Pelangi Untuk Arya

Pelangi Untuk Arya
Malam Yang Indah


__ADS_3

Senyum nampak merekah di bibir semua orang malam itu. Meski hari sudah berganti, namun kebahagiaan dan semangat masih terus membara. Bahkan semakin malam pesta pernikahan Arya dan Pelangi semakin meriah.


Para tamu undangan juga masih terus berdatangan, memberi ucapan selamat dan tentunya bingkisan dan hadiah untuk mereka berdua.


Senyum Pelangi dan Arya sejak tadi tidak pernah luntur. Wajah bahagia mereka tidak bisa di sembunyikan. Meskipun lelah, namun binar bahagia itu masih terpancar di wajah mereka satu persatu.


Ya, hari yang paling indah untuk Arya dan Pelangi. Meski sudah menikah dan akan segera memiliki anak, namun saat saat seperti ini adalah hal yang tak pernah terbayangkan dalam pikiran mereka.


Berdiri di tengah tengah keramaian dimana merekalah bintangnya malam ini.


"Kamu tidak lelah?" tanya Arya. Dia memandang Pelangi dengan pandangan yang khawatir, karena sudah sejak siang mereka melayani banyaknya tamu yang hadir. Dan Arya benar benar takut jika Pelangi kelelahan dan akhirnya akan berakibat pada kandungannya.


Namun Pelangi malah tersenyum dan menggeleng pelan.


"Masih kuat kok mas. Pelangi masih menikmati acara ini. Kan cuma seumur hidup sekali" jawab Pelangi


"Tapi aku takut kamu kelelahan, kaki kamu udah mulai bengkak Lo" kata Arya lagi seraya dia yang memandang sekilas kaki Pelangi yang tertutup gaun silver nya malam ini.


"Enggak apa apa. Lagian banyak duduk juga. Nanti kalau udah capek Pelangi bilang" jawab Pelangi


"Benar ya" pinta Arya.


"Iya sayang" jawab Pelangi. Dan tentu saja ucapan Pelangi itu membuat Arya langsung tersenyum simpul dan mengusap lembut wajah Pelangi yang merona.


Panggilan sayang yang jarang sekali terdengar dari mulut Pelangi.


"Manis banget sih, jadi pengen bawa ke kamar" bisik Arya.


"Mesum" balas Pelangi


"Ehemmm.... Tolong lihat tempat"


Seruan seseorang membuat Pelangi dan Arya sedikit terkesiap. Mereka langsung menoleh ke arah suara dan ternyata Nara bersama Reynand yang datang kesana. Bersama dengan Zeze dan Zevanno tentunya.


"Uncle Aryo tampan sekali" puji Zeze yang langsung memeluk Arya dengan gemas. Membuat Reynand benar benar jengah.


"Tampan dong, tampan mana uncle sama Daddy?" tanya Arya seraya menggendong Zeze ke dalam dekapan nya. Anak perempuan kecil ini sangat cantik dengan gaun pesta nya.


"Tampan Daddy sedikit, tapi sayang Daddy galak" jawab Zeze.


Nara dan Pelangi langsung tertawa mendengar itu, bahkan Vanno langsung mengangguk setuju. Tangan nya merangkul lengan Pelangi dengan gemas.


"Zeze... Kamu selalu membela uncle dari pada Daddy" kata Reynand, dia terlihat cemburu jika Zeze sudah sedekat ini dengan Arya.


"Habisnya Daddy kan memang galak, suka sekali marah marah. Benar kan kak?" tanya Zeze pada Vanno.


Vanno melirik Daddy nya yang berwajah dingin dan datar itu. Dia terlihat ragu ingin menganggukkan kepala. Dan itu membuat Arya kembali tertawa.


"Sudah sudah, uncle memang tahu kalau Daddy kalian ini galak. Tenang saja, selama masih ada uncle, kalian akan aman" ucap Arya.


"Jangan memanipulasi otak mereka, gondrong" sahut Reynand.


"Tidak tuan, saya berkata benar. Anda memang terlalu galak pada anak cantik kesayangan saya ini" ucap Arya seraya mengecup pipi Zeze sekilas.

__ADS_1


Reynand benar benar mendengus jengah.


"Sudahlah, ayo kita berfoto dulu. Selagi bisa, sejak tadi Zeze dan Vanno sudah ingin memberikan selamat pada kalian berdua" sahut Nara yang langsung berjalan kesamping Pelangi dan Vanno.


"Iya aunty, banyak sekali orang orang. Zeze jadi tidak bisa berfoto, padahal Zeze sudah cantik seperti ini" ungkap Zeze, wajahnya cemberut, namun terlihat begitu menggemaskan.


"Benar, kamu memang sudah cantik sekali. Seperti princess " ucap Pelangi seraya mengusap wajah Zeze sekilas.


"Bagaimana dengan Vanno aunty?" tanya Vanno pula. Ternyata dia memang tidak mau kalah.


"Ah kamu tetap yang paling tampan di antara semua orang sayang" jawab Pelangi yang kini mengusap wajah Vanno, anak lelaki kecil Nara dan Reynand ini memang terlihat sangat tampan dengan setelan jas pestanya. Tak kalah tampan dari daddynya.


"Tampan mana, Daddy, uncle atau Vanno?" tanya Vanno lagi.


Nara hanya bisa menggeleng pasrah.


"Tampan Vanno dong, yang lain kalah" jawab Pelangi.


"Beneran aunty?" tanya Vanno, wajahnya terlihat begitu bangga dan sedikit angkuh. Mirip sekali dengan wajah Reynand.


"Benar dong, Vanno yang paling tampan disini" jawab Pelangi.


