
Dan disinilah Arya berada sekarang. Duduk diruang tamu rumah Pelangi dengan pandangan yang tertunduk. Wajahnya sedikit pucat, kusut dan tentunya terlihat begitu kacau. Membuat Pelangi yang sejak tadi memandang Arya merasa hatinya benar benar tidak menentu.
Bahkan sampai saat ini saja dia masih tidak menyangka kenapa Arya bisa menemukan Pelangi disini. Padahal ini adalah daerah terpencil, dan cukup jauh dari kota Jakarta. Dari mana Arya tahu Pelangi ada disini???
Tapi itu bukan lah pemikiran yang utama, saat ini yang dirasakan Pelangi adalah hati yang tidak menentu. Dia rindu, tentu saja. Bagaimanapun perasaan cintanya pada Arya juga sudah cukup dalam. Ada anak yang sedang dia kandung saat ini. Tapi jika mengingat perasaan Arya yang masih begitu terikat dengan Zelina, Pelangi menjadi tidak berdaya dan tidak ingin lagi mengulang luka yang sama.
Dia tidak ingin Arya menerima nya karena sebatas tanggung jawab saja.
"Jadi kamu kemari untuk menjemput Pelangi?" tanya Ayah akhirnya.
Arya mengangguk pelan, seraya matanya yang memandang kearah Pelangi yang duduk dihadapan nya disamping bunda.
"Benar ayah, saya mau menjemput Pelangi kemari. Dan saya juga ingin meminta maaf atas sikap saya selama ini" ucap Arya.
Rangga yang juga ada disana hanya mendengus senyum sinis mendengar itu. Dia nampak kesal melihat Arya. Ingin rasanya menyahuti dan mengusirnya pergi, namun Rangga sadar, dia bukan siapa siapa disini.
"Ayah tidak tahu apa yang membuat Pelangi pergi dari kamu. Tapi yang jelas, jika Pelangi sudah memilih pergi, berarti kamu sudah membuat dia sakit hati. benar begitu?" tanya ayah lagi
Pelangi tertunduk, apalagi saat Arya memandang kearahnya. Dia benar benar tidak sanggup memandang wajah tampan yang kini terlihat berantakan itu. Entah apa yang terjadi pada Arya selama dua minggu ini.
"Saya tahu ayah, saya bersalah pada Pelangi. Maka dari itu saya datang untuk meminta maaf dan untuk memperbaiki semuanya" jawab Arya
Pelangi menggeleng pelan dan tersenyum getir. Tangan nya saling meremas kuat. Ada perasaan yang tidak bisa dia jabarkan saat ini. Memperbaiki apa yang dimaksud oleh Arya??? Memperbaiki hubungan tapi masih dalam bayang bayang masa lalu???
"Pelangi... semua ayah serahkan padamu nak. Kalian yang menjalani pernikahan ini. Pernikahan yang awal mula nya saja sudah dimulai dengan kesalahan kalian. Jadi fikirkan baik baik agar tidak ada penyesalan dikemudian hari. Apalagi sudah ada anak yang kamu kandung sekarang" ujar Ayah. Terdengar begitu bijaksana. Bunda hanya diam, seraya dia yang terus mengusap pundak Pelangi.
"Pelangi .... maafkan saya, saya menyesal" ucap Arya . Dia memandang Pelangi dengan sendu. Namun sayangnya, wajah Pelangi hanya datar saja dan tidak menampilkan ekspresi apapun.
"Pelangi sudah tidak ingin lagi dengan pak Arya ayah"
deg
Arya langsung tertegun mendengar itu. Dia memandang wajah Pelangi dengan lekat.
"Pelangi bisa mengurus anak Pelangi sendirian" ucap Pelangi lagi. Meskipun dia tidak tahu dari mana Arya tahu jika dia sudah hamil anak nya. Pelangi lupa jika dia meninggalkan surat pemeriksaan kehamilan nya dirumah.
Arya menggeleng pelan , dia memandang Pelangi dengan mata yang mulai berair. Rasanya sakit sekali ketika mendengar ucapan Pelangi ini.
"Pelangi.... dia... dia anak ku juga. Tolong beri aku kesempatan kedua Pelangi" pinta Arya, terdengar begitu lirih dan memeleas.
"Nak... fikirkan kembali sayang" ucap bunda pula. Dia tahu jika bukan ini keinginan Pelangi sebenarnya. Dan bunda yang paling tahu jika Pelangi begitu menginginkan pernikahan yang lebih baik dengan Arya. Tapi kenapa Pelangi malah berkata seperti ini???
Namun Pelangi menggeleng dengan air mata yang juga mulai menggenang. Hatinya sakit, tentu saja. Cinta nya hanya untuk Arya, bahkan untuk melihat yang lain pun dia sudah tidak lagi bisa. Tapi untuk kembali bersama Arya dan hidup dalam bayang bayang Zelina, Pelangi tak akan sanggup. Hatinya terlalu lemah untuk itu.
__ADS_1
"Pelangi, saya mohon. Saya benar benar menyesal, tolong kembali lah pada saya. Jangan begini" pinta Arya
Namun Pelangi tetap menggeleng.
"Maaf pak Arya. Saya sudah tidak bisa lagi bersama bapak. Bukankah bapak sendiri yang meminta saya untuk pergi setelah tiga bulan pernikahan kita. Dan sekarang saya sudah pergi, kenapa bapak yang kemari?" tanya Pelangi. Dia benar benar menahan isak tangis yang sudah sangat ingin dia luahkan.
"Pelangi... saya ... saya salah. Saya benar benar tidak bisa tanpa kamu" ucap Arya
deg
Pelangi langsung tertegun mendengar itu.
