Pelangi Untuk Arya

Pelangi Untuk Arya
Pulang Ke Tanah Air


__ADS_3

Sejak tadi genggaman tangan itu tak pernah lepas. Bahkan sampai tertidurpun Arya tidak juga melepaskan tangan Pelangi sedikit saja. Dan sekarang, Pelangi sudah merasakan jika tangannya terasa lengket dan kebas.


Dia menoleh ke arah Arya, memandang wajah suaminya yang masih tertidur dengan pulas. Penerbangan hampir delapan jam dari Tokyo menuju Indonesia menjadi kesempatan Arya untuk tidur. Karena memang sudah menjadi kebiasaannya sejak dulu jika naik pesawat Arya pasti tidak bisa menikmatinya dengan baik. Apalagi sekarang, sudah ada Pelangi yang menjadi tempat ternyaman nya, membuat Arya benar benar tenang dalam mimpi yang indah.


Bukan Arya yang menjaga Pelangi, namun malah Pelangi yang menjaga tidur Arya. Lucu sekali bukan.


Pelangi mengusap wajah Arya dengan lembut, membangunkan suaminya yang masih terlihat nyaman bersandar dibahunya.


"Mas..." panggil Pelangi, terdengar begitu lembut.


"Mas Arya" panggil Pelangi sekali lagi.


Arya mulai menggeliat, dia mendongak dan memandang Pelangi dengan mata yang sayu dan masih memerah.


"Sebentar lagi pesawat kita landing" ucap Pelangi


Arya menggeliat, dia mulai menegakkan tubuhnya dan sedikit merenggangkan bahunya yang pegal. Menoleh kearah pramugari yang sedang berbicara di depan.


"Uhh aku ketiduran" gumam Arya


"Udah gak heran, mas biarin Pelangi sendirian sejak tiga jam yang lalu" jawab Pelangi. Pura pura cemberut.


Arya tersenyum masam dan mencium wajah Pelangi sekilas.


"Maaf sayang, matanya gak bisa di tahan" jawab Arya


Pelangi hanya mendengus gerah mendengar itu.


"Sayangnya aku jangan marah ya" rayu Arya sembari mengusap bahu Pelangi dengan lembut.


"Mana bisa juga Pelangi marah sama mas Arya" jawab Pelangi yang tengah sibuk merapikan barang barangnya.


"Nanti kalau udah sampai aku mau kasih kejutan buat kamu" ucap Arya


"Kejutan apa?" tanya Pelangi yang langsung menoleh kearah Arya.


"Kejutan dong, kalau di kasih tahu bukan kejutan lagi namanya" jawab Arya


"Awas aja kalau mas hilang lagi kayak kemarin" sahut Pelangi.


Arya terkekeh dan menggeleng pelan.


"Enggak kok, kali ini kejutannya gak bikin aku hilang. Tapi malah bikin kita sama sama terus" jawab Arya.


Pelangi hanya bisa mengangguk pasrah. Entah apa lagi yang akan di lakukan oleh suami gondrongnya ini. Dua hari yang lalu, Pelangi benar benar di buat sport jantung oleh Arya. Demi untuk memberikan kejutan untuknya, Arya sampai harus menghilang satu harian. Benar benar membuat cemas.


Pelangi fikir dia akan di tinggal di negara orang sendirian karena sudah membuat Arya kesal malam itu. Tapi ternyata, Pelangi malah mendapatkan kejutan yang romantis dari suaminya ini.


Pelangi di bawa kesebuah taman bunga sakura, namun taman itu sudah di rancang sedemikian rupa. Taman romantis yang sudah di sediakan untuk sebuah pesta dansa bagi para turis yang datang. Dan yang membuat Pelangi semakin senang adalah, Pelangi mendapatkan dua buah boneka dari kayu dengan bentuk dua orang anak bayi yang begitu lucu.


Manis sekali kan.


Bukan bunga atau cokelat yang diberikan oleh Arya, melainkan boneka.

__ADS_1


Suami tampannya ini mempunyai banyak cara untuk menyenangkan hati Pelangi.


Sungguh, Pelangi sangat bersyukur sekarang. Cintanya terbalas setelah sempat hampir menyerah.


"Ayo sayang" suara Arya membuyarkan lamunan Pelangi. Mereka turun bersama sama dari pesawat.


"Aaaahhhh..... udara Indonesia yang panas kembali tercium lagi" gumam Pelangi sembari menarik nafasnya dalam dalam.


Dua minggu berada di negara orang yang beriklim dingin benar benar membuat Pelangi rindu dengan tanah air. Dan sekarang, dia bisa kembali dengan selamat dan sehat. Dan tentunya kembali dengan sejuta kenangan indah yang telah dia ciptakan bersama dengan Arya.


Mereka berjalanan beriringan menuju lobi bandara. Dengan Arya yang mendorong tumpukan koper yang berisi barang barang mereka dan juga oleh oleh yang di bawa untuk orang tersayang tentunya.


"Kita di jemput siapa mas?" tanya Pelangi.


"Ferdi, katanya dia udah standby di depan" jawab Arya.


Pelangi hanya mengangguk pelan dan berjalan dengan perlahan.


