Pelangi Untuk Arya

Pelangi Untuk Arya
Sikap Dingin Arya


__ADS_3

Malam ini terasa begitu dingin, hujan sejak tadi juga masih mengguyur dan belum juga berhenti. Pelangi masih duduk diruang tamu rumah itu dan masih menunggu Arya yang sampai saat ini belum juga pulang. Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Perutnya sudah lapar menunggu Arya sejak tadi. Mau makan duluan tapi Pelangi takut jika Arya belum makan malam.


Apa Arya lembur???


Semalam saja dia masih berada diperusahaan dijam segini.


Pelangi menghela nafasnya dengan berat. Rasanya sepi sekali. Apalagi jika sudah hujan seperti ini. Sudah beberapa malam hujan terus mengguyur, dan itu sangat membuat nya tidak suka.


Apalagi jika mengenangkan kejadian malam tadi. Sungguh Pelangi tidak suka dan masih merasa trauma. Ya, Pelangi tidak suka hujan, apalagi berpetir dan juga berangin. Dia takut. Ditambah malam tadi dia yang hampir dilecehkan oleh seorang office boy yang merupakan teman nya sewaktu dia SMA. Lebih tepat nya seseorang yang sangat tidak dia sukai. Membuat Pelangi semakin membenci hujan.


Dia menoleh kearah jendela, hujan masih mengguyur dengan deras. Perasaan nya sudah was was, dan beruntung nya hujan malam ini tidak disertai petir dan angin, jika iya, mungkin Pelangi sudah bersembunyi didalam selimut nya sekarang.


"Lama sekali sih. Perutku sudah lapar" gumam Pelangi. Dia berjalan kearah jendela, mengintip ke arah luar. Sepi dan begitu gelap.


Pelangi tidak suka sendirian seperti ini. Sangat tidak suka.


Siang tadi masih ada bu Nining yang menemani kesendirian nya. Tapi itu juga hanya sebentar karena bu Nining yang datang hanya untuk membereskan rumah Arya. Itu juga tidak banyak lagi yang dia bereskan karena Pelangi juga sudah membersihkan nya sedikit sedikit. Hanya kamar Arya yang tidak.


Bu Nining bilang, jika kamar itu tidak boleh dimasuki oleh siapapun. Bahkan yang membersihkan juga Arya sendiri.


Aneh sekali.


Pelangi jadi penasaran, apa isi kamar itu hingga membuat Arya tidak boleh orang masuk.


Apa jika dia yang masuk Arya akan marah??


Ah dasar bodoh. Sudah jelas kan. Buktinya saja dia diberi kamar sendiri oleh Arya.


Pelangi kembali menghela nafas nya dengan lelah. Dia kembali membaringkan tubuh nya diatas sofa. Memutar kesana dan kemari untuk mengusir kantuk yang sudah mulai datang. Hingga satu jam kemudian masih itu saja yang dia lakukan.


Bosan sekali rasanya jika harus menunggu. Tiga tahun mengagumi dalam diam, dan sekarang juga masih harus selalu menunggu.


Menyebalkan.


Hingga tiba tiba suara mobil yang masuk kedalam pekarangan rumah membuat Pelangi terlonjak kaget. Dia langsung melompat turun dari atas sofa dan berlari kearah jendela, Mengintip kembali dari jendela itu. Dan bibir nya langsung tersenyum indah saat melihat ternyata Arya yang sudah pulang.


Pelangi langsung membuka pintu dengan cepat dan tersenyum menyambut Arya. Meski wajah nya datar saja. Bahkan dia hanya melirik sekilas pada Pelangi.


Menyedihkan.


"Baru pulang pak?" sapa Pelangi seraya meraih jas yang ada ditangan Arya. Membuat Arya sedikit terkesiap melihat itu. Dia tidak biasa diperlakukan seperti ini. Bahkan dia hampir melupakan keberadaan Pelangi dirumah ini.


Arya hanya mengangguk sekilas dan berjalan masuk kedalam rumah. Dengan cepat Pelangi menutup pintu dan mengikuti Arya. Wajahnya terlihat sangat lelah dan lesu seperti biasa.


