Pelangi Untuk Arya

Pelangi Untuk Arya
Kebahagiaan Pelangi


__ADS_3

Siapa yang menyangka jika dengan kepergian Pelangi dan juga hatinya yang sudah ingin menyerah, tapi malah karena kejadian itu semua bisa berubah. Pelangi akhirnya bisa mendapatkan Arya kembali. Bukan hanya status hubungannya saja, melainkan juga ungkapan cinta dari lelaki dewasa ini.


Hal yang tidak ingin lagi Pelangi bayangkan, karena rasanya Pelangi sudah tidak mampu lagi untuk berharap. Tapi kenyataan nya, dia malah mendapatkan hal yang sempat menjadi mimpi dan harapan nya.


Bahagia??


Tentu saja. Karena demi apapun, sejak dulu hal inilah yang selalu Pelangi impikan. Arya bisa menerima nya tanpa alasan apapun. Arya bisa menerimanya karena perasaan nya sendiri. Bukan karena anak yang sedang dia kandung.


Hati yang lelah,


sakit dan kecewa. Dan ketika ingin menyerah, tapi Tuhan malah membuka pintu hati Arya untuk menyadari perasaan nya terhadap Pelangi.


Bukankah itu hal yang indah???


Ah... Pelangi benar benar bahagia.


Pelangi tersenyum tipis memandangi Arya yang sedang diperiksa oleh dokter. Keadaan Arya sudah mulai pulih dan membaik. Hingga sekarang, wajah yang tadinya pucat kini sudah berangsur berbinar kembali. Pelangi benar benar bersyukur untuk itu.


"Sudah baik baik saja kan dokter?" tanya Pelangi saat dokter telah selesai memeriksa Arya


"Sudah nona, keadaan pak Arya sudah mulai membaik. Hanya tinggal pemulihan saja. Mungkin dua hari lagi sudah bisa pulang" jawab dokter itu.


"Oh syukurlah, terimakasih dokter" ucap Pelangi


"Sama sama nona. Jika begitu kami permisi dulu. Mari pak Arya" ucap dokter itu pada Pelangi dan Arya bergantian.


Pelangi mengangguk dan tersenyum, dia memandang kepergian dokter itu dengan wajah yang bahagia, apalagi ketika mendengar jika kesehatan Arya sudah pulih. Pelangi juga sudah lelah berada dirumah sakit sudah hampir sepuluh hari ini.


"Pelangi"


Suara Arya membuat Pelangi terkesiap, dia langsung menoleh kearah Arya yang ternyata sudah duduk dan bersandar ditempat tidur.


Memandangi Pelangi dengan lekat dan benar benar dalam, terkadang Pelangi sampai canggung ketika di tatap seperti ini.


"Kenapa kamu senang sekali?" tanya Arya


Pelangi tersenyum dan kembali mendekat pada Arya. Dia duduk disamping Arya seraya membenarkan selimut Arya yang tersibak.


"Senang, karena keadaan pak Arya kan sudah membaik. Artinya kita udah bisa cepat pulang dari sini" jawab Pelangi


"Sudah bosan disini?" tanya Arya


Pelangi mengangguk pelan.


"Tidak enak disini pak, saya gak suka" jawab pelangi


Arya tersenyum dan menarik Pelangi untuk mendekat kearahnya.


"Kalau begitu besok kita minta pulang saja" ujar Arya

__ADS_1


"Loh jangan dong, pak Arya kan masih dalam tahap pemulihan. Belum sembuh benar" jawab Pelangi


"Tapi kamu bilang kalau kamu bosan" ucap Arya


"Ya tapi gak harus dipaksa pulang juga. Saya juga mau pak Arya sehat lagi" jawab Pelangi


Arya tersenyum tipis dan mengangguk pelan.


"Terimakasih sudah mau merawat saya ya" ucap Arya


"Kan memang udah tugas saya" jawab Pelangi


"Setelah saya sembuh, saya akan meresmikan pernikahan kita" ucap Arya


Pelangi langsung tertegun mendengar itu


"Beneran?" tanya Pelangi


Arya mengangguk pelan.


"Saya ingin memulai semuanya dari awal lagi. Kamu sudah begitu baik untuk masih ingin bersama saya dan memberikan saya kesempatan kedua.  Tidak ada alasan saya untuk menunda atau memikirkan apapun lagi. Saya juga tidak ingin mengecewakan Ayah dan bunda" jawab Arya. Dia sudah terdengar yakin, meski didalam hati rasa takut akan kehilangan itu masih tetap ada ketika merencanakan tentang sebuah pernikahan.


Pelangi langsung tersenyum senang mendengar itu. Ini adalah hal yang paling dia harapkan sejak dulu.


"Yang terpenting sekarang, bapak sehat dulu. Nanti kita bicarakan hal ini sama ayah dan bunda, juga sama nona Nara" sahut Pelangi


Arya hanya mengangguk pelan.


