Pelangi Untuk Arya

Pelangi Untuk Arya
Kesialan Arya


__ADS_3

Mata Pelangi terperangah begitu lebar memandang seseorang yang kini ada di hadapannya. Pelangi benar benar terkejut, bahkan dia mundur beberapa langkah kebelakang karena dia merasa takut sekarang.


"Sayang... Kenapa lihat aku begitu?" Tanya Arya. Dia masih saja tersenyum tanpa merasa bersalah karena sudah mengejutkan istrinya.


Sebuket bunga mawar segar masih dia pegang sejak tadi.


Pelangi menggeleng pelan, masih memandangi penampilan Arya yang benar benar berubah.


Rambut gondrongnya sudah hilang, dan berganti dengan rambut cepak yang bahkan sangat tipis. Bisa kalian bayangkan bagaimana penampilan Arya sekarang. Sungguh, Pelangi benar benar tidak mengenali suaminya sekarang.


"Sayang... Hei." Arya ingin mendekat, namun Pelangi malah mundur dan menggeleng. Raut wajahnya benar benar terperangah dan memucat.


"Dimana mas Arya. Dimana suami Pelangi?" Tanya Pelangi dengan gelengan kepala yang kuat. Dia benar benar tidak ingin disentuh oleh Arya.


Arya meringis, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Ini aku sayang, ini suami kamu. Gimana penampilan aku? Semakin keren kan?" Tanya Arya dengan begitu bangga. Dia masih saja tidak merasa bersalah, padahal raut wajah Pelangi sudah begitu berubah.


"Bukan... Ini bukan suami Pelangi. Pelangi mau mas Arya Pelangi!!!" Teriak Pelangi dengan begitu kesal sekaligus kecewa.


"Sayang... Kamu gak suka aku potong rambut?" Arya menurunkan tangannya, dan dia mulai mengerti jika Pelangi tidak menyukai penampilan nya yang sekarang.


"Huu.... Kenapa di potong, kenapa mas Arya jadi jelek. Pelangi mau mas Arya tetap gondrong." Pelangi mulai menangis kesal. Tentu saja itu membuat Arya semakin kebingungan. Dia ingin mendekat pada Pelangi, namun istrinya itu malah semakin mundur.


"Jangan dekat dekat!" Seru Pelangi. Dia benar benar memandang kesal pada Arya.


"Sayang... Jangan marah. Aku potong rambut kan supaya keren. Supaya terlihat lebih muda dan gak jauh beda sama kamu." Ungkap Arya.


Pelangi menggeleng pelan. Dia masih menangis kesal.


"Enggak mau, Pelangi suka nya sama mas Gondrong. Pelangi gak suka, Pelangi mau suami Pelangi yang dulu!!" Seru Pelangi begitu kuat. Masih terdengar begitu kesal.


Dia ingin menutup pintu, namun Arya segera menghalanginya dengan cepat.


"Sayang .. Jangan gitu dong. Iya iya, aku minta maaf." Seru Arya. Dia jadi menyesal sekarang, niat hati supaya lebih tampan dan terlihat muda, tapi malah begini jadinya.


"Pergi sana, Pelangi gak mau lihat mas Arya!" Seru Pelangi.


"Sayang... Jangan marah!! Biarin aku masuk, kamu tega ninggalin aku di luar?" Arya mencoba mendorong pintu, namun di tahan oleh Pelangi.

__ADS_1


"Biarin, salah sendiri kenapa enggak ngomong ngomong. Pergi!!" Teriak Pelangi. Entah kenapa dia benar benar kesal sekarang.


"Sayang!" Arya terus memelas, namun sama sekali tidak di dengarkan oleh Pelangi.


"Pergi!! Pelangi cuma mau sama mas Arya Pelangi!" Teriak Pelangi.


Dia ingin menutup pintu dengan kuat, benar benar kesal dengan kelakuan Arya. Padahal Pelangi sudah cinta sekali dengan rambut gondrong nya itu. Namun Arya malah memotong dan memangkas habis rambutnya. Benar benar menjengkelkan.


Pintu berhasil di tutup, tapi ketika membalikkan tubuh dan ingin menjauh dari pintu, tiba tiba Pelangi terkesiap saat mendengar suara gaduh di depan kamarnya.


Dengan cepat dia kembali membuka pintu, dan mata Pelangi kembali terbuka lebar saat melihat Arya di pukuli oleh ayah dan bundanya.


"Kurang ajar, siapa kamu berani masuk ke kamar anak kami ha!!" Bentak Ayah. Dia memukuli Arya dengan sapu yang dia bawa dari bawah.


"Auh ampun ayah, ampun!!. Ini saya ayah!!" Teriak Arya, dia memegangi kepala dan wajahnya agar tidak terkena pukulan.


