Pelangi Untuk Arya

Pelangi Untuk Arya
Meminta Izin


__ADS_3

Pagi ini Pelangi sudah merasa lebih baik. Bahkan sekarang dia sudah berada didapur membuatkan sarapan pagi untuk Arya. Pelangi tidak ingin Arya terus terusan makan mie instan. Itu sungguh tidak baik untuk kesehatan nya. Jadi meskipun masih tidak enak badan, dan masih ingin tidur sepanjang hari dikamar, Pelangi harus tetap bangun untuk menyiapkan semua nya.


Dia harus bisa menjadi istri yang baik untuk Arya agar bisa mengambil hatinya sedikit demi sedikit. Lagi pula ini juga untuk membalas budi Arya yang telah baik pada Pelangi semalam.


Pelangi adalah anak yang manja dirumah nya dulu. Apalagi dia anak perempuan dan anak satu satunya setelah kakak Pelangi meninggal. Otomatis ayah dan bunda Pelangi selalu memperlakukan Pelangi dengan begitu manja dan penuh kasih sayang. Pelangi tidak pernah melakukan hal apapun yang membuat dia kesulitan. Karena bunda dan Ayahnya yang selalu menjaga Pelangi dengan baik seperti permata mereka.


Tapi setelah menikah dan bertemu Arya. Kehidupan Pelangi berubah. Sangat jauh berubah. Jika yang biasa dia mendapatkan perkataan yang lembut dan penuh kasih sayang, namun bersama Arya dia selalu mendapatkan perkataan kasar dan ketus setiap hari.


Jika biasanya dirumah Pelangi selalu mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya, maka disini Pelangi malah mendapatkan kebencian Arya.


Menyedihkan sekali bukan...


Tapi demi keyakinan hati, Pelangi memang harus bertahan. Apalagi sekarang dia tidak berjuang sendiri. Ada anak yang juga butuh pengakuan dari Arya.


Dan Pelangi... dia memang harus kuat.


"Kenapa kamu sudah disini?"


Suara Arya membuat Pelangi terlonjak kaget. Dia yang sedang menuangkan bumbu pasta diatas piring pastanya langsung terlonjak kaget. Untung saja, bumbu ini tidak sampai tumpah.


Pelangi menoleh sejenak kearah Arya yang sudah duduk dikursi makan. Tumben sekali dia sudah duduk tanpa ada drama seperti pagi pagi sebelumnya.


"Ya, saya sudah baikan pak. Dan saya juga sudah harus membuat sarapan untuk bapak sebelum pergi bekerja kan" jawab Pelangi.


"Jangan saja kamu merepotkan saya lagi" ucap Arya dengan ketus.


"Tidak pak... saya tidak akan merepotkan bapak lagi. Silahkan dimakan pak. Di lemari pendingin cuma ada pasta saja. Saya belum belanja" jawab ucap Pelangi seraya meletakkan sepiring pasta dihadapan Arya.


Arya hanya diam, dia melirik pada Pelangi yang sedang menuangkan teh ke dalam gelas. Wajah Pelangi masih pucat, dan bahkan Arya tahu jika dia memang belum baik baik saja. Tapi kenapa sudah sok baik seperti ini???


"Nanti saya akan mengirim kan mu lagi uang belanja" kata Arya seraya mencoba pasta buatan Pelangi yang memang pas di lidahnya.


"Jangan pak" sahut Pelangi dengan cepat, membuat tangan Arya tergantung saat ingin memasukkan mie kedalam mulutnya.


"Kenapa? Tidak suka uang?" tanya Arya.


"Bukan tidak suka, hanya saja yang kemarin juga masih banyak. Saya cuma memakai untuk kebutuhan dapur saja" jawab Pelangi


Arya terdiam sembari menikmati pasta itu, melirik Pelangi yang hanya meminum teh hijaunya saja.

__ADS_1


"Saya tidak melarang kamu untuk memakai uang itu" ucap Arya


Pelangi tersenyum dan mengangguk


"Saya sudah senang bapak mau bertanggung jawab untuk memberi makan selama saya disini. Dan saya juga sudah cukup senang jika bapak memberikan uang itu dengan ikhlas" kata Pelangi


Arya kembali mengernyit dengan bingung.


"Apa maksudmu berkata seperti itu?" tanya Arya. Namun lagi lagi Pelangi hanya menggeleng dan tersenyum saja.


"Tidak ada maksud apa apa pak. Oh iya, bagaimana pasta nya enak tidak pak? Ini adalah pasta ketiga buatan saya" tanya Pelangi yang langsung mengalihkan pembicaraan mereka.


"Biasa saja" jawab Arya cukup singkat dan malas. Membuat Pelangi langsung tersenyum kecut dan mengangguk.


