Pelangi Untuk Arya

Pelangi Untuk Arya
Mas Arya


__ADS_3

Pagi itu setelah selesai mengurus semua surat dan izin dari rumah sakit. Akhirnya Arya sudah bisa pulang kerumah. Mereka memutuskan untuk pulang kerumah orang tua Pelangi. Rumah yang menjadi tempat Arya menjadikan Pelangi sebagai istrinya dulu.


Mereka pulang dengan di antar oleh supir yang memang ditugaskan Arya untuk mengantar jemput mereka sekarang. Karena sungguh, Arya masih belum bisa membawa mobil sendiri. Dia masih merasa pusing dikepala. Apalagi jika sudah berdiri terlalu lama atau bangun dengan tergesa. Mungkin karena pengaruh tensi nya yang rendah.


Disepanjang perjalanan menuju kerumah, Arya dan Pelangi masih banyak diam. Sampai saat ini mereka masih saja terlihat canggung. Sebenarnya bukan canggung karena apa, hanya saja mereka masih sama sama tidak menyangka jika mereka sudah bisa sedekat ini sekarang.


Bahkan panggilan dan bahasa mereka saja masih sama seperti dulu. Entah kenapa Pelangi sudah terbiasa memanggil Arya dengan sebutan bapak. Aneh sekali.


Puk


Arya sedikit terhenyak saat tiba tiba kepala Pelangi tersandar dibahunya. Dia menoleh, memandang Pelangi yang ternyata mulai mengantuk kembali. Padahal hari masih pagi, dan mereka juga baru setengah jam berada di mobil, tapi Pelangi sudah mengantuk saja.


"Mengantuk ya?" tanya Arya seraya dia yang melingkarkan tangan nya pada tubuh Pelangi. Hingga kini Pelangi langsung tersandar didada Arya.


"Iya, gak tahu kenapa cepat banget ngantuk nya" jawab Pelangi. Mulutnya kembali menguap.


"Yasudah, tidur lah dulu. Nanti kalau sudah mau sampai, saya bangunkan" ujar Arya. Dia mengusap kepala Pelangi dengan lembut.


"Saya mau martabak pak" gumam Pelangi.


Arya langsung mengernyit, dia menunduk dan memandang Pelangi dengan heran. Matanya terpejam, tapi kenapa mulutnya masih saja berbicara?


"Mau martabak?" tanya Arya


Pelangi mengangguk.


"Martabak manis, toping keju sama jagung" jawabnya.


Arya mendengus senyum, dia mengusap gemas wajah Pelangi yang masih terpejam.


"Fer, nanti kalau ada lihat martabak, singgah ya" ujar Arya ada Ferdi, supir mereka.


"Siap pak" jawab Ferdi dengan sigap.


Arya kembali menoleh pada Pelangi. Dia malah sudah tertidur dalam dekapan Arya. Ya ampun.


Arya hanya menggeleng pelan dan kembali memandang kearah luar jendela. Memandangi jalanan pagi yang masih segar. Apalagi jalanan ke arah rumah Pelangi, tidak terlalu macet. Jadi Arya bisa menikmati perjalanan dengan nyaman.


Rasanya sudah sangat lama tidak melihat dunia luar. Sangat lama. Padahal baru dua Minggu dia berada dirumah sakit. Tapi rasanya sudah sangat lama. Bertahun tahun.


Ya, bertahun tahun tenggelam dalam rasa pedih karena kehilangan membuat Arya juga kehilangan dunianya. Bahkan keindahan dipagi hari begini saja rasanya baru dia lihat lagi sekarang. Yang Arya tahu dulu, hanya taman bunga tulip Zelina lah yang paling indah. Hanya ditempat itu yang membuat Arya nyaman. Tidak, bukan nyaman. Tapi tenang.


Dan itu dulu...


Sebelum kedatangan gadis muda ini kedalam hidupnya. Masuk tanpa sengaja karena sebuah kesalahan. Dan sekarang, Arya sudah menemukan tempat yang tenang. Tempat di dalam hati Pelangi.


Ciiittttttt


Suara rem mobil yang mendadak membuat Arya mendekap tubuh Pelangi dengan kuat, dan satu tangan yang menahan kursi Ferdi.


Mobil berhenti mendadak, membuat mereka hampir saja terhempas kedepan. Untung saja Arya sigap meski dia sedang melamun tadi.


"Ada apa Fer?" tanya Arya


Pelangi terbangun, dia juga terkejut.


"Ada seseorang yang menyeberang tiba tiba pak." jawab Ferdi. Dia menunjuk kearah jalan setapak dimana seorang pria berjaket hitam berlari kearah pemukiman penduduk yang terlihat kumuh.

__ADS_1


Arya mengernyit memandang lelaki itu. Meski sekilas, kenapa rasanya lelaki itu seperti....


"Bukannya itu Jojo pak" ucap Pelangi tiba tiba.


Arya terkesiap, dia langsung mengangguk. Dan dengan cepat pula dia menoleh kebelakang. Dimana orang orang suruhan Reynand yang mengawal mereka mulai keluar dari mobil.


Tok tok tok


Jendela mobil Ferdi diketuk.


"Suruh orang orang kalian mencari lelaki itu kearah pemukiman itu. Aku curiga dia disana" ujar Arya langsung tanpa basa basi.


"Baik pak" jawabnya. Bahkan dengan sigap pria berbadan besar itu langsung kembali kemobil mereka.


"Katanya dia sakit, tapi kenapa masih bisa keliaran?" tanya Pelangi. Dia kembali memandangi pemukiman penduduk itu. Namun Jojo yang mereka maksud sudah tidak lagi nampak.


