Pelangi Untuk Arya

Pelangi Untuk Arya
Pelangi Dirawat


__ADS_3

Pelangi duduk didepan ruangan Arya bersama dengan Ferdi yang menemaninya. Sedangkan Arya masih berada didalam untuk di obati luka sayatan pisau itu.


Arya melarang Pelangi untuk masuk dan menemaninya, karena Arya tahu jika Pelangi pasti takut melihat luka sayatan yang cukup lebar ini. Apalagi memang harus di jahit beberapa jahitan.


Tidak lama Pelangi menunggu, setengah jam kemudian Arya sudah keluar dari dalam ruangan itu. Wajahnya masih pucat, mungkin karena darah yang keluar begitu banyak dan juga Arya yang memang takut dengan darah.


Pelangi langsung beranjak dan berlari memeluk Arya. Dia benar benar takut melihat Arya yang terluka. Meskipun hanya luka kecil seperti ini.


Tapi walaupun begitu, kekhawatiran Pelangi benar benar kuat. Apalagi di tambah dengan kejadian tadi. Dimana semua masih begitu membekas di kepalanya. Bagaimana dia yang harus menghindar dari lautan manusia yang seolah ingin memakan tubuhnya. Bagaimana tubuhnya yang terombang ambing karena terbawa oleh kepanikan orang orang itu.


Ah... Benar benar menakutkan.


"Hei... sudah. Aku tidak apa apa" ucap Arya seraya dia yang mengusap pundak Pelangi dengan lembut.


"Pelangi masih takut mas. Pelangi takut. Dan lagi lagi, mas terluka karena nolong Pelangi" jawab Pelangi. Dia mendongak dan memandang Arya dengan wajah sendu nya.


Arya tersenyum dan membawa Pelangi untuk duduk dikursi tunggu. Sedangkan Ferdi masih setia menunggu kedua orang ini.


"Jangan takut, semua sudah selesai. Jojo sudah di tangkap dan kita sudah aman" jawab Arya.


"Beneran?" tanya Pelangi.


Arya mengangguk pelan seraya menggenggam tangan Pelangi dengan lembut.


Dan belum lagi menjawab apapun, tiba tiba dari arah koridor rumah sakit terdengar suara langkah beberapa orang, membuat mereka langsung menoleh.


Ternyata Rangga dan Reynand yang datang.


"Hei... Kau tidak apa apa?" tanya Reynand langsung. Tanpa basa basi lagi.


Arya menggeleng pelan.


"Tidak apa apa tuan. Hanya luka kecil" jawab Arya


Reynand menghela nafas lega saat melihat hanya lengan Arya yang terbalut perban.


"Bagaimana dengan Jojo?" tanya Arya. Dan kini semua orang langsung menoleh pada Rangga.


"Dia sudah ditangani polisi Pak. Dan kejadian di taman kota tadi murni karena ulah Jojo yang memprovokasi orang orang yang ada disana. Dia membayar beberapa orang untuk membantunya mengacaukan suasana malam itu" ungkap Rangga


"Dia punya uang dari mana?" gumam Arya yang malah memikirkan hal tidak penting itu.


Rangga langsung mendengus, sedangkan Reynand langsung menampar bahu nya dengan kesal. Dan tentu saja itu membuat Arya langsung meringis kesakitan.


"Bodoh sekali. Untuk apa kau memikirkan hal itu. Untuk meneror kalian saja begitu mudah dia lakukan. Apalagi hanya untuk mendapatkan uang" sahut Reynand.


Arya mencebikkan bibirnya sekilas.

__ADS_1


"Jadi bagaimana hukuman nya. Jangan sampai dia lolos lagi. Atau jika tidak, biar orang orang ku yang melenyapkan dia. Menjengkelkan sekali, hanya satu orang saja tapi sudah membuat kekacauan hampir satu kota" gerutu Reynand. Tuan angkuh ini benar benar tidak memikirkan apapun lagi dalam berbicara.


Dan tentu saja, bagi Rangga dan Pelangi yang baru mengenal nya belakangan ini, mereka cukup takut dengan sikap Reynand yang seperti itu. Namun Arya, dia sudah paham benar tentang sikap Reynand yang seperti ini. Bahkan dia bisa berbuat hal yang lebih menakutkan dari pada ini. Iblis berkedok manusia, ya Reynand orang nya. Hanya Nara yang tahan hidup bersama Reynand.


"Sepertinya hukuman Jojo akan lebih berat pak. Apalagi dia terkena pasal berlapis dengan kejadian malam ini yang sudah mengacaukan satu kota" ungkap Rangga


"Ya, itu memang harus. Jika perlu dia memang harus di hukum mati. Dan kau Yo, setelah ini kau pasti akan di buru wartawan. Aku lihat kejadian di taman kota tadi sudah masuk berita nasional" kata Reynand pula


"Tidak bisa di bungkam atau di tutup saja?" tanya Arya


Reynand langsung berdecih sinis.


"Mana bisa. Kau kira aku sehebat apa bisa menutupi jejak digital ratusan ribu orang yang sudah menonton Vidio kehebohan di festival itu. Apalagi festival itu adalah yang pertama kali di buka di tempat ini. Sudah pasti akan membuat publik heboh" jawab Reynand


Arya hanya bisa menghela nafas pasrah.