"Jangan menipu! Kurang ajar. Mau berbuat mesum kamu ya!" Bentak ayah lagi, dia terus memukuli Arya dengan gagang sapunya. Apalagi dia memang belum melihat wajah Arya, dia dan bunda baru tiba di rumah Pelangi, namun begitu masuk mereka malah mendengar Pelangi berteriak.


"Ayah... Ayah sudah ayah!" Pelangi langsung menghalangi ayah yang terus memukul Arya.


"Jangan di halangi nak, biar tahu rasa maling ini. Dia gak tahu apa kalau kamu udah punya suami." Sahut bunda pula. Dia malah menarik lengan Pelangi agar menjauh dari Arya dan ayah.


"Bunda, ayah, dia mas Arya!!" Teriak Pelangi pula. Dia juga tidak tega melihat Arya yang di pukuli seperti itu. Meski kesal, tapi tidak melihat Arya di aniaya seperti ini juga.


Rumah Pelangi benar benar heboh, bahkan Bu Nining dan juga satpam di depan sudah berlarian mendekat kearah mereka. Begitu pula dengan Ferdi yang masih ada di rumah itu.


"Ayah, dia mas Arya. Udah!!" Pelangi kembali mengulangi perkataannya membuat ayah langsung menghentikan pukulannya pada Arya.


Dia terkejut, dan langsung menoleh pada Arya. Begitu pula dengan bunda.


Ferdi langsung tertawa lucu melihat orang orang ini, apalagi ketika melihat wajah Arya yang terlihat kacau dan ada sedikit memar di keningnya.


"Arya, ini kamu nak?" Bunda langsung mendekat kearah Arya dan memperhatikan menantunya itu dengan lekat.


"Ayah sama bunda tega nih, bonyok deh saya." Sahut Arya dengan ringisan di wajahnya. Dia langsung tersandar di dinding kamar dan memegang pelipisnya yang terasa nyeri. Belum lagi dengan tubuhnya yang mungkin sudah memar karena pukulan dari ayah.


"Ya Allah, nak. Ayah gak tahu ini kamu. Maaf, maaf. Astaga. Lagian kamu kenapa sudah berubah begini." Ayah langsung mengusap bahu Arya dengan wajah bersalah.


"Sakit ya nak, maafin ayah ya." Kata bunda lagi. Dia mengusap pelipis Arya yang memar.

__ADS_1


"Enggak apa apa Bun." Jawab Arya.


"Makanya lagi deh mas Arya potong rambut. Ayah sama bunda aja gak kenal lagi sama mas Arya, apalagi Pelangi." Ucap Pelangi, nada bicaranya masih terdengar begitu ketus.


"Maaf sayang, enggak lagi lagi kok. Kan supaya kelihatan muda dan ganteng aku potong rambut." Kilah Arya.


Ayah menggeleng pelan.


"Kamu ini ada ada aja memang. Untung ayah gak bawa golok tadi." Sahut Ayah


"Mau di sunat lagi ya pak." Sahut Ferdi. Sejak tadi dia benar benar tidak bisa menahan tawa melihat penderitaan Arya.


"Iya rencananya Fer. Bos kamu ini bikin kita semua heboh." Jawab Ayah.


Arya mendengus kesal, apalagi ketika melihat Ferdi yang tertawa mengejek.


"Kurang ajar kamu Fer, bukan nya belain malah nambahi saja." Arya benar benar kesal.


"Sudah sudah, ayo bunda obati dulu pelipis kamu itu. Nanti bengkak kalau gak di kompres." Ajak Bunda. Bahkan dia langsung menarik lengan Arya menuju ruang tengah.


"Bang Ferdi, kenapa sih gak di larang mas Arya potong rambut." Kini Pelangi malah protes pada Ferdi.


"Maaf non. Mana bisa saya larang. Lagi pula pak Arya kan begitu untuk merubah suasana baru. Dia pengen kelihatan berbeda." Jawab Ferdi.


"Tapi saya gak suka." Gerutu Pelangi


Ferdi tertawa pelan seraya memandang Arya yang sudah duduk di sofa.


"Masih tetap ganteng non, lebih fresh juga kok." Ucap Ferdi.


"Iya sih, tapi kan rasanya berbeda. Saya jatuh cinta sama mas Arya yang gondrong dan brewok tapi imut imut. Bukan yang sekarang, berasa beda jauh saya bang." Ungkap Pelangi.


"Beda kenapa non. Kan sama saja?" Tanya Ferdi. Mereka masih berdiri mematung di depan kamar Pelangi yang memang ada di depan ruang tengah itu.


"Beda lah, aura mas Arya jadi berbeda. Dia lebih kelihatan orang hebat nya kalau begitu." Ungkap Pelangi.


Ferdi kembali tertawa dan menggeleng pelan.


"Penampilannya berubah, tapi hatinya kan tetap sama non." Jawab Ferdi.

__ADS_1


__ADS_2