Arya memandang Pelangi dengan lekat, genangan air dimatanya tidak bisa berbohong jika saat ini hatinya benar benar lemah dan sakit. Dan itu juga yang dirasakan oleh Pelangi. Tapi ... hatinya benar benar ragu.
"Pelangi saya mohon" pinta Arya lagi.
"Nak... fikirkan baik baik" ujar ayah lagi
Pelangi menarik nafas dalam dalam, berusaha sekuat mungkin agar air mata ini tidak menetes.
"Saya tidak ingin kembali jika bapak hanya ingin bertanggung jawab untuk anak ini. Saya tidak sanggup jika hanya menjadi pelampiasan saja" ucap Pelangi
Arya menggeleng pelan
Dan bahkan tanpa malu air mata itu juga menetes diwajah Arya.
Rangga yang melihat pemandangan ini langsung tertunduk. Hatinya benar benar tidak bisa melihat hal ini. Padahal tadi dia begitu kesal dengan Arya, tapi kenapa sekarang hatinya malah menjadi iba???
"Pelangi... apa tidak ada kesempatan untuk saya lagi?" tanya Arya, terdengar begitu putus asa.
Pelangi memalingkan wajahnya dari Arya. Dia benar benar tidak sanggup untuk memandang wajah penuh kehancuran itu.
"Kesempatan apa yang bapak maksud? Sudah cukup tiga bulan saya berusaha untuk meyakinkan bapak, tapi nyatanya saya tetap saja kalah dengan masa lalu bapak itu kan" ucap Pelangi
Arya memandang Pelangi dengan lekat. Namun Pelangi langsung beranjak dan berdiri seraya dia yang mengusap air matanya dengan kasar.
"Bapak bisa menalak saya sekarang, atau jika tidak ingin, bapak boleh pergi dari sini. Bukankah saya tidak ada artinya dalam hidup bapak, jadi bapak tidak perlu memohon seperti ini" ujar Pelangi.
Arya tertegun, dada nya benar benar sakit mendengar perkataan Pelangi ini. Sebegitu besarkah luka yang sudah ditorehkan Arya dihatinya??
Sebegitu kuatkah rasa sakit yang dirasakan Pelangi hingga dia tidak mau untuk memaafkan Arya dan memberikan nya kesempatan lagi???
"Pelangi" panggil Arya. Namun Pelangi mengabaikan dan malah ingin berlalu dari sana.
__ADS_1
"Pelangi, saya mencintai kamu Pelangi!!" seru Arya yang juga langsung berdiri dan berjalan kearah Pelangi.
Langkah Pelangi langsung terhenti. Air mata semakin jatuh dengan deras membasahi wajahnya.
"Saya sadar saya sudah jatuh hati padamu. Saya sadar saya salah, saya buta karena terus tenggelam dalam rasa kehilangan itu. Kepergian kamu membuat saya sadar jika saya membutuhkan kamu, saya sadar jika hanya kamu yang bisa mengobati luka hati saya selama ini. Saya benar benar tidak bisa tanpa kamu Pelangi" ungkap Arya dengan segenap hatinya.
Pelangi semakin terisak, bahkan dia meremas dadanya yang terasa sesak. Antara haru dan ragu, semua benar benar membuat perasaan nya tidak menentu.
brukk
Arya langsung jatuh berlutut dibelakang Pelangi. kakinya benar benar lemas. Bahkan dia tidak lagi malu meski dilihat oleh kedua orang tua Pelangi dan Rangga. Arya hanya ingin Pelangi kembali.
"Pelangi saya mohgon, beri saya kesempatan kedua untuk memperbaiki semua nya" pinta Arya
Pelangi berbalik arah, dia semakin menangis memandang Arya yang begitu menyedihkan. Apalagi Arya memandang dia dengan wajah yang memelas dan penuh air mata.
"Tolong jangan pergi" pinta Arya lagi.
Pelangi menggeleng pelan, berusaha sekuat mungkin untuk berbicara.
"Berdirilah pak, bapak gak pantas seperti ini pada saya" kata Pelangi. Namun Arya menggeleng dan semakin tertunduk.
"Saya gak pantas bapak buat seperti ini. Saya bukan siapa siapa. Dan maaf, saya.... saya gak bisa kembali sama bapak lagi"
deg
Arya semakin tertunduk, jantung nya tiba tiba sakit dan berdenyut ngilu. Nafasnya terasa sesak bahkan kepalanya juga serasa dihantam sesuatu.
Dia mendongak dan memandang Pelangi dengan perasaan yang benar benar hancur.
"Kamu.... kamu ingin pergi dan meninggalkan saya juga Pelangi????" tanya Arya begitu lemah bahkan air mata itu semakin deras. Air mata kehancuran. Bunda bahkan memalingkan wajahnya karena tidak sanggup melihat Arya yang seperti ini.
"Maaf" ucap Pelangi yang langsung berbalik arah dan meninggalkan Arya yang mematung memandang Pelangi dengan pandangan yang tidak bisa jelaskan.
Arya tertunduk, meraba jantung nya yang berdenyut sakit. Wajahnya memucat, keringat dingin mengucur deras, wajahnya meringis dengan nafas yang tiba tiba sesak. Hingga tidak lama kemudian.....
brukk
"Astaga Arya!!!"
Teriakan bunda membuat Pelangi yang sudah ingin masuk kedalam kamar langsung menoleh. Dan dia terperangah saat melihat Arya yang sudah terkulai dan tidak sadarkan diri.
Bahkan darah juga sudah keluar dari hidung nya.
__ADS_1
"Pak Arya" gumam Pelangi