"Jalan Fer" ujar Arya.


Ferdi mengangguk, dia kembali melajukan mobilnya. Sedangkan orang orang yang mengawal Arya masuk ke pemukiman penduduk itu, hanya sebagian karena satu mobil lainnya tetap mengawal Arya.


"Sakit itu hanya dalih nya saja. Sudah pasti dia memiliki seribu cara untuk menipu para dokter dan polisi. Hanya satu orang tapi benar benar licik" ucap Arya


"Padahal dulu dia orang yang pendiam. Bahkan saat kami bully dia juga hanya diam" sahut Pelangi


Arya langsung mengernyit memandang Pelangi.


"Kalian bully?" tanya Arya tidak percaya.


Pelangi meringis dan tertawa getir.


"Bukan bully apa apa kok. Saya gak suka dia pak. Tapi dia ngejar ngejar saya terus karena terobsesi sama mendiang kakak. Yang bully juga kak Rangga sama Mia dan teman yang lain" jawab Pelangi


"Pantas saja dia dendam. Dan Rangga, dia memang harus tanggung jawab" gerutu Arya. Dia selalu tidak suka jika mendengar nama Rangga.


"Kak Rangga kan memang udah tanggung jawab. Bukan nya kata tuan Reynand dia juga ikut cari Jojo bareng polisi " sahut Pelangi


"Kamu suka banget belain dia" ucap Arya. Wajahnya terlihat kesal.


Pelangi tersenyum dan mengusap lengan Arya dengan lembut.


"Bukan belain dia, cuma kan saya berkata yang benar. Kak Rangga memang udah tanggung jawab" kata Pelangi.


Arya mendengus, dia memalingkan wajahnya. Menahan untuk tidak tersenyum saat melihat wajah Pelangi dari dekat seperti ini.


"Kamu sama dia manggil kakak. Sama suami kamu sendiri manggilnya bapak. Gak adil banget" ucap Arya. Wajahnya pura pura kesal. Dan tentu saja wajah kesal itu membuat Pelangi jadi bingung.


"Saya kan bingung mau manggil apa" gumam Pelangi


"Ya, terserah kamu lah mau manggil apa. Saya kan suami kamu, bukan bapak kamu" sahut Arya.


Pelangi mengerucutkan bibirnya sekilas. Dia memandang kearah Ferdi yang nampak menahan senyum didepan kemudinya.


"Bang Ferdi" panggil Pelangi


"Iya nona" jawab nya dengan cepat.


"Saya harus panggil apa sama suami saya ini ya?" tanya Pelangi.

__ADS_1


Arya dan Ferdi langsung memandang Pelangi dengan bingung.


"Kenapa malah tanya Ferdi???" tanya Arya


"Ya habis nya saya bingung mau nanya siapa. Kan cuma ada bang Ferdi disini" jawab Pelangi. Wajah polosnya itu benar benar membuat Arya gemas. Ingin sekali dia menggigit bibir Pelangi itu.


Bukan polos, hanya berpura pura polos. Karena Pelangi juga bingung harus memanggil apa.


Sayang???


Kenapa terdengar menggelikan?


"Panggil mas saja nona" sahut Ferdi dari depan.


"Mas?" gumam Pelangi


Ferdi mengangguk dengan cepat.


"Iya, banyak istri yang memanggil suami dengan sebutan mas." jawab Ferdi.


"Mas Arya. Begitu?" ucap Pelangi sembari memandang wajah Arya yang nampak lain.


"Mas Arya. Hihi" Pelangi langsung tertawa geli menyebut panggilan itu.


"Kamu ya, durhaka tahu sama suami sendiri begitu" ucap Arya seraya dia yang mencubit gemas hidung Pelangi. Membuat Pelangi semakin tertawa memandang Arya. Dia kesal, tapi dia juga tersipu. Lucu sekali.


"Kan biasanya saya manggil bapak. Sekarang berubah jadi mas, kedengaran lucu tahu pak" jawab Pelangi.


"Sudah lah, malas sekali saya" dengus Arya. Dia langsung memalingkan wajahnya dari Pelangi.


Pelangi terbahak, dia meraih lengan Arya dan merangkul nya dengan gemas.


"Dih jangan ngambek dong. Iya, mulai sekarang Pelangi manggil nya mas Arya ya" ucap Pelangi dengan nada yang begitu lembut. Membuat Arya langsung menahan senyum dengan wajahnya yang merona tipis.


Ferdi bahkan tidak bisa untuk tidak tertawa.


"Jangan ketawa kamu Fer" sahut Arya


Ferdi dan Pelangi malah terkekeh.


"Maaf pak. Tapi saya senang melihat bapak yang seperti ini. Dari pada biasa, sudah kayak batu bernafas" ungkap Ferdi


"Iya kan bang, saya aja takut dulu. Tapi kalau sekarang, saya makin cinta sama pak suami." ucap Pelangi pula


"Dulu kan beda sama sekarang. Jangan disamain lah." jawab Arya seraya merangkul Pelangi dengan lembut.


Pelangi tertawa kecil dan memeluk Arya. Rasa takut karena kehadiran Jojo sedikit bisa terhibur karena pembahasan kali ini.


Dan panggilan mas untuk Arya. Sepertinya memang cocok.


"Mas Arya" ucap Pelangi


Arya langsung menoleh kearahnya.


"I love you" bisik Pelangi


Arya mendengus senyum dan mengecup dahi Pelangi sekilas.

__ADS_1


"Love you too" balasnya.


Ferdi... dia hanya pura pura tidak melihat. Meski sebenarnya dia tidak bisa untuk tidak tersenyum melihat Arya yang baru jatuh cinta lagi.


__ADS_2