Pelangi Untuk Arya

Pelangi Untuk Arya
Kotak Hitam Lagi


__ADS_3

Malam yang indah telah terlewati, pagi ini hanya tinggal rasa lelah dan sisa sisa jejak percintaan mereka malam tadi.


Pelangi bangun terlebih dahulu, dia sudah membuka mata namun masih betah berada diposisi seperti ini. Memandangi Arya yang masih tertidur dengan pulas. Sepertinya suami gondrong Pelangi ini kelelahan.


Ya, bagaimana tidak lelah, keadaan Arya baru saja pulih, tapi dia sudah berani melakukan itu. Bahkan Arya sampai meminta beberapa kali malam tadi.


Astaga... jika mengingat itu rasanya benar benar malu. Tapi Pelangi juga suka. Dia juga terbuai dengan permainan Arya yang lembut namun memuaskan.


Meski tidak lama karena Arya yang memang belum terlalu fit, namun sudah bisa membuat Pelangi merasakan kebahagiaan yang tidak terhingga.


Dia ingat, bahkan masih ingat jelas dengan malam itu. Malam dimana kesucian nya terenggut. Saat itu Arya bermain dengan kasar, sangat kasar dan tidak menikmati. Dia seolah hanya melampiaskan hasrat yang datang karena terpaksa. Bahkan berulang kali Pelangi dengar jika Arya selalu menyebutkan nama Zelina, meminta maaf pada gadis itu. Atau bahkan juga membayangkan Zelina saat itu.


Entahlah ..


Jika mengenangkan hal itu, rasanya sakit. Sakit sekali.


Tapi malam ini,


Semua terkesan sangat berbeda. Bahkan terasa begitu indah.


Arya bermain dengan lembut dan penuh perasaan. Dia seperti memuja setiap apa yang Pelangi miliki. Bahkan tidak jarang mengusap perut Pelangi karena mungkin dia takut jika akan menyakiti calon anak mereka.


Kata kata cinta selalu Arya bisikkan dalam setiap tempo permainan mereka.


Ah... rasanya jika sudah begitu Pelangi tidak menyangka jika dulunya, Arya begitu membencinya.


Tapi sekarang, Arya sudah seperti seorang suami yang sangat mencintai istrinya.


Rasanya jika seperti ini, perjuangan Pelangi selama tiga bulan untuk mengambil hati Arya memang tidak sia sia. Meskipun dia sempat menyerah dan pergi. Namun nyatanya, kepergian nya saat itu mampu membuat Arya menyadari arti perasaannya sendiri.


Pelangi tersenyum, tangan nya mengusap wajah Arya dengan lembut.


Wajah tampan yang manis dan tidak pernah bosan untuk di pandang.


Jari tangan Pelangi mengusap lembut kelopak mata Arya. Arya memiliki mata yang indah, begitu bening dengan bulu mata yang panjang. Bahkan mata Pelangi saja kalah indah dengan miliknya. Dan Pelangi, sangat menyukai mata Arya ini.


Puas dengan mata, jari tangan itu turun ke hidung mancung Arya. Bermain disana sejenak sembari membayangkan bagaimana rupa anak mereka nantinya.


Pasti tampan seperti ayahnya jika lelaki.


Dan kini, jemari tangan Pelangi sudah berada dibibir Arya.


Bibir yang selalu membuat Pelangi terbuai. Bibir yang sekarang sudah melengkungkan senyuman yang indah untuk Pelangi.


Senyuman yang sejak dulu sangat sulit untuk dia dapatkan. Tapi sekarang, setiap detik dan setiap waktu, Pelangi bisa melihat senyum itu.


Ya Tuhan...


Rasanya masih tidak menyangka.


Pelangi bahkan masih ingat ketika melihat senyum Arya untuk pertama kalinya dulu. Itupun disaat Pelangi mencoba untuk menyuapi Arya makan namun dia malah terjatuh. Momen dimana Arya tersenyum melihat Pelangi.


Miris sekali kan, harus merasa sakit dulu demi untuk mencari cinta Arya.


grep


Pelangi langsung terkesiap saat tiba tiba tangan Arya menangkap tangan nya yang masih bermain diwajah tampan itu.