"Saya kunci pintu dulu pak" jawab Pelangi


Arya mengangguk. Dan memang pintu harus dikunci, karena malam tadi saat mereka masih ingin tidur berdua, tiba tiba Reynand masuk tanpa mengetuk. Tuan angkuh itu benar benar menyebalkan. Bukan nya merasa bersalah, dia malah meledek Arya dan Pelangi. Dia tidak tahu saja, jika untuk berdua seperti ini mereka masih sama sama merasa canggung.


Setelah mengunci pintu, Pelangi berjalan kembali kearah Arya. Naik keatas tempat tidur dengan perlahan lahan.


"Padahal saya bisa tidur disofa saja pak" ucap Pelangi seraya menarik selimut.


Arya menggeleng dan langsung menghadap kearah Pelangi, hingga kini mereka saling berhadapan dan bertatapan satu sama lain.


"Tempat tidur ini cukup besar. Lagi pula saya juga ingin tidur bersama anak dan istri saya" jawab Arya. Tangan nya mulai terjulur dan mengusap perut Pelangi yang sudah membesar. Dan setiap kali mengusap perut Pelangi, rasa bersalah Arya semakin besar pula. Tiga bulan dia sudah menyia nyiakan Pelangi dan calon anak nya. Benar benar keterlaluan.


"Kenapa kamu tidak pernah memberitahu saya tentang kehamilan kamu ini?" tanya Arya


Pelangi memandang Arya dengan senyum tipisnya. Masih tidak menyangka jika mereka bisa sedekat ini sekarang. Dan sentuhan Arya ini, adalah hal yang paling diharapkan Pelangi sejak dulu.


"Saya tidak ingin menambah beban bapak" jawab Pelangi


Arya menghela nafas dan menarik Pelangi kedalam dekapan nya. Hingga Pelangi bisa merasakan kehangatan yang sejak dulu selalu dia dambakan.


"Maafkan saya, maafkan semua kesalahan saya. Saya benar benar jahat pada kamu dan anak kita. Saya terlambat menyadari semua nya Pelangi" ungkap Arya

__ADS_1


Pelangi tersenyum dan menggeleng, seraya dia yang mengusap pundak Arya dengan lembut.


"Saya sudah memaafkan dan melupakan semuanya pak. Saya mengerti, berada di posisi bapak juga tidak enak, dan tidak mudah untuk menerima orang baru" jawab Pelangi


"Saya tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Terimakasih sudah mau kembali pada saya. Dan terimakasih sudah menjadi Pelangi dikehidupan saya" ucap Arya


Pelangi tertawa kecil dan langsung mengangguk. Dia memandang wajah Arya yang tersenyum memandang nya. Ya tuhan... senyum yang selalu Pelangi harapkan dulu kini sudah dia dapatkan. Senyuman tulus dari lelaki yang paling dia cintai.


Dan kini, Pelangi memang sudah berhasil menjadi cahaya dihidup Arya.


"Terimakasih juga sudah mau membuka hati untuk menerima saya pak Arya" ucap Pelangi pula


"Tidak ada alasan untuk tidak menerima kamu Pelangi. Tanpa kedatangan kamu saya tidak akan pernah tahu jika masih ada kebahagiaan lain selain kebahagiaan yang telah pergi" jawab Arya


"Semua sudah Dia yang mengatur" ucap Pelangi


Arya mengangguk pelan.


"Jika begitu, mulai dari sekarang, bisakah mengubah panggilan kamu pada saya" pinta Arya


"Kenapa harus dirubah?" tanya Pelangi, wajahnya terlihat polos, membuat Arya benar benar gemas. Dan baru kali ini dia melihat wajah Pelangi sedekat ini, sangat dekat hingga rasanya Arya tidak bisa berpaling.


"Saya terlihat tua kamu panggil bapak" jawab Arya


Pelangi langsung tertawa mendengar itu.


"Bukannya bapak sudah tua ya, kita beda 12 tahun loh pak." ucap Pelangi


Arya sedikit terkesiap.


"12 tahun?" gumam nya


Pelangi langsung mengangguk dengan cepat.


"Iya, jadi wajarkan kalau saya manggil bapak, saya kan nikah nya sama bapak bapak" jawab Pelangi


Arya langsung mendengus senyum dan menarik hidung Pelangi dengan gemas.


"Jangan begitu lah, kamu yang terlalu lama lahir. Lagipula meski saya tua tapi wajah saya masih muda" jawab Arya dengan bangga nya.


"Dih,, mana ada. Sudah 33 tahun dan itu sudah sangat tua" goda Pelangi


"Biar saja, berarti rezky saya punya istri muda" jawab Arya


"Saya dong yang kurang beruntung karena dapat suami tua. Sudah tua, pemarah pula" sahut Pelangi


"Pelangi" Arya kembali mencubit gemas hidung Pelangi dan menggelitiki perut buncit itu, membuat Pelangi langsung tertawa lucu melihat Arya. Dan dia semakin tertawa bahagia saat melihat Arya yang juga sudah bisa tersenyum dengan lebar.


Tuhan...

__ADS_1


Terimakasih untuk kebahagiaan ini. Dan semoga, tidak akan ada luka lagi yang mereka rasakan.


__ADS_2