Pelangi Untuk Arya

Pelangi Untuk Arya
Alergi????


__ADS_3

Arya memandangi Pelangi yang masih tertidur dengan pulas. Hari sudah pagi dan matahari juga sudah mulai keluar dan terasa menghangatkan tubuh. Tapi Pelangi masih begitu betah bergelung di dalam selimut mereka.


Wajahnya nampak tenang dan begitu pulas. Sepertinya dia kelelahan karena malam tadi mereka berpesta hingga hari sudah cukup larut. Bahkan Arya sampai harus memperingatkan Pelangi berkali kali jika dia sedang hamil, jika tidak Pelangi benar benar tidak ingin beristirahat dan masih ingin bergabung dengan Nara dan yang lain.


Sungguh, semua orang benar benar menikmati pesta mereka.


Arya mengusap perut Pelangi dengan lembut. Baby Twins dan anak laki laki. Ya ampun, Arya sungguh masih tidak menyangka dengan kejutan ini. Dia di beri dua sekaligus. Dan anak laki laki pula.


Semoga saja dia bisa menjadi ayah yang baik untuk anak anak nya kelak, dan tentunya bisa menjadi suami yang baik untuk Pelangi.


Ya, sekarang, tanggung jawab Arya sudah semakin bertambah.


"Emmmhh mas" gumam Pelangi. Tubuhnya sedikit bergeliat di dalam selimut.


"Iya sayang, aku disini" jawab Arya yang langsung menarik pinggang Pelangi agar lebih merapat kearahnya.


"Pelangi mau pipis" ucap Pelangi. Dia berbicara dengan mata yang masih terpejam dan itu yang membuat Arya tersenyum lucu memandang wajah Pelangi ini.


"Ya pipis, bangun dulu ya" ujar Arya.


"Males banget mau bangun. Masih enak di peluk" jawab Pelangi dengan begitu manja. Bahkan dia malah memeluk tubuh Arya yang tidak memakai baju atas dan hanya bertelanjang dada.


Arya terkekeh pelan dan mencium gemas pucuk kepala Pelangi.


"Nanti kalau di tahan tahan sakit sayang. Aku gendong mau?" tawar Arya.


"Mau" jawab Pelangi dengan cepat


Arya kembali tersenyum dan segera melepaskan pelukan Pelangi. Gemas sekali rasanya melihat Pelangi yang begitu manja padanya seperti ini. Serasa tiada hal lain yang membuat Arya bisa tersenyum selain melihat ulah Pelangi yang selalu membuat jantung nya tidak tenang.


"Ayo sini" ujar Arya. Dia menjulurkan tangan nya dan ingin mengangkat tubuh Pelangi, namun tiba tiba suara ketukan pintu yang rusuh membuat mereka terkesiap kaget.


"Uncle Aryo!!!"


"Aunty Pel!!!"


Seruan Zeze membuat Arya dan Pelangi langsung saling pandang dan tersenyum getir.


Masih pagi, tapi anak perempuan ini sudah mengganggu momen mereka.


Kemana orang tuanya ???


"Daddy suruh uncle Aryo keluar. Daddy mau sarapan!!!!!" teriak Zeze lagi


"Oh astaga.... Tuan muda itu benar benar" gerutu Arya.


Pelangi langsung tertawa kecil dan menurunkan kakinya ke atas lantai. Malam ini mereka semua tidur dan menginap di resort yang di sewa Reynand. Dan tentu saja Arya tidak akan bisa tenang sebelum jauh dari tuan muda itu.


Dan Reynand, tidak akan mungkin dia bisa membiarkan Arya tenang sedetikpun di saat saat seperti ini.


"Sudahlah, ayo kita mandi. Mereka pasti udah nunggu." ajak Pelangi


"Uncle Aryo!!!" teriak Zeze dari luar lagi.


Arya berjalan menuju pintu dan langsung membuka pintu untuk melihat Zeze.


Anak perempuan ini sangat menggemaskan, matanya seperti mata kucing saat melihat Arya yang tidak berbaju.


"Uncle kenapa enggak pakai baju?" tanya Zeze begitu polos. Dia sedikit mengintip kedalam, melihat Pelangi yang sudah mulai berjalan menuju kamar mandi.


