasa menyengat. Padahal malam tadi hujan terus mengguyur, tapi sekarang malah panas sekali. Buru buru dia berjalan masuk kedalam lobi rumah sakit besar. Rumah sakit yang menjadi tujuan nya untuk memeriksakan diri hari ini.
Pagi pagi sekali Pelangi sudah pergi dari rumah orang tuanya. Setelah drama panjang yang harus dia lalui. Bunda dan ayah masih belum ingin Pelangi pulang cepat, mereka masih ingin bersama Pelangi lebih lama. Namun Pelangi tidak bisa berlama lama disana. Masih banyak misi yang harus dia selesaikan. Terutama tentang feeling kehamilan nya ini.
Dan setelah berbagai bujuk rayu dan seribu alasan, siang ini Pelangi tiba disini. Dirumah sakit yang akan menjadi penentu kelangsungan masa depan nya.
Jantung Pelangi benar benar berdetak tidak menentu. Dia sungguh takut jika dia memang benar benar hamil. Dia takut Arya tidak akan menerima anak nya.
Bagaimana jika itu terjadi?
Ah jangan sampai.
Setelah mendaftarkan diri dan menunggu beberapa waktu, akhirnya Pelangi bisa masuk dan bertemu dengan dokter kandungan yang akan memeriksa nya.
Jantung nya benar benar berdetak tidak menentu, bahkan tangan nya sedikit gemetaran saat mengetuk pintu ruangan itu.
"Selamat siang dokter" sapa Pelangi
"Selamat siang nona. Ayo silahkan duduk" jawab dokter wanita itu terlihat begitu ramah.
"Mau memeriksakan kandungan?" tanya dokter bername tag Sandra.
"Saya mau periksa, apa saya hamil atau tidak dokter" jawab Pelangi
"Oh begitu ya, apa sudah pernah tespek sebelum nya?" tanya dokter Sandra
Pelangi menggeleng dan tersenyum canggung. Dia memang tidak lagi mengingat itu. Mengecek kandungan dirumah bunda nya hanya akan menambah masalah nanti. Dan lagi, memeriksakan diri ke dokter adalah pilihan utama bagi Pelangi.
"Sudah telat menstruasi nona?" tanya dokter Sandra.
"Saya memang tidak pernah menstruasi lagi sejak menikah dokter. Dan sudah telat seminggu lebih" ungkap Pelangi
Dokter Sandra mengangguk, dia langsung beranjak dari kursinya.
"Baru menikah ya. Apa ada keanehan yang nona rasakan?" tanya dokter Sandra
Pelangi mengangguk cepat.
__ADS_1
"Saya mual dan sering pusing. Tapi tidak terlalu dok" jawab Pelangi.
"Kita langsung periksa saja ya. Ayo silahkan berbaring disini nona" ujar dokter Sandra.
Pelangi mengangguk dan langsung berbaring diranjang seraya dokter Sandra yang mulai bekerja.
"Suami nona tidak ikut ya?" tanya dokter Sandra berbasa basi. Pelangi langsung tersenyum getir mendengar itu.
Suami???
Mendengar kata itu membuat Pelangi benar benar sedih. Dia kemari saja Arya tidak tahu. Dan jika tahu, apa mungkin Arya akan perduli?
Menyedihkan.
"Suami saya sedang bekerja dokter. Lagi pula saya hanya periksa. Saya takut jika saya tidak hamil malah mengecewakan dia nanti nya" ucap Pelangi dengan senyum terpaksa nya.
Ya ampun, dia sudah pintar berbohong sekarang. Berbohong dengan orang tuanya, dan sekarang berbohong pada dokter Sandra. Ini semua gara gara Arya!
"Mau buat kejutan ya. Tapi feeling saya nona memang hamil" sahut dokter Sandra seraya menyingkap kaus yang dipakai oleh Pelangi dan mengoleskan gel diatas perut nya yang masih rata.
Jantung Pelangi semakin berdetak tidak karuan saat alat yang terasa dingin itu mulai bermain diatas perut nya.
Deg
deg
deg
Pelangi mematung, bahkan dia rasa detak jantung yang tadinya bergemuruh hebat kini seakan berhenti tergesak, membuat dia langsung meringis nyeri.
Hamil??? Sudah ada janin didalam sana????
