
Malam ini Arya dan Pelangi sudah berada didalam kamar mereka untuk beristirahat. Hari sudah cukup larut, mereka juga sudah lelah dan mengantuk.
Sehabis makan malam tadi mereka bercerita dan menghabiskan waktu bersama ayah dan bunda. Tidak ada hal lain yang mereka ceritakan selain tentang masa lalu Pelangi dan Mentari. Karena pengirim paket itu, mereka semua menjadi tidak tenang.
Tapi dengan begitu, sedikit banyak nya Arya tahu tentang kehidupan Pelangi dulu. Dimana Pelangi juga kehilangan kakaknya didepan matanya sendiri. Kecelakaan saat mereka baru pulang dari pesta acara ulang tahun teman mereka malam itu. Dan saat itu mereka menaiki motor, hujan yang cukup deras disertai kilat dan petir yang menyambar kuat membuat jalanan licin hingga akhirnya kecelakaan itu tak terelakkan.
Pelangi selamat, namun sayang nya Mentari tidak. Dan itu yang membuat Pelangi benar benar trauma dengan hujan dan petir. Karena kejadian itu yang mengiringi malam naas mereka.
Kejadian itu terjadi lima tahun yang lalu. Bertepatan dengan kepergian Zelina. Bunda bilang jika Mentari pergi disaat sebulan sebelum Zelina pergi.
Ah... kenapa bisa bersamaan seperti itu?
Dan sekarang, rasa bersalah Arya semakin besar. Dia tahu rasanya kehilangan, sakitnya melihat kepergian orang yang di sayang didepan matanya sendiri. Tapi waktu itu, Arya tidak tahu dan menambah kesakitan Pelangi hingga membuat Pelangi bisa pingsan. Padahal Arya tahu sendiri bagaimana sulitnya menahan rasa takut dan trauma itu.
Benar benar jahat.
Arya memiringkan tubuhnya dan menghadap kearah Pelangi yang ternyata sudah mulai mengantuk.
Matanya sudah sayu, dan wajahnya juga sudah lelah.
Malam ini mereka semua di buat tidak tenang dengan keberadaan paket misterius itu.
Tapi Arya sudah meminta bantuan orang orang Reynand untuk mencari tahu siapa pengirimnya. Meski tidak meninggalkan jejak sedikitpun, dan juga tidak ada cctv didaerah sini, mungkin pencarian akan sedikit susah.
Namun setidaknya mereka sudah berusaha.
Arya ingin tenang, dia ingin hidup tenang bersama Pelanginya.
Pelangi yang menyinari hati Arya saat ini.
Arya tersenyum tipis memandangi Pelangi yang mendekat dan memeluk tubuhnya. Tangan Arya terjulur dan mengusap wajah Pelangi dengan lembut.
"Sudah mengantuk ya?" tanya Arya
Pelangi mengangguk pelan, wajahnya menelusup kedalam dekapan Arya. Dekapan yang selalu membuat Pelangi merasa tenang dan sangat nyaman.
"Pelangi takut mas" ucap Pelangi
"Jangan takut, itu hanya orang iseng. Tidak akan terjadi apa apa" jawab Arya seraya tangan nya yang mengusap pundak Pelangi, menciumi pucuk kepala istrinya yang entah sejak kapan sudah membuat Arya benar benar tidak bisa untuk berpaling.
"Gimana kalau orang itu berniat jahat sama kita?" tanya Pelangi. Dia mendongak dan memandang Arya dengan matanya yang sayu. Pelangi sudah mengantuk, namun karena hatinya yang tidak tenang, matanya belum bisa tertidur. Apalagi rasanya jika berada dekat seperti ini dengan Arya, masih benar benar canggung.
"Tidak... kita aman. Jangan berfikiran yang macam macam. Kamu kan tahu tuan Reynand sudah menempatkan orang orang nya untuk berjaga disini. Tuh didepan, bunda bahkan sibuk siapin kopi untuk mereka bergadang" ungkap Arya
"Beneran?" tanya Pelangi
__ADS_1
"Iya... jadi kamu gak perlu khawatir. Kamu jangan stress dan banyak fikiran. Kasihan anak kita nanti kalau ibunya stress" ujar Arya. Kini dia mengusap perut Pelangi dengan lembut.
Pelangi langsung tersenyum dan mengangguk pelan. Dia memandang Arya dengan lekat. Hatinya mulai tenang, namun perasaan nya yang seperti lain.
Apalagi berada sedekat ini dengan Arya. Didalam kamar, dan bukan lagi kamar rumah sakit.
Biasanya mereka hanya sebatas memeluk sekilas, dan tidur. Tapi sekarang, sudah tidak takut lagi untuk terganggu, dan tidak akan ada yang menganggu. Ini kamar pribadi, jika ingin melakukan apapun, tidak akan ada yang melarang.
Pelangi jadi canggung, apalagi saat mengingat tentang perkataan Arya siang tadi.
Ya ampun...
"Kenapa melamun?" tanya Arya dengan tangan yang mengusap wajah Pelangi dengan lembut. Bahkan tangan nya mengukir setiap keindahan diwajah Pelangi.
Dan tentu saja itu membuat Pelangi semakin merasa aneh. Darahnya berdesir, jantung nya berdebar tidak menentu, bahkan dia rasa jika sekarang wajahnya sudah memanas.