"Pak saya buatkan teh mau?" tanya Pelangi.


"Tidak, saya mau istirahat" jawab Arya


Pelangi masih terus berjalan mengikuti Arya kedalam rumah.


"Bapak sudah makan? Saya sudah masak malam ini. Makan dulu ya baru istirahat" ujar Pelangi lagi.


Arya langsung berhenti dan itu membuat langkah Pelangi juga langsung berhenti bahkan hampir saja dia menabrak punggung Arya.


Arya berbalik dan memandang Pelangi yang nampak tertegun.

__ADS_1


"Saya sudah makan, dan kamu tidak perlu menyiapkan apapun untuk saya" ucap Arya begitu datar dan dingin. Bahkan dia langsung meraih jas dari tangan Pelangi dan naik menapaki anak tangga menuju kamarnya. Meninggalkan Pelangi yang nampak mematung memandang kepergian Arya.


Kenapa jahat sekali???


Pelangi menghela nafas getir dan tertunduk perih. Dengan lemas dan lesu dia langsung berbalik arah dan berjalan keruang makan.


Duduk dikursi makan dengan mata yang berkaca kaca memandang ayam bakar yang sudah dingin dan tidak lagi nampak enak. Seperti raut wajah Arya. Yang dingin dan menyebalkan.


"Apa salahnya bersikap hangat sedikit. Dasar gondrong menyebalkan" gerutu Pelangi yang langsung meraih ayam bakar nya dan memakan nya penuh nafsu. Dia bahkan makan sambil menangis menahan sedih dihatinya karena sikap Arya.


Sudah menunggu lama, tapi yang ditunggu ternyata tidak mau memakan masakan nya. Sedih sekali hati Pelangi. Dia yang biasa selalu mendapatkan pujian dan penghargaan dari orang tuanya kini malah diabaikan oleh suami nya sendiri.


Beberapa kali Pelangi mengusap air mata yang terus menetes diwajahnya, namun mulutnya tetap saja memakan ayam bakar itu sampai habis. Dia seolah melampiaskan rasa sedihnya pada ayam bakar itu. Yah, apalagi yang bisa dia lakukan, perutnya sudah lapar dan hatinya juga sedih. Pada siapa lagi pelangi melampiaskan nya jika bukan pada ayam bakar ini.


....


Keesokan pagi nya....


Hujan yang mengguyur sudah mereda dan hanya tinggal menyisakan jejak nya yang terasa dingin dan sendu. Pelangi baru saja bangun dari tidurnya. Dia menoleh pada jam yang ada di dinding kamarnya, dan ternyata sudah pukul enam pagi.


Ah... perut yang kenyang membuat Pelangi tidur dengan nyenyak malam ini.


Dia langsung beranjak kekamar mandi untuk membersihkan diri. Dia harus menjadi istri yang baik dan menyiapkan sarapan untuk Arya. Semoga saja pagi ini dia mau memakan masakan Pelangi, karena semalam pagi Arya menghabiskan nasi goreng yang dibuatnya.


"Ayo semangat. Semangat mengejar cinta sigondrong" gumam Pelangi dengan tawa kecil nya.


Ya, ini hari ketiga dia menjadi istri. Dan masih ada waktu 87 hari lagi untuk meraih cinta Arya.


Pelangi harus semangat.


Pagi ini dia membuat omelet dengan sedikit campuran sayur dan irisan daging. Semoga Arya suka. Meski malam tadi dia harus kecewa dengan penolakan Arya, tapi itu tidak membuat Pelangi menyerah.


Dan setengah jam kemudian, masakan nya sudah selesai. Bertepatan dengan Arya yang sudah turun dari atas.


"Selamat pagi pak. Sarapan dulu" ujar Pelangi seraya menyerahkan segelas teh hijau pada Arya.


"Kenapa masih sibuk menyiapkan nya untuk saya. Saya bisa sendiri" jawab Arya seraya meraih teh nya.


Pelangi tersenyum dan menyerahkan sepiring omelet nya pada Arya.


