
Hamparan padang rumput begitu luas, seluas mata memandang. Sangat hijau dan begitu menenangkan. Dan bukan hanya padang rumput saja, melainkan juga taman bunga tulip yang semuanya bewarna putih. Sangat indah sekali.
Arya tersenyum tipis memandang pemandangan ini yang benar benar membuat hatinya tenang. Dia tidak tahu ini tempat apa dan dimana dia berada sekarang, yang jelas dia suka berada ditempat ini. Seperti tidak ada beban dan luka yang dia rasakan. Semua terlihat lepas dan juga tenang.
Desiran angin yang terasa berbeda, membuat Arya memejamkan matanya. Dingin, sejuk dan begitu menenangkan. Sungguh tiada apapun yang bisa membuat nya setenang sekarang.
"Kak Aryo"
Suara seseorang membuat Arya membuka mata, dia berbalik arah dan memandang seseorang yang berdiri dengan gaun putih yang sangat indah. Wajahnya berseri, bahkan senyum itu benar benar membuat Arya terpana.
Senyum yang sudah sangat lama tidak dia lihat.
"Zelina" gumam Arya
Arya berjalan mendekat kearah Zelina yang terus tersenyum tanpa henti. Wajah dan tubuhnya benar benar bersinar, hingga membuat Arya tidak mampu untuk berpaling sedikitpun. Dia berhenti dihadapan Zelina dan memandang gadis itu dengan lekat.
Gadis yang pernah membuat hatinya mati dan beku karena cinta yang begitu dalam.
"Kenapa bersedih terus?" tanya Zelina
Arya menggeleng pelan dengan mata yang tak pernah lepas dari wajah cantik itu.
"Bagaimana aku tidak bersedih, jika kalian semua pergi meninggalkan aku" jawab Arya
Zelina tersenyum, dia menjulurkan tangannya dan mengusap wajah Arya dengan lembut. Membuat Arya langsung memejamkan mata, menikmati hangat nya sentuhan tangan hangat yang selembut sutra ini.
"Ze pergi karena takdir kak. Tempat Ze bukan didunia, dan Ze juga hanya sebatas mengenalkan cinta untuk kak Aryo. Tapi cinta sejati yang sesungguhnya, sudah menunggu kakak disana" ujar Zelina, begitu lembut.
Arya meraih tangan Zelina dan menggenggam nya dengan erat.
"Tapi dia juga tidak ingin lagi bersamaku Ze." ucap Arya
Zelina menggeleng dan tersenyum.
"Buka mata dan hati kak Aryo. Lupakan cinta Ze, dan jangan pernah sebut nama Ze dihadapan nya. Ze hanya masa lalu yang cukup untuk dikenang. Pergilah bersama nya, kak Aryo hanya perlu meyakinkan dia. Dia pasti kembali untuk kakak" ujar Zelina
"Aku tidak mengkhianatimu kan?" tanya Arya lagi
"Tentu tidak. Kak Aryo adalah lelaki yang paling baik selama hidup Ze. Terusalah hidup, dan bahagialah. Ze juga sudah bahagia disini" jawab Zelina
"Apa aku tidak bisa pergi dengan mu?" tanya Arya terdengar begitu sendu.
"Apa kak Aryo ingin membuat istri dan anak kak Aryo bersedih? Bukankah kakak tahu bagaimana rasa sakitnya kehilangan itu?" tanya Zelina pula.
Arya langsung menggeleng dengan cepat.
"Sakit Ze... sakit sekali" jawab Arya
__ADS_1
"Jika begitu kembalilah. Jangan bebani Ze dengan kesedihan kakak terus menerus. Pergilah dengan kebahagiaan yang baru." ujar Zelina
Arya tersenyum haru dengan mata yang berkaca kaca.
"Untuk yang terakhir, biarkan aku memelukmu" pinta Arya
Zelina tersenyum, dia langsung merentangkan tangan nya, hingga membuat Arya langsung memeluk Zelina dengan erat. Penuh perasaan, namun bukan lagi perasaan cinta yang menggebu, melainkan perasaan ikhlas yang baru bisa dia temukan sekarang.
"Terimakasih sudah menjadi kenangan terindah dalam hidupku Ze. Aku tidak akan pernah melupakan mu" ucap Arya.
Titik tertinggi dalam mencintai adalah merelakan, mengikhlaskan dan melihat orang yang dicintai bahagia. Menjadi yang pertama, menjadi yang lebih dulu mengenalkan cinta, dan menjadi kenangan yang paling indah dan paling manis yang pernah dirasakan, semua memang tidak akan bisa dengan mudah dilepaskan begitu saja.
Tapi takdir, sudah mempunyai jalan nya sendiri. Dan rencana Tuhan tiada siapapun yang bisa menentang nya.
Terimakasih Ze....
Terimakasih untuk segalanya...
Kamu adalah kenangan terindah dalam hidup Arya.
....
Pelangi memandangi Arya dengan pandangan mata yang sendu. Sudah hampir satu minggu Arya tidak sadarkan diri. Dan sampai sekarang dia masih terus tertidur dengan alat bantu pernafasan ini.
Pelangi benar benar sedih melihat Arya yang seperti ini.
