
Hari ini Pelangi dan Arya sudah pulang kerumah mereka. Rumah yang sudah hampir seminggu mereka tinggali. Kaca jendela yang pecah sudah diperbaiki. Tidak tahu siapa, mungkin saja Arya yang menyuruh orang, atau mungkin Nara.
Mereka pulang dengan di antar oleh Nara dan juga Reynand. Hari sudah hampir gelap saat mereka tiba dirumah. Keadaan Arya sudah mulai pulih. Hanya saja dia belum diperbolehkan untuk melakukan pekerjaan yang berlebihan atau mengangkat beban berat. Luka diperutnya masih belum terlalu pulih.
Saat ini mereka duduk disofa rumah Arya. Sedangkan Pelangi sedang membuatkan minum di dapur rumah kecil itu.
"Jadi lelaki itu sudah tertangkap?" tanya Arya pada Reynand
"Ya, sekarang sudah dibawa ke kantor polisi. Karyawan kebun bunga mu yang mengurus nya. Karena dia yang menemukan nya lebih dulu" jawab Reynand
Arya terdiam, fikiran nya langsung tertuju pada Rangga.
"Cukup licik, hingga dia bisa lolos dari pengejaran anak buah ku. Ternyata dia melarikan diri ke pinggir kota. Karyawan mu bilang jika dia memang dendam dengan mu karena sudah memecat nya begitu saja. Apalagi kau yang menikahi Pelangi, orang yang dia suka" ungkap Reynand seraya memandang Pelangi yang datang dengan membawa teh hijau yang masih hangat.
"Jadi Jojo sudah tertangkap tuan?" tanya Pelangi yang kini duduk disebelah Nara.
"Ya, kalian sudah aman sekarang" jawab Reynand
Pelangi langsung menghela nafas lega. Dia sudah cukup cemas dengan keberadaan Jojo yang menghilang setelah membuat Arya celaka. Dan memang, Jojo hanya seorang pemuda biasa. Dia tidak akan bisa melarikan diri lebih lama. Cepat atau lambat dia pasti bisa di tangkap.
"Terimakasih untuk bantuan nya tuan. Dan maaf, karena saya pak Arya jadi celaka" ucap Pelangi
"Bukan salah kamu Pelangi. Ini terjadi di luar dugaan" kata Nara seraya mengusap lengan Pelangi dengan lembut.
Reynand mengangguk pelan seraya menyesap teh nya perlahan.
"Yah, tugas mu sekarang adalah mengurus Arya. Jangan biarkan dia pergi bekerja lebih dulu. Dan kau juga jangan menghilang lagi seperti kemarin" ujar Reynand.
Pelangi tersenyum getir dan langsung mengangguk. Masih itu saja yang dibahas. Padahal kan dia menghilang juga bukan karena sengaja, dia menghilang karena perutnya yang sakit. Dan untung saja anak nya tidak apa apa.
"Saya juga sudah tidak apa apa tuan" sahut Arya
"Jangan keras kepala Yo. Perusahaan kan sudah ada Nina yang mengurus. Nanti aku juga akan kesana untuk menggantikan mu rapat bulanan. Jangan dipaksakan" ucap Nara
"Kau dengar itu. Kau harus cepat sembuh dan jangan membuat Nara ku terus cemas memikirkan keadaan mu" gerutu Reynand
Arya menghela nafas lelah dan mengangguk pelan.
"Iya" jawab nya dengan pasrah.
Sedangkan Pelangi hanya tersenyum saja. Arya selalu menurut jika sudah Reynand dan Nara yang berkata. Bahkan dia tidak berani untuk membantah sedikitpun. Berbeda sekali ketika bersama Pelangi.
Hah.... Pelangi memang bukan siapa siapa kan.
"Yasudah, hari sudah malam. Ayo kita pulang sayang. Kamu harus istirahat" ajak Reynand pada Nara. Dia bisa begitu lembut pada istrinya, sangat berbeda pada orang lain. Keren sekali.
"Ya baiklah." jawab Nara. Mereka langsung beranjak dari atas sofa dengan Reynand yang langsung meraih tangan Nara dan menggenggam nya dengan lembut.
Pelangi benar benar iri melihatnya.
"Pelangi, tolong jaga Arya dengan baik ya" pinta Nara sebelum pergi.
"Baik nona" jawab Pelangi dengan senyum manis nya.
__ADS_1
"Kalau begitu kami pulang dulu. Mungkin besok atau lusa aku kemari lagi. Zeze sudah sangat ingin bertemu dengan uncle nya. Vanno juga sudah merindukan mu" ucap Nara
Pelangin tertawa kecil dan langsung mengangguk seraya mengikuti langkah kaki Nara dan Reynand yang berjalan keluar rumah.
"Saya juga sudah merindukan dua anak anak nona. Sudah lama tidak bertemu" jawab Pelangi.
"Kalau begitu tunggulah dirumah. Vanno sudah ingin melukis bersama kamu lagi" ujar Nara
Pelangi hanya tersenyum dan mengangguk saja.
"Kami pulang dulu" pamit Nara
"Ya, hati hati nona" ucap Pelangi
"Hei, kemari" panggil Reynand yang sudah berdiri disamping mobilnya. Entah kenapa dia tidak jadi masuk kedalam mobil.
Pelangi mengernyit heran, namun dia segera mendekat kearah Nara dan Reynand yang memandang nya dengan pandangan penuh arti.
