Pelangi Untuk Arya

Pelangi Untuk Arya
Cemburu


__ADS_3

Arya dan Pelangi duduk memandang Reynand dengan pandangan yang tidak bisa di artikan. Apalagi ketika melihat wajah tuan angkuh ini yang terlihat begitu serius. Membuat Pelangi benar benar takut melihatnya.


Kabar Jojo yang kabur dari penjara membuat mereka kembali tidak tenang. Padahal baru saja mereka berdamai, namun sekarang masalah baru sudah muncul kembali.


Dan sudah pasti ini memang bukan masalah yang bisa di anggap remeh. Jojo, lelaki muda itu benar benar licik. Penjara yang besar seperti itu dan polisi yang begitu banyak bisa dia kelabui hingga dia bisa dengan mudah kabur dari sana.


Atau ..... ada alasan lain yang membuat Jojo kabur???


"Sebaiknya mulai dari sekarang kalian harus lebih hati hati Yo" ujar Reynand


"Tentu tuan. Tapi saya masih penasaran. Kenapa lelaki itu bisa kabur dari penjara? Bukankah itu hal yang mustahil???" tanya Arya


Reynand mengangguk pelan.


"Aku juga berfikir seperti itu. Bahkan saat Rangga menghubungi Guntur dan berkata jika lelaki itu kabur dari penjara, aku sempat tidak percaya. Tapi setelah aku cek langsung, ternyata memang benar" jawab Reynand.


Arya masih memandang Reynand dengan serius.


"Jojo yang kalian sebut itu sempat pingsan didalam penjara. Dia dehidrasi karena tidak ingin makan dan minum. Dan karena keadaan nya yang lemah, dia dibawa ke klinik lapas. Namun ternyata keadaannya cukup parah karena dia juga memiliki penyakit dalam. Aku tidak tahu penyakit apa. Namun yang jelas, saat dia dirawat dirumah sakit itu, dia berhasil kabur" ungkap Reynand


Pelangi langsung meringis dan memandang Arya yang terlihat menghela nafas panjang.


"Bukankah mereka ada yang menjaga?" tanya Arya


"Seharusnya seperti itu. Aku juga tidak tahu kenapa mereka bisa lalai. Dan sekarang, pihak polisi sudah mulai mencari keberadaan orang itu. Orang orang ku juga sudah menyebar dibeberapa tempat. Terutama dirumah sakit ini untuk menjaga kalian" ucap Reynand.


"Kami jadi merepotkan lagi tuan" ucap Pelangi begitu tidak enak. Meskipun dia juga bersyukur jika Reynand mau membantu mereka.


"Jangan begitu. Aku masih butuh tenaga suami mu ini. Jika kalian dalam masalah terus, kapan Arya akan bekerja" jawab Reynand


"Saya akan tetap bekerja jika saya sudah benar benar pulih. Besok mungkin kami akan pulang kerumah orang tua Pelangi dulu. Jika disana Pelangi akan aman karena ada orang tuanya. Jadi saya bisa bekerja atau membantu mencari keberadaan Jojo" ungkap Arya


Reynand berdecak pelan.


"Tidak usah. kau cukup diam dirumah. Malas sekali aku mendengar omelan Nara dan Zeze jika mereka melihat mu sudah bekerja. Setidaknya jika kondisi mu sudah mulai pulih barulah kau bisa kembali ke perusahaan. Atau kau bisa bekerja dari rumah saja. Sekretaris cantik mu itu sudah kelimpungan mengurus semuanya sendiri" ujar Reynand


Arya mengangguk pelan.


"Iya baiklah" jawab Arya dengan pasrah. Namun dia tidak melihat pandangan mata Pelangi yang tiba tiba kesal ketika mendengar kata sekretaris cantik yang disebutkan Reynand itu. Seketika bayangan Nina dengan pakaian seksinya langsung melintas dikepala Pelangi. Apalagi ketika mengingat tentang perkataan Nina yang berkata tentang hubungan Pelangi dan Arya. Benar benar menyebalkan.


"Sudahlah, aku sudah harus kembali. Aku sudah merindukan Naraku sekarang. Masalah kalian benar benar membuat aku jadi terlambat pulang" ucap Reynand yang langsung beranjak dari sofa.


"Baru juga sebentar tuan. Nara tidak akan pergi kemanapun" sahut Arya

__ADS_1


"Sedetik saja rasanya sudah seperti seminggu tidak bertemu" jawab Reynand


Pelangi langsung terkekeh mendengar itu, sedangkan Arya hanya bisa menghela nafas jengah. Tuan angkuh ini sejak dulu memang selalu bucin, dan terkadang terdengar menyebalkan.


"Anda berlebihan. Sudah seperti perangko dan lem saja" gumam Arya.


"Memang iya. Kenapa? Apa kau iri? Kau kan sudah punya istri sendiri sekarang" sahut Reynand


"Tapi selalu anda yang menganggu waktu kami" sahut Arya, terdengar kesal. Namun Reynand malah tertawa seraya dia yang berjalan menuju pintu.


"Aku hanya balas dendam padamu. Sekarang kau merasakan bagaimana kesalnya ketika di ganggu bukan. Maka nikmati lah masa masa itu" jawab Reynand terdengar begitu menyebalkan. Dan setelah berkata hal menyebalkan itu, dia langsung keluar dari ruangan Arya. Meninggalkan Arya yang hanya bisa mendengus kesal.


Balas dendam. Memang apa yang sudah Arya lakukan dulu???


Yah, Arya pura pura amnesia saja. karena diganggu ternyata memang tidak enak.


Arya tertegun saat dia menoleh kearah Pelangi. Istrinya ini masih terlihat tersenyum memandang kepergian Reynand. Bahkan wajahnya terlihat kagum. Kenapa dia?? Jangan bilang dia tertarik pada tuan angkuh itu.


"Hei" Arya langsung mengusap wajah Pelangi dengan cepat, membuat Pelangi sedikit terkesiap dan memandang Arya dengan kesal.


"Kenapa memandang begitu?" tanya Arya


Pelangi menghela nafas dan kembali duduk disofa seraya mengusap perutnya dengan lembut.


"Keren apanya?" tanya Arya yang juga duduk disebelah Pelangi.


"Ya keren, dia terlihat begitu mencintai istrinya. Padahal mereka sudah menikah begitu lama. tapi mereka terlihat saling mencintai. Bahkan tuan Reynand yang angkuh begitu bisa terlihat bucin pada nona Nara. Keren sekali" puji Pelangi dengan mata yang berbinar. Namun Arya malah mendengus kesal mendengar Pelangi malah memuji lelaki lain. Dia tidak tahu saja kalau Reynand dulu adalah sosok iblis yang hampir membuat Nara mati karena cintanya.


"Tidak keren sama sekali. Aku juga mencintai istriku, bukan hanya dia saja" ucap Arya tidak mau kalah. Bahkan dia melupakan bahasa formal nya sekarang.


Pelangi langsung mencebikkan bibirnya dan memandang Arya dengan kesal.


"Mencintai apa? Jika diperusahaan masih saja memelihara wanita siluman. Bahkan dengan tega membeberkan aib rumah tangga dengan wanita itu" sahut Pelangi yang kembali kesal. Apalagi ketika mengingat Nina. Sekretaris cantik kata Reynand tadi. Cantik apanya jika seperti itu.


Arya memandang bingung pada Pelangi. Kenapa jadi Pelangi yang kesal sekarang. Seharusnya Arya lah yang kesal kan karena Pelangi memuji lelaki lain, bukan suaminya sendiri.


Dan lagi, wanita siluman???


"Wanita siluman apa?" tanya Arya


"Sekretaris cantik bapak itulah. Wanita siluman, yang gak akan lama pasti tumbuh jadi bibit pelakor" jawab Pelangi dengan kesal


Arya mengerjapkan matanya memandang Pelangi. Apa dia sedang cemburu sekarang???

__ADS_1


Arya langsung tersenyum tipis memandang Pelangi.


"Apa kamu sedang cemburu hmm??" tanya Arya terdengar menggoda. Bahkan dia langsung mendekatkan wajahnya pada Pelangi.


"Bukan cemburu, hanya berkata yang benar. Saya juga iri dengan nona Nara, dia mendapatkan suami yang begitu mencintai dia. Bahkan saat jauh pun istrinya yang dia ingat" jawab Pelangi


"Jangan memuji lelaki lain Pelangi" ujar Arya


"Biar saja, kenyataan kan. Kalau tuan Reynand itu memang keren" kata Pelangi yang semakin membuat Arya panas.


"Kamu tidak bisa dibilangi ya" ucap Arya


"Kenapa marah, kan memang benar" jawab Pelangi. Senyum nya telihat menantang


"Coba katakan sekali lagi" pinta Arya


"Tuan Reynand ker...."


emmmmpphhh


Mulut Pelangi langsung terbungkam saat tiba tiba Arya langsung menyergap bibirnya dengan cepat. Mencium nya dengan penuh nafsu hingga membuat Pelangi terkejut dan melebarkan matanya.


Pelangi memukul mukul punggung Arya saat dia merasa kesulitan bernafas.


"Aaahh bapak mau bunuh saya ya?" tanya Pelangi dengan kesal, wajahnya memerah dengan nafas yang nampak tersengal.


Arya terkekeh dan mengusap bibir Pelangi yang basah.


"Salah sendiri memuji laki laki lain didepan saya. Saya kan tidak suka" jawab Arya


Pelangi langsung mengerucutkan bibirnya mendengar itu.


"Saya juga tidak suka bapak dekat dekat dengan bu Nina" sahut Pelangi dengan cepat.


Arya mengernyit heran. Kenapa jadi lari ke Nina???


"Diakan cuma sekretaris" jawab Arya


"Tapi dia suka bapak" ucap Pelangi


"Tapi saya tidak suka dia" sahut Arya pula


"Jadi suka siapa?" tanya Pelangi. Wajahnya benar benar cemberut. Tapi Arya suka.

__ADS_1


"Saya suka kamu" jawab Arya, seraya dia yang kembali mencium bibir Pelangi. Hingga mereka terbuai untuk beberapa saat dan melupakan kegundahan mereka tentang kaburnya Jojo dari penjara.


__ADS_2