Entah kenapa Arya bisa seperti ini. Dia seperti tidak mempunyai semangat hidup lagi. Dan itulah yang Pelangi lihat selama beberapa hari terakhir.
Namun hari ini, keadaan Arya rasanya sudah mulai membaik. Detak jantung Arya yang sempat melemah kini sudah mulai berdetak normal kembali. Dan itu sudah bisa membuat Pelangi sedikit bernafas.
Arya kini juga sudah dirujuk kerumah sakit besar yang ada di Jakarta. Nara dan Reynand membawa Arya kembali. Dan beruntungnya, mereka tidak menyalahkan Pelangi dengan keadaan Arya yang seperti ini. Mereka malah meminta maaf atas perbuatan Arya selama ini pada orang tua Pelangi. Dan mereka juga meminta Pelangi untuk memberikan Arya kesempatan kedua.
Jelas saja Pelangi akan memberikan kesempatan itu. Melihat Arya yang seperti ini hatinya benar benar tidak sanggup lagi. Meski bagaimana pun rasa kecewa nya, tapi kenyataan nya Pelangi memang tidak pernah bisa melihat Arya yang terpuruk seperti ini.
"Pak Arya" panggil Pelangi seraya dia yang menggenggam tangan Arya dengan lembut.
"Kapan bapak bangun, jangan seperti ini. Saya takut pak" ucap Pelangi. Matanya kembali berkaca kaca.
"Saya minta maaf udah pergi gitu aja, saya minta maaf karena gak sabar untuk menunggu bapak menyadari semua nya. Bangunlah pak, katanya bapak mau kita sama sama. Bapak harus bangun, kita urus anak kita sama sama pak" pinta Pelangi.
Dia mulai menangis dan merebahkan kepalanya disamping bahu Arya. Menangis sedih disana, berharap Arya akan bangun.
Dan memang, tanpa dia tahu, ada sepasang kelopak mata yang sudah mulai terbuka.
"Bangun pak Arya, katanya bapak cinta saya. Bapak gak kasihan lihat saya dan anak kita. Kami nunggu bapak bangun. Kita mulai semua nya dari awal lagi pak" ucap Pelangi dengan isak tangis yang tidak bisa lagi dia tahan. Sedih sekali melihat Arya yang seperti ini. Apalagi Pelangi tahu jika Arya seperti ini karena traumanya.
"Pak Arya bangun... maafin saya, maafin Pelangi pak. Pelangi janji gak akan pergi pergi lagi" kata Pelangi lagi
__ADS_1
"Pelangi"
deg
Pelangi menahan tangis saat mendengar suara lirih itu. Dia langsung mendongak dan memandang Arya yang ternyata sudah membuka mata dan memandang kearah nya.
"Pak Arya" gumam Pelangi. Dia menghapus air matanya dengan cepat dan memandang Arya dengan lekat.
"Pak Arya udah bangun" ucap Pelangi, bahkan karena senangnya dia langsung beranjak dan memeluk tubuh Arya. Menangis diatas dada Arya, menangis bahagia karena akhirnya Arya sudah sadar lagi.
Seminggu Arya tertidur, dan selama seminggu itu pula Pelangi tidak pernah merasa tenang. Apalagi saat Nara maupun mama Zelina datang, Pelangi benar benar cemas dan tidak enak.
Tapi sekarang, Arya sudah bangun. Dia sudah kembali.
"Maafkan saya Pelangi" ucap Arya, dia juga memeluk Pelangi dengan erat. Rasanya takut sekali jika Pelangi harus pergi dari kehidupan nya.
"Saya yang minta maaf pak, saya udah buat bapak kayak gini. Jangan begini lagi, saya takut" pinta Pelangi. Dia mendongak dan memandang Arya yang tersenyum tipis dan menggeleng.
"Tolong jangan tinggalkan saya" pinta Arya
"Enggak, saya gak akan pergi" jawab Pelangi
"Berjanjilah, saya benar benar tidak bisa tanpa kamu" ucap Arya, matanya berkaca kaca kembali. Rasa sakit kehilangan itu benar benar seperti ingin membunuhnya.
"Saya janji pak, saya janji gak akan pergi lagi" jawab Pelangi
Arya menangis, dia kembali menarik Pelangi dan memeluknya dengan erat. Menciumi pucuk kepala Pelangi dengan perasaan yang benar benar lega.
"Maafkan saya" gumam Arya terus menerus
"Maaf atas semua rasa sakit yang kamu rasakan" ucap Arya
"Saya sudah memaafkan bapak" jawab Pelangi
"Say mencintai kamu Pelangi" ucap Arya tanpa ragu lagi
"Saya juga cinta pak Arya" jawab Pelangi. Dan jawaban Pelangi itu semakin membuat hati Arya merasa lega. Bahkan air mata itu tidak berhenti menetes.
Tuhan...
Terimakasih untuk segala kebaikan yang telah hadir. Terimakasih untuk segala kesempatan yang selalu diberi. Dan maaf atas segala nikmat yang tak pernah disadari.
Kehilangan memang sakit, tapi dibalik kehilangan, Tuhan pasti menggantikan dengan kebahagiaan yang lain.
Dan kini...
Arya merasakan nya.
__ADS_1