"Kenapa juga mas gak tidur?" tanya Pelangi. Berusaha untuk menenangkan hatinya yang semakin merasa aneh.
"Aku akan tidur setelah kamu tidur" jawab Arya
"Gimana mau tidur kalau diginiin terus" ucap Pelangi seraya meraih tangan Arya untuk lepas dari wajahnya.
Arya tersenyum simpul dan mengecup dahi Pelangi sekilas.
"Lagi menikmati keindahan sebelum tidur" jawab Arya
"Bukan modus, tapi memang begitu kenyataan nya. Masih enggak nyangka aku bisa sama kamu sekarang. Aku kira, untuk seumur hidup, aku bakalan sendirian, dan .... kesepian" ungkap Arya.
Pelangi kembali memandang Arya.
"Semua makhluk kan memang di ciptakan berpasang pasangan. Tuhan gak akan biarkan mas sendirian. Apalagi setelah merasakan kehilangan itu" jawab Pelangi
Arya mengangguk pelan.
"Dan aku beruntung kamu datang disaat yang tepat" ucap Arya
"Pelangi berharap mas bisa bahagia hidup bersama Pelangi" kata Pelangi pula
"Aku bahagia Pelangi. Sangat bahagia. Kamu datang sebagai Pelangi dalam hidupku. Rasanya terasa kelam dan ingin cepat mati dulu. Tapi sekarang, harapan ku sudah berubah. Aku ingin hidup lebih lama, agar bisa bersama kamu dan anak anak kita nanti" ungkap Arya begitu penuh pengharapan.
Pelangi tersenyum dan mengusap wajah tampan itu.
"Aamiin... kita akan hidup bersama, dan matipun bersama. Jikapun tidak, Pelangi berharap biar mas Arya yang duluan pergi" sahut Pelangi.
"Kenapa begitu?" tanya Arya
__ADS_1
"Supaya mas Arya gak akan merasakan kesakitan lagi. Dan juga, supaya Pelangi yang akan jadi perempuan terakhir yang mas cintai" jawab Pelangi.
Arya langsung mendengus senyum mendengar nya. Dia menarik Pelangi kembali, memeluk nya dengan hangat dan penuh perasaan.
"Jika boleh meminta, aku meminta kita pergi bersama Pelangi, supaya tidak akan ada yang merasakan sakitnya kehilangan lagi" ucap Arya.
"Amin mas, semoga" jawab Pelangi.
Arya memeluk Pelangi dengan lembut. Mencium pucuk kepala Pelangi dengan penuh rasa sayang.
"Sayang sekali dengan suami gondrong ini" ucap Pelangi
Arya terkekeh kecil, dia melepaskan pelukannya dan memandang wajah Pelangi dengan lekat.
"Sayang sekali juga dengan istriku yang cantik ini" ucap Arya. Dia meraih wajah Pelangi dan langsung mencium bibir Pelangi dengan lembut dan penuh perasaan.
Cukup lama, dan sangat lama, hingga membuat Pelangi juga terbuai bahkan sudah bisa mengimbangi Arya.
Ciuman yang awalnya hanya sekedar ciuman, namun lama kelamaan menimbulkan hasrat dan gairah yang tak bisa dijelaskan.
Darah mereka terasa berdesir hangat, bahkan rasanya suhu ruangan kamar Pelangi sudah terasa memanas.
Arya melepaskan ciuman nya dan mengusap bibir Pelangi yang basah.
"Biarkan aku memiliki kamu malam ini Pelangi" bisik Arya dengan suara dan nafas yang terdengar berat.
Mata sayu Pelangi mengerjap. Tangan nya mengusap wajah Arya dengan lembut. Membuat Arya langsung memejamkan matanya dan menikmati sentuhan itu.
"Pelangi milik mas malam ini, dan sampai kapanpun" ucap Pelangi yang juga sudah merasa aneh.
Arya langsung tersenyum lebar mendengar itu, bahkan tanpa memikirkan apapun lagi, dengan cepat dia langsung beranjak dan mengungkung tubuh Pelangi.
Mulai mencumbui istri kecilnya ini. Bermain diwajah Pelangi hingga semakin lama semakin menurun. Memuja setiap keindahan yang dimiliki oleh Pelangi.
Suhu ruangan yang tadinya dingin, kini berubah memanas. Apalagi ketika mereka sudah polos bagai bayi. Kabut gairah semakin memuncak.
"Pelan pelan" pinta Pelangi
Arya tersenyum dan mengangguk pelan. Dia memulai permainan nya dengan lembut. Karena dia tahu, Pelangi pasti masih takut dengan kejadian malam itu.
"Aku mencintaimu Pelangi" ucap Arya disela sela permainan nya.
"Pelangi..... juga cinta mas Arya" jawab Pelangi, diselingi dengan lenguhan dari bibirnya.
Rasa nikmat yang tak pernah bisa Arya bayangkan. Dia bisa menikmati malam seperti malam ini. Yang dulu Arya bayangkan, dia akan menghabiskan waktu dalam kesendirian dan tenggelam dalam bayangan Zelina sampai dia mati. Namun nyatanya, kehadiran Pelangi dalam hidup Arya, mampu merubah segalanya.
__ADS_1
Benar benar malam yang indah...