"Sudah puas?" tanya Arya, suaranya masih begitu berat dan serak. Bahkan dia belum membuka mata sama sekali.


Pelangi memandang Arya dengan heran. Dia terbangun?


"Sudah puas memandangi wajah tampan ini hmm?" tanya Arya lagi. Kali ini dia membuka mata dan menarik Pelangi kedalam pelukan nya. Hingga tubuh mereka yang belum memakai pakaian langsung bersentuhan kembali didalam selimut.


"Belum puas, rasanya masih mau dilihat terus setiap saat" jawab Pelangi


Arya tersenyum simpul, dia mengecup dahi Pelangi dengan lembut.


"Hanya milik kamu dan untuk kamu Pelangi" ucap Arya. Dia semakin merapatkan tubuhnya pada Pelangi, hingga membuat pelukan itu terasa begitu erat.

__ADS_1


"Mas... sesak. Kasihan anak kita" ujar Pelangi


Arya sedikit terkesiap, dia langsung meraba perut Pelangi dengan lembut.


"Iya, maaf lupa. Tapi gak sakit kan? Sepertinya malam tadi aku bermain terlalu lama" tanya Arya


"Enggak kok, cuma capek aja" jawab Pelangi.


Arya mendengus senyum dan mengusap wajah Pelangi.


"Maaf, aku keterusan" ucap Arya


Pelangi hanya mengerucutkan bibirnya sekilas dan beranjak bangun dengan tangan yang menahan selimut didadanya.


"Mau kemana?" tanya Arya


"Bangun, udah gerah mas. Udah siang juga" jawab Pelangi seraya menunjuk jam di dinding. Sudah hampir jam tujuh.


"Ya ampun, kenapa bisa kesiangan" gumam Arya yang juga langsung beranjak bangun.


"Mas sih, keasikan main. Gak capek? padahal baru sembuh" tanya Pelangi


"Capek sedikit. Kan aku udah sembuh kalau untuk urusan itu" jawab Arya dengan tawa kecilnya. Membuat Pelangi juga ikut tertawa.


"Udah ah... Pelangi mandi duluan" ucap Pelangi


"Mandi bareng bareng" sahut Arya yang langsung turun dari tempat tidur. Dan berdiri menghadap kearah Pelangi.


"Aaah mas, tutupin dulu!!" seru Pelangi yang langsung memalingkan wajahnya dari Arya.


Arya menunduk, dan dia langsung tertawa saat dia lupa ternyata dia belum memakai apapun.


Astaga...


"Ck....mau mandi juga. Lagian kamu udah ngerasain kan. Ayo" ajak Arya yang langsung menjulurkan tangan nya pada Pelangi.


Arya tidak perduli. Dia malah berjalan mendekat kearah Pelangi dan langsung mengangkat tubuh Pelangi kedalam gendongan nya.


"Mas... iiihh" Pelangi benar benar tidak habis fikir melihat Arya. Kenapa dia tidak tahu malu sama sekali. Ya ampun.


"Apa sih sayang, berisik banget. Katanya mau mandi" ucap Arya.


"Dasar gondrong nyebelin" ucap Pelangi seraya memukul pundak Arya dengan kesal.


"Nyebelin tapi kamu cinta kan" goda Arya yang langsung membawa Pelangi masuk kedalam kamar mandi mereka.


Dan bukan hanya diluar, tapi didalam kamar mandi juga langsung terdengar suara teriakan Pelangi yang kesal karena ulah Arya. Entah apa yang mereka lakukan didalam sana. Yang jelas, Pelangi benar benar heran melihat kelakuan Arya pagi ini.


..


Beberapa saat setelah membersihkan diri. Kini mereka sudah sarapan berdua diruang makan. Bunda sedang kepasar untuk berbelanja bahan makanan, sedangkan ayah berada di belakang rumah untuk memberi makan ternak ternak nya.


Hari sudah siang, dan mereka yang terlambat bangun jadi tidak bisa untuk sarapan bersama ayah dan bunda.