"Uncle masih mau mandi. Bilang sama Daddy, sarapan duluan dulu kalau sudah lapar" ujar Arya seraya dia yang berlutut di hadapan Zeze.

__ADS_1


Wajah anak perempuan yang sangat mirip dengan Zelina.


"Daddy bilang mau nunggu uncle. Om Bima juga belum datang, jadi mau sarapan sama sama" jawab Zeze


"Oke, kalau begitu uncle mandi dulu ya. Kamu duluan kesana. Tunggu uncle disana" ujar Arya lagi sembari mengusap lembut pucuk kepala Zeze.


Zeze langsung mengangguk dengan cepat. Namun dia mengernyit saat melihat sesuatu di dada Arya.


"Uncle... kenapa dada uncle merah merah?" tanya Zeze


Arya langsung menunduk dengan cepat, melihat dadanya yang memerah bekas...... Kenakalan Pelangi.??


On my God


"Oh.. Ini.... Ini karena uncle alergi sayang" jawab Arya


"Alergi apa?" tanya Zeze lagi.


"Alergi ..... salah minum susu" jawab Arya dengan asal. Apalagi yang harus dia katakan jika sudah begini.


"Memangnya uncle minum susu apa? Susu sapi? harusnya jangan minum susu sapi. Zeze juga alergi susu sapi. Biasanya mommy bawa obat. Nanti Zeze bilang sama mommy dulu deh" ucap Zeze.


Arya langsung melebarkan matanya dan menggeleng dengan cepat.


"Jangan ... Jangan bilang sama mommy. Uncle gak apa apa Ze. Uncle kan kuat" sahut Arya.


"No, no, no, Zeze enggak mau uncle sakit. Zeze bilang mommy dulu" jawab Zeze. Bahkan dia langsung berbalik arah dan berlari meninggalkan Arya dengan cepat.


"Ah Zeze!!" seru Arya memanggil gadis kecil itu. Namun Zeze sudah berlari keluar tanpa ingin memperdulikan Arya lagi.


"Ya ampun, habis sudah" gumam Arya dengan helaan nafas yang panjang.


Berniat untuk mengelak dengan menggunakan alasan itu, namun sekarang malah menjadi imbas untuk dirinya sendiri.


"Mas Arya!!" seruan Pelangi dari dalam kamar mandi membuat Arya terkesiap dan langsung berjalan kembali masuk kedalam kamar.


Fikiran nya jadi tidak tenang sekarang. Sudah pasti hal ini akan menjadi bulan bulanan kedua tuan muda itu nantinya.


Ya ampun... Benar benar menyebalkan. Arya lupa dia tidak memakai baju. Dan Arya lupa jika malam tadi dia dan Pelangi sempat bermain dulu sebentar. Apalagi Arya yang tidak tahan melihat Pelangi yang begitu cantik. Bibir merah nya membuat Arya semakin tidak bisa menahan gairah.


Bahkan malam tadi dia meminta Pelangi untuk sedikit agresif, hingga akhirnya, permainan mereka malah meninggalkan jejak di tubuh Arya.


Benar benar memalukan.


...


Dan benar saja, saat Arya dan Pelangi sudah selesai membersihkan diri. Mereka berdua langsung keluar dari kamar menuju ruang makan resto. Disana sudah berkumpul Reynand dan Nara, juga Bimantara dan Gendis.


Reyza bersama istri dan anak nya sudah kembali malam tadi. Mereka tidak menginap di resto karena putera mereka yang tidak suka berada di tempat orang lain.


Ayah dan bunda sudah pulang pagi pagi sekali. Karena bunda harus ke restauran nya pagi ini. Jadi sekarang, tinggalah mereka disana.


Reynand dan Bimantara memandang Arya dengan pandangan mata yang penuh arti. Bahkan mereka terlihat tersenyum simpul memandang Arya dan Pelangi.


"Selamat pagi, maaf nona kami terlambat" sapa Pelangi pada Nara dan Gendis.


"Enggak apa apa Pel. Kami juga baru sampai" jawab Gendis


Pelangi tersenyum dan mengangguk seraya dia yang langsung duduk di kursinya, begitu pula dengan Arya.