Hah... tidak mudah hidup dengan Arya. Pelangi tahu Arya lelaki baik dan tidak perhitungan. Hanya saja perkataan tuan Abas dan Reynand masih selalu membekas dikepalanya hingga membuat Pelangi sudah tidak ingin lagi untuk menggunakan uang Arya selain untuk kebutuhan dapur yang memang tidak seberapa. Untuk keinginan nya, lebih baik Pelangi kesampingkan terlebih dahulu.


"Oh iya pak" panggil Pelangi tiba tiba


Arya hanya melirik nya sekilas dan kembali memakan pasta yang ada dipiring nya. Yang entah kenapa Pelangi meletakkan pasta yang begitu banyak dipiring ini. Seperti porsi untuk dua orang, padahal ini adalah porsi sarapan.


"Saya boleh keluar rumah kan, sesekali saya ingin melukis di luar. Lumayan ada teman saya yang menghargai hobi saya ini" ucap Pelangi


"Terserah. Memang apa hubungan nya dengan saya" ucap Arya terdengar begitu acuh.


"Walau bagaimana pun saya masih terikat ikatan pernikahan dengan bapak. Bunda bilang, atas segala apapun yang saya lakukan, saya harus izin bapak terlebih dahulu" ungkap Pelangi


Arya meletakkan sendok yang dia pegang keatas piring, meminum airnya dan kemudian memandang Pelangi dengan wajah datar namun tetap saja terlihat menyeramkan dimata Pelangi.


"Sudah saya bilang, saya tidak pernah melarang mu untuk melakukan apapun" ucap Arya


Pelangi terdiam, hatinya kembali teriris


"Tapi jika kamu ingin pergi dengan lelaki lain seperti kemarin, maka jangan pernah pulang lagi kerumah ini" ujar Arya


Pelangi tersenyum dan mengangguk.


"Saya mengerti pak. Tapi saya mempunyai dua sahabat, satu laki laki dan satu perempuan. Apa saya tidak boleh dekat dengan mereka?" tanya Pelangi dengan wajah memelasnya.


"Kamu yakin itu sahabat?" tanya Arya dengan senyum sinis

__ADS_1


"Yakin lah pak.Kami sudah bersahabat sejak kami masuk SMA sama sama" jawab Pelangi dengan cepat.


Arya hanya menghela nafas dan beranjak dari atas kursi nya.


"Terserah lah. Saya tidak perduli" jawab Arya yang langsung beranjak dari sana dan meninggalkan Pelangi tanpa sepatah katapun lagi.


"Ah... pak Arya!!" seru Pelangi, membuat langkah Arya terhenti.


"Nanti saya izin masuk kekamar bapak untuk membereskan kamar itu dan mengambil pakaian kotor" ucap Pelangi


"Hmmm" Arya hanya bergumam saja dan kembali pergi keluar.


Meninggalkan Pelangi yang tersenyum memandang kepergian Arya.


Dia tidak mengantar Arya kedepan rumah. Karena entah kenapa Pelangi cukup malas pagi ini. Dan yang membuat perhatian nya teralihkan adalah, sisa pasta milik Arya.


Pelangi langsung meraih piring pasta yang memang hanya tinggal setengah itu. Pelangi sengaja meletakkan pasta kedalam piring Arya dalam jumlah banyak karena dia ingin Arya tidak habis dan tersisa untuk nya. Tidak tahu kenapa sekarang Pelangi hanya ingin makan makanan sisa dari piring Arya saja. Makanan yang lain, Pelangi tidak berselara.


Dia menikmati pasta yang terasa begitu lezat itu dengan senyuman yang mengembang diwajahnya. Tanpa tahu jika dari jauh Arya memandang nya dengan heran.


Bertanya dalam hati kenapa Pelangi malah memakan makanan sisa bekas dia????


...


Setelah makan dan minum obat, Pelangi langsung pergi kekamar Arya. Sudah lama dia tidak masuk dan membersihkan kamar ini. Tapi meskipun begitu, kamar Arya memang selalu bersih karena Arya yang memang rajin untuk membersihkan kamarnya.


Pria manis berambut gondrong itu memang pembersih. Dan itu yang membuat Pelangi semakin cinta.


Pelangi menghela nafas berat, karena ketika masuk lagi lagi dia harus menahan hati dan menahan senyum ketika foto dan senyum Zelina lah yang menyambutnya.


Ah Ze...


Sampai kapan Pelangi harus begini.


Bisakah suatu saat nanti fotonya yang ada disini???


Menyedihkan memang. Dan sangat miris. Seorang istri membersihkan kamar suami nya yang penuh dengan foto wanita lain.


Siapa yang bodoh disini???

__ADS_1


Pelangi kah?


Atau Arya?


__ADS_2