
Pelangi tersenyum getir saat melihat Vanno yang berlari kearahnya. Anak lelaki tampan ini kenapa bisa mengenali Pelangi? Padahal mereka baru sekali bertemu.
Ya ampun, harus apa Pelangi sekarang? Apalagi pandangan Rangga dan Mia yang memandang nya dengan bingung.
"Aunty disini juga?" tanya Vanno.
Pelangi tersenyum dan mengangguk seraya dia yang mengusap kepala Vanno dengan lembut.
"Iya, aunty lihat lukisan disini. Kamu juga ya?" tanya Pelangi.
"Iya, sekalian mau beli alat lukis untuk kita besok. Aunty sudah pulang kan?" tanya Vanno
"Sudah, besok kita sudah bisa belajar melukis" jawab Pelangi.
"Anak siapa Pel? Ganteng banget lagi" ucap Mia yang ternyata sudah jatuh cinta duluan melihat wajah tampan Zevanno ini.
"Anak temen aku" jawab Pelangi dengan senyum getir nya.
"Temen kamu, temen yang mana?" tanya Mia. Pelangi jadi bingung harus menjawab apa pada Mia. Tidak mungkin dia bilang jika ini keponakan suami nya kan. Astaga.
Rangga juga terlihat bingung melihat Pelangi. Apalagi Pelangi nampak begitu gugup sekarang.
"Pelangi, kamu disini?" suara Nara membuat mereka langsung menoleh kearah nya. Pelangi semakin bingung sekarang. Sepertinya setelah ini dia memang tidak bisa berbohong lagi pada Mia dan Rangga. Ya ampun.
"Iya nona. Saya hanya berjalan jalan saja" jawab Pelangi dengan senyum getir nya.
"Bersama siapa?" tanya Nara yang semakin mendekat.
"Teman teman saya nona" jawab Pelangi seraya menunjuk Rangga dan Mia.
Nara tersenyum ramah pada mereka, dan tentu saja itu membuat Rangga dan Mia juga tersenyum dan sedikit membungkukkan tubuh mereka kearah Nara.
"Aunty tidak bersama uncle Aryo?" tanya Vanno.
Sudah, habis sudah!
"Tidak sayang, uncle kan sedang bekerja. Kamu juga tidak bersama Zeze?" tanya Pelangi pula
"Zeze sedang pergi bersama oma nya. Jadi kami cuma berdua. Besok saya jemput kamu dirumah ya. Kamu bisa mengajari Vanno melukis dirumah kami saja kan" pinta Nara
Pelangi terdiam, dia begitu ragu.
"Apa tidak apa apa nona?" tanya Pelangi
"Tidak lah. Kenapa memang nya? Melukis pasti lama. Dan daddy mereka meminta kamu kerumah saja. Lagipula besok juga hari libur" jawab Nara
"Tapi bagaimana dengan ....." perkataan Pelangi langsung terhenti. Mau menyebutkan nama itu, tapi dia takut Rangga dan Mia semakin penasaran.
"Tidak apa apa. Dia tidak akan marah. Kamu tenang saja. Saya dipihak kamu jika dia marah." jawab Nara
Pelangi hanya tersenyum getir dan mengangguk pasrah. Apalagi yang bisa dia katakan jika sudah seperti ini.
__ADS_1
"Yasudah, lanjutkan kegiatan kalian ya. Kami pergi dulu, hari sudah mulai sore" ucap Nara seraya melirik pada Rangga dan Mia yang hanya diam memandang bingung pada mereka.
"Aunty, jangan lupa besok ya" uja Vanno sebelum pergi.
Pelangi tersenyum dan mengangguk
"Iya, aunty tidak akan lupa." jawab Pelangi.
"Daaaa aunty" seru Vanno seraya melambaikan tangan nya dan pergi bersama mommy nya, meninggalkan Pelangi yang hanya bisa tersenyum getir dan melambaikan tangan nya pada Vanno yang sudah pergi menjauh.
Kini dia beralih pada Mia dan Rangga yang masih memandang nya dengan heran dan penuh curiga.
"Kayak nya nona itu tadi bukan orang sembarangan deh" ucap Mia.
"Bukan nya dia nona Anara Polie, istri dari tuan Reynand Adiputra?" tanya Rangga pula
"Tuan Adiputra pemilik perusahaan Adidaksa?" tanya Mia yang terkejut.
Rangga mengangguk
"Ya, wajah mereka sering muncul di majalah bisnis" jawab Rangga
"Aku cuma tahu tuan Adiputra nya aja, karena ayah juga kerja diperusahaan itu." gumam Mia. Kini dia kembali memandang pada Pelangi yang nampak semakin bingung dan gugup.
"Dan kamu.... kenapa kamu bisa kenal sama istri tuan Adiputra Pel? Bahkan kalian kelihatan dekat banget. Apalagi anak nya, mana manggil kamu aunty lagi" tanya Mia
"Itu.... aku ... aku kenal karena dia saudara nya pak gondrong" jawab Pelangi akhirnya.