"Perut kamu gak sakit kan?" tanya Arya. Dia sedikit ngerih melihat Pelangi yang cukup aktif selama dua minggu ini, padahal kehamilannya sudah cukup membuat Pelangi kesusahan untuk bergerak. Namun sama sekali tidak mengganggu antusiasnya dalam berlibur.


"Enggak sakit kok. Kayaknya mereka tahu kalau ibunya lagi pengen liburan" jawab Pelangi


"Ahhh itu baru anak aku" sahut Arya dengan bangganya.


Pelangi hanya mendengus senyum dan menggeleng pelan. Sebenarnya dia sudah merasa pinggangnya yang ingin patah sekarang. Namun untuk mengeluh rasanya benar benar tidak bisa.


"Pelangi!!!!" seruan seseorang membuat Pelangi dan Arya langsung menoleh keasal suara.


Pelangi merentangkan tangannya saat Mia berlari kearahnya dan memeluknya dengan erat. Sementara Ferdi langsung meraih koper dari tangan Arya.


"Aaa aku kangen banget tahu" ucap Mia


"Aku juga kangen. Kamu kok bisa ada disini? Bukannya lagi di Jogja???" tanya Pelangi begitu heran. Pasalnya saat hari pernikahannya Mia tidak bisa hadir karena harus membawa ibunya yang sakit ke Jogja. Dan kini dia sudah ada disini lagi untuk menjemput Pelangi.


"Ibu udah mulai mendingan, jadi aku bisa jemput kamu disini" jawab Mia


"Syukur deh, aku sedih banget kamu gak bisa hadir" ucap Pelangi yang langsung merangkul lengan Mia dengan manja.


"Aku juga sedih, tapi mau gimana lagi" jawab Mia


"Maaf ya pak, saya gak bisa datang kemarin" kini Mia beralih pada Arya


"Gak apa apa, yang penting sekarang kamu sudah datang, jadi istri saya yang cantik ini tidak lagi bersedih" jawab Arya.


Mia dan Pelangi langsung mendengus senyum mendengar itu. Mereka berjalan beriringan menuju mobil Ferdi.


"Gimana Fer, sudah aman semua?" tanya Arya.


"Sudah aman pak. Semua sudah beres" jawab Ferdi.


"Bagus" jawab Arya dengan cepat, seraya dia membukakan pintu mobil untuk Pelangi.


"Apanya yang aman?" tanya Pelangi

__ADS_1


"Makanan dirumah" jawab Arya dengan asal.


Ferdi dan Mia yang sedang memasukkan barang barang mereka ke dalam mobil hanya bisa mengulum senyum. Karena mereka juga bagian dari kejutan yang akan di berikan oleh Arya untuk Pelangi.


"Oke, kita jalan Fer" ujar Arya saat Ferdi dan Mia sudah masuk kedalam mobil.


"Siap pak, meluncur" jawab Ferdi yang langsung melajukan mobilnya.


"Kok kamu bisa sama Ferdi, Mia?" tanya Pelangi yang penasaran


"Bisalah, tadi kan aku kerumah kamu, tapi malah ketemu sama bang Ferdi. Jadi yaudah sekalian ikut aja" jawab Mia.


Pelangi hanya bisa ber oh saja.


"Tapi kalian cocok lo" sahut Arya


Ferdi dan Mia langsung menoleh ke arah Arya sekejap.


"Cocok dari mana pak?" tanya Mia


"Ya cocok, sama sama jomblo" jawab Arya


Pelangi terkekeh mendengar itu.


"Jomblonya memang cocok. Tapi bang Ferdi kayaknya lebih cocok jadi ayah saya deh pak" jawab Mia


Dan kali ini Arya dan Pelangi yang tertawa bersama sama.


"Ah kamu neng, biarpun tua begini umur saya enggak jauh beda sama pak Arya" ucap Ferdi dengan wajah memelasnya. Dan itu begitu lucu dimata mereka.


 "Benar Mia, bahkan dia lebih muda dua tahun dari saya" ucap Arya pula.


"Mia mana suka om om, dia sukanya yang berondong" sahut Pelangi


"Nah benar itu" ucap Mia


"Berondong mana enak, enaknya om om. Lebih menarik dan lebih menggoda" kata Arya dengan bangganya.


"Berondong lebih manis dan imut pak" sahut Mia


Pelangi semakin tidak bisa menahan tawa mendengar ucapan mereka.


"Ah kamu belum merasa. Kamu lihat Pelangi, bahkan dia sampai tidak bisa jauh dari saya" ucap Arya


"Ya itukan selera Pelangi yang suka om om. Saya kan beda" sahut Mia


"hahahah... sepertinya kamu memang bakal lama menjomblo Fer" ejek Arya


"Nasib saya memang buruk pak" jawab Ferdi begitu lesu. Namun wajah lesu nya itu mampu membuat mereka terhibur sepanjang perjalanan. Bercanda dengan menggoda Ferdi dan Mia yang jelas jelas baru saja mengenal. Namun itu mampu membuat waktu mereka tidak terasa hambar.


Hingga tiba tiba...


"Loh... kita mau kemana????" tanya Pelangi

__ADS_1


__ADS_2