Pelangi Untuk Arya

Pelangi Untuk Arya
Lukisan Dan Paket Aneh


__ADS_3

Arya memandangi beberapa lukisan lukisan yang berjajar didepan nya. Pelangi baru saja mengeluarkan lukisan yang pernah dia buat dulu dari dalam lemari. Lukisan yang semua adalah tentang Arya dan tulip.


Dan jelas saja, lukisan ini membuat Arya tidak berkedip. Kenapa lukisan ini ada? Dan kenapa Pelangi melukis ini?


Semua adalah lukisan lama, bahkan tanggal dan tahun pembuatan nya juga ada. Karena seorang pelukis, pasti meninggalkan jejak jejak tulisan mereka di karya yang mereka buat.


"Kenapa kamu melukis ini Pelangi? Kenapa juga kamu sudah tahu aku?" tanya Arya. Tangan nya mengusap sebuah lukisan dimana dia sedang duduk termenung memandangi hamparan bunga tulip yang begitu luas. Di senja hari.


"Karena Pelangi sudah jatuh cinta sejak pertama kali melihat mas waktu itu." jawab Pelangi.


Arya tertegun, dia langsung memandang Pelangi dengan lekat.


"Waktu itu Pelangi baru tamat SMA, dan karena gak kuliah lagi kerjaan Pelangi cuma melukis untuk ngabisin waktu. Dan kebetulan, Mia bilang ada taman bunga yang baru dibuka. Cocok untuk tempat melukis. Karena penasaran, Pelangi datang kesana." ungkap Pelangi.


Arya masih memandangi Pelangi yang bercerita sembari membersihkan lukisan nya yang sedikit berdebu.


"Dan disana, Pelangi malah lihat seseorang yang lagi termenung dibawah pohon. Duduk sendirian dengan wajah sedihnya." kata Pelangi, dia tertawa kecil dan menoleh pada Arya.


Arya menggeleng pelan dan menunduk, kembali memandang lukisan ditangan nya. Dan tiga tahun yang lalu, masih menjadi hari yang terberat untuk Arya.


"Pelangi kira, Pelangi hanya sekali itu aja ketemu lelaki itu. Tapi ternyata, setiap kali Pelangi kesana, Pelangi selalu lihat dia duduk dibawah pohon yang sama" ucap Pelangi lagi.


Arya masih terdiam, dia seolah sedang menikmati cerita Pelangi tentang seseorang itu. Seseorang yang masih tenggelam dalam luka karena kehilangan.


"Dan karena penasaran, akhirnya disetiap ada kesempatan Pelangi selalu datang. Bukan lagi hanya untuk melihat dan melukis keindahan taman bunga itu. Tapi untuk melihat lelaki yang cukup menarik perhatian"


Arya tersenyum tipis dan menggeleng pelan.


"Itu lukisan pertama Pelangi mas. Lukisan disaat mas benar benar sedang memikirkan sesuatu. Dan udah jelas, itu tentang bunga tulip yang masih selalu ada didalam hati" ucap Pelangi seraya menunjuk lukisan yang ada diatas dinding. Belum Serapi sekarang, tapi sudah terlihat bagaimana keindahan dan makna dari lukisan tersebut.


Arya juga mendongak, memandang lukisan di dinding itu dengan sendu. Jika di ingat ingat, dia benar benar menyedihkan sekali bukan?


"Dan yang ini .... ini lukisan saat dua tahun setelah nya. Udah mulai rapi kan?" tanya Pelangi. Kini dia menunjuk lukisan yang dia pegang pada Arya.


Lukisan Arya yang memegang setangkai tulip dibawah senja.


"Kamu menjadikan ku model lukisan mu. Tapi kamu gak bilang bilang. Bukankah itu namanya mencuri?" tanya Arya. Dia mengusap wajah Pelangi dengan lembut, membuat Pelangi tertawa kecil dan menggeleng pelan.


"Apa jika waktu itu Pelangi datang dan menemui mas, mas akan mau dijadikan model begini???" tanya Pelangi


Arya tertawa kecil dan menggeleng pelan.


"Entah lah" jawab nya.


Pelangi mendengus senyum dan merapikan kembali lukisan nya.


"Rasanya mustahil kan. Jangan kan memberi izin, mungkin untuk berbicara saja sudah malas. Bisa bisa Pelangi gak dibolehin lagi datang ke taman bunga itu" ucap Pelangi


Arya tersenyum dan menggeleng pelan.


"Mungkin saja. Waktu itu kan aku masih buta. Tapi aku masih penasaran, kenapa kamu bisa bekerja di perusahaan dan jadi ob. Rasanya mustahil kalau ayah mengizinkan" tanya Arya


"Ya dipaksa" jawab Pelangi dengan tawa kecilnya.