"Wah... Berarti mommy tidak bohong" gumam Vanno. Dan kini Nara yang tertawa mendengar itu.


"Sudah sudah, kenapa dari tadi membahas penampilan." sahut Reynand.


"Lihat, Daddy kalian pasti iri" bisik Arya pada Zeze dan Vanno.


"Ini untuk kalian" ucap Reynand seraya dia yang menyerahkan sebuah amplop cokelat pada Pelangi.


"Apa ini tuan?" tanya Pelangi.


"Paket bulan madu ke Jepang selama dua Minggu" jawab Reynand.


Mata Pelangi dan Arya langsung melebar mendengar itu.


"Semua sudah lengkap, kalian bisa berlibur disana" kata Reynand lagi.


"Tu... Tuan ini beneran?" tanya Pelangi dengan wajah yang benar benar terperangah tidak percaya. Karena untuk orang rendahan seperti dia, bisa berlibur keliling Indonesia saja sudah merupakan suatu keajaiban, apalagi ini bisa keliling Jepang. Astaga... Tentu bukan hal yang bisa diterima begitu saja.


"Iya, kalian bisa baby moon disana. Kehamilan kamu juga sudah kuat kan, jadi kalian bisa pergi dengan tenang" sahut Nara pula.


"Nona, tuan, ini benar benar terlalu besar" ucap Pelangi.


Nara langsung mengusap lengan Pelangi dengan lembut.


"Tidak apa apa, kalian memang harus bersenang senang terlebih dulu" jawab Nara.


"Jangan di tolak Pel, itu bukan apa apa untuk seorang tuan muda Adiputra" sahut Bimantara pula. Dia baru naik bersama dengan Gendis keatas Pelaminan.


Mereka semua langsung menoleh kearah Bima dan Gendis yang terlihat cantik malam ini. Pasangan yang pernah menjadi orang ketiga dalam cerita hidup Nara dan Reynand.


"Tapi rasanya ini terlalu mewah" gumam Pelangi.

__ADS_1


"Sudahlah, kita terima saja sayang. Tuan Rey memang sudah kelebihan harta, dan seharusnya kita meminta untuk liburan keliling eropa saja" sahut Arya dengan wajah tengilnya.


"Kau dikasih hati malah minta jantung. Dua Minggu kau pergi siapa yang mengurus perusahaan Polie. Aku juga, jadi kau harus berterima kasih padaku" sahut Reynand.


Bimantara langsung terkekeh geli mendengar itu.


"Arya memang begitu. Tapi yah, meski menyebalkan, kau juga harus menerima hadiah dari ku" ucap Bimantara pula. Dia melemparkan pelan sebuah kunci mobil pada Arya.


"Wow... sepertinya saya sedang sangat beruntung hari ini. Atau mungkin para tuan muda ini yang sedang terbuka pintu hatinya" ucap Arya dengan tawa kecil. Apalagi saat melihat hadiah yang di berikan oleh kedua tuan muda ini padanya.


"Yah, sebagai bentuk jika kami tidak pelit padamu" jawab Bima


"Hmmm... Agar kau selalu ingat seberapa besar kekuasaan ku"sahut Reynand pula


"Oh Tuhan... Baiklah baiklah, kalian memang yang terbaik" jawab Arya


Pelangi, Gendis dan Nara hanya bisa tertawa melihat mereka bertiga. Sering berdebat, namun nyatanya mereka memang saling perduli.


"Ayo kita berfoto uncle!!" seruan Zeze membuat mereka semua langsung tersadar.


"Oh oke oke sayang, ayo" jawab Arya


Bimantara langsung melambaikan tangannya pada sang fotografer.


Seraya mereka yang langsung mengatur tempat masing masing.


"Kemana tuan Reyza, aku belum melihatnya malam ini?" tanya Arya sembari dia yang masih menggendong Zeze dan merangkul pinggang Pelangi.


"Sebentar lagi tiba, dia sedikit terlambat karena baru tiba dari luar kota tadi" jawab Bimantara.


"Eyang putri? Apa dia tidak bisa hadir?" tanya Arya pula


"Ada, itu bersama dengan tuan Abas dan juga para orang tua" jawab Bimantara lagi.


"Oh... Aku sangat merindukan jeweran darinya" ucap Arya.


Reynand dan Bimantara langsung terkekeh geli mendengar itu.


"Ya, bahkan sudah setua ini dia masih selalu melakukan itu padaku jika bertemu" ucap Reynand.


"Apalagi padaku, sudah seperti bulan bulanan nya saja" sahut Bimantara pula.


Mereka tertawa bersama sembari mengarah pada kamera. Bergaya dengan gaya mereka masing masing.


Senyum ceria dan begitu cantik terpancar di wajah Pelangi dan orang orang terdekatnya. Hingga beberapa gambar langsung tertangkap kamera untuk di abadikan dalam bentuk figura dan bisa di kenang disaat mereka sudah tua nanti.


Kebahagiaan yang tak bisa digambarkan dan dijelaskan seberapa besar rasanya. Yang jelas, tiada hal lain yang di rasakan malam itu. Selain kebahagiaan.


...


Namun jelas, di dunia ini tidak ada hal yang tidak ada lawan nya. Jika panas ada dingin yang mengganggu, maka di balik kebahagiaan Pelangi juga tersimpan kesedihan untuk orang orang yang melihat kebahagiaan nya.


Ya, untuk dua orang yang sedang patah hati. Mereka hanya bisa memandang dengan hati yang perih atas kebahagiaan Pelangi dan Arya malam itu.

__ADS_1


__ADS_2