
Satu harian ini Pelangi benar benar menghabiskan waktu diperusahaan Arya. Tidak ada yang dia lakukan selain duduk dan menunggu Arya bekerja.
Bosan sebenarnya, tapi jika tinggal sendirian dirumah pun Pelangi juga tidak berani. Dia masih takut dengan teror lelaki misterius itu.
Saat ini Pelangi sedang berbaring di sofa. Sofa tempat mereka pernah melakukan hubungan itu untuk yang pertama kali. Sofa dimana tempat ini adalah tempat yang membuat Pelangi dan Arya terikat dalam satu ikatan.
Yah, Pelangi masih mengingat semua nya. Tapi sepertinya, sofa ini sudah diganti. Pelangi masih ingat dulu jika warna sofa ini adalah warna abu abu pekat. Tapi kini sudah bewarna coklat muda. Mungkin Arya yang mengganti.
Apa dia mengingat hubungan terlarang mereka itu ya???
Entah lah.
Pelangi menghela nafas dalam dalam. Dia terbaring dengan tangan yang sejak tadi mengusap perut nya yang sudah mulai membuncit. Memandang nanar langit langit ruangan Arya nampak kosong.
Arya sedang rapat sekarang, dan Pelangi sendirian disini. Tidak ada yang bisa Pelangi lakukan selain duduk dan berbaring.
Arya benar benar meminta nya untuk diam dan jangan melakukan apapun. Pria itu benar benar keterlaluan.
Bahkan dia tidak ingin memberikan Pelangi makanan atau apapun itu yang bisa mengganjal perutnya yang lapar.
Memang enak jadi Nina. Setiap hari dan setiap waktu dia bisa dekat dengan Arya. Menyebalkan sekali.
Pelangi beranjak dan duduk dengan tegak. Pinggang nya sudah lelah duduk terus. Dia menoleh keluar gedung. Sudah mulai sore. Dan sudah dua jam Arya mengadakan rapat bersama para petinggi perusahaan nya.
Pelangi benar benar bosan.
Perutnya lapar, dia hanya makan siang sedikit tadi. Karena lagi lagi, Arya tidak mau menyisakan makanan sedikit untuk Pelangi. Dan sekarang, Pelangi merasa ingin memakan sesuatu.
Sepertinya makan di kantin perusahaan enak. Karena jika ke pantry, dia takut bertemu dengan teman OB yang masih mengenal nya. Meskipun itu mustahil.
Dan akhirnya, Pelangi memilih untuk keluar ruangan Arya. Semoga saja Arya tidak marah karena saat ini Pelangi sudah tidak bisa menahan lapar.
Pelangi berjalan dengan senyum ceria nya seperti biasa. Turun dengan lift yang biasa dipakai Arya hingga membuat beberapa karyawan memandang Pelangi dengan heran. Sebab mereka memang tidak ada yang tahu tentang hubungan Pelangi dan direktur mereka.
Asisten bos besar yang kini sudah menjadi pemegang tahta tertinggi diperusahaan Polie. Tidak ada yang bisa dekat dengan Arya sejak dia kehilangan calon istrinya dulu. Semua orang tahu, jika Arya adalah calon suami dari putri satu satunya dikeluarga Adiputra. Tapi sayangnya, nasib malang menimpa Arya. Calon istrinya meninggal dalam kecelakaan. Dan sejak saat itu, Arya yang ceria dan ramah sudah berubah menjadi Arya yang pendiam dan tidak bisa lagi disentuh.
Hanya Nina, yang bisa dekat dengan lelaki itu. Dan sekarang, malah gadis muda ini. Tentu saja, hal itu membuat semua orang memandang Pelangi dengan bingung. Mereka menerka neraka, siapa Pelangi sebenarnya. Kenapa bisa datang bersama Arya???
Tidak ada yang tahu tentang kejadian antara Pelangi dan Arya malam itu. Hanya Nina dan juga beberapa orang yang terlibat. Mereka juga tidak mengenal Pelangi, karena dihari itu adalah hari pertama Pelangi datang ke perusahaan sebagai ob. Dan dihari itu juga dia keluar dari perusahaan itu sebagai istri Arya.
Pelangi berjalan mengitari koridor dan melewati setiap ruangan dilantai bawah dengan senyum cerianya seperti biasa. Dia tidak memperdulikan tatapan orang orang yang memandang nya dengan aneh.