Arya menyuapi Pelangi makan, karena masih seperti biasa, Pelangi hanya mau makan jika makan makanan sisa Arya. Jadi pagi ini, mereka makan sepiring berdua.


"Heran banget gak bisa makan kayak dulu lagi" ucap Pelangi


"Kayak dulu gimana?" tanya Arya


"Ya makan sendiri, gak usah nunggu sisa mas lagi" jawab Pelangi


Arya mendengus senyum dan kembali menyuapkan nasi goreng buatan bunda ke mulut Pelangi.


"Gak apa apa, dengan begini kita kan bisa makan berdua terus" ucap Arya


"Kalau mas gak dirumah gimana? Susah dong Pelangi mau makan" tanya Pelangi.


"Nanti makanan dirumah ini aku makanin semua dulu, jadi kalau kamu mau makan udah gak susah" jawab Arya

__ADS_1


"Basi dong nanti" ucap Pelangi.


"Kamu kira aku setan yang ngebasiin makanan" sahut Arya


Pelangi langsung tertawa geli mendengar itu. Kenapa jadi lari ke setan???


tok tok tok


Pintu rumah yang diketuk membuat Pelangi dan Arya menoleh.


"Siapa ya" gumam Pelangi


"Bunda mungkin" jawab Arya


"Gak mungkin, bunda pasti langsung masuk. Pelangi lihat dulu deh" ucap Pelangi. Dia meminum seteguk air putih dan langsung beranjak dari kursi. Meninggalkan Arya yang kembali memakan sarapan nya.


Namun tidak lama, karena seruan Pelangi membuat Arya terkesiap.


Siapa yang datang hingga Pelangi memanggilnya.


Dan karena penasaran, Arya juga beranjak dan pergi keluar.


Matanya langsung mengernyit saat melihat ternyata Nina yang datang.


"Nina" gumam Arya


"Selamat pagi pak, gimana keadaan bapak?" tanya Nina


"Baik, ada apa?" tanya Arya


Pelangi menghela nafas jengah memandang wanita siluman ini. Pagi pagi sudah ada dirumah orang. Dan kenapa juga dia bisa tahu rumah orang tua Pelangi disini.


"Tuan Reynand meminta saya datang kemari untuk menyerahkan pekerjaan yang harus bapak kerjakan. Tanda tangan dan juga beberapa persetujuan kontrak" ucap Nina


Arya langsung mengangguk paham.


"Oh, yasudah. Ayo masuk" ajak Arya


Pelangi langsung memandang Arya dengan bingung. Siapa tuan rumah disini memang nya???


"Kenapa bapak tidak dirumah bapak. Kenapa malah disini?" tanya Nina


"Kenapa memang nya. Disini juga rumah istrinya" sahut Pelangi


"Istri?" gumam Nina dengan sedikit meremeh


"Iya, disini rumah mertua saya" sahut Arya pula


Nina langsung memandang Arya dengan sendu. Kenapa Arya sudah mengakui Pelangi sekarang??? Bukankah waktu itu....


"Kamu bawa apa itu?" tanya Arya yang langsung membuyarkan lamunan Nina.


Nina langsung menoleh kearah tangan nya yang sejak tadi menggenggam sebuah kotak hitam.


"Oh ini, tadi waktu turun dari mobil ada yang ngantar ini. Katanya titipan orang dirumah ini" jawab Nina seraya menyerahkan kotak itu pada Arya


Pelangi dan Arya memandang kotak itu dengan pandangan bingung.


Bukan kah kotak ini sama dengan kotak semalam.


"Apalagi itu mas?" tanya Pelangi


Arya menggeleng, dan dengan cepat dia langsung membuka kotak itu.


Mata mereka langsung melebar melihat isinya. Bahkan Pelangi langsung menjauh dari Arya. Begitu pula dengan Nina.


Wajah Arya tegang, pucat dan tidak menentu. Dia langsung mencampakkan kotak itu keluar.


Benar benar mengerihkan dan membuat hatinya tidak menentu!

__ADS_1


__ADS_2