"Meski hanya sebentar, tapi tolong izinkan saya untuk menyiapkan keperluan bapak selama saya masih berstatus sebagai istri disini" ungkap Pelangi.


Arya hanya melirik Pelangi seraya dia yang menyesap tehnya.


"Saya tidak meminta apapun lagi pak. Hanya itu, agar selama saya disini, saya sedikit berguna untuk bapak" tambah Pelangi lagi.


Arya hanya diam dan masih menikmati tehnya. Dia tidak tahu harus menjawab apa dan harus bagaimana. Karena untuk menganggap Pelangi sebagai istrinya, Arya masih begitu berat. Lagipula hanya tiga bulan kan.


Hingga tiba tiba suara seseorang mengejutkan mereka.


"Uncle Aryooo!!!!!!" teriak seorang gadis kecil yang berlari masuk kedalam rumah itu tanpa takut.


Arya langsung beranjak, bahkan dia meninggalkan sarapan nya begitu saja, membuat Pelangi memandang nya dengan heran. Dan karena penasaran, Pelangi juga ikut keluar untuk melihat siapa yang datang.


Dan bisa Pelangi lihat, seorang gadis kecil langsung melompat kedalam pelukan Arya.

__ADS_1


"Anak uncle, kenapa pagi pagi sudah datang hmm??? Kamu tidak sekolah??" tanya Arya seraya mencium gemas pipi chubby anak kecil itu dan membawanya duduk disofa.


Pelangi benar benar terperangah memandang Arya. Dia bisa sehangat itu dengan anak kecil ini???


"Bunda buat kue kacang untuk uncle, Zeze juga mau diantar sekolah sama uncle hari ini" ucap gadis kecil itu seraya membuka tas nya dan mengeluarkan sekotak makanan pada Arya.


Siapa dia? Keponakan Arya kah.


"Kenapa tidak dengan daddy sayang?" tanya Arya seraya meraih kotak makanan itu.


"Males ih, Zeze lagi ngambek sama daddy. Daddy galak tidak mau membelikan Zeze boneka barbie yang terbaru. Nanti uncle yang belikan ya" pinta nya dengan begitu manja.


Arya tertawa dan langsung mengangguk.


"Iya, nanti sore setelah uncle pulang bekerja kita beli oke" ucap Arya.


"Yeay... sayang uncle" seru gadis kecil itu seraya memeluk dan mengecup pipi Arya.


Pelangi semakin terperangah memandang mereka dari balik dinding.


Arya bisa tertawa??


Bersama anak kecil itu???


Menakjubkan..


Atau... hanya padanya saja Arya yang bersikap dingin????


"Ayo kita pergi. Nanti kamu terlambat. Kamu kemari dengan om supir?" tanya Arya seraya kembali menggendong anak kecil itu menuju keluar rumah.


"Yes.... bunda lagi jaga kakak, kakak demam" jawab Zeze.


Arya mengangguk dan meraih tasnya yang ada diatas meja. Semua tangan nya penuh sekarang. Tapi sama sekali dia tidak menurunkan Zeze.


Pelangi terkesiap saat melihat Arya yang keluar rumah. Apa dia sudah akan pergi? Dan langsung saja Pelangi berlari menyusul Arya yang sudah menuju mobil nya.


"Pak Arya!" panggil Pelangi


Arya langsung menoleh, begitu juga dengan Zeze.


"Bapak tidak sarapan dulu?" tanya Pelangi


"Tidak, saya bisa sarapan dikantor" jawab Arya. Membuat Pelangi kembali mematung dengan pandangan sedihnya.


"Kalau begitu hati hati pak" ucap Pelangi akhirnya.


Dan lagi lagi Arya hanya mengangguk seraya membuka pintu mobil untuk anak kecil itu.


"Siapa dia uncle?" pertanyaan anak kecil itu masih terdengar ditelinga Pelangi.


"Bukan siapa siapa" jawab Arya.


deg


Hati Pelangi serasa terhempas mendengar jawaban Arya.

__ADS_1


Ck... kenapa menyakitkan sekali!


__ADS_2