Terserah mereka mau menilai Pelangi seperti apa. Yang jelas saat ini, isi perut Pelangi lebih penting.
Pelangi berjalan keluar lobi, namun tiba tiba suara seseorang yang memanggil namanya, membuat langkah Pelangi terhenti.
"Pelangi!!!"
Mata Pelangi langsung melebar, melihat Mia yang berlari kearah nya. Gadis itu memakai seragam hitam putih.
"Mia... kamu disini?" tanya Pelangi. Dia memperhatikan seluruh penampilan Mia dengan wajah terperangah.
"Iya, aku magang disini. Kebetulan dapet bagian di perusaahan pak Arya" jawab Mia
"Wah keren. Kok gak bilang bilang sih" tanya Pelangi. Mereka berjalan beriringan keluar dari lobi
"Rencana malam nanti aku mau bilang kamu. Kamu kok disini, tumben banget. Pasti ngintai pak Arya ya" tuding Mia seraya merangkul lengan Pelangi dengan gemas.
"Enak aja. Aku ikut dia kerja hari ini. Takut dirumah" jawab Pelangi.
"Tumben banget, biasa juga betah dirumah sendirian" sahut Mia
Pelangi menghela nafas dan mengangguk pelan.
"Ada yang mau aku ceritain sama kamu. Kita kekantin aja yuk. Sekalian temani aku makan. Udah pulang kan?" tanya Pelangi
"Udah, cuma interview doang. Jadi cepat pulang. Mau cerita apa sih. Aku penasaran?" tanya Mia.
"Entar disana sambil makan" jawab Pelangi.
Mia mengangguk pasrah. Mereka langsung berjalan menuju kantin dibelakang perusahaan itu.
Masih terlihat ramai dan ada beberapa tempat yang menjual makanan disana. Tempatnya juga bersih dan nyaman.
Pelangi suka.
Mereka duduk disana sembari memesan makanan dan minuman. Pelangi masih tidak menyangka jika Mia akan magang disini. Jika begitu, mungkin setiap hari dia akan ikut Arya ke perusahaan. Sebab ada Mia disini. Dan Pelangi tidak akan kesepian.
"Jadi apa yang mau kamu ceritain?" tanya Mia seraya mengunyah kentang goreng nya.
Pelangi meminum jus jeruk nya dan menghela nafas sejenak. Dia menceritakan semua hal tentang lelaki berjaket hitam itu dan semua teror yang dilakukan nya. Bahkan Pelangi juga mengatakan jika dia pergi keperusahaan karena Pelangi takut akan teror yang membuat dia trauma sekarang.
Mia cukup terkejut mendengar cerita Pelangi.
"Jadi ada yang neror kalian?" tanya Mia kembali
Pelangi mengangguk pelan
"Pak Arya udah lapor polisi belum?" tanya Mia lagi.
"Gak tahu, tapi katanya dia bakal nyelidiki kasus ini. Cctv dirumah juga dirusak sama tuh orang" ungkap Pelangi.
__ADS_1
Wajah Mia langsung memucat mendengar itu.
"Ya ampun Pel. Kamu memang harus hati hati. Jangan sendirian dirumah deh. Siapa sih orang yang udah jahat sama kalian. Perasaan dari dulu gak punya musuh kan" kata Mia.
Pelangi menghela nafas dan mengangguk.
"Iya, tapi kayak nya orang ini tahu tentang aku deh Mia. Dia neror pakai darah. Dia juga ngelempar surat yang isinya, dia itu gak mau lihat kami bahagia, sementara dia menderita" ungkap Pelangi lagi.
Mia tertegun sejenak.
"Siapa ya. Kamu gak punya temen selain aku dan kak Rangga" gumam Mia.
"Nah itu dia. Pak Arya malah curiga nya sama kak Rangga" jawab Pelangi
Mia terperangah kaget.
"Kenapa kak Rangga. Masak iya dia mau jahatin kamu. Mustahil banget. Sejak dulu dia itu kan suka banget sama kamu Pel" sahut Mia yang benar benar tidak percaya.
Pelangi berdecak dan mengangguk pelan.
"Aku juga mikirnya begitu. Gak mungkin kak Rangga. Sejak dulu, meskipun aku selalu nolak dia, dia tetap baik sama aku" jawab Pelangi.
