
Malam yang terasa begitu sepi dan sangat hening. Tidak ada suara apapun didalam kamar Pelangi. Hanya suara kendaraan yang sesekali terdengar diluar sana. Itupun terdengar jauh karena memang kamar Pelangi yang berada di lantai atas. Ditambah dengan jam yang sudah lewat tengah malam bahkan sudah dini hari.
Pelangi sudah terbangun, rasanya benar benar tidak nyaman menginap dirumah sakit ini. Hal yang paling Pelangi benci sejak dulu. Bukan hanya karena alasan takut kehamilannya diketahui oleh Arya, namun juga Pelangi yang takut berada disini.
Beberapa jam setelah Arya pergi, Pelangi terbangun. Dia bergelung dalam selimut dan bergerak gelisah. Pelangi takut, dia benar benar merasa tidak nyaman disini.
Sepi, gelap dan juga menyeramkan.
"Bunda... Pelangi takut" gumam Pelangi yang menutupi separuh wajahnya dengan selimut rumah sakit. Dia takut, tapi matanya mengedar kesegala arah, memandangi kamar yang terasa begitu mencekam. Bau karbol yang terkadang seperti bau kapur barus benar benar mengusik penciuman nya. Tirai jendela yang melambai tertiup angin juga terlihat seperti sesorang yang sedang bergantung. Bahkan hanya sebuah bayangan lemari saja sudah membuat Pelangi gemetar. Sungguh demi apapun, Pelangi benar benar ketakutan sekarang.
Kenapa dia tidak memaksa pulang saja tadi jika seperti ini keadaan nya. Pelangi befikir Arya akan menemani nya, tapi ternyata Arya malah tega meninggalkan Pelangi sendiri disini, kejam sekali.
brak
Pelangi terlonjak kaget dan semakin gemetar ketakutan saat tiba tiba sebuah suara seperti seseorang menendang pintu kamar nya.
Siapa itu????
Ada orang kah disana??
"Bunda" lirih Pelangi seraya beranjak dan duduk diatas tempat tidur. Memandang kearah luar yang memang ruangan itu dilengkapi dengan dinding kaca dan hanya ditutupi tirai bewarna biru.
Ya ampun... Jantung Pelangi benar benar sudah berdetak tidak menentu, bahkan rasanya sudah hampir terlepas dari dalam tubuhnya.
Bulu kuduk Pelangi meremang, wajahnya memanas, namun tangan dan kakinya mendingin. Bahkan tenggorokan Pelangi begitu terasa mencekat. Dia terus memandang kearah luar dengan tangan yang terus memeluk selimutnya.
Brak
"Aaahhh" Pelangi berteriak, saat suara itu kembali terdengar, bahkan dia langsung menutup wajahnya dengan selimut.
"Siapa itu!!!" teriak Pelangi dari dalam selimut.
Namun tidak ada jawaban, dan suasana kembali hening.
Tubuh Pelangi semakin bergetar ketakutan, rasanya dia benar benar ingin berlari dari ruangan ini.
Karena takutnya, Pelangi sudah menangis dan terus memanggil nama bundanya.
"Bunda ... Pelangi takut" lirih Pelangi dengan isak tangis yang semakin menjadi.
"Pak Arya... tolong" gumam nya lagi
Tok tok tok
Suara ketukan pintu membuat Pelang tertegun. Jantungnnya semakin berdenyut ngilu. Dia mengintip dari balik selimut.
Siapa lagi yang mengetuk pintu itu???
Arya kah??
Atau perawat???
Tapi perawat baru beberapa waktu lalu datang dan memeriksa nya. Tidak mungkin datang lagi kan. Tapi... Pelangi berharap memang perawat yang datang agar dia tidak ketakutan seperti ini.
Namun nihil sudah beberapa waktu menunggu, tidak ada sipapun yang membuka pintu.
Dan sungguh.... apa itu benar benar hantu???
"Pak Arya... cepatlah datang" gumam Pelangi yang kembali menangis dan memeluk dirinya sendiri. Tidak perduli lagi dia akan selang infus yang sudah terbelit atau bagaimana. Pelangi sudah sangat ketakutan.
tok tok tok
"Tidak jangan" gumam Pelangi saat suara ketukan pintu itu kembali terdengar.
tok tok tok
__ADS_1
Pelangi mengintip dengan bulu matanya yang basah dan juga bergetar.
deg
deg
deg
Sebuah bayangan berdiri didepan ruangan nya. Memandang Pelangi dengan begitu tajam dari balik wajah yang tidak nampak karena gelap dan juga dia yang memakai masker.
Pelangi semakin meringkuk, air mata semakin deras keluar. Tubuhnya bahkan semakin bergetar. Sungguh... Pelangi benar benar ingin pingsan sekarang.
Kenapa lelaki itu ada disini??
Siapa dia???
Lelaki berjaket hitam yang Pelangi temui didepan rumah nya pagi semalam.
Tuhan tolong...
Pelangi takut...
sangat takut
"pergi!" teriak Pelangi dengan suara nya yang terdengar bergumam dan begitu dalam. Namun lelaki itu masih terus memandang Pelangi dengan tajam.
Tangan nya terjulur, tertempel didinding kaca itu. Tapi justru itu semakin membuat Pelangi ketakutan.