"Dan beruntungnya aku dan Nara tidak jadi pergi. Jika pergi sudah bisa di pastikan kami juga akan menjadi korban disana" gumam Reynand


"Saya juga tidak menyangka jika Jojo akan nekad berbuat seperti ini" ucap Arya.


"Jika orang tidak suka, apapun akan mereka lakukan. Kau tahu bagaimana cerita ku dulu" sahut Reynand.


Arya langsung mengangguk pelan. Mendengar perkataan itu, ingatan Arya kembali flashback mengenang masa masa dahulu. Saat dia juga terlibat dalam kasus yang menimpa tuan muda Adiputra ini.


"Sekarang pulang lah. Lihat istri mu sepertinya sudah lelah dan kedinginan." ujar Reynand.


"Kita pulang ya? Kamu baik baik saja kan?" tanya Arya.


Pelangi menggeleng, dia memegang perutnya yang entah kenapa malah terasa kram lagi. Sudah sejak tadi sebenarnya, sejak dia ketakutan dan berada di antara lautan manusia tadi. Tapi ketika Arya datang, semua terasa membaik


Tapi saat ini, rasa sakit itu malah terasa lagi.


"Perut Pelangi sakit mas" ucap Pelangi


Arya langsung beranjak dan mengusap perut Pelangi, wajahnya menjadi cemas. Begitu pula dengan Rangga dan Reynand.


"Sakit kenapa?" tanya Arya


Pelangi hanya menggeleng dan semakin meringis. Tangan nya menggenggam erat tangan Arya yang sejak tadi tidak dia lepas.


"Kita periksa" ajak Arya. Dia langsung membantu Pelangi untuk berdiri, namun belum lagi berdiri Pelangi malah sudah langsung tersandar dan terkulai lemas.


Dia pingsan. Dan tentu saja itu membuat Arya dan yang lain nya panik.


"Astaga Pelangi"


Dengan sigap Arya mengangkat tubuh Pelangi ke dalam gendongan nya. Membawanya menuju ruang dokter khusus kandungan.

__ADS_1


Wajah Arya benar benar tegang, panik dan cemas. Dia benar benar takut jika terjadi sesuatu pada anak nya.


Ya Tuhan....


Jangan sampai itu terjadi.


Rangga, Reynand dan Ferdi, juga langsung berjalan mengikuti Arya yang membawa Pelangi. Bahkan dengan sigap Ferdi berlari untuk terlebih dahulu memanggil dokter.


Sedangkan Rangga menghubungi bunda dan ayah dirumah.


Begitu pula dengan Reynand yang langsung menghubungi Naya.


Mereka semua benar benar panik.


Pelangi sedang mengandung, dan mereka takut terjadi sesuatu pada anak yang di kandung oleh Pelangi.


"Pelangi, bangunlah, aku mohon" pinta Arya sepanjang jalan menuju keruangan dokter kandungan itu. Dia sudah tidak lagi merasakan jika lengan nya yang kembali berdarah karena mengangkat tubuh Pelangi. Yang ada di otaknya, hanya berharap jika anak dan istrinya baik baik saja.


Dan tidak lama kemudian, Arya masuk kedalam ruangan untuk memeriksakan keadaan Pelangi. Sementara yang lain menunggu di luar.


Wajah Arya masih tegang. Dia berdiri tidak jauh dari dokter yang memeriksa Pelangi. Wajah dokter itu datar dan begitu teduh, hingga Arya tidak bisa untuk menebak apa yang terjadi.


"Keadaan bayi kalian baik baik saja pak"


Arya tertegun, namun sedetik kemudian dia langsung bisa bernafas dengan lega.


"Benarkah dokter?" tanya Arya


Dokter itu mengangguk.


"Perut nona kram mungkin karena tekanan yang dia terima dan juga beberapa benturan yang terjadi. Karena usia kandungan yang sudah kuat, jadi masih bisa bertahan. Hanya saja, jangan sampai kejadian serupa terulang lagi" ujar dokter itu.


Arya langsung mengangguk dengan cepat.


"Tentu dokter, saya pastikan istri saya tidak akan mengalami kejadian serupa." jawab Arya


Dokter wanita itu tersenyum dan mengangguk


"Untuk malam ini biarkan nona istirahat disini dulu tuan. Dia terlihat lemah dan kelelahan. Sepertinya dia juga mengalami trauma pada kejadian tadi" ungkap dokter itu.


Arya menghela nafas berat dan mengangguk pelan. Dia berjalan mendekat kearah Pelangi saat dokter wanita itu menjauh.


"Lakukan yang terbaik untuk istri saya dokter. Dia memang sedang ketakutan. Mungkin karena itu yang membuat dia menjadi seperti ini" ucap Arya. Tangan nya terjulur mengusap pucuk kepala Pelangi dengan lembut.


Pelangi pasti benar benar ketakutan tadi. Ya, siapa yang tidak takut jika berada di situasi mengerihkan dan begitu mencekam seperti tadi. Apalagi Pelangi sedang mengandung.


Ya ampun...

__ADS_1


Arya benar benar bukan suami yang baik.


__ADS_2