"Dipaksa?" tanya Arya


Pelangi mengangguk. Dia langsung tersenyum lucu ketika mengingat ulahnya dulu. Perasaan cinta pada Arya membuat dia buta hingga nekad bekerja menjadi ob di perusahaan Polie.


"Waktu itu mas udah jarang ke taman bunga. Pelangi kecarian. Dan gak sengaja, Pelangi lihat mas di koran yang dibaca ayah. Yaudah, iseng iseng cari tahu dimana mas kerja. Setelah tahu, Pelangi tanya tanya sama temen. Kebetulan ada yang cuti, jadi Pelangi gantiin dia kerja disana" ungkap Pelangi


"Awalnya bunda dan ayah gak ngasih. Tapi namanya juga anak kesayangan, setelah berbagai bujuk rayuan, mereka luluh" tambah Pelangi dengan tawa gelinya.


"Tapi karena itu kamu hampir celaka kan" kata Arya yang langsung menarik gemas hidung Pelangi.


"Celaka nya juga sama mas Arya. Suami sendiri" jawab Pelangi


"Iya untung nya sama aku. Tapi kan kamu juga harus merasa sedih karena kelakuanku kemarin" ucap Arya


"Kalau gak gitu, Pelangi gak akan bisa jadi Pelangi di hidup mas kan." sahut Pelangi.

__ADS_1


Arya langsung mendengus senyum mendengar itu. Dia kembali mengusap wajah Pelangi dengan lembut dan penuh perasaan.


"Kamu memang Pelangi didalam hidup ku. Dan aku begitu beruntung bertemu kamu. Terimakasih karena masih mau bertahan dan memberi ku kesempatan kedua" ucap Arya


Pelangi mengangguk dan juga tersenyum. Dia meraih tangan Arya dan menggenggam nya dengan lembut.


"Terimakasih juga sudah mau membuka hati untuk Pelangi. Meski enggak sehebat nona Zelina, tapi cinta Pelangi benar benar tulus untuk mas Arya" jawab Pelangi


Arya meletakkan lukisan yang dia pegang keatas lantai, dan langsung beranjak kearah Pelangi. Menarik tubuh Pelangi dan memeluk nya dengan erat.


"Maaf karena sudah membuat kamu bersedih. Kamu memang bukan Zelina, tapi kamu juga pemilik hati ku Pelangi. Zelina masa lalu, dan kamu... kamu masa depan ku" ucap Arya


Pelangi tersenyum senang, dia juga membalas pelukan itu.


Ya, Pelangi tahu, cinta Arya memang cukup besar untuk Zelina. Bahkan Pelangi juga tahu jika cinta itu sampai kapan pun tidak akan pernah terlupakan. Tapi seperti yang dikatakan oleh Arya, Zelina hanya masa lalu. Dan Pelangi, Pelangi adalah pemilik Arya saat ini.


Dan cinta mereka, akan ada di satu tempat, di dalam hati Arya.


Cemburu, tentu saja. Tapi untuk memaksa, itu bukan hal yang baik.


"Terimakasih sudah mencintaiku sejak dulu. Aku janji, tidak akan lagi menyia nyiakan cinta kamu Pelangi" ucap Arya. Dia mencium dalam dahi Pelangi.


"Semoga Pelangi bisa membuat mas Arya bahagia" harap Pelangi


"Cukup kamu yang selalu ada disampingku, dan tersenyum untuk ku. Aku sudah sangat bahagia" jawab Arya


Pelangi tersenyum dan kembali mengangguk. Dia memejamkan mata, saat Arya mendekatkan wajahnya dan ingin mencium bibir Pelangi kembali.


Namun tiba tiba...


tok tok tok


Suara pintu yang diketuk membuat mereka berdua kembali terkesiap.


"Pelangi, nak Arya. Makan dulu yuk!!" seru bunda dari luar.


"Iya bunda" sahut Pelangi. Dia langsung beranjak dan berjalan kearah pintu. Meninggalkan Arya yang hanya bisa menghela nafas panjang.


Lagi lagi momen manis nya kembali di ganggu.


Astaga...


Dosa apa yang pernah Arya lakukan dulu memang nya???


"Kalian sedang apa? Gak tidur?" tanya bunda saat pintu sudah dibuka Pelangi dan terlihat Arya yang masih duduk di atas lantai dengan tumpukan lukisan yang masih berserakan.


"Lagi lihat lukisan Pelangi Bun" jawab Arya yang juga beranjak dan mendekat kearah pintu.