Tangan lelaki itu penuh darah. Bahkan dia menyapu dinding kaca ruangan Pelangi dengan darahnya.
"Tidak!!!! Pergi" teriak Pelangi yang semakin meringkuk dan memeluk tubuhnya sendiri didalam selimut.
"Pergi... jangan!!!" teriak Pelangi yang semakin mennangis ketakutan
"Pak Arya tolong pak, tolong!!!" gumam Pelangi dengan isak tangis nya.
Suara dentuman dinding yang dipukul dari luar membuat Pelangi semakin meringkuk. Rasanya benar benar seperti ingin mati. Tubuhnya yang masih lemas sudah semakin lemas karena rasa takut dengan teror ini.
Entah siapa lelaki itu, tapi dia cukup mampu membuat Pelangi sudah seperti orang gila.
Beberapa saat kemudian suara berisik itu menghilang dan kembali hening. Tapi tetap saja Pelangi tidak ingin membuka mata dan masih meringkuk dibalik selimutnya. Dia benar benar takut.
Dan belum lagi rasa takut Pelangi berkurang, suara pintu yang terbuka membuka membuat jantungnya kembali berdenyut begitu ngilu. Pelangi semakin meringkuk, dia sangat ketakutan.
"Pelangi"
Suara seseorang bahkan sudah tidak lagi ingin dia dengar.
"Pelangi ... hei"
"Jangan!!!! Pergi!!" teriak Pelangi yang kembali menangis dengan kuat. Dia menghindar saat orang itu ingin menarik selimutnya.
"Pelangi, ada apa dengan mu???"
"Jangan, tolong jangan,, aku takut... huhuuuuu" Pelangi semakin menangis dan bergetar ketakutan.
"Pelangi... ini aku" seru orang itu yang langsung menarik selimut Pelangi dengan kuat.
Pelangi meringkuk, namun pandangan matanya bisa menangkap sosok yang kini berdiri dihadapan nya.
"Pak Arya..." gumam Pelangi yang langsung memeluk Arya dengan erat. Sangat erat dan kuat hingga membuat Arya langsung mendekap tubuh Pelangi yang hampir membuat nya oleng.
Ya, Arya.. dia baru datang, setelah drama panjang yang terjadi dirumah Nara tadi. Dan dia benar benar terkejut ketika melihat keadaan Pelangi yang seperti ini.
"Ada apa? Kenapa kamu seperti ini???" tanya Arya. Dia begitu ragu memeluk Pelangi, namun juga tidak tega. Apalagi ketika dia bisa merasakan kalau tubuh Pelangi benar benar bergetar ketakutan.
__ADS_1
"Saya takut pak, saya takut" gumam Pelangi
"Takut apa, tidak ada apa apa disini" jawab Arya
Pelangi menggeleng, dia mendongak seraya memandang wajah Arya. Dan wajah Pelangi yang kacau itu lagi lagi membuat Arya merasa iba.
"Tadi ada orang" ucap Pelangi, suaranya masih bergetar
"Orang?" tanya Arya
Pelangi mengangguk dengan cepat.
"Disana, banyak darah pak" jawab Pelangi yang langsung menunjuk keluar kamarnya.
Arya menoleh, dia mengernyit heran.
Darah???
Darah apa yang dimaksud oleh Pelangi???
Tidak ada darah apapun disana tadi.
"Tidak ada" ucap Arya
Pelangi menggeleng, tangan nya masih mencengkram kemeja Arya dengan kuat.
"Ada, tadi disana, darah nya banyak pak, saya takut. Saya takut" ucap Pelangi
Arya kembali menoleh keluar sekilas dan kembali memandang Pelangi yang masih ketakutan. Dia langsung duduk disamping Pelangi dan membiarkan Pelangi memeluk tubuhnya.
Apa Pelangi mengigau?
Atau hanya berhalusinasi saja????
"Saya takut" gumam Pelangi terus menerus.
"Sudah jangan takut, sudah ada saya disini" ucap Arya
"Jangan pergi lagi pak, saya takut lelaki itu datang lagi" kata Pelangi yang masih mendekap didalam dekapan Arya.
"Lelaki?" gumam Arya lagi
Pelangi mengangguk pelan
"Lelaki berjaket hitam, lelaki yang saya lihat semalam sebelum kita pergi" jawab Pelangi
Arya terdiam, dahinya mengernyit bingung. Jika itu lelaki yang Pelangi lihat pagi tadi, berarti Pelangi memang sedang tidak berhalusinasi kan??
Tapi darah, darah apa yang Pelangi maksud??? Tidak ada apapun diluar tadi, bahkan sama sekali tidak ada bercak darah yang tertinggal. Tapi... entahlah, Akan Arya periksa nanti.
Arya menghela nafas dan mengusap punggung Pelangi yang masih tidak tenang.
Siapa lelaki berjaket hitam yang dimaksud oleh Pelangi???
Lelaki berjaket hitam...????
Arya melamun dengan fikiran yang jauh melayang, hingga tiba tiba dia tersadar dan baru mengingat tentang sesuatu.
Bukankah yang melempar telur kemobilnya juga seorang lelaki, ya lelaki berjaket hitam.
Jantung Arya langsung bergemuruh tidak menentu.
Apa mereka orang yang sama????
Tapi siapa????
__ADS_1
Kenapa lelaki itu berani meneror mereka seperti ini???