"Usia kandungan sudah memasuki minggu ke enam"
deg
Lagi, Pelangi benar benar tidak percaya ini.
__ADS_1
Air matanya mengalir, seraya dia yang memandang ke layar monitor dimana calon anak nya yang masih berbentuk seperti biji kacang disana.
Bagaimana ini? Dia benar benar hamil. Dan sudah ada anak nya didalam sana. Anak yang tercipta tanpa sengaja. Anak dari lelaki yang dia cintai.
Apa yang harus Pelangi lakukan sekarang?
"Nona... selamat ya. Usia kehamilan anda masih terlalu muda. Anda harus bisa menjaga nya dengan baik" perkataan dokter Sandra membuat Pelangi tersadar. Dengan cepat dia langsung mengusap air matanya dan tersenyum pada dokter Sandra. Meski sungguh, perasaan nya benar benar tidak menentu saat ini.
"Baik dokter, terimakasih" jawab pelangi seraya beranjak dan duduk diatas ranjang karena dokter Sandra yang sudah selesai memeriksa nya.
"Suami nona pasti sangat bahagia mendengar berita ini" ucap dokter Sandra
Pelangi tertunduk dan tersenyum getir, seraya dia yang mengusap perutnya dengan lembut. Apa benar Arya akan bahagia? Mungkin jika Pelangi adalah Zelina, Arya sudah jelas akan bahagia. Tapi dia bukan Zelina. Pelangi adalah orang yang sangat tidak Arya ingini. Bagaimana mungkin Arya bisa bahagia dengan berita kehamilan ini.
Pelangi saja tidak bisa membuat hati Arya luluh, bagaimana mungkin anak nya bisa. Anak yang akan menjadi pengikat hubungan mereka untuk selama nya.
Ya Tuhan... Kenapa harus hamil sekarang. Bukan Pelangi tidak senang. Pelangi akui dia bahagia karena dia akan memiliki anak. Tapi Pelangi juga sedih jika mengenangkan sikap Arya yang belum bisa menerima dia. Bahkan Arya yang masih ingin Pelangi cepat pergi dari kehidupan nya.
"Ini vitamin untuk nona. Datang lah lagi bulan depan untuk memeriksakan perkembangan kandungan nona. Atau jika ada sesuatu yang membuat nona tidak nyaman, nona bisa datang kemari" ujar dokter Sandra yang membuat Pelangi sedikit terkejut.
Pelangi tersenyum dan mengangguk seraya meraih kantung plastik dan juga hasil usg kehamilan nya.
"Terimakasih banyak dokter" ucap Pelangi
"Sama sama nona" jawab dokter Sandra.
Dan setelah menyelesaikan segala macam prosedur nya, Pelangi akhirnya pulang kerumah. Pulang dengan membawa kegundahan hati yang begitu mendalam.
Selama diperjalanan pulang, hatinya terus bertanya tanya, tentang bagaimana dia selanjutnya. Harus kah dia memberi tahu tentang kehamilan ini pada Arya? Atau menutupi nya dulu?
Pelangi mengusap wajah nya dengan kasar. Matanya memandang nanar jalanan siang itu yang begitu padat. Namun hatinya yang terasa sepi.
Tidak bisa dibiarkan. Kurang dari dua bulan ini Pelangi memang harus berusaha sekuat mungkin untuk meraih perhatian dan cinta Arya. Meski terasa sulit dan berat. Pelangi memang harus berusaha untuk lebih kuat lagi. Sekarang bukan hanya untuk dirinya saja, melainkan untuk anak nya. Ya, ada anak nya juga yang membutuhkan pengakuan dari Arya. Tapi tidak untuk sekarang. Biar Pelangi yang mengambil hati Arya, agar suatu saat Arya mau menerima nya tanpa rasa kasihan dengan anak yang di kandung nya.
Ya, Pelangi memutuskan untuk tidak memberi tahu Arya tentang kehamilan ini. Pelangi ingin Arya menerima nya dengan tulus. Dan jika pun Arya tidak bisa menerima nya setelah tiga bulan waktu yang mereka janjikan.
Maka Pelangi akan pergi...
__ADS_1
Pergi bersama dengan anak yang dia kandung.
Anak yang akan menjadi kenangan terindah dari orang yang dia cintai....