Pelangi mengangguk dengan senyum yang semakin canggung.
"Pak Arya siapa?" tanya Rangga, meskipun fikiran nya sudah tertuju pada pria itu.
"Arya.... temen aku kak" jawab Pelangi
"Pak Arya pemilik tempat aku kerja?" tebak Rangga yang memang tepat sasaran.
Mia memandang Pelangi yang hanya bisa mengangguk pasrah.
"Ada hubungan apa kamu sama dia?" tanya Rangga
deg
Pelangi terdiam. Kenapa Rangga bisa bertanya sampai sedetail ini?
"Pelangi jawab. Kamu cuma kerja diperusahaan pak Arya kan. Tapi kamu malah bisa kenal sama istri tuan Adiputra itu juga. Hal yang mustahil untuk seorang ob Pel" sahut Mia pula.
Pelangi semakin bingung harus berkata apa pada kedua orang ini. Pandangan mata mereka benar benar mengintimidasi nya. Apalagi Rangga, raut wajahnya sudah benar benar berubah serius sekarang. Tidak ada lagi senyum teduh nan ramah itu.
"Pelangi" panggil Rangga lagi.
Pelangi masih diam. Dia bingung harus menjawab apa. Bagaimana jika mereka tidak bisa menjaga rahasia? Bagaimana jika Arya tahu? Dia pasti akan semakin marah pada Pelangi. Tapi untuk berbohong, Pelangi juga tidak bisa.
__ADS_1
"Pelangi, kamu udah gak nganggep aku sahabat kamu lagi?" tanya Mia akhirnya
"Aku .... aku.."
"Kamu tinggal dirumah pak Arya kan?" tuding Rangga.
Pelangi langsung tertegun mendengar itu. Kenapa Rangga bisa tahu. Bahkan Mia juga begitu terkejut dengan tebakan Rangga itu.
"Kak Rangga, gimana kakak bisa tahu" gumam Pelangi
"Apa? Jadi benar Pel?" tanya Mia, bahkan suara nya begitu kuat hingga membuat beberapa orang yang ada disana langsung menoleh kearah mereka.
Rangga langsung menarik tangan Pelangi menjauh dari sana, membawanya menuju tempat yang sepi agar mereka bisa berbicara dengan leluasa.
"Sekarang jelaskan, kenapa kamu bisa tinggal satu rumah dengan nya" ucap Rangga. Wajahnya benar benar serius. Ternyata benar, mainan kuda kayu yang dia lihat malam tadi dirumah Arya adalah milik Pelangi. Dan sekarang fikiran Rangga benar benar sudah berfikiran yang negatif tentang Pelangi. Tidak mungkin Pelangi menjadi simpanan Arya kan???
Tidak ... tidak mungkin.
"Pel... jawab" ucap Mia pula. Mereka benar benar takut jika apa yang mereka fikirkan adalah benar.
"Aku dan pak Arya sudah menikah"
deg
Mia dan Rangga langsung mematung mendengar perkataan Pelangi. Bahkan wajah Rangga semakin memucat sekarang. Jantung nya seperti terhempas kuat mendengar penuturan ini.
"Kamu jangan bercanda Pelangi" ucap Rangga. Nada suaranya terdengar begitu berat dan bergetar.
"Pel... kamu serius?" Mia juga tak kalah terkejut.
Pelangi mengangguk pelan dan menghela nafas dengan berat.
"Sudah sebulan lebih sejak pertama kali aku kerja diperusahan nya. Ada insiden gak terduga yang buat aku dan dia menikah" ungkap Pelangi.
Rangga langsung menggeleng dan tersandar lemas didinding. Dia tidak ingin percaya, namun bukti nyata sudah nampak didepan matanya. Bagaimana ini bisa terjadi? Gadis yang selama ini dia sukai sudah menjadi milik orang lain.
Rasanya sakit dan sungguh tidak enak sekali.
"Pelangi, tapi kenapa kamu gak bilang sama aku ha? Kenapa selama ini kamu diem aja.???" tanya Mia terlihat begitu kesal.
"Maafin aku, pernikahan ini memang gak ada yang tahu. Cuma akad dirumah, gak ada acara apapun Mia" jawab Pelangi dengan mata yang berkaca kaca.
Rangga memandang Pelangi dengan bingung.
"Pernikahan ini hanya pernikahan sementara. Tiga bulan, pak Arya akan ninggalin aku"
deg
Rangga dan Mia kembali mematung
"Apa apaan itu? Pelangi pernikahan bukan untuk mainan" seru Rangga, dia terlihat begitu kesal. Bahkan tangan nya saling mengepal dengan erat. Apa maksud Pelangi sebenarnya???
__ADS_1
Pernikahan tiga bulan??? Apa apaan itu!