
Rangga duduk termenung ditaman samping rumah sakit. Pandangan matanya terlihat nanar memandang jauh jalan lintas yang ada diseberang sana. Hatinya tidak tenang, sakit dan terasa perih. Rasanya benar benar tidak bertenaga sama sekali. Malas untuk melakukan apapun, bahkan hanya untuk sekedar berjalan saja sudah tidak mempunyai tenaga.
Apa ini karena hatinya yang sedang tidak baik baik saja?
Ya, bagaimana mau baik baik saja jika kini dia sedang merasakan patah untuk yang kesekian kalinya. Bahkan ini yang paling parah dalam sejarah dia yang mencintai Pelangi.
Pelangi adalah cinta pertamanya. Gadis pertama yang dia sukai, bahkan sampai saat ini. Sejak masih SMA mereka sudah dekat, dan sudah sejak SMA pula Rangga selalu ada untuk Pelangi. Namun waktu bertahun tahun itu nyatanya tidak bisa membuat Pelangi merasakan cinta Rangga. Bahkan dia hanya menganggap Rangga hanya sebagai teman dekat saja.
Miris sekali bukan?
Bukan tidak tahu, Pelangi tahu Rangga mencintai dia. Sudah berulang kali Rangga mengungkapkan perasaan nya. Namun selalu ditolak dengan alasan Pelangi lebih nyaman jika mereka seperti ini. Hanya sebatas teman.
Rangga bisa apa, selain menerima.
Dan sekarang, dia hanya bisa menerima rasa sakit itu lagi. Bahkan bukan karena penolakan Pelangi saja. Tapi kenyataan jika kini Pelangi telah di miliki oleh orang lain. Orang lain yang bahkan sudah memiliki cinta Pelangi.
Rangga meraup wajahnya dengan kasar.
Sesak dan sakit sekali.
Bagaimana dia bisa menghilangkan perasaan ini???
Rangga sedih melihat Pelangi yang bersedih seperti kemarin. Dia juga bahagia ketika melihat Pelangi bahagia. Tapi.... bagaimana dengan hatinya sendiri?
Bagaimana bisa menyembuhkan nya???
Rasanya sakit, sakit sekali.
Bertahun tahun mencintai, bertahun tahun menunggu waktu yang tepat. Namun nyatanya malah seperti ini.
Ah... cinta ini benar benar menyiksa.
puk
Tiba tiba sebuah tangan yang mendarat di pundaknya membuat Rangga terkesiap. Dia menoleh, memandang seorang gadis yang tersenyum kearah nya.
"Kenapa disini?" tanya gadis itu. Gadis yang tidak lain adalah Mia.
"Cari angin" jawab Rangga dengan helaan nafas yang panjang.
"Sakit ya kak?" tanya Mia
Rangga langsung menoleh kearah Mia yang duduk disamping nya.
"Kelihatan banget wajah frustasi nya" kata Mia lagi
Rangga mendengus senyum tipis dan menggeleng pelan. Dia kembali memandang jauh ke jalanan yang terhadang pohon pohon besar yang berjejer.
"Dulu waktu dia selalu nolak, aku fikir karena dia yang belum ingin pacaran atau menjalin hubungan karena usia nya masih muda. Tapi sekarang, ternyata aku tahu alasan nya" ucap Rangga
__ADS_1
Mia memandang Rangga dengan lekat.
"Ternyata bukan aku yang dia mau, tapi orang lain" ucap Rangga.
Mia tertegun.
"Aku kalah dengan orang baru yang bahkan orang itu gak tahu siapa Pelangi dan bagaimana dia" kata Rangga lagi. Dan kali ini dia tertunduk dengan beban dihati yang benar benar membuat dadanya sesak.
Bahkan Mia bisa merasakan hal itu. Sakit .. pasti sakit sekali menjadi Rangga. Karena Mia, dia juga merasakan hal itu.
"Kak... terkadang, apa yang kita harapakan memang gak sesuai dengan kenyataan. Mau gimanapun kita berusaha dan berharap, kalau takdir Tuhan yang berbicara, kita gak bisa apa apa selain menerima" ucap Mia
Rangga kembali mendengus senyum dan mengangguk
"Ya, kamu benar. Tapi rasanya takdir Tuhan terlalu kejam ya. Bertahun tahun nunggu, tapi akhirnya Pelangi malah jadi milik orang lain" kata Rangga
"Ya, anggap aja kakak memang lagi jagain jodoh orang" jawab Mia
"Jahat banget kamu ngomong nya" ucap Rangga
Mia langsung tertawa kecil memandang Rangga.
"Bukan salah Pelangi kan. Sejak dulu dia udah selalu bilang, kalau dia gak mau merusak hubungan pertemanan kita karena sebuah hubungan. Dia juga selalu bilang kalau dia lebih nyaman jika kakak hanya jadi kakak dan sahabat untuk dia dari pada kekasih. Seharusnya, kakak udah bisa mengerti arti dari ucapannya itu" ujar Mia
"Ya, aku ngerti. Bahkan sangat mengerti. Tapi kamu yang gak ngerti, kalau cinta terkadang udah gak bisa lagi memakai logika Mia. Cinta bisa melupakan semuanya. Bahkan karena cintanya aku sama dia, aku benar benar percaya kalau suatu saat aku bisa memiliki Pelangi. Tapi nyatanya, aku salah besar" jawab Rangga
Mia langsung mengusap pundak Rangga dengan lembut.
Rangga tersenyum dan mengangguk
"Ya, dan selalu itu yang kamu bilang setiap kali aku patah hati ketika ditolak Pelangi" kata Rangga dengan tawa getirnya.
"Dan memang akan selalu begitu sampai kakak bisa move on" jawab Mia yang juga ikut tertawa.
Rangga mengangguk.
"Semoga kamu gak ngerasain apa yang aku rasa. Semoga orang baru juga bisa membuat kamu jatuh cinta seperti Pelangi dan pak Arya" ucap Rangga
Mia hanya tersenyum simpul saja dan mengangguk.
"Semua terserah pada takdir kak. Mau orang baru, atau orang lama, yang terpenting bisa menjadi yang terbaik" jawab Mia
"Orang lama? Emang kamu punya orang lama. Sejak dulu kita selalu bertiga, siapa orang lama itu? Jojo?" ledek Rangga
Mia langsung menampar bahu Rangga dengan kesal.
"Sembarangan, kayak gak ada cowo lain aja. Kakak mana tahu, mata kakak isinya kan cuma Pelangi" sahut Mia, terdengar kesal.
Rangga terkekeh dan langsung beranjak dari kursi.
__ADS_1
"Ya, memang hanya Pelangi dan tetap Pelangi. Sebelum orang baru itu datang dan merubah segalanya" ucap Rangga
Mia hanya terdiam dan memandang Rangga dengan lekat.
"Udah yuk pergi, cari makan" ajak Rangga
Mia langsung mendengus dan juga beranjak menyusul Rangga.
"Heran deh, kelakuan nya kayak cewe. Kalau lagi galau pasti larinya kemakanan" sindir Mia
"Dari pada ke club malam mending cari makan. Kan kamu juga kenyang kalau aku galau" jawab Rangga
"Ya, dan selalu aku yang jadi sasaran" gerutu Mia
Rangga hanya tersenyum dan melangkah dengan helaan nafas yang berat.
Sakit memang, tapi untuk terus berlarut, tidak mungkin dia lakukan bukan. Rangga tidak ingin Pelangi tahu, jika sekarang hatinya sedang benar benar hancur berantakan.
"Kamu kenapa disini? Mau jenguk pak Arya?" tanya Rangga saat mereka berjalan ke arah kantin rumah sakit.
"Iya, tapi gak jadi karena ngelihat orang galau duduk dipojokan" jawab Mia
Rangga langsung menoleh kearah nya dengan kesal membuat Mia langsung terkekeh geli.
"Bercanda kali kak, serem amat pandangan matanya" ucap Mia
"Kamu senang banget kalau lihat aku galau" kata Rangga
"Senang lah, kan aku bisa makan gratis kalau kakak galau. Berapa tahun kakak kuliah di luar kota, gak ada yang traktir aku" ungkap Mia
"Makanya cari pacar. Masak kamu kalah sama Pelangi" sahut Rangga
"Beda dong, aku kan masih pengen berkarir dulu. Kakak tuh yang udah tua, tapi betah banget jadi sad boy dari dulu" ledek Mia
Rangga langsung mengacak ngacak rambut Mia dengan kesal. Namun Mia malah mengelak dan terbahak memandang wajah kesal Rangga.
"Ngeledek mulu. hati hati kamu ketularan aku" ujar Rangga
"Memang udah dari dulu" jawab Mia
"Hah?"
"Enggak, tuh ponsel kakak bunyi" ucap Mia yang langsung menunjuk saku Rangga.
Rangga langsung melupakan perkataan Mia tadi dan meraih ponselnya. Namun alisnya langsung mengernyit saat melihat siapa yang menghubungi nya.
"Kantor Polisi" gumam Rangga
Mia juga langsung memandang Rangga yang langsung menerima panggilan itu. Dan dia merasa tidak enak saat melihat wajah Rangga yang berubah memucat.
__ADS_1
"Ada apa kak?" tanya Mia saat Rangga sudah selesai dengan panggilan nya.
"Jojo kabur dari penjara"