"Nah itu, buang jauh jauh lah fikiran itu. Kak Rangga itu orang baik. Dia yang paling ngerti kamu sejak dulu. Selalu ada disaat kamu susah dan sedih. Gak ada orang sebaik dia yang masih mau memperlakukan kamu dengan istimewa meski udah kecewa" ungkap Mia.
Pelangi tertegun dan tertunduk dalam. Dia tahu itu, dia tahu jika tidak mungkin Rangga yang menjadi dalang di balik teror mengerihkan ini.
Pelangi juga tidak yakin.
"Lalu siapa ya kalau bukan kak Rangga. Soalnya kamu tahu kan, kalau kak Rangga juga kurang suka aku jadi istri pak Arya." tanya Pelangi.
"Jelas aja dia gak suka. Dia kan cinta mati sama kamu dari dulu" sahut Mia
deg
Tanpa mereka tahu, jika seseorang berdiri disebalik dinding dan mendengar perkataan mereka.
Wajahnya memerah, tangan nya mengepal dengan erat. Dan itu dia lakukan tanpa sadar. Dadanya terlihat bergemuruh, antara kesal dan resah. Kenapa begini????
"Kamu pernah ketemu dia lagi?" tanya Mia
Pelangi mengangguk.
"Semalam pagi. Dia datang kerumah untuk nemui pak Arya" jawab Pelangi
"Jadi gimana itu. Ada drama dong" ucap Mia
Pelangi mengangguk.
"Jujur? dia bilang dia istri kamu? gitu?" tanya Mia
Pelangi mengangguk dengan senyum haru nya.
"Oh my God. Tapi perasaan waktu itu dia bilang kalau dia belum punya istri loh Pel" ucap Mia. Wajahnya memandang sedih pada Pelangi.
"Enggak apa apa. Setidaknya semalam waktu kak Rangga datang pak Arya mau jujur" sahut Pelangi.
"Pasti kak Rangga sedih banget" ucap Mia
Pelangi menarik nafas dalam-dalam dan mengangguk pelan.
"Mau bagaimana lagi, sudah takdir Mia" jawab Pelangi.
Mia hanya bisa menghela nafas dan mengangguk pelan.
Mereka kembali menikmati makanan mereka dengan tidak berselera. Namun tiba tiba mereka dikejutkan dengan kedatangan Arya yang muncul secara tiba tiba.
Pelangi dan Mia langsung terlonjak kaget melihat Arya. Bahkan wajah mereka langsung memucat.
Apa Arya mendengar apa yang mereka katakan tadi???
Mudah mudahan tidak.
Tapi.... wajah Arya memang sudah nampak lain.
"Pulang" ucap Arya langsung. Tanpa basa basi dan terdengar begitu dingin.
Pelangi dan Mia langsung menelan Saliva mereka dengan berat. Benar benar takut melihat wajah datar Arya yang seperti sedang menahan kesal.
"Bapak... gak minum dulu" tawar Pelangi dengan senyum getir nya.
Namun Arya hanya diam dan memandang Pelangi dengan tajam.
Pelangi kembali menghela nafas dan mengangguk pelan. Dia langsung beranjak dan meraih ponsel nya.
"Mia, aku duluan. Bayarin ya" bisik Pelangi pada Mia.
Mia langsung mengangguk cepat. Dia memandang iba pada Pelangi yang mengejar kepergian Arya.
Hidup sahabatnya itu pasti tidak mudah. Ditambah dengan teror lelaki misterius itu. Pasti Pelangi sedang stress sekarang.
Ya Tuhan....
__ADS_1
Rumit sekali hidup Pelangi. Rangga yang benar benar mencintai dia, tapi dia tidak suka. Sedangkan Arya yang seperti itu, Pelangi malah cinta mati. Aneh sekali Mia melihat sahabatnya itu.
...
Sementara didalam mobil...
Arya membawa Pelangi pulang. Disepanjang jalan tidak ada sepatah katapun yang Arya keluarkan. Wajahnya datar, namun terlihat kesal.
Ada apa dengan Arya???
Apa mungkin dia mendengar percakapan Pelangi dengan Mia tadi???
Pelangi menoleh pada Arya, memandang pria itu dengan ragu.
"Pak" panggil Pelangi
"Kenapa kamu memberitahu tentang hubungan kita pada mereka?" tanya Arya akhirnya.