"Mommy, mommy tolong kasih uncle Zeze obat" pinta Zeze. Yang ternyata dia belum melupakan perkataan nya pagi tadi.

__ADS_1


"Kamu beneran alergi Yo? Sejak kapan alergi susu?" tanya Nara, dia malah percaya saja dengan perkataan Zeze.


Pelangi juga langsung menoleh pada Arya, memandang suaminya dengan bingung.


"Apa yang alergi mas?" tanya Pelangi.


Sial... apa yang harus Arya jawab sekarang??


"Tidak... Cuma gatal sedikit saja Nara. Jangan risau" jawab Arya dengan senyum getirnya.


"Bohong mommy, di dada uncle banyak sekali merah merah nya. Zeze lihat!!" seru Zeze.


Dan ketika mendengar itu, mata Pelangi langsung melebar sempurna. Bahkan wajahnya langsung merona mereka. Membuat Reynand dan Bimantara langsung menahan tawa mereka.


"Kau menodai mata putriku Yo!" gumam Reynand


Arya meringis, dia menggaruk pelipisnya sejenak.


"Ya salah sendiri, kenapa juga di minta ke kamar kami pagi pagi" sahut Reynand.


"Ya kau yang salah, kenapa tidak memakai baju." kata Reynand pula


"Ternyata kalian bermain begitu mengerihkan ya" goda Bima dengan tawa yang tidak bisa dia tahan lagi. Bahkan Gendis sampai menyikut lengan nya dengan kesal, apalagi saat melihat wajah Pelangi yang semakin memerah.


"Ck... seperti tidak pernah saja" protes Arya.


"Sudah sudah... Kenapa jadi berdebar" sahut Nara


"Benar kan mommy, uncle Aryo alergi. Dia merah merah seperti Zeze" tanya Zeze lagi.


"Ya ampun Ze. Uncle tidak apa apa sayang. Jangan khawatir oke" ucap Arya.


"Iya, uncle gak apa apa nak. Nanti mommy kasih uncle obat" kata Nara pula.


"Beneran mommy, soalnya banyak sekali merah merah nya tadi" jawab Zeze


Pelangi semakin tertunduk malu, apalagi Reynand dan Bimantara yang sungguh tidak bisa untuk tidak tertawa.


"Oh Zeze, please jangan di sebut terus. Kamu lihat aunty mu ingin menangis sekarang" ujar Reynand


"Rey..." tekan Nara, memandang Reynand dengan pandangan mata yang kesal. Suka sekali dia menggoda Arya dan Pelangi.


"Aku berkata benar sayang" jawab Reynand dengan tawa kecilnya.


"Aunty sedih ya?" tanya Zeze


Pelangi tersenyum getir dan mengangguk.


Dan ketika melihat wajah Pelangi yang begitu canggung itu, sebenarnya Nara dan Gendis juga tidak bisa untuk tidak tersenyum. Mereka juga begitu, tapi tidak pernah tahu oleh anak anak mereka.


"Zeze juga sedih, maka nya nanti uncle minum obat ya. Supaya enggak sakit lagi" pinta Zeze pada Arya.


"Iya sayang, sekarang Zeze makan dulu ya. Jangan di bahas lagi" ucap Arya


Bimantara tertawa dan langsung menyumbat mulutnya dengan roti.


"Lain kali bermain lah yang hati hati. Kau tidak akan aman selama ada kami di dekatmu" ujar Reynand.


"Ya, tidak anak, tidak ayah, memang suka sekali menganggu kesenangan orang" gerutu Arya. Dan mereka semua langsung tertawa lucu mendengar perkataan Arya itu.


Pagi ini mereka benar benar menghabiskan waktu pagi dengan hanya menggoda Arya dan Pelangi saja.

__ADS_1


Jika biasanya Arya akan marah saat mereka memancing nya untuk bercanda, tapi sekarang Arya sudah kembali menjadi Arya yang dulu mereka kenal. Arya yang tidak pernah marah dan Arya yang selalu menanggapi ocehan random mereka.


Pagi yang indah untuk mereka yang sedang berbahagia dengan waktu waktu berkumpul seperti ini.


__ADS_2