"Mulai malam ini berusahalah mengambil hati Arya lebih kuat. Aku lihat sudah ada sedikit sinyal dari nya untuk mu" ujar Reynand sedikit berbisik, seraya matanya yang memandang kedalam dimana Arya yang masih duduk disofa.
Pelangi tertegun sejenak.
"Arya hanya masih belum menyadari tentang perasaan nya Pelangi. Kamu hanya harus bersabar sedikit lagi ya. Jangan menyerah" pinta Nara pula.
"Tapi waktu saya tinggal tiga hari lagi nona. Dan setelah itu saya sudah harus pergi seperti permintaan pak Arya waktu itu" ucap Pelangi dengan pandangan mata yang sendu.
Reynand langsung berdecak dengan kesal.
"Apa kau tidak ingin berjuang sedikit lagi. Siapa tahu dia berubah fikiran. Lebih giat lagi. Aku yakin kau bisa mengambil hatinya" sahut Reynand. Nada bicaranya tetap saja tidak bisa lembut.
Pelangi menghela nafas sejenak dan tersenyum getir memandang Nara dan Reynand bergantian.
"Baiklah nona, akan saya coba" jawab Pelangi akhirnya.
Nara langsung mengusap bahu Pelangi dengan lembut.
"Kamu pasti bisa" jawab Nara
"Harus lebih berusaha" kata Reynand pula.
Pelangi hanya tersenyum saja.
"Kami pulang dulu" kata Nara, seraya dia dan Reynand yang masuk kedalam mobil.
Pelangi tersenyum getir memandang kepergian mereka.
Berusaha??
Berjuang???
Bukankah itu sudah dia lakukan sejak hari pertama dia menjadi istri Arya. Namun sampai saat ini Arya masih juga belum bisa menerima nya atau berkata sesuatu yang bisa membuat Pelangi yakin untuk tetap bertahan. Meskipun Pelangi sadari jika sikap Arya memang sudah berubah. Tidak lagi dingin seperti dulu. Sekarang dia sudah bisa sedikit lebih lembut.
Dan bisakah Pelangi berharap lebih karena sikap Arya itu???
__ADS_1
Bisakah dia berharap jika Arya tidak akan menceraikan nya ketika hari itu tiba?
Bertahan sebentar lagi. Tentu Pelangi akan bertahan. Bukan hanya untuk dia melainkan juga untuk anak yang sedang dikandung nya.
Mungkin jika Pelangi berkata kalau dia sedang mengandung anak Arya, Arya pasti tidak akan menceraikan nya, seperti apa yang sudah Rangga katakan kemarin.
Tapi...
Itu bukan jalan yang terbaik.
Pelangi ingin Arya menerimanya karena perasaan Arya sendiri. Pelangi ingin Arya menerima Pelangi tanpa beban apapun, dan tanpa paksaan apapun. Bukan karena tanggung jawab karena Pelangi yang hamil anak nya.
Tidak ...
Pelangi tidak ingin itu terjadi.
Pelangi ingin Arya menerima Pelangi seperti dia yang mencintai Zelina. Meski tidak sebesar dia yang mencintai Zelina, tapi setidaknya ada nama Pelangi dihati Arya.
Itu yang Pelangi inginkan.
Apakah bisa???
"Pelangi!!"
Tiba tiba suara seruan Arya membuat Pelangi terlonjak kaget. Dia langsung tersadar dan memandang kesekitarnya. Ternyata Pelangi masih berada didepan rumah. Astaga..
Pelangi langsung berbalik arah dan masuk kedalam rumah, memandang Arya yang berdiri didepan pintu.
"Kenapa malah melamun didepan rumah?" tanya Arya dengan bingung
Pelangi tersenyum getir dan menggeleng pelan. Dia juga tidak tahu kenapa bisa melamun didepan rumah.
"Maaf pak, cari angin. Udah lama gak pulang jadi rindu" jawab Pelangi dengan asal.
Arya hanya mendengus saja dan langsung berbalik arah meninggalkan Pelangi yang kini menutup pintu dengan helaan nafas yang berat. Dan setelah itu dia langsung pergi mengikuti Arya naik kelantai atas.
"Kenapa kamu mengikuti saya?" tanya Arya
"Mau nyiapin air buat bapak bersih bersih. Sekalian mau bersihin tempat tidur bapak. Kan udah seminggu gak dibersihkan" jawab Pelangi.
Arya hanya menghela nafas pasrah dan kembali berjalan dengan pelan naik keatas.
Pelangi hanya diam dan mengikuti Arya menuju kamarnya.
Namun saat Arya membuka pintu dan menyalakan lampu utama. Mereka berdua langsung mematung memandang kamar Arya yang nampak berbeda.
Terlihat kosong dan.... dengan suasana yang berbeda.
Pelangi bahkan sampai mengedarkan pandangan matanya kearea kamar itu. Sementara Arya sudah berjalan masuk kedalam. Tidak tahu seperti apa raut wajahnya karena dia yang membelakangi Pelangi.
"Kenapa bisa hilang?" gumam Pelangi begitu pelan.
Ya...
__ADS_1
Kamar Arya memang masih biasa. Tapi yang membuat berbeda adalah.... tidak ada lagi foto Zelina didalam sini. Kemana??? Dan siapa yang mengambilnya????