Benar kan... Arya memang sudah mendengar perkataan mereka tadi
"Kenapa? Mereka sahabat saya. Dan bapak juga sudah bilang yang sebenarnya pada kak Rangga tentang hubungan kita" jawab Pelangi
"Tapi bukan berarti kamu menceritakan tentang kita pada orang lain Pelangi" sahut Arya
"Bapak juga menceritakan masalah bapak pada orang lain kan" ucap Pelangi tidak mau kalah.
Arya menoleh kearah Pelangi sekilas.
"Kenapa bapak menceritakan semua perasaan bapak sama Bu Nina.?" tanya Pelangi. Dia seolah sedang menantang Arya. Dan entah kenapa dia begitu berani
Arya mendengus senyum sinis.
"Itu bukan urusan kamu" jawab Arya
"Berarti bapak juga tidak boleh marah kalau saya bercerita dengan kak Rangga dan Mia"
"Jangan sebut namanya!!!" bentak Arya tiba tiba. Membuat Pelangi langsung terkesiap kaget.
"Kamu menganggap dia orang baik, padahal dia yang sebenarnya meneror kamu kan" tuding Arya
Pelangi menggeleng pelan.
"Pak... kak Rangga itu teman saya dari dulu. Saya tahu bagaimana dia. Dia gak mungkin berbuat seperti itu" jawab Pelangi.
Arya langsung berdecih sinis
"Kenapa, karena dia mencintai kamu. Begitu?" tanya Arya, terdengar begitu sinis.
Pelangi diam, dan hanya memalingkan wajahnya saja. Kenapa Arya jadi menyebalkan seperti ini!
Kenapa juga dia malah berkata begitu?
"Percaya sekali dengan cinta. Padahal lelaki yang kamu percayai itu yang ingin menghancurkan mental kamu" sinis Arya.
Pelangi langsung menoleh pada Arya.
"Saya yakin jika bukan kak Rangga orang nya. Dia memang mencintai saya, maka dari itu dia tidak akan mau menyakiti saya. Sama seperti saya yang mencintai bapak, saya tidak akan menyakiti bapak meski bapak selalu mengabaikan kehadiran saya" ucap Pelangi dengan begitu tegas. Bahkan dia juga tidak tahu kenapa dia bisa berbicara sejujur itu pada Arya.
Arya langsung mengerem mobilnya mendadak. Membuat Pelangi terkesiap karena hampir saja terhantuk dashboard mobil.
Arya menandang Pelangi dengan tajam.
"Apa kamu bilang tadi?" tanya Arya.
Pelangi hanya diam, dia memandang Arya dengan jantung yang berdebar tidak menentu.
"Sudah saya bilang jika tidak sanggup kamu boleh pergi, bukan membandingkan saya dengan lelaki lain!!" bentak Arya begitu kuat. Pelangi bahkan langsung memejamkan matanya mendengar bentakan Arya.
"Saya bukan Rangga, dan kamu tidak bisa membandingkan saya dengan dia!!!" seru Arya lagi
Pelangi mulai terisak, dia takut. Dia ketakutan melihat wajah marah Arya.
Kenapa Arya bisa marah seperti ini??? Apa dia sudah keterlaluan?? Tapi sungguh, Pelangi tidak berniat untuk membandingkan Arya dengan Rangga.
"Keluar kamu!!!" usir Arya.
Pelangi menggeleng pelan, memandang Arya dengan wajah takut.
"Keluar!!!!!" serunya lagi
"Pak" lirih Pelangi
Arya mendengus marah. Dia keluar dari mobil dan berputar dengan cepat. Membuka pintu mobil Pelangi dan menarik Pelangi dengan kasar.
"Keluar. Kamu bisa temui lelaki yang mencintai kamu itu. Bukan lelaki seperti saya yang hanya bisa mengabaikan kamu" geram Arya.
Dia mendorong tubuh Pelangi menjauh dari mobilnya dan kembali masuk kedalam mobil. Melajukan mobil itu, dan pergi meninggalkan Pelangi yang hanya bisa menangis dan mematung memandang kepergian Arya.
Ya Tuhan...
Kenapa Arya kejam sekali.
__ADS_1
Kenapa dia bisa sangat marah? salahkah Pelangi berkata seperti itu tadi????