"Oh Kiran ngapain. Untung aja lukisan nya gak terbuang waktu bersih bersih rumah kemarin" ucap Bunda yang langsung berjalan meninggalkan kamar Pelangi. Diikuti oleh Arya dan juga Pelangi tentunya.


"Jangan dong bung. Kenang kenangan" ucap Pelangi


"Iya, kalau gak gitu saya gak tahu kalau ternyata Pelangi udah nge fans sama saya sejak dulu" sahut Arya pula.


Bunda langsung tertawa mendengarnya, sedangkan Pelangi hanya tersenyum malu.


"Pelangi kalau udah suka semua dilakuin. Kamu gak tahu aja dia sampai bongkar tabungan demi untuk bisa masuk ke taman bunga itu untuk melihat kamu" ungkap bunda


"Beneran Bun?" tanya Arya


"Iya, padahal tabungan itu untuk buat galeri lukisan dia" jawab bunda


"Bunda ih, kenapa dikasih tahu. Lagian salah mas Arya sendiri. Kenapa juga uang masuk nya mahal banget. Pengen cepat naik haji kali ya" sahut Pelangi


Arya tertawa kecil dan mengusap gemas kepala Pelangi


"Kan sesuai sama pemandangan nya. Lagian semua yang ada disana memang kualitas bagus. Keuntungan juga bukan ke tangan aku semua" ungkap Arya


"Jadi kemana?" tanya Pelangi dengan heran.

__ADS_1


"Bangun rumah sakit gratis untuk orang kurang mampu" jawab Arya.


Bunda dan Pelangi langsung menoleh kearah Arya.


"Rumah sakit yang baru jadi di jalan xx itu?" tanya Bunda


"Iya Bun. Bunda tahu?" tanya Arya


"Tahu, itukan rumah sakit didepan resto bunda nak" jawab bunda


"Wah iya ya? Saya baru tahu" jawab Arya


"Gimana mau tahu, kalau mas Arya juga kerjanya diperusahaan terus. Dari pagi sampai malam" sahut Pelangi


"Kan cari uang" jawab Arya


"Pekerja keras itu namanya" ucap Bunda pula


"Bukan pekerja keras Bun, tapi pekerja paksa" sahut Pelangi.


Bunda dan Arya langsung tertawa mendengar itu. Mereka sama sama berjalan kearah dapur, dimana ayah sudah duduk santai disana. Dihadapan nya sudah ada sepiring bebek panggang utuh. Terlihat lezat sekali.


"Bahagia banget kalian. Ayah gak dibagi bagi ketawanya" ucap ayah


"Ini ceritai kegilaan Pelangi sama Arya yah. Eh rupanya mereka sama aja gilanya" kata bunda


Arya dan Pelangi kembali tertawa seraya mereka juga duduk dikursi masing masing.


"Cocok kan. Semoga aja cucu ayah gak ketularan kegilaan ayah ibunya" ujar ayah


"Enggak dong yah, anak kami nanti pasti baik Budi" sahut Arya


"Iya bener, jangan sampai niru ayah nya. Kalau ganteng nya gapapa deh" ucap Pelangi pula


Ayah langsung tertawa geli memandang mereka.


"Itu paket apa yah?" pertanyaan bunda membuat Arya, ayah dan Pelangi langsung menoleh kearah yang ditunjuk bunda.


"Oh iya, ayah lupa. Tadi ada paket untuk nak Arya. Katanya bingkisan karena sudah keluar dari rumah sakit" jawab ayah


Arya langsung mengernyit memandang paket berbungkus hitam itu.


"Dari siapa yah?" tanya Pelangi


"Gak tahu, yang ngatar tukang paket" jawab Ayah


"Dari teman kamu mungkin nak" tebak bunda


Arya menggeleng pelan.


"Gak tahu juga Bun. Apa dari Nara ya" gumam Arya


"Yauda, dibuka aja kalau penasaran" ujar Pelangi


"Gak usah lah, nanti aja. Kita makan dulu. Sudah lapar lihat bebek panggang bunda" ucap Arya


"Iya, ayah juga udah nunggu kalian dari tadi" sahut ayah pula.


Meski penasaran, namun pada akhirnya, Arya makan siang bersama dengan Pelangi dan orang tuanya.


Entah paket apa yang dikirim, dan entah siapa yang mengirim. Rasanya Arya tidak punya teman atau siapapun yang begitu baik padanya.


Nara dan Reynand?


Sejak kapan mereka mengirim bingkisan jelek begitu.


Mereka selalu mengirim transferan ke kartu kredit Arya. Dan selalu seperti itu.


Lalu... siapa pengirim paket itu???

__ADS_1


__ADS_2