
Arya memandangi Rangga yang kini duduk di hadapannya. Lelaki muda ini terlihat tenang, meski wajahnya sedikit berbeda. Entah apa yang sedang dia fikirkan. Tapi berulang kali dia selalu mencuri pandang pada Pelangi saat berbicara.
Jika tadinya Pelangi yang kesal karena kedatangan Nina, maka sekarang Arya yang kesal karena kedatangan Rangga. Entah kenapa Arya benar benar tidak suka dengan lelaki muda ini. Lelaki yang pernah melarang nya untuk bertemu dengan Pelangi.
Mungkinkah dia cemburu? karena sejak dulu Arya memang sudah tidak menyukai Rangga dekat dengan Pelangi. Meski dia tahu mereka suka berteman sejak lama. Tapi .... Rangga juga menyukai Pelangi. Yah, tidak bisa di tutupi!
"Mau apa kamu kemari? kenapa tidak bekerja?" tanya Arya tanpa basa basi lagi.
Nina sudah pergi, dan sekarang giliran Rangga yang berada di tengah tengah mereka.
"Saya masuk siang nanti pak. Pagi ini pekerjaan tidak ada. Kan sudah ada pak Ridwan" jawab Rangga
Arya langsung berdecak kesal. Apalagi ketika Pelangi datang dengan dua kaleng minuman dingin ditangan nya.
"Minum dulu kak" ujar Pelangi
Rangga tersenyum lembut dan mengangguk pelan.
"Kenapa dikasih minum, masih pagi" sahut Arya
"Kasihan mas jauh datang kemari, kan haus" Jawab Pelangi
"Salah sendiri datang tapi tidak membawa apa apa" gerutu Arya.
__ADS_1
Mendengar perkataan Arya membuat Rangga langsung tersenyum getir. Entah kenapa Arya cerewet sekali. Apa dia dendam karena Rangga pernah mengusirnya dulu?
"Mas ih... kenapa jadi cerewet begitu sih?" tanya Pelangi yang langsung duduk di sebelah Arya.
Arya hanya mendengus dan kini kembali fokus pada Rangga.
"Kenapa kamu kemari?" tanya Arya sekali lagi. Dan kali ini cukup serius membuat Rangga sedikit gentar.
Datang kemari juga sebenarnya tidak ingin, karena sudah pasti Rangga akan menahan hati melihat Pelangi dan Arya.
Sakit hati, cemburu, kesal dan perasaan yang benar benar tidak enak. Tapi.... mau bagaimana lagi. Ingin menjauh, tapi tidak bisa. Sudah sejak dulu Rangga akan selalu ada untuk membantu Pelangi dalam hal apapun. Dan begitu pula dengan sekarang.
"Saya kemari ingin memberi info tentang Jojo pak" ucap Rangga.
"Apa yang kamu tahu?" tanya Arya
"Saya bersama beberapa orang suruhan tuan Reynand sudah datang dan melacak keberadaan Jojo dirumah keluarganya. Dan mereka bilang kalau Jojo pernah pulang, semalam pagi" ungkap Rangga.
"Semalam pagi?" gumam Pelangi
Rangga mengangguk pelan.
Mereka terdiam sejenak.
__ADS_1
"Dimana alamat keluarganya kak? bukan nya ibu Jojo sudah meninggal?" tanya Pelangi
Rangga kembali mengangguk.
"Iya, ibunya meninggal belum lama. Mungkin belum ada dua bulan ini karena sakit. Mereka tidak punya biaya untuk bawa ibu Jojo berobat. Dan akhirnya, beliau tidak bisa selamat. Apalagi setelah semua harta mereka terjual habis, dan Jojo yang juga tidak lagi bekerja. Semua hancur dan menjadi sulit untuk mereka" ungkap Rangga
Arya langsung tertunduk. Mungkin karena hal ini yang membuat Jojo dendam? karena Arya yang memecatnya tanpa pesangon dulu?
Tapikan itu karena kesalahan Jojo sendiri.
"Sekarang, adik adik Jojo tinggal disebuah perumahan kumuh. Tidak jauh, di jalan xx didekat pabrik kerupuk ikan " tambah Rangga lagi.
Arya dan Pelangi kembali tertegun. Bukan kah perumahan itu dimana mereka bertemu dengan pria berjaket hitam yang menyeberang tiba tiba?
"Berarti benar itu Jojo mas" ucap Pelangi.
"Tapi orang orang Reynand sudah mencari Jojo disana. Namun tidak ada menemukan jejak apapun tentang Jojo" ungkap Arya
"Hal itu sedang kami selidiki pak. Karena Jojo yang memang tidak ada ditempat" jawab Rangga.
"Hanya satu orang kenapa bisa sulit sekali" gerutu Arya terdengar begitu kesal!"
..
__ADS_1
bersambung