
Arya benar benar panik, hiruk pikuk lautan manusia yang berlari kesana dan kemari sungguh membuat dia begitu sulit untuk mencari keberadaan Pelangi.
Suasana benar benar kacau, suara teriakan, kepanikan, tangis dan juga keadaan yang tidak terkendali membuat semua menjadi menegangkan.
Jantung Arya bergemuruh tidak menentu, tubuhnya terhuyung kesana dan kemari menerobos lautan manusia yang menghalanginya mencari keberadaan Pelangi.
Arya benar benar takut, Arya takut jika Pelangi tidak bisa menghindar dari orang orang ini. Arya takut jika Pelangi terjatuh dan terhinjak oleh ratusan orang orang yang sudah seperti semut ini. Arya benar benar takut kehilangan Pelanginya.
"Pelangi!!!!" teriak Arya di antara lautan manusia yang juga berteriak ketakutan. Apalagi seruan ada bom itu sejak tadi juga tidak berhenti. Seolah memang untuk menakuti semua orang yang ada disana.
Ratusan lampion di atas sana seolah menghiasi kepanikan semua orang malam itu.
Tawa dan senyum bahagia yang tadinya menghiasi malam gelap itu, kini berubah menjadi ketakutan yang luar biasa.
"Pelangi!!!!!" teriak Arya. Dia menerobos orang orang dan berjalan tidak tentu arah. Mencari dimana Pelangi berada.
Namun nihil, banyaknya orang orang disini membuat Arya tidak bisa melihat apapun selain wajah wajah panik orang orang itu. Bahkan Ferdi dan juga orang orang Reynand pun entah kemana.
"Aahhhh sial... Pelangi!!!" teriak Arya.
"Pak!!" panggil seseorang. Arya langsung mengedarkan pandangan matanya, dan dia sedikit meringis saat tubuhnya di tabrak oleh beberapa orang yang berlari dari sana.
"Ferdi, dimana orang orang kita?" tanya Arya langsung tanpa basa basi.
"Mereka berpencar pak. Lautan manusia ini sungguh membuat kekacauan hingga ke jalan raya. Sepertinya ini di sengaja untuk mengacaukan semua nya" jawab Ferdi. Nafasnya nampak terengah, karena sepertinya dia juga kesusahan untuk mencari Arya sejak tadi.
"Suruh mereka cari Pelangi. Aku kehilangan jejaknya. Jangan sampai terjadi sesuatu pada istriku!" ujar Arya.
"Baik pak. Saya juga sudah menghubungi orang orang kita yang lain. Termasuk pihak polisi" tambah Ferdi seraya dia yang mengeluarkan ponselnya dengan cepat.
Arya hanya mengangguk, dia kembali berlari untuk mencari Pelangi. Jangan sampai terjadi sesuatu pada anak dan istri nya. Arya benar benar tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika sampai hal itu terjadi.
"Pelangi!!" teriak Arya.
"Pak disini!!" teriakan samar samar seorang anggota Reynand membuat Arya kembali berputar mencari dimana keberadaan suara itu.
"Pelangi!!" teriak Arya.
Namun sayang, suara itu sudah hilang dan tidak lagi terdengar.
Arya mendongak keatas, karena tiba tiba dia merasa guyuran air mulai turun dan membasahi mereka semua.
Hujan...
"Sial.." gumamnya begitu kesal dan bertambah panik.
Sungguh, ini benar benar malam yang menegangkan.
__ADS_1
Arya bingung, harus kemana dia melangkah, antara mengikuti orang orang itu yang mengarah keluar taman, atau berjalan berlawanan arah dengan mereka untuk mencari Pelangi.
"Pelangi... Dimana kamu" gumam Arya. Rasanya benar benar panik dan ingin menangis. Arya takut dia kehilangan Pelangi.
Belum lagi teror Jojo selesai, tapi masalah baru sudah datang lagi.
Teror Jojo???
Tunggu tunggu....
Arya langsung menghentikan langkahnya. Dia tertegun dengan detak jantung yang bergemuruh hebat. Mengingat tentang Jojo, apa mungkin ini juga ulahnya????
Suara teriakan ada bom yang membuat semua orang panik dan berhamburan tidak tentu arah. Bukankah hanya sebuah dalih untuk bisa mengacaukan suasana dan menculik Pelangi dari nya???
Ya ... Sepertinya begitu.
Arya menggeram, tanpa berfikir panjang, dia langsung berlari lebih kedalam menerobos orang orang yang masih tersisa disana. Begitu ramai, karena memang tempat ini penuh tadinya. Jadi bisa dibayangkan bagaimana sulitnya Arya mencari keberadaan Pelangi di tengah ratusan orang orang yang ada disana.
Suara sirine mobil polisi mulai terdengar nyaring. Teriakan dan pengumuman dari pengeras suara juga sudah terdengar menambah kepanikan semua orang.
Arya mengedarkan pandangan matanya, dan tiba tiba dia langsung terkesiap saat melihat Pelangi yang menangis ketakutan disebalik pohon Cemara. Dia berpegangan dengan kuat disana, sepertinya Pelangi menghindari orang orang yang berlari dan menabrak tubuhnya tadi.
Arya langsung bernafas dengan lega melihat Pelangi yang baik baik saja. Meski tetap saja hatinya merasa sedih melihat Pelangi yang ketakutan seperti itu.
Namun tiba tiba dia kembali terkejut saat seorang lelaki berjaket hitam mendekat kearah Pelangi dengan sebuah pisau di tangan nya.
"Oh tidak Pelangi!!!" teriakan Arya membuat Pelangi terkesiap. Dia langsung menoleh saat mendengar suara Arya, namun bukan nya melihat Arya, tapi Pelangi malah melihat Jojo yang mencoba menghunuskan pisau kearah nya.
Srak
"Uuhhh" suara lenguhan Pelangi terdengar, namun bukan dia yang tertusuk melainkan.......
"Mas Arya" gumam Pelangi saat Arya berhasil meraih tubuhnya dan memeluk nya dengan cepat.
Lengan Arya yang tergores pisau membuat darah langsung mengalir begitu banyak.
Dan belum sempat lagi mereka beranjak dari sana, Jojo kembali ingin menghunuskan pisau kearah mereka.
Dan
Bukk
Tubuh Jojo langsung terpental saat seseorang menendang tubuhnya dengan kuat. Orang itu meraih pisau yang tercampak keatas tanah dengan cepat. Dia kembali menghajar Jojo tanpa ampun, di bantu dengan Ferdi dan juga beberapa orang lain.
Arya langsung bernafas dengan lega. Melihat Rangga datang di waktu yang tepat.
Ya.. Rangga. Lelaki itu langsung menghajar Jojo tanpa ampun. Hingga membuat Jojo tidak bisa lagi menghindar.
__ADS_1
"Aku akan membunuh kalian!!!! Kalian orang jahat!!! Kalian brengsek!!!" teriak Jojo begitu kuat di antara dia yang mengamuk dan membalas perlakuan Rangga dan orang orang Reynand.
Arya tidak menghiraukan seruan Jojo. Dia tahu, Jojo sudah tidak akan berdaya setelah ini. Arya hanya fokus pada Pelangi yang masih terlihat ketakutan.
"Kamu tidak apa apa kan?" tanya Arya seraya memeriksa seluruh tubuh Pelangi
Pelangi menangis dan menggeleng, tangan nya malah terjulur dan meraba luka Arya yang cukup lebar.
"Tapi mas terluka, darahnya banyak sekali mas" jawab Pelangi dengan tangis yang benar benar tidak bisa dia tahan.
Arya tersenyum tipis dan menggeleng.
"Tidak apa apa. Hanya luka gores, nanti kita kerumah sakit. Yang terpenting kamu aman" jawab Arya yang langsung menarik Pelangi kedalam dekapan nya.
Matanya memandang Jojo yang sudah tidak berdaya dan langsung di ringkus oleh orang orang Reynand dan juga pihak polisi yang baru datang.
"Aku... Aku tidak akan membuat hidup kalian tenang!!" teriak Jojo di antara ketidak berdayaan nya.
Arya ingin sekali menghajar batang hidung lelaki sialan itu. Tapi nyatanya, dia memang tidak bisa. Lengan nya benar benar sakit, karena luka sayatan itu cukup dalam.
"Kau harus membalas kematian Mentari dan ibuku Pelangi!!!! Kau harus menggantikan nya!!!" teriak Jojo yang sudah seperti orang gila saja.
Arya mendekap kepala Pelangi kedalam dadanya. Jangan sampai karena perkataan Jojo membuat Pelangi merasa bersalah dan terganggu lagi.
"Sudah jangan takut, semua sudah selesai" bisik Arya.
Pelangi hanya mengangguk saja, namun tangisan nya masih tetap terdengar.
"Pak, kalian tidak apa apa?" tanya Rangga yang langsung mendekat kearah Pelangi.
Arya menggeleng pelan.
"Tidak, dan kali ini aku berterima kasih kepada mu karena sudah datang tepat waktu" ucap Arya yang memang harus mengakui rasa lega hatinya dengan kedatangan Rangga.
"Kebetulan saya baru pulang dari bertemu klien dan masih ada disekitar sini. Jadi....... Ah pak, anda terluka" Rangga langsung terkesiap saat melihat jaket Arya yang robek dan mengeluarkan darah begitu banyak. Darah yang bercampur dengan air hujan yang mengguyur mereka dengan semakin deras.
Arya menggeleng pelan.
"Kita kerumah sakit mas. Ayo" ajak Pelangi yang sudah pucat karena takut. Takut dengan luka di lengan Arya.
Arya mengangguk pelan.
"Biar saya yang mengurus Jojo bersama pihak polisi. Bapak pergilah kerumah sakit" ujar Rangga.
Arya hanya mengangguk saja.
Dia langsung menarik tangan Pelangi dan langsung di ikuti oleh Ferdi yang juga nampak panik melihat Arya yang terluka. Apalagi wajah Arya yang memang sudah pucat.
__ADS_1
Suasana yang tadi nya kacau, kini sudah mulai terkendali. Dan memang benar, sepertinya ini memang ulah Jojo yang berusaha untuk mengacaukan